13. Bertemu Di Halte.

"Bos ini minum dulu?",tawar Sukron pada Iman dengan meletakkan segelas kopi hitam dihadapan pria itu yang sejak meninggalkan toko nyonya Liem wajahnya terlihat sangat suram.

"Bagaimana pembayaran pajak keamanan toko itu pada kita!?",tanyanya masih dengan ekspresi suram dan Iman sengaja menyulut sebatang rokok untuk membuat suasana hatinya yang sedang kesal menjadi lebih baik.

"Lancar bos. Bos nggak perlu khawatir untuk masalah itu",terang Sukron.

"Apa lo dekat dengan nyonya Liem?",tanya Iman dengan menatap Sukron tajam berusaha mencari kebenaran dari wajah pria gempal itu.

Mendengar pertanyaan yang bernada pribadi dari Iman Sukron jadi merasa serba salah dan sedikit sulit menjawabnya karena biasanya Iman tidak terlalu perduli dengan urusan pribadi anak buahnya selama mereka tidak melanggar aturan yang ada dalam kelompok mereka,tapi karena apa yang dilakukan nyonya Liem tadi padanya dia jadi merasa kesal dan ingin tau sekarang.

"E...itu....lumayan sih bos karena nyonya Liem kan baik sering ngasih tips tips buat Kami disini selama usahanya tidak ada yang mengganggu".

"Tips?", tanya Iman dengan mendekat kearah Sukron lalu tiba tiba menarik kerah kaos pria itu kuat membuat Sukron menjadi gugup dibuatnya.

"I... iya bos.Tips".

"Sudah berapa lama?".

"Se...sejak....pertama kali toko nyonya Liem buka bos".

"Tunjukan padaku buktinya!",pinta Iman yang membuat Sukron bingung.

"Apa Bos yang minta ditunjukan?Tips nyonya Liem kan..".

"Buk!".

Tiba tiba saja Iman memukul tubuh Sukron dengan keras sampai pria gempal itu tersungkur ketanah.

"Lo pikir gue nggak tau apa tips yang dia beri buat Lo sampai Lo kaya kerbau dungu tadi!",bentak Iman marah membuat Sukron menjadi merasa bersalah karenanya.

"Ma..maaf bos soalnya biasanya bos nggak perduli dengan masalah kaya gini yang penting kami nggak macam macam".

"Gue memang nggak perduli kalian mau dapat bonus apa atau uang kalian mau dipakai apa selama jangan menggunakan nama gue tapi Lo terlalu patuh sama nenek lampir itu apa Lo nggak sadar!!",bentak Iman marah.

"Nggak bos, itu nggak bener aku nggak kaya gitu",elak Sukron.

"Lo masih mengelak nggak patuh ama dia?!Kalau Lo nggak patuh seharusnya Lo menolak ajakannya tadi yang menyuruh Lo masuk kedalam supaya perempuan kepa*at itu bisa Deket Deket gue!".

Mendengar itu reflek Sukron tau sumber kemarahan Iman sekarang dan dia jadi merasa bersalah karena dia dan seluruh anggota kelompok pria itu tau Iman akan sangat marah kalau didekati perempuan t tidak di inginnya dan seluruh anggota kelompoknya juga tidak boleh ada yang berusaha mendekatkan perempuan padanya dengan alasan apapun.Kalau mereka berani dia tidak segan untuk menghajar mereka sampai mereka jera dan apa yang dilakukannya pada Sukron sekarang tidak seberapa karena sejujurnya dia tidak terlalu marah pada pria itu yang sudah sangat lama bersamanya tapi dia tidak bisa tidak kesal mengingat bagaimana sikap nyonya Liem tadi padanya.

"Ma...maaf bos lain kali nggak akan aku biarkan nenek sihir itu Deket ama bos kaya hari ini",ucapnya dengan wajah penuh penyesalan.

"Berikan catatan milik nyonya Liem sekarang padaku!",perintah Iman yang langsung diangguki oleh Sukron dengan pergi dari tempat itu untuk mengambilkan apa yang diminta Iman yang disimpannya dimarkasnya.

Sambil menunggu Sukron datang membawakan apa yang dimintanya Iman yang saat itu sedang berada diArea parkir kendaraan yang ada dibawah Mall Senopati berjalan kedepan kearah Halte bis berharap dia akan bisa bertemu dengan Ayunda sebelum gadis itu pulang kekosnya dengan menggunakan bis yang biasa dinaikinya.

