19.Kesal dengan Widia.

"Yun".

Panggil Widia yang tidak didengar oleh Ayunda yang sedang berjalan menuju lantai 3 Mall Senopati tempat mereka bekerja.

"Yun!",panggil Widia lagi tapi Ayunda masih tidak bergeming dengan terus berjalan sampai mereka berdua tiba diruang ganti.

"Ayunda Lo budeg!",teriak Widia yang membuat Ayunda reflek terjengkit karena terkejut mendengar teriakan keras Widia yang dekat sekali dengan telinganya.

"Astagfirullah Widia!",balas Ayunda kesal pada perempuan itu.

"Gue udah manggil Lo dari tadi tapi Lo nggak juga menoleh.Lo mikir apa sih serius banget?",tanya Widia penasaran dengan menelisik ekspresi Ayunda yang terlihat muram dengan mata yang terlihat bengkak seperti habis menangis sangat lama".

"Nggak ada",balas Ayunda lalu menyingkir dari samping Widia membuat Widia yang melihat ekspresi Ayunda saat itu langsung terdiam tidak berani lagi banyak bertanya karena dia tau kalau Ayunda sudah memasang wajah seperti itu artinya dia sedang tidak ingin diganggu.

Widia melakukan itu sampai waktu mereka pulang kerja berharap Ayunda mau cerita padanya apa masalahnya sampai wajahnya terlihat muram sepanjang hari dan berkali kali melihat ponsel miliknya seperti sedang menunggu Khabar dari seseorang.

****

"Lo mau langsung pulang?", tanya Widia dengan ikut duduk diHalte bersama Ayunda yang sedang menunggu bis yang akan dinaikinya untuk pulang kerja seperti biasanya.

"Iya",jawab Ayunda singkat tanpa berniat bicara lebih banyak lagi dengan Widia karena sampai dia pulang kerja pesan yang dikirim nya untuk Iman belum juga dibalas pria itu padahal sudah dibacanya sementara dia melihat ponsel pria itu selalu aktif dari aplikasi komunikasi warna hijau yang mereka gunakan sebagai sarana berhubungan.

"Mau makan cilok disimpang empat sebelum pulang"tawar Widia yang membuat Ayunda menoleh kearah Widia lalu mengangguk karena tawaran Widia membuatnya tertarik meski perasaannya masih sedih.

"Boleh".

Mendengar jawaban setuju dari Ayunda Widia langsung tersenyum senang lalu berdiri dari duduknya dengan meraih tangan Ayunda mengajaknya berjalan bersama menuju perempatan lampu merah yang letaknya tidak jauh dari Mall Senopati tempat mangkal banyak penjual kaki lima termasuk Cilok yang akan mereka beli.

"Gue traktir hari ini",celetuk Widia yang membuat Ayunda menoleh.

"Kok tumben Lo punya duit?".

"Hehehe....".

Bukannya menjawab pertanyaan Ayunda Widia malah meringis lalu memilih mempercepat langkahnya menuju simpang empat tempat mereka akan jajan.

"Wah sepertinya sore ini gue batal nraktir lo Yun",celetuk saat mereka baru tiba disana.

"Kenapa dompet Lo ketinggalan atau duit Lo jatuh dijalan?", tanya Ayunda khawatir .

Widia menggeleng.

"Ada Mas Wawan dia kan ngebet sama Lo jadi kalau gue minta dia yang traktir kita , dia pasti nggak keberatan.

Sebelum Ayunda melarang Widia sudah memanggil Wawan.

"Mas Wawan sekalian bayarin kami ya",pintanya dengan wajah tak berdosa. Wawan langsung terkejut waktu melihat Ayunda dan Widia terutama Ayunda reflek dia langsung membuang muka dihadapan Ayunda dengan memasang wajah dingin.

Ayunda yang melihat itu langsung berusaha melarang Widia melakukannya karena memang tidak ingin ditraktir pria itu.

Jangankan ditraktir, bertemu saja sebenarnya dia malas kalau tidak tanpa sengaja seperti sekarang karena ingat masalah yang kemarin.

Sebagai seorang perempuan dia sangat marah ingat apa yang Wawan ucapkan padanya meski sebenarnya dia juga tidak membenarkan apa yang Iman lakukan pada pria itu.

Tapi seperti kata Iman luka pukulan pria itu hanya membuat Wawan punya lebam besar diwajahnya selebihnya pria itu terlihat baik baik saja tidak sebanding dengan apa yang sudah dikatakannya membuat hati Ayunda sangat terluka.Diq tidak menyangka pria yang terlihat baik dan lembut ternyata bermulut kasar berbanding terbalik dengan sosok Iman padanya.

