8.Tanda Merah Didada.

"Hey Yun!".

Reflek Ayunda menoleh kebelakang kearah Widia yang memanggilnya dan sedang berjalan menghampirinya yang akan menuju bangunan Mall tempatnya bekerja setelah tadi berpisah dengan Iman di Halte.

"Lo baru datang Wid?Gue pikir lo udah datang dari tadi?",celetuknya dengan berjalan beriringan bersama Widia.

"Gue kesiangan",terangnya dengan suara pelan.

"Kesiangan?Kok bisa?".

"Hehehe".

Widia meringis mendengar pertanyaan Ayunda.

"Ngapain Lo bisa kesiangan?", tanya Ayunda lagi.

"Gue tadi malam kencan tipis tipis lagi sama mas bebeb setelah pulang kerja Yun karena itu kesiangan".

"Kencan tipis tipis bagaimana?",tanya Ayunda tidak mengerti.

"Ya...awalnya setelah dia njemput gue waktu baru turun dari bis kami jajan cilok bareng lalu ....".Widia tiba tiba menggantung ucapannya membuat Ayunda reflek menyeletuk.

"Emang dimana kalian Jajan cilok?",tanyanya penasaran karena merasa heran masa iya cuma gara gara jajan cilok bareng cowoknya Widia bisa sampai kesiangan dan hampir terlambat kerja.

"Ditaman kota",terang Widia.

"Taman kota? kok jauh amat jajan ciloknya?".

"Namanya juga pacaran Yun masa iya jajan cilok depan rumah kan nggak seru".

"Kan lebih dekat", celetuk Ayunda.

"Iya dekat yang jualan tapi nggak bisa deketan Ama ayang beb Yun".

Mendengar itu Ayunda lalu menatap Widia kesal.

"Emangnya kenapa kalau nggak bisa deketan kan kita memang nggak boleh terlalu Deket sama lawan jenis kalau belum sah".

"Ah Lo kuno amat sih Yun.Pacaran nggak Deket deketan atau tempel tempelan itu nggak asyik".

"Otak Lo tu ya terlalu me*um",celetuk Ayunda dengan berjalan lebih dulu meninggalkan Widia.

"Makanya Yun Lo pacaran juga supaya Lo nggak cupu!",ucap Widia keras yang membuat Ayunda langsung menoleh.

"Biar aja gue cupu yang penting gue nggak gesrek kaya Lo",balas Ayunda.

"Nggak harus sampai bagian bawah melakukannya rasanya tetap luar biasa kok Yun",ucap Widia lagi yang membuat Ayunda kesal.

"Dasar otak kotor",gerutunya dengan berjalan keruangan loker tempat menyimpan pakaian mereka untuk berganti dengan seragam kerja yang akan dipakainya saat bekerja.

"Ayolah Yun coba pacaran ya?",bujuk Widia yang sudah berada disampingnya lagi.

"Apaan sih Wid Lo jangan aneh aneh deh".

"Kasihan siWawan tu udah ngebet banget sama Lo sebaiknya Lo terima aja, kan lumayan toh Wajahnya nggak jelek jelek amat masih layak dibawa ditengah orang Yun".

"Wid stop jangan ngaco, gue udah bilang nggak minat pacaran apalagi sama si Wawan!",hardik Ayunda mulai kesal dan segera melepas baju yang dipakainya untuk berganti dengan seragam kerja yang akan dipakainya.

Tapi saat dia sudah melepas bajunya dan hanya menyisakan bra yang dikenakannya tiba tiba Widia terpekik keras membuat Ayunda ikut terkejut.

"Yun tanda apa itu didadamu?!", teriaknya yang reflek membuat Ayunda menutupi dadanya dengan bajunya agar Widia tidak bisa lagi melihat bagian pribadinya itu yang ternyata disana terdapat beberapa tanda merah karena apa yang dilakukan Iman tadi malam padanya.

