10.Beli Baju Tidur.

"Yun hari ini Lo mau langsung nggak kalau langsung pulang ayok pulang bareng",ajak Widia setelah urusan pekerjaan mereka beres sore itu.

"Kayanya aku mau jalan jalan sebentar deh Wid diMall",terang Ayunda yang reflek membuat jiwa kepo Widia muncul.

"Belanja?Sama siapa?",tanyanya penasaran.

"E....sendirian emangnya kenapa?",tanya Ayunda menjadi gugup karena pertanyaan tiba tiba Widia yang diketahui tujuannya untuk tau dia akan pergi dengan siapa.

"Serius Lo sendiri?Emang Lo nggak takut kalau tiba tiba ada lebah besar datang nyamperin Lo dan buat perut Lo bentol besar lebih besar dari apa yang ada disini",tunjuk Widia dengan menunjuk dada Ayunda yang tertutup pakaian.

Ayunda reflek menepis telunjuk Widia yang menyebalkan itu dengan keras hingga membuat Widia meringis.

"Lo itu terlalu!",hardik Ayunda kesal yang dijawab Widia dengan cengirannya.

"Hehehe....habisnya Lo nggak mau jujur sih sama gue kalau Lo udah punya gebetan".

"Udah gue bilang gue nggak punya pacar Wid kenapa Lo nggak juga percaya!",balas Ayunda kesal.

"Lha kalau bukan pacar terus apa dong TTM atau Abang ketemu gede atau jangan jangan malah suami....".

Ayunda yang hampir menghardik Widia lagi langsung membatalkannya waktu mendengar kalimat terakhir gadis itu.

"Udah ah gue duluan Lo tu dari tadi nyerocos terus kaya burung beo",balasnya dengan bermaksud pergi meninggalkan Widia yang menyebalkan tapi sebenarnya dia tau kalau Widia itu baik karena itu dia tidak pernah bisa membenci gadis itu meski mulutnya benar benar seperti ember bocor.

"Tunggu kita bareng jalan jalannya Yun kebetulan gue juga mau beli sesuatu diMall",celetuknya tiba tiba yang membuat Ayunda hanya bisa menghela nafas kesal.

"Lo mau beli apa bukannya Li bilang gajih Lo bukan ini udah habis buat bayar paylater Lo yang deras kaya air sungai Brantas".

"Hehehe".

Widia kembali nyengir mendengar ucapan Ayunda.

"Itu benar tapi tadi malam yang bebeb gue baru aja ngasih uang jajan Cilok karena katanya dia baru dapat rejeki".

Mendengar kata Cilok reflek Ayunda menghentikan langkahnya karena merasa heran ternyata bukan hanya Iman aja yang mengatakan memberinya uang untuk digunakannya membeli Cilok tapi pacar Widia juga mengatakan hal yang sama membuat Ayunda bingung sebenarnya apa maksud para pria itu memakai istilah Cilok saat memberi mereka uang.

"Lalu duitnya mau Lo beliin apa?",tanya Ayunda penasaran karena dia yakin kalau Widia pasti mengerti maksud dari kata Cilok yang diucapkan pacarnya berbeda dengan dirinya karena itu dia penasaran.

Widia mendekatkan mulutnya ketelinga Ayunda.

"Lingerie".

Ayunda langsung mengerutkan keningnya mendengar itu karena tentu saja dia tau apa artinya itu.

"Lo gila!Lo mau Makai benda begituan didepan cowok Lo.Lo nggak takut diterkamnya habis!".

Mendengar kemarahan Ayunda setelah dia membisikkan kata itu Widia tertawa terpingkal.

"Hahahaha...... Lo lucu banget sih Yun giliran mendengar kata itu langsung paham tujuan nya untuk apa".

"Gue bukan anak SD tentu aja gue ngerti apa gunanya itu Wid tapikan itu dipakai buat pasang yang udah nikah la Lo sama pacar Lo kan belum sah masa Lo mau pakai itu sih didepannya dosa tau Wid".

"Dosa apaan Lo tu sok banget....",celetuk Widia lalu berjalan meninggalkan Ayunda.

"Wid tunggu!Lo nggak seriuskan beli itu sekarang buat dipakai didepan pacar Lo?",tanya Ayunda cemas meski bagaimanapun dia tidak ingin Widia menyerahkan dirinya pada pria yang belum tentu akan menjadi suaminya nanti".

"Kita lihat aja nanti",balas Widia dengan mengajak Ayunda menuju kederatan toko pakaian yang ada diMall tempatnya bekerja.

"Lo sendiri mau cari apa diMall sekarang?",tanya Widia penasaran karena dari tadi Ayunda hanya menatap deretan toko pakaian itu tanpa berniat masuk kedalam.