"Lain kali Wid.Aku buru buru sekarang",tolak Wawan dengan bergegas pergi dari hadapan mereka berdua tidak lupa manatap dingin pada Ayunda membuat Widia yang melihat itu langsung berkomentar.

"Kok... Tumben.Kenapa dia hari ini?

"Mana gue tau!",balas Ayunda dengan dingin lalu mulai mengambil cilok yang ingin dimakannya saat itu dan akhirnya dia yang harus membayar cilok yang mereka berdua makan karena ternyata Widia benar benar lupa membawa dompetnya atau pura pura lupa Ayunda tidak tau,toh uang yang dipakainya sekarang juga uang pemberian Iman yang disuruh digunakannya untuk jajan jadi dia tetap tidak rugi padahal Widia sore itu makan cilok cukup banyak sampai membuat Ayunda heran tubuh sekurus itu tapi bisa menyantap hampir 50 biji cilok dalam waktu singkat.

"Sorry ya Yun lain kali gantian gue yang traktir Lo deh",celetuk Widia dengan wajah tidak bersalah.

"Ya kalau Lo ingat",balas Ayunda dengan masuk kedalam bis yang akan membawa mereka pulang.

"Yun Lo lihat wajah mas Wawan tadi nggak?Kaya habis ribut mukanya sampai bengkak parah kaya gitu.Bikin wajahnya yang standar semakin nggak enak dilihat .Apalagi ekspresinya tadi nggak banget kan",celetuk Widia yang membuat Ayunda mau tidak mau menjadi tertawa mendengarnya.

"Kenapa Lo ketawa?Emang itu lucu?".

"Iya...Lo bilang Wajah standar,bukannya kemarin Lo bilang dia lumayan.Sampai Lo maksa gue buat nerima dia jadi pacar gue ".

"Ya....kalau boleh jujur sih sebenarnya wajahnya biasa aja dari awal gue lihat.Tapikan dia baik jadi gue harus memujinya apalagi itu dihadapan Lo yang ditaksirnya.Meski gue rasa kalau Lo sampai punya anak sama dia Lo harus berdoa supaya gen Lo nanti lebih dominan agar anak kalian nanti cakep".

"Siapa yang mau nikah sama dia.Ih ogah banget!", balas Ayunda tidak suka.

"Maksud gue misalnya kenapa sih Lo langsung sewot".

"Karena Lo selalu menjodoh jodohkan gue sama tu cowok meski gue bilang nggak mau!".

Ayunda menjadi semakin kesal saat ingat bagaimana Widia selalu berusaha mendekatkan dia dan Wawan akhir akhir ini.

"Itu karena dia yang minta dan sebagai teman yang baik tentu saja gue..".

"Gue yakin bukan cuma itu tapi karena Lo sering ditraktir cilok sama dia karena itu Lo mau disuruhnya kan!",hardik Ayunda kesal.

"Hehehe.... maaf deh Yun.Habisnya Lo juga nggak mau disuruh pacaran sama gue sih, padahal pacaran kan seru".

"Gue nggak mau karena gue nggak tertarik sama dia",jelas Ayunda.

"Lalu cowok seperti apa yang menarik menurut Lo ?",tanya Widia penasaran.

"Nggak ada .Kan gue udah bilang nggak mau pacaran ribet",jawab Ayunda dengan memalingkan wajahnya keluar jendela karena tiba tiba terbayang wajah Iman.

"Bagaimana dengan cowok yang ada ditoko baju kemarin?",tanya Widia yang reflek membuat Ayunda menoleh kearah perempuan itu.

"Kenapa dengan pria itu?!".

"Yakin Lo nggak tertarik kalau dia ngajak Lo pacaran?",tanya Widia yang langsung membuat Ayunda terdiam.

Terpopuler

Comments

Nur Lizza

Nur Lizza

lanjut

2023-09-10

0

Qaisaa Nazarudin

Qaisaa Nazarudin

Menurut ku Ayunda harus jujur sama Widia tentang statusnya, biar gak dipaksa2 pdkt sama Wawan,Soalnya Ayunda sudah punya suami..

2023-08-08

0

Casudin Udin

Casudin Udin

cerita nya ternyata seru jg..