Mungkin memang jodoh atau dia sedang beruntung, saat menuju kesana dia melihat Ayunda sedang duduk sendiri menunggu bis tanpa membuang waktu Iman mempercepat jalannya supaya bisa segera sampai diHalte menemui istri kecilnya tapi sebelum dia sampai kesana karena jaraknya sekarang dengan Ayunda masih sekita 50 meter tiba tiba sebuah sepeda motor matic dengan seorang pria yang menaikinya berhenti didepan Halte lalu tanpa ragu sipria itu turun dari motornya dan berjalan mendekat kearah Ayunda yang terlihat sedang tertunduk sibuk dengan ponselnya yang nomornya selalu lupa diminta oleh Iman setiap kali mereka bertemu dan sekarang saat Ayunda memainkan benda pipih itu dia baru ingat dan sedikit menyesal karena itu membuat mereka jadi sulit berhubungan.

"Yun!",sapa Wawan yang membuat Ayunda langsung menoleh keorang yang memanggilnya.

"Oh mas Wawan.Mau pulang Mas?",tegurnya tidak beranjak dari tempatnya melainkan pria yang dipanggil Wawan itu yang tiba tiba turun dari motornya lalu menghampiri Ayunda membuat Iman menjadi kesal tapi memilih menghentikan langkahnya berniat melihat sampai sejauh mana kedekatan sang istri dan pemuda yang sepertinya sangat dikenalnya itu.

"Iya.Kamu kok sendirian?".

"Iya tadi Wiwid sudah pulang dijemput pacarnya",terangnya dengan ekspresi tidak berubah menjawab pertanyaan Wawan.

"Lalu kamu pulang bareng siapa?Naik bis atau sedang menunggu seseorang?",tanya Wawan berharap jawaban Ayunda menunggu bis jadi dia bisa menawarkan diri untuk mengantar gadis pujaan hatinya itu pulang agar dia semakin punya banyak waktu ngobrol dengannya dan kalau memungkinkan dia berniat mengungkapkan perasaannya pada gadis cantik itu hari ini.Agar dia segera bisa merubah status mereka menjadi kekasih dan bisa dengan leluasa menatap gadis itu juga menyentuh tangannya dengan bebas.

Banyak sekali harapan Wawan saat melihat Ayunda duduk sendiri diHalte dan yang pasti semuanya harapan untuk bisa memiliki gadis itu.

"Mau nunggu bis.Mas Wawan juga mau pulang kan sekarang?", tanyanya yang diangguki Wawan berpikir arti pertanyaan Ayunda sebagai pancingan untuk menawarkan tumpangan dan dia segera mengambil kesempatan itu.

"Iya.Mau bareng",tawarnya dengan penuh harapan yang langsung dijawab gelengan oleh Ayunda.

"Makasih mas tapi aku pulang naik bis aja kan arah rumah kita berlawanan.

"Nunggu bis juga neng",celetuk Iman dengan menjatuhkan tubuhnya disamping Ayunda membuat Ayunda terjengkit karena tidak melihat kedatangan Iman tapi tiba tiba pria itu sudah duduk disampingnya sekarang dan langsung menyapanya sementara Wawan masih ada disana berdiri dihadapannya dan terlihat terkejut juga dengan kedatangan Iman yang tiba tiba apalagi saat melihat bagaimana penampilan Iman yang benar benar terlihat seperti pria nakal bagi Wawan.

"I..iya bang",jawab Ayunda gagu karena terkejut yang dipikir Wawan Ayunda takut dengan pria disampingnya yang bersikap sok kenal padanya hingga Wawan yang semula hanya berdiri dihadapan Ayunda tiba tiba ikut duduk disisi lain gadis cantik itu dengan niat supaya pria berpenampilan preman itu berpikir kalau Ayunda dan dia punya hubungan meski sebenarnya yang terjadi adalah sebaliknya.

Ayo ramaikan like dan kolom komentarnya reader supaya autor semakin semangat buat Up 🙏🙏🥰.