"I...ini digigit nyamuk!",elaknya berharap Widia percaya.

"Hah nyamuk?Nyamuk apa?".

"Ya.... nyamuk kok masih bertanya nyamuk apa sih.Udah sana minggir gue mau ganti baju Wid nanti keburu Bu Diah menegur kita".

Widia menyingkir sambil tersenyum smrik kearah Ayunda.

"Kayanya kamar kost Lo punya spesies nyamuk langka ya Yun jadi kapan kapan pengen liat nyamuknya Segede apa sampai merahnya bisa gede dan sebanyak itu. Nggigitnya juga dia tau tempat banget".

Ayunda memilih tidak menanggapi ucapan Widia dengan cepat cepat memasang seragam kerjanya karena dia tau kalau dia menanggapinya lagi pasti Widia akan terus mengoreknya dan dia yakin itu tidak ada habisnya sampai dia tau yang sebenarnya.

"Gue duluan",ucap Ayunda dengan pergi meninggalkan Widia lebih dulu dari ruang ganti itu.

"Nanti malam gue mampir ya kekost lo Ama ayang bebeb buat meriksa nyamuk yang ada dikost Lo!",teriaknya yang tidak ditanggapi oleh Ayunda dan memilih terus pergi dari tempat itu.

***

"Bos akhirnya Lo datang",ucap Imron saat melihat Iman berjalan masuk kebengkel motor yang belum buka karena hari masih pagi saat itu dan jam buka bengkel biasanya pukul 9 pagi.

"Ada apa Lo nelpon minta ketemu gue disini?",tanya Iman dengan masuk kedalam ruangan yang berupa ruang kantor merangkap ruang istirahat untuk Iman.

"Pihak Ridwan minta ketemu bos".

"Mau apa?Bukannya masalah kita dengan pihak mereka kemaren udah beres".

"Ini katanya soal wilayah di Area Mall Senopati".

Seketika Iman menghentikan gerakannya yang sedang melepas kaos yang dikenakannya.

"Mall Senopati?",gumamnya karena ingat kalau Mall itu tempat kerja Ayunda.

"Iya bos".

"Kenapa dengan daerah itu bukannya itu masuk daerah kita dan sudah ada Sukron yang mengawasi daerah itu".

"Itu benar bos,tapi Perwakilan Ridwan bilang mereka ingin minta bagian dari wilayah itu".

Seketika Iman memalingkan tubuhnya dan mengurungkan niatnya semula yang berniat ingin berganti baju dan memilih bertelanjang dada lalu duduk dikursi besi yang ada diruangan itu menghadap Imron.

"Kapan dia menghubungimu? Lalu apa kata Sukron?".

"Sukron belum menghubungiku bos.

"Kalau begitu hubungi dia bilang gue mau ketemu dia nanti sore".

"Iya bos.Tapi tadi malam bos dari mana?Kok setelah dari bengkel tiba tiba langsung pergi begitu saja dan sepanjang malam nggak bisa dihubungi?",tanya Imron dengan melirik kearah Iman yang menyulut sebatang rokok.

"Gue pulang",jawab Iman dengan menyesap rokok ditangannya dan menghembuskan asapnya keudara.

"Pulang?Bukannya bos sudah lama nggak pernah pulang lagi?".

Seketika Iman menyipitkan matanya mendengar pertanyaan Imron.

"Apa maksud pertanyaan Lo barusan?!",tanyanya dengan dingin.

Buru buru Imron menggeleng.

"Ngak ada bos.Aku salah bicara",jawab Imron dengan tidak berani menatap kearah Iman yang diam tidak mengatakan apapun tapi terus saja menyesap rokok ditangannya hingga membuat asap rokok diruangan itu mengepul banyak.

"Keluarlah gue mau buka bengkel sebentar lagi.Urusi urusan Lo dengan benar kalau masih mau terus ikut gue",usir Iman pada Imron yang langsung diangguki oleh pria bertubuh gempal dengan banyak tato seperti yang dimiliki Iman itu.