Kalau pun masuk dia hanya menyentuh seadanya baju baju yang ada disana tanpa benar benar melihatnya dengan serius.

"E...itu....".

Ayunda ragu ragu mengatakan apa yang sebenarnya ingin dibelinya keMall tadi pada Widia karena khawatir Widia yang punya otak kotor itu akan menjerumuskannya untuk membeli benda aneh seperti yang disebutkannya tadi yang sempat menjadi perdebatan mereka barusan.

Meski dia dan Iman sudah menikah tapi kalau harus memakai pakaian berjenis Lingeri seperti itu dihadapan Iman rasanya Ayunda tidak akan sanggup.

"Apa sih Yun kok sepertinya Lo menyembunyikan sesuatu lagi dari gue".

Ayunda buru buru menggeleng.

"Bukan kok. Gue kesini cuma mau beli piyama buat tidur",ucapnya keceplosan yang langsung membuat Widia sontak berhenti berjalan.

"Baju tidur begitu maksudmu?",tanya Widia penuh penekanan jahil yang langsung digelengi oleh Ayunda.

"Piyama panjang yang nyaman karena akhir akhir ini dikamar kost gue lagi banyak nyamuk jadi... .".

"Oooo...piyama yang buat supaya Lo nggak digigit nyamuk lagi?",tanya Widia masih dengan nada yang sama tapi kali ini diangguki oleh Ayunda.

"Ya udah ayo kebetulan gue juga mau beli satu kok",ucapnya dengan menarik Ayunda menuju toko khusus pakaian dalam perempuan yang tentu saja disana juga menjual pakaian tidur khusus perempuan dengan bermacam jenis termasuk Lingeri yang tentu saja tidak mungkin akan dibeli Ayunda.

Setelah sampai tepat didepan toko pakaian dalam itu tiba tiba saja Ayunda ragu untuk masuk begitu melihat jenis pakaian yang dipajang di etalase toko.

"Ayo masuk",ajak Widia yang dijawab gelengan oleh Ayunda tapi diabaikan oleh Widia dengan menarik tangan Ayunda untuk masuk kedalam dan begitu sampai didalam dia langsung menuju etalase yang memajang baju tidur dengan berbagai model yang sangat menggemaskan lalu mulai memilih.

Melihat itu Ayunda berusaha untuk menjauh dengan pura pura ingin melihat jenis piyama yang dikatakannya, tapi segera dicegah oleh Widia.

"Jangan kemana mana Yun coba Lo lihat model ini cantik banget kan",celetuknya dengan menunjukan baju tidur dengan tali spageti bermotif bunga bunga kecil cantik yang panjangnya hanya sebatas paha kalau dipakainya nanti.

"I..iya tapi gue mau beli piyama bukan beli baju model itu Wid",balas Ayunda yang langsung dilarang oleh Widia.

"Ini aja, gue juga mau beli satu.Kita beli kembaran ya",ajaknya dengan ekspresi memohon pada Ayunda yang terlihat bimbang karena jujur saja dia juga tertarik dengan model baju itu tapi dia tidak berani membelinya karena takut kalau Iman datang saat dia sedang memakai baju itu Iman akan berpikir dia sengaja menggoda pria itu nanti.

"Ya.... Yun beli barengan ya....Lo kelihatan cantik banget tau pakai model ini",bujuk Widia dengan menempelkan baju itu ketubuh Ayunda yang membuat Ayunda akhirnya luluh saat melihat baju itu terlihat cantik ditubuhnya.

"Ya udah ayo kita beli model ini",jawabnya pasrah.