Terpopuler

Comments

Nur Lizza

Nur Lizza

wawan wawan yg ada entr elu jd ayam geprek

2023-09-10

1

lihat semua
Episodes
1 1.Awal
2 2. SAH
3 3.Uang Nafkah.
4 4.Bos Preman.
5 5.Berkunjung.
6 6. Tidur Bareng.
7 7.Mengantar Kerja.
8 8.Tanda Merah Didada.
9 9.DiBengkel.
10 10.Beli Baju Tidur.
11 11.KeMall.
12 12.Bertemu diMall.
13 13. Bertemu Di Halte.
14 14.Kemarahan Iman.
15 15.Diajak Ke Pasar Malam.
16 16.Mengantar Pulang.
17 17.Ngambek
18 18.Perintah Iman pada Sukron.
19 19.Kesal dengan Widia.
20 20. Kemarahan Widia.
21 21. Bertemu Di Bis
22 22. Melihat Kontrakan Baru.
23 23.Setuju Tinggal Bersama.
24 24.Pindah Rumah.
25 25.Unboxing....
26 26.Sakit Kepala?
27 27.Dijemput Pulang Kerja.
28 28.Sarapan Nasi Goreng Panas.
29 29.Tidak Sengaja Bertabrakan.
30 30. Memberi tau Sabrin dan Fahri.
31 31. Mendapat Tawaran Pekerjaan Baru.
32 32. Rencana Mengajak Liburan.
33 33.Ajakan Makan Siang Bareng
34 34.Makan Siang Berdua.
35 35. Berlibur.
36 36.Berenang Yang Gagal.
37 37. Menjadi Pasangan Seutuhnya.
38 38.Kesalah pahaman Manis.
39 39.Membantu Mandi.
40 40. Makan Malam DiPantai.
41 41.Dilamar Ala Iman.
42 42.Larangan.
43 43. Manajer Baru.
44 44. Perintah Hafiz.
45 45.Bertemu Aisyah.
46 46. Larangan Pulang Dari Hafiz.
47 47.Selamat Dari Hafiz.
48 48. Mengatakan Sebenarnya Pada Widia.
49 49. Menemui Hafiz.
50 50. Berdebat Dengan Hafiz.
51 51. Ngobrol Berdua.
52 52. Paksaan Mandi Bareng.
53 53. Sampai Kedinginan.
54 54.Ajakan Menikah Iman.
55 55.Kecurigaan Aisyah.
56 56.Niat Hafiz Untuk Menikah Lagi.
57 57. Bujukan Umi Jubaedah.
58 58. Olah Raga Pagi.
59 59.Tugas Dari Pak Samsul.
60 60. Menjemput Tamu.
61 61. Keinginan Sabrin.
62 62. Datang KeRestoran.
63 63.Terkejut.
64 64.Keributan DiRestoran.
65 65. Bertengkar.
66 66. Menegaskan pada Hafiz.
67 67.Masalah Di Markas.
68 68. Penghianat Dalam Kelompok.
69 69. Kalah...
70 70. Pertanyaan Widia.
71 71. Mimpi...
72 72. Dukungan Widia.
73 73. Gue.... Sukron.
74 74. Perintah Sukron.
75 75. Pergi Dari Jakarta.
76 76. 3 Bulan Kemudian.
77 77. Aisyah Hamil.
78 78. Penegasan Iman.
79 79. Ayunda Tau.
80 80. Penjelasan Bang Fahri.
81 81. 5 Tahun.
82 82. Ketemu Demit
83 83. Dosen Sulaiman.
84 85.Ke Kantin Kampus.
85 85.Syok
86 86. Gagal Bertemu.
87 87. Larangan Sabrin.
88 88. Ke Surabaya
89 89. Belum Bisa Dipastikan.
90 90.Membeli Oleh Oleh.
91 91.Pulang Ke Jakarta.
92 92.Dia Nyata Tapi Lupa.
93 93.Perasaan Sakit.
94 94. Menabrak Sabrin.
95 95. Berniat Bicara Dengan Sabrin.
96 96. Mencoba Mencari Tau.
97 97. Bicara Dengan Sabrin dan Bang Fahri.
98 98. Bertengkar Dengan Sabrin.
99 99. Bicara berdua.
100 100. Bujukan Iman.
101 101. Mengantar Kembali Kewarung.
102 102. Memberi waktu.
103 103. Mengantar Pulang Ayunda.
104 104.Rencana Kencan.
105 105.Kencan.
106 106. Makan malam Direstoran.
107 107.Jalan Jalan Malam.
108 108. Permintaan Iman.
109 109.Setuju Menikah Lagi.
110 110.SAH.
111 111.Menginap diHotel.
112 112. Gara Gara Kancing Baju.
113 113. Gagal Fokus.
114 114. Kerja Rodi.
115 115. Rumah Baru.
116 116.Positif.
117 117.Bertemu Musuh Lama.
118 118.Ingat Lagi.
119 119. Kedatangan Aisyah, Kemarahan Ayunda.
120 120. penolakan Aisyah Untuk Keluar.
121 121.Penjelasan Iman tentang Aisyah.
122 122. Pembicaraan Sesama Perempuan.
123 123. Akhir Bahagia(End)
Episodes