"Ingat pesan gue tadi!",teriak Iman sebelum Imron benar benar keluar dari bengkelnya.

"Baik bos nanti akan aku sampaikan pada Sukron kalau bos mau ketemu dia sore ini".

Iman tidak lagi menjawab ucapan Imron tapi memilih diam dengan kembali menyulut sebatang rokok setelah rokok yang baru saja dihisapnya itu tersisa sedikit dan membuangnya keasbak yang ada dihadapannya.

Iman memang perokok sejati tapi hanya merokok karena untuk alkohol dan yang lain dia menolak dengan tegas melakukannya meski lingkungan hidupnya selalu penuh dengan orang orang seperti itu tapi dia berusaha tetap tidak terpengaruh dari sejak pertama kali dia terjun kelingkungan itu.

Terpopuler

Comments

bhunshin

bhunshin

lah jadi ingat ormas 🤣

2025-03-22

0

Nur Lizza

Nur Lizza

entr kamu kesemsem wid sm nyamukny ayunda

2023-09-09

2

Qaisaa Nazarudin

Qaisaa Nazarudin

Gak tau aja kamu Wid kalo Ayunda juga punya pengalaman kayak kamu, malah dia lebih maju selangkah dr kamu, udah SAH JUGA..😅😅

2023-08-08

0

lihat semua
Episodes
1 1.Awal
2 2. SAH
3 3.Uang Nafkah.
4 4.Bos Preman.
5 5.Berkunjung.
6 6. Tidur Bareng.
7 7.Mengantar Kerja.
8 8.Tanda Merah Didada.
9 9.DiBengkel.
10 10.Beli Baju Tidur.
11 11.KeMall.
12 12.Bertemu diMall.
13 13. Bertemu Di Halte.
14 14.Kemarahan Iman.
15 15.Diajak Ke Pasar Malam.
16 16.Mengantar Pulang.
17 17.Ngambek
18 18.Perintah Iman pada Sukron.
19 19.Kesal dengan Widia.
20 20. Kemarahan Widia.
21 21. Bertemu Di Bis
22 22. Melihat Kontrakan Baru.
23 23.Setuju Tinggal Bersama.
24 24.Pindah Rumah.
25 25.Unboxing....
26 26.Sakit Kepala?
27 27.Dijemput Pulang Kerja.
28 28.Sarapan Nasi Goreng Panas.
29 29.Tidak Sengaja Bertabrakan.
30 30. Memberi tau Sabrin dan Fahri.
31 31. Mendapat Tawaran Pekerjaan Baru.
32 32. Rencana Mengajak Liburan.
33 33.Ajakan Makan Siang Bareng
34 34.Makan Siang Berdua.
35 35. Berlibur.
36 36.Berenang Yang Gagal.
37 37. Menjadi Pasangan Seutuhnya.
38 38.Kesalah pahaman Manis.
39 39.Membantu Mandi.
40 40. Makan Malam DiPantai.
41 41.Dilamar Ala Iman.
42 42.Larangan.
43 43. Manajer Baru.
44 44. Perintah Hafiz.