Terpopuler

Comments

Nur Lizza

Nur Lizza

ya wajar imam kepingin yun lh kamu kn istriny

2023-09-10

0

lihat semua
Episodes
1 1.Awal
2 2. SAH
3 3.Uang Nafkah.
4 4.Bos Preman.
5 5.Berkunjung.
6 6. Tidur Bareng.
7 7.Mengantar Kerja.
8 8.Tanda Merah Didada.
9 9.DiBengkel.
10 10.Beli Baju Tidur.
11 11.KeMall.
12 12.Bertemu diMall.
13 13. Bertemu Di Halte.
14 14.Kemarahan Iman.
15 15.Diajak Ke Pasar Malam.
16 16.Mengantar Pulang.
17 17.Ngambek
18 18.Perintah Iman pada Sukron.
19 19.Kesal dengan Widia.
20 20. Kemarahan Widia.
21 21. Bertemu Di Bis
22 22. Melihat Kontrakan Baru.
23 23.Setuju Tinggal Bersama.
24 24.Pindah Rumah.
25 25.Unboxing....
26 26.Sakit Kepala?
27 27.Dijemput Pulang Kerja.
28 28.Sarapan Nasi Goreng Panas.
29 29.Tidak Sengaja Bertabrakan.
30 30. Memberi tau Sabrin dan Fahri.
31 31. Mendapat Tawaran Pekerjaan Baru.
32 32. Rencana Mengajak Liburan.
33 33.Ajakan Makan Siang Bareng
34 34.Makan Siang Berdua.
35 35. Berlibur.
36 36.Berenang Yang Gagal.
37 37. Menjadi Pasangan Seutuhnya.
38 38.Kesalah pahaman Manis.
39 39.Membantu Mandi.
40 40. Makan Malam DiPantai.
41 41.Dilamar Ala Iman.
42 42.Larangan.
43 43. Manajer Baru.
44 44. Perintah Hafiz.
45 45.Bertemu Aisyah.
46 46. Larangan Pulang Dari Hafiz.
47 47.Selamat Dari Hafiz.
48 48. Mengatakan Sebenarnya Pada Widia.
49 49. Menemui Hafiz.
50 50. Berdebat Dengan Hafiz.
51 51. Ngobrol Berdua.
52 52. Paksaan Mandi Bareng.
53 53. Sampai Kedinginan.
54 54.Ajakan Menikah Iman.
55 55.Kecurigaan Aisyah.
56 56.Niat Hafiz Untuk Menikah Lagi.
57 57. Bujukan Umi Jubaedah.
58 58. Olah Raga Pagi.
59 59.Tugas Dari Pak Samsul.
60 60. Menjemput Tamu.
61 61. Keinginan Sabrin.
62 62. Datang KeRestoran.
63 63.Terkejut.
64 64.Keributan DiRestoran.
65 65. Bertengkar.
66 66. Menegaskan pada Hafiz.
67 67.Masalah Di Markas.
68 68. Penghianat Dalam Kelompok.
69 69. Kalah...
70 70. Pertanyaan Widia.
71 71. Mimpi...
72 72. Dukungan Widia.
73 73. Gue.... Sukron.
74 74. Perintah Sukron.
75 75. Pergi Dari Jakarta.
76 76. 3 Bulan Kemudian.
77 77. Aisyah Hamil.
78 78. Penegasan Iman.
79 79. Ayunda Tau.
80 80. Penjelasan Bang Fahri.
81 81. 5 Tahun.
82 82. Ketemu Demit
83 83. Dosen Sulaiman.
84 85.Ke Kantin Kampus.
85 85.Syok
86 86. Gagal Bertemu.
87 87. Larangan Sabrin.
88 88. Ke Surabaya
89 89. Belum Bisa Dipastikan.
90 90.Membeli Oleh Oleh.
91 91.Pulang Ke Jakarta.
92 92.Dia Nyata Tapi Lupa.
93 93.Perasaan Sakit.
94 94. Menabrak Sabrin.
95 95. Berniat Bicara Dengan Sabrin.
96 96. Mencoba Mencari Tau.
97 97. Bicara Dengan Sabrin dan Bang Fahri.
98 98. Bertengkar Dengan Sabrin.
99 99. Bicara berdua.
100 100. Bujukan Iman.
101 101. Mengantar Kembali Kewarung.
102 102. Memberi waktu.
103 103. Mengantar Pulang Ayunda.
104 104.Rencana Kencan.
105 105.Kencan.
106 106. Makan malam Direstoran.
107 107.Jalan Jalan Malam.
108 108. Permintaan Iman.
109 109.Setuju Menikah Lagi.
110 110.SAH.
111 111.Menginap diHotel.
112 112. Gara Gara Kancing Baju.
113 113. Gagal Fokus.
114 114. Kerja Rodi.
115 115. Rumah Baru.
116 116.Positif.
117 117.Bertemu Musuh Lama.
118 118.Ingat Lagi.
119 119. Kedatangan Aisyah, Kemarahan Ayunda.
120 120. penolakan Aisyah Untuk Keluar.
121 121.Penjelasan Iman tentang Aisyah.
122 122. Pembicaraan Sesama Perempuan.
123 123. Akhir Bahagia(End)
Episodes