Updated 123 Episodes

1
1.Awal
2
2. SAH
3
3.Uang Nafkah.
4
4.Bos Preman.
5
5.Berkunjung.
6
6. Tidur Bareng.
7
7.Mengantar Kerja.
8
8.Tanda Merah Didada.
9
9.DiBengkel.
10
10.Beli Baju Tidur.
11
11.KeMall.
12
12.Bertemu diMall.
13
13. Bertemu Di Halte.
14
14.Kemarahan Iman.
15
15.Diajak Ke Pasar Malam.
16
16.Mengantar Pulang.
17
17.Ngambek
18
18.Perintah Iman pada Sukron.
19
19.Kesal dengan Widia.
20
20. Kemarahan Widia.
21
21. Bertemu Di Bis
22
22. Melihat Kontrakan Baru.
23
23.Setuju Tinggal Bersama.
24
24.Pindah Rumah.
25
25.Unboxing....
26
26.Sakit Kepala?
27
27.Dijemput Pulang Kerja.
28
28.Sarapan Nasi Goreng Panas.
29
29.Tidak Sengaja Bertabrakan.
30
30. Memberi tau Sabrin dan Fahri.
31
31. Mendapat Tawaran Pekerjaan Baru.
32
32. Rencana Mengajak Liburan.
33
33.Ajakan Makan Siang Bareng
34
34.Makan Siang Berdua.
35
35. Berlibur.
36
36.Berenang Yang Gagal.
37
37. Menjadi Pasangan Seutuhnya.
38
38.Kesalah pahaman Manis.
39
39.Membantu Mandi.
40
40. Makan Malam DiPantai.
41
41.Dilamar Ala Iman.
42
42.Larangan.
43
43. Manajer Baru.
44
44. Perintah Hafiz.
45
45.Bertemu Aisyah.
46
46. Larangan Pulang Dari Hafiz.
47
47.Selamat Dari Hafiz.
48
48. Mengatakan Sebenarnya Pada Widia.
49
49. Menemui Hafiz.
50
50. Berdebat Dengan Hafiz.
51
51. Ngobrol Berdua.
52
52. Paksaan Mandi Bareng.
53
53. Sampai Kedinginan.
54
54.Ajakan Menikah Iman.
55
55.Kecurigaan Aisyah.
56
56.Niat Hafiz Untuk Menikah Lagi.
57
57. Bujukan Umi Jubaedah.
58
58. Olah Raga Pagi.
59
59.Tugas Dari Pak Samsul.
60
60. Menjemput Tamu.
61
61. Keinginan Sabrin.
62
62. Datang KeRestoran.
63
63.Terkejut.
64
64.Keributan DiRestoran.
65
65. Bertengkar.
66
66. Menegaskan pada Hafiz.
67
67.Masalah Di Markas.
68
68. Penghianat Dalam Kelompok.
69
69. Kalah...
70
70. Pertanyaan Widia.
71
71. Mimpi...
72
72. Dukungan Widia.
73
73. Gue.... Sukron.
74
74. Perintah Sukron.
75
75. Pergi Dari Jakarta.
76
76. 3 Bulan Kemudian.
77
77. Aisyah Hamil.
78
78. Penegasan Iman.
79
79. Ayunda Tau.
80
80. Penjelasan Bang Fahri.
81
81. 5 Tahun.
82
82. Ketemu Demit
83
83. Dosen Sulaiman.
84
85.Ke Kantin Kampus.
85
85.Syok
86
86. Gagal Bertemu.
87
87. Larangan Sabrin.
88
88. Ke Surabaya
89
89. Belum Bisa Dipastikan.
90
90.Membeli Oleh Oleh.
91
91.Pulang Ke Jakarta.
92
92.Dia Nyata Tapi Lupa.
93
93.Perasaan Sakit.
94
94. Menabrak Sabrin.
95
95. Berniat Bicara Dengan Sabrin.
96
96. Mencoba Mencari Tau.
97
97. Bicara Dengan Sabrin dan Bang Fahri.
98
98. Bertengkar Dengan Sabrin.
99
99. Bicara berdua.
100
100. Bujukan Iman.
101
101. Mengantar Kembali Kewarung.
102
102. Memberi waktu.
103
103. Mengantar Pulang Ayunda.
104
104.Rencana Kencan.
105
105.Kencan.
106
106. Makan malam Direstoran.
107
107.Jalan Jalan Malam.
108
108. Permintaan Iman.
109
109.Setuju Menikah Lagi.
110
110.SAH.
111
111.Menginap diHotel.
112
112. Gara Gara Kancing Baju.
113
113. Gagal Fokus.
114
114. Kerja Rodi.
115
115. Rumah Baru.
116
116.Positif.
117
117.Bertemu Musuh Lama.
118
118.Ingat Lagi.
119
119. Kedatangan Aisyah, Kemarahan Ayunda.
120
120. penolakan Aisyah Untuk Keluar.
121
121.Penjelasan Iman tentang Aisyah.
122
122. Pembicaraan Sesama Perempuan.
123
123. Akhir Bahagia(End)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!