45 45.Bertemu Aisyah.
46 46. Larangan Pulang Dari Hafiz.
47 47.Selamat Dari Hafiz.
48 48. Mengatakan Sebenarnya Pada Widia.
49 49. Menemui Hafiz.
50 50. Berdebat Dengan Hafiz.
51 51. Ngobrol Berdua.
52 52. Paksaan Mandi Bareng.
53 53. Sampai Kedinginan.
54 54.Ajakan Menikah Iman.
55 55.Kecurigaan Aisyah.
56 56.Niat Hafiz Untuk Menikah Lagi.
57 57. Bujukan Umi Jubaedah.
58 58. Olah Raga Pagi.
59 59.Tugas Dari Pak Samsul.
60 60. Menjemput Tamu.
61 61. Keinginan Sabrin.
62 62. Datang KeRestoran.
63 63.Terkejut.
64 64.Keributan DiRestoran.
65 65. Bertengkar.
66 66. Menegaskan pada Hafiz.
67 67.Masalah Di Markas.
68 68. Penghianat Dalam Kelompok.
69 69. Kalah...
70 70. Pertanyaan Widia.
71 71. Mimpi...
72 72. Dukungan Widia.
73 73. Gue.... Sukron.
74 74. Perintah Sukron.
75 75. Pergi Dari Jakarta.
76 76. 3 Bulan Kemudian.
77 77. Aisyah Hamil.
78 78. Penegasan Iman.
79 79. Ayunda Tau.
80 80. Penjelasan Bang Fahri.
81 81. 5 Tahun.
82 82. Ketemu Demit
83 83. Dosen Sulaiman.
84 85.Ke Kantin Kampus.
85 85.Syok
86 86. Gagal Bertemu.
87 87. Larangan Sabrin.
88 88. Ke Surabaya
89 89. Belum Bisa Dipastikan.
90 90.Membeli Oleh Oleh.
91 91.Pulang Ke Jakarta.
92 92.Dia Nyata Tapi Lupa.
93 93.Perasaan Sakit.
94 94. Menabrak Sabrin.
95 95. Berniat Bicara Dengan Sabrin.
96 96. Mencoba Mencari Tau.
97 97. Bicara Dengan Sabrin dan Bang Fahri.
98 98. Bertengkar Dengan Sabrin.
99 99. Bicara berdua.
100 100. Bujukan Iman.
101 101. Mengantar Kembali Kewarung.
102 102. Memberi waktu.
103 103. Mengantar Pulang Ayunda.
104 104.Rencana Kencan.
105 105.Kencan.
106 106. Makan malam Direstoran.
107 107.Jalan Jalan Malam.
108 108. Permintaan Iman.
109 109.Setuju Menikah Lagi.
110 110.SAH.
111 111.Menginap diHotel.
112 112. Gara Gara Kancing Baju.
113 113. Gagal Fokus.
114 114. Kerja Rodi.
115 115. Rumah Baru.
116 116.Positif.
117 117.Bertemu Musuh Lama.
118 118.Ingat Lagi.
119 119. Kedatangan Aisyah, Kemarahan Ayunda.
120 120. penolakan Aisyah Untuk Keluar.
121 121.Penjelasan Iman tentang Aisyah.
122 122. Pembicaraan Sesama Perempuan.
123 123. Akhir Bahagia(End)
Episodes