2023-05-23

0

lihat semua
Episodes
1 1.Awal
2 2. SAH
3 3.Uang Nafkah.
4 4.Bos Preman.
5 5.Berkunjung.
6 6. Tidur Bareng.
7 7.Mengantar Kerja.
8 8.Tanda Merah Didada.
9 9.DiBengkel.
10 10.Beli Baju Tidur.
11 11.KeMall.
12 12.Bertemu diMall.
13 13. Bertemu Di Halte.
14 14.Kemarahan Iman.
15 15.Diajak Ke Pasar Malam.
16 16.Mengantar Pulang.
17 17.Ngambek
18 18.Perintah Iman pada Sukron.
19 19.Kesal dengan Widia.
20 20. Kemarahan Widia.
21 21. Bertemu Di Bis
22 22. Melihat Kontrakan Baru.
23 23.Setuju Tinggal Bersama.
24 24.Pindah Rumah.
25 25.Unboxing....
26 26.Sakit Kepala?
27 27.Dijemput Pulang Kerja.
28 28.Sarapan Nasi Goreng Panas.
29 29.Tidak Sengaja Bertabrakan.
30 30. Memberi tau Sabrin dan Fahri.
31 31. Mendapat Tawaran Pekerjaan Baru.
32 32. Rencana Mengajak Liburan.
33 33.Ajakan Makan Siang Bareng
34 34.Makan Siang Berdua.
35 35. Berlibur.
36 36.Berenang Yang Gagal.
37 37. Menjadi Pasangan Seutuhnya.
38 38.Kesalah pahaman Manis.
39 39.Membantu Mandi.
40 40. Makan Malam DiPantai.
41 41.Dilamar Ala Iman.
42 42.Larangan.
43 43. Manajer Baru.
44 44. Perintah Hafiz.
45 45.Bertemu Aisyah.
46 46. Larangan Pulang Dari Hafiz.
47 47.Selamat Dari Hafiz.
48 48. Mengatakan Sebenarnya Pada Widia.
49 49. Menemui Hafiz.
50 50. Berdebat Dengan Hafiz.
51 51. Ngobrol Berdua.
52 52. Paksaan Mandi Bareng.
53 53. Sampai Kedinginan.
54 54.Ajakan Menikah Iman.
55 55.Kecurigaan Aisyah.
56 56.Niat Hafiz Untuk Menikah Lagi.
57 57. Bujukan Umi Jubaedah.
58 58. Olah Raga Pagi.
59 59.Tugas Dari Pak Samsul.
60 60. Menjemput Tamu.
61 61. Keinginan Sabrin.
62 62. Datang KeRestoran.
63 63.Terkejut.
64 64.Keributan DiRestoran.
65 65. Bertengkar.
66 66. Menegaskan pada Hafiz.
67 67.Masalah Di Markas.
68 68. Penghianat Dalam Kelompok.
69 69. Kalah...
70 70. Pertanyaan Widia.
71 71. Mimpi...
72 72. Dukungan Widia.
73 73. Gue.... Sukron.
74 74. Perintah Sukron.
75 75. Pergi Dari Jakarta.
76 76. 3 Bulan Kemudian.
77 77. Aisyah Hamil.
78 78. Penegasan Iman.
79 79. Ayunda Tau.
80 80. Penjelasan Bang Fahri.
81 81. 5 Tahun.
82 82. Ketemu Demit
83 83. Dosen Sulaiman.
84 85.Ke Kantin Kampus.
85 85.Syok
86 86. Gagal Bertemu.
87 87. Larangan Sabrin.
88 88. Ke Surabaya
89 89. Belum Bisa Dipastikan.
90 90.Membeli Oleh Oleh.
91 91.Pulang Ke Jakarta.
92 92.Dia Nyata Tapi Lupa.
93 93.Perasaan Sakit.
94 94. Menabrak Sabrin.
95 95. Berniat Bicara Dengan Sabrin.
96 96. Mencoba Mencari Tau.
97 97. Bicara Dengan Sabrin dan Bang Fahri.
98 98. Bertengkar Dengan Sabrin.
99 99. Bicara berdua.
100 100. Bujukan Iman.
101 101. Mengantar Kembali Kewarung.
102 102. Memberi waktu.
103 103. Mengantar Pulang Ayunda.
104 104.Rencana Kencan.
105 105.Kencan.
106 106. Makan malam Direstoran.
107 107.Jalan Jalan Malam.
108 108. Permintaan Iman.
109 109.Setuju Menikah Lagi.
110 110.SAH.
111 111.Menginap diHotel.
112 112. Gara Gara Kancing Baju.
113 113. Gagal Fokus.
114 114. Kerja Rodi.
115 115. Rumah Baru.
116 116.Positif.
117 117.Bertemu Musuh Lama.
118 118.Ingat Lagi.
119 119. Kedatangan Aisyah, Kemarahan Ayunda.
120 120. penolakan Aisyah Untuk Keluar.
121 121.Penjelasan Iman tentang Aisyah.
122 122. Pembicaraan Sesama Perempuan.
123 123. Akhir Bahagia(End)
Episodes