Updated 123 Episodes

1
1.Awal
2
2. SAH
3
3.Uang Nafkah.
4
4.Bos Preman.
5
5.Berkunjung.
6
6. Tidur Bareng.
7
7.Mengantar Kerja.
8
8.Tanda Merah Didada.
9
9.DiBengkel.
10
10.Beli Baju Tidur.
11
11.KeMall.
12
12.Bertemu diMall.
13
13. Bertemu Di Halte.
14
14.Kemarahan Iman.
15
15.Diajak Ke Pasar Malam.
16
16.Mengantar Pulang.
17
17.Ngambek
18
18.Perintah Iman pada Sukron.
19
19.Kesal dengan Widia.
20
20. Kemarahan Widia.
21
21. Bertemu Di Bis
22
22. Melihat Kontrakan Baru.
23
23.Setuju Tinggal Bersama.
24
24.Pindah Rumah.
25
25.Unboxing....
26
26.Sakit Kepala?
27
27.Dijemput Pulang Kerja.
28
28.Sarapan Nasi Goreng Panas.
29
29.Tidak Sengaja Bertabrakan.
30
30. Memberi tau Sabrin dan Fahri.
31
31. Mendapat Tawaran Pekerjaan Baru.
32
32. Rencana Mengajak Liburan.
33
33.Ajakan Makan Siang Bareng
34
34.Makan Siang Berdua.
35
35. Berlibur.
36
36.Berenang Yang Gagal.
37
37. Menjadi Pasangan Seutuhnya.
38
38.Kesalah pahaman Manis.
39
39.Membantu Mandi.
40
40. Makan Malam DiPantai.
41
41.Dilamar Ala Iman.
42
42.Larangan.
43
43. Manajer Baru.
44
44. Perintah Hafiz.
45
45.Bertemu Aisyah.
46
46. Larangan Pulang Dari Hafiz.
47
47.Selamat Dari Hafiz.
48
48. Mengatakan Sebenarnya Pada Widia.
49
49. Menemui Hafiz.
50
50. Berdebat Dengan Hafiz.
51
51. Ngobrol Berdua.
52
52. Paksaan Mandi Bareng.
53
53. Sampai Kedinginan.
54
54.Ajakan Menikah Iman.
55
55.Kecurigaan Aisyah.
56
56.Niat Hafiz Untuk Menikah Lagi.
57
57. Bujukan Umi Jubaedah.
58
58. Olah Raga Pagi.
59
59.Tugas Dari Pak Samsul.
60
60. Menjemput Tamu.
61
61. Keinginan Sabrin.
62
62. Datang KeRestoran.
63
63.Terkejut.
64
64.Keributan DiRestoran.
65
65. Bertengkar.
66
66. Menegaskan pada Hafiz.
67
67.Masalah Di Markas.
68
68. Penghianat Dalam Kelompok.
69
69. Kalah...
70
70. Pertanyaan Widia.
71
71. Mimpi...
72
72. Dukungan Widia.
73
73. Gue.... Sukron.
74
74. Perintah Sukron.
75
75. Pergi Dari Jakarta.
76
76. 3 Bulan Kemudian.
77
77. Aisyah Hamil.
78
78. Penegasan Iman.
79
79. Ayunda Tau.
80
80. Penjelasan Bang Fahri.
81
81. 5 Tahun.
82
82. Ketemu Demit
83
83. Dosen Sulaiman.
84
85.Ke Kantin Kampus.
85
85.Syok
86
86. Gagal Bertemu.
87
87. Larangan Sabrin.
88
88. Ke Surabaya
89
89. Belum Bisa Dipastikan.
90
90.Membeli Oleh Oleh.
91
91.Pulang Ke Jakarta.
92
92.Dia Nyata Tapi Lupa.
93
93.Perasaan Sakit.
94
94. Menabrak Sabrin.
95
95. Berniat Bicara Dengan Sabrin.
96
96. Mencoba Mencari Tau.
97
97. Bicara Dengan Sabrin dan Bang Fahri.
98
98. Bertengkar Dengan Sabrin.
99
99. Bicara berdua.
100
100. Bujukan Iman.
101
101. Mengantar Kembali Kewarung.
102
102. Memberi waktu.
103
103. Mengantar Pulang Ayunda.
104
104.Rencana Kencan.
105
105.Kencan.
106
106. Makan malam Direstoran.
107
107.Jalan Jalan Malam.
108
108. Permintaan Iman.
109
109.Setuju Menikah Lagi.
110
110.SAH.
111
111.Menginap diHotel.
112
112. Gara Gara Kancing Baju.
113
113. Gagal Fokus.
114
114. Kerja Rodi.
115
115. Rumah Baru.
116
116.Positif.
117
117.Bertemu Musuh Lama.
118
118.Ingat Lagi.
119
119. Kedatangan Aisyah, Kemarahan Ayunda.
120
120. penolakan Aisyah Untuk Keluar.
121
121.Penjelasan Iman tentang Aisyah.
122
122. Pembicaraan Sesama Perempuan.
123
123. Akhir Bahagia(End)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!