Updated 123 Episodes

1
1.Awal
2
2. SAH
3
3.Uang Nafkah.
4
4.Bos Preman.
5
5.Berkunjung.
6
6. Tidur Bareng.
7
7.Mengantar Kerja.
8
8.Tanda Merah Didada.
9
9.DiBengkel.
10
10.Beli Baju Tidur.
11
11.KeMall.
12
12.Bertemu diMall.
13
13. Bertemu Di Halte.
14
14.Kemarahan Iman.
15
15.Diajak Ke Pasar Malam.
16
16.Mengantar Pulang.
17
17.Ngambek
18
18.Perintah Iman pada Sukron.
19
19.Kesal dengan Widia.
20
20. Kemarahan Widia.
21
21. Bertemu Di Bis
22
22. Melihat Kontrakan Baru.
23
23.Setuju Tinggal Bersama.
24
24.Pindah Rumah.
25
25.Unboxing....
26
26.Sakit Kepala?
27
27.Dijemput Pulang Kerja.
28
28.Sarapan Nasi Goreng Panas.
29
29.Tidak Sengaja Bertabrakan.
30
30. Memberi tau Sabrin dan Fahri.
31
31. Mendapat Tawaran Pekerjaan Baru.
32
32. Rencana Mengajak Liburan.
33
33.Ajakan Makan Siang Bareng
34
34.Makan Siang Berdua.
35
35. Berlibur.
36
36.Berenang Yang Gagal.
37
37. Menjadi Pasangan Seutuhnya.
38
38.Kesalah pahaman Manis.
39
39.Membantu Mandi.
40
40. Makan Malam DiPantai.
41
41.Dilamar Ala Iman.
42
42.Larangan.
43
43. Manajer Baru.
44
44. Perintah Hafiz.
45
45.Bertemu Aisyah.
46
46. Larangan Pulang Dari Hafiz.
47
47.Selamat Dari Hafiz.
48
48. Mengatakan Sebenarnya Pada Widia.
49
49. Menemui Hafiz.
50
50. Berdebat Dengan Hafiz.
51
51. Ngobrol Berdua.
52
52. Paksaan Mandi Bareng.
53
53. Sampai Kedinginan.
54
54.Ajakan Menikah Iman.
55
55.Kecurigaan Aisyah.
56
56.Niat Hafiz Untuk Menikah Lagi.
57
57. Bujukan Umi Jubaedah.
58
58. Olah Raga Pagi.
59
59.Tugas Dari Pak Samsul.
60
60. Menjemput Tamu.
61
61. Keinginan Sabrin.
62
62. Datang KeRestoran.
63
63.Terkejut.
64
64.Keributan DiRestoran.
65
65. Bertengkar.
66
66. Menegaskan pada Hafiz.
67
67.Masalah Di Markas.
68
68. Penghianat Dalam Kelompok.
69
69. Kalah...
70
70. Pertanyaan Widia.
71
71. Mimpi...
72
72. Dukungan Widia.
73
73. Gue.... Sukron.
74
74. Perintah Sukron.
75
75. Pergi Dari Jakarta.
76
76. 3 Bulan Kemudian.
77
77. Aisyah Hamil.
78
78. Penegasan Iman.
79
79. Ayunda Tau.
80
80. Penjelasan Bang Fahri.
81
81. 5 Tahun.
82
82. Ketemu Demit
83
83. Dosen Sulaiman.
84
85.Ke Kantin Kampus.
85
85.Syok
86
86. Gagal Bertemu.
87
87. Larangan Sabrin.
88
88. Ke Surabaya
89
89. Belum Bisa Dipastikan.
90
90.Membeli Oleh Oleh.
91
91.Pulang Ke Jakarta.
92
92.Dia Nyata Tapi Lupa.
93
93.Perasaan Sakit.
94
94. Menabrak Sabrin.
95
95. Berniat Bicara Dengan Sabrin.
96
96. Mencoba Mencari Tau.
97
97. Bicara Dengan Sabrin dan Bang Fahri.
98
98. Bertengkar Dengan Sabrin.
99
99. Bicara berdua.
100
100. Bujukan Iman.
101
101. Mengantar Kembali Kewarung.
102
102. Memberi waktu.
103
103. Mengantar Pulang Ayunda.
104
104.Rencana Kencan.
105
105.Kencan.
106
106. Makan malam Direstoran.
107
107.Jalan Jalan Malam.
108
108. Permintaan Iman.
109
109.Setuju Menikah Lagi.
110
110.SAH.
111
111.Menginap diHotel.
112
112. Gara Gara Kancing Baju.
113
113. Gagal Fokus.
114
114. Kerja Rodi.
115
115. Rumah Baru.
116
116.Positif.
117
117.Bertemu Musuh Lama.
118
118.Ingat Lagi.
119
119. Kedatangan Aisyah, Kemarahan Ayunda.
120
120. penolakan Aisyah Untuk Keluar.
121
121.Penjelasan Iman tentang Aisyah.
122
122. Pembicaraan Sesama Perempuan.
123
123. Akhir Bahagia(End)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!