Updated 123 Episodes

1
1.Awal
2
2. SAH
3
3.Uang Nafkah.
4
4.Bos Preman.
5
5.Berkunjung.
6
6. Tidur Bareng.
7
7.Mengantar Kerja.
8
8.Tanda Merah Didada.
9
9.DiBengkel.
10
10.Beli Baju Tidur.
11
11.KeMall.
12
12.Bertemu diMall.
13
13. Bertemu Di Halte.
14
14.Kemarahan Iman.
15
15.Diajak Ke Pasar Malam.
16
16.Mengantar Pulang.
17
17.Ngambek
18
18.Perintah Iman pada Sukron.
19
19.Kesal dengan Widia.
20
20. Kemarahan Widia.
21
21. Bertemu Di Bis
22
22. Melihat Kontrakan Baru.
23
23.Setuju Tinggal Bersama.
24
24.Pindah Rumah.
25
25.Unboxing....
26
26.Sakit Kepala?
27
27.Dijemput Pulang Kerja.
28
28.Sarapan Nasi Goreng Panas.
29
29.Tidak Sengaja Bertabrakan.
30
30. Memberi tau Sabrin dan Fahri.
31
31. Mendapat Tawaran Pekerjaan Baru.
32
32. Rencana Mengajak Liburan.
33
33.Ajakan Makan Siang Bareng
34
34.Makan Siang Berdua.
35
35. Berlibur.
36
36.Berenang Yang Gagal.
37
37. Menjadi Pasangan Seutuhnya.
38
38.Kesalah pahaman Manis.
39
39.Membantu Mandi.
40
40. Makan Malam DiPantai.
41
41.Dilamar Ala Iman.
42
42.Larangan.
43
43. Manajer Baru.
44
44. Perintah Hafiz.
45
45.Bertemu Aisyah.
46
46. Larangan Pulang Dari Hafiz.
47
47.Selamat Dari Hafiz.
48
48. Mengatakan Sebenarnya Pada Widia.
49
49. Menemui Hafiz.
50
50. Berdebat Dengan Hafiz.
51
51. Ngobrol Berdua.
52
52. Paksaan Mandi Bareng.
53
53. Sampai Kedinginan.
54
54.Ajakan Menikah Iman.
55
55.Kecurigaan Aisyah.
56
56.Niat Hafiz Untuk Menikah Lagi.
57
57. Bujukan Umi Jubaedah.
58
58. Olah Raga Pagi.
59
59.Tugas Dari Pak Samsul.
60
60. Menjemput Tamu.
61
61. Keinginan Sabrin.
62
62. Datang KeRestoran.
63
63.Terkejut.
64
64.Keributan DiRestoran.
65
65. Bertengkar.
66
66. Menegaskan pada Hafiz.
67
67.Masalah Di Markas.
68
68. Penghianat Dalam Kelompok.
69
69. Kalah...
70
70. Pertanyaan Widia.
71
71. Mimpi...
72
72. Dukungan Widia.
73
73. Gue.... Sukron.
74
74. Perintah Sukron.
75
75. Pergi Dari Jakarta.
76
76. 3 Bulan Kemudian.
77
77. Aisyah Hamil.
78
78. Penegasan Iman.
79
79. Ayunda Tau.
80
80. Penjelasan Bang Fahri.
81
81. 5 Tahun.
82
82. Ketemu Demit
83
83. Dosen Sulaiman.
84
85.Ke Kantin Kampus.
85
85.Syok
86
86. Gagal Bertemu.
87
87. Larangan Sabrin.
88
88. Ke Surabaya
89
89. Belum Bisa Dipastikan.
90
90.Membeli Oleh Oleh.
91
91.Pulang Ke Jakarta.
92
92.Dia Nyata Tapi Lupa.
93
93.Perasaan Sakit.
94
94. Menabrak Sabrin.
95
95. Berniat Bicara Dengan Sabrin.
96
96. Mencoba Mencari Tau.
97
97. Bicara Dengan Sabrin dan Bang Fahri.
98
98. Bertengkar Dengan Sabrin.
99
99. Bicara berdua.
100
100. Bujukan Iman.
101
101. Mengantar Kembali Kewarung.
102
102. Memberi waktu.
103
103. Mengantar Pulang Ayunda.
104
104.Rencana Kencan.
105
105.Kencan.
106
106. Makan malam Direstoran.
107
107.Jalan Jalan Malam.
108
108. Permintaan Iman.
109
109.Setuju Menikah Lagi.
110
110.SAH.
111
111.Menginap diHotel.
112
112. Gara Gara Kancing Baju.
113
113. Gagal Fokus.
114
114. Kerja Rodi.
115
115. Rumah Baru.
116
116.Positif.
117
117.Bertemu Musuh Lama.
118
118.Ingat Lagi.
119
119. Kedatangan Aisyah, Kemarahan Ayunda.
120
120. penolakan Aisyah Untuk Keluar.
121
121.Penjelasan Iman tentang Aisyah.
122
122. Pembicaraan Sesama Perempuan.
123
123. Akhir Bahagia(End)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!