15.Diajak Ke Pasar Malam.

"Loe baik baik aja?",celetuk Iman karena melihat wajah Ayunda yang terlihat pucat dan tangannya yang berada dalam pangkuannya terlihat bergetar.

Dengan perasaan tidak karuan Ayunda mengangguk mendengar pertanyaan Iman.

Iman meraih tangan Ayunda yang terasa dingin digenggamannya.

"Jangan cemas pria brengsek itu baik baik aja. Gue nggak keras banget kok tadi mukulnya",terang Iman berusaha menenangkan Ayunda.

"Tapi apa nggak papa?",tanyanya masih dengan ekspresi seperti sebelumnya.

"Nggak dia nggak bakal mati paling banter juga dia masuk IGD",celetuk Iman yang membuat Ayunda langsung terkejut.

"Ma..maksudnya masuk rumah sakit tapi Abang bilang tadi katanya nggak keras mukulnya kok kemungkinan bisa masuk rumah sakit".

"Itu kalau dia nggak kuat kalau kuat paling cuma bengkak doang.Udah nggak usah cemas kaya gitu.Dia pantas mendapatkan pukulan Gue karena ngomong sembarangan sama Lo".

"Kalau dia lapor polisi bagaimana?",celetuk Ayunda tiba tiba dengan menatap Iman serius membuat Iman lalu menyandarkan tubuhnya kesandaran Bis yang mereka tumpangi saat itu.

"Ya....Lo berarti harus nengok gue dipenjara dong",balas Iman dengan mendekatkan wajahnya kearah Ayunda saat mengatakannya membuat Ayunda langsung syok mendengarnya yang menurut Iman terlihat sangat menggemaskan lalu reflek menarik hidung mungil gadis itu dengan gemas.

"Tenang aja itu nggak mungkin".

"Tapi....".

"Percaya aja sama gue.Pria brengsek itu nggak akan berani ngelakuin itu kalau dia masih waras".

Ayunda tidak lagi mengatakan apa apa tapi ekspresi wajahnya belum juga berubah membuat Iman tidak suka melihatnya.

"Kenapa mukanya masih muram sih ?",celetuk Iman yang kembali dijawab gelengan oleh Ayunda.

Iman yang tidak terlalu bisa merayu perempuan karena selama ini perempuan lah yang selalu merayunya agak bingung bagaimana caranya agar bisa membuat wajah Ayunda kembali cerah seperti biasanya hingga memilih ikut diam seperti perempuan itu dengan menatap keluar jendela Bis, lalu saat melihat pasar malam ditaman kota reflek dia meminta supir bis menghentikan bis itu.

"Stop!",ucapnya keras yang membuat supir bis langsung menghentikan bis itu diHalte tidak jauh dari pasar malam yang tadi dilihat Iman.

Ayunda yang terkejut karena tiba tiba Iman menghentikan bis itu berniat bertanya tapi tertahan karena tiba tiba Iman bangun dari duduknya dan menarik tangannya agar mengikutinya berdiri.

"Ayo kita turun disini",ajaknya yang diikuti Ayunda dengan perasaan bingung.

Baru setelah mereka keluar dari bis dan berjalan di trotoar Ayunda berani bertanya.

"Abang mau ngajak aku kemana?", tanyanya penasaran.

"Kita mampir kesana dulu sebelum pulang",jawab Iman dengan menunjuk kepasar malam yang ada di taman kota.

"Ngapain kesana?", tanya Ayunda bingung karena tiba tiba diajak kepasar malam oleh Iman.

"Kita main disana".

"Kok tiba tiba?",celetuknya heran.

"Nggak papa anggap aja kencan",jawab Iman dengan memalingkan wajahnya saat mengatakan itu karena seumur hidupnya yang hampir berusia 30 tahun dia tidak pernah mengatakan kata itu pada perempuan manapun selain Ayunda karena itu tiba tiba dia merasa malu sendiri.

Mendengar ucapan Iman Ayunda langsung menundukan wajahnya antara malu juga senang karena diajak kencan oleh seorang pria meski dia tidak tau apa seperti ini yang namanya kencan menurut gadis seusianya.

"Ayo masuk",ajak Iman dengan meraih tangan Ayunda untuk mengajaknya masuk dengan membeli tiket masuk.

"Wah ternyata ramai sekali pasar malamnya",celetuknya dengan berjalan lebih dulu didepan Iman dan langsung merasa senang melihat banyaknya wahana permainan yang ada dipasar malam itu.

"Mau naik?",tawar Iman padanya.

"Nggak papa?",tanyanya dengan ekspresi polos.

"Iya.... mau naik yang mana?", tanya Iman dengan mengajaknya berjalan untuk memilih wahana yang kira kira ingin dinaiki Ayunda.

"Boleh berapa banyak",celetuk Ayunda lagi dengan menatap kearah Iman seperti anak kecil.

"Hah! terserah aja berapa banyak.Mau semua juga boleh",balas Iman yang membuat wajah Ayunda langsung cerah mendengarnya.

"Kalau begitu mau semua deh!",balasnya dengan menunjuk semua wahana yang ada disana membuat Iman sedikit terkejut dengan jawaban Ayunda yang tidak canggung lagi padanya.

Melihat Iman terdiam Ayunda kembali bertanya.

"Beneran kan boleh semuanya?",tanyanya cemas kalau Iman berubah pikiran.

"Iya",angguk Iman.

"Kalau begitu ayo kita naik sekarang Bang supaya bisa naik semuanya",ajak Ayunda dengan menarik tangan Iman yang sedikit terkejut menerima ajak Ayunda untuk naik wahana yang ada dipasar malam itu.

"Eh...Yun..Lo aja yang naik gue tunggu disini aja ya",celetuknya saat mereka sudah tiba didepan salah satu permainan yang ingin dinaiki Ayunda.

"Kenapa?Abang takut?",tanya Ayunda dengan meneliti ekspresi Iman yang ragu ragu.

"Nggak cuma kayanya aku udah ketuaan deh buat naik permainan kaya gini",jawabnya dengan sedikit malu saat mengatakannya karena dia melihat yang naik wahana saat itu rata rata berusia seperti Ayunda atau lebih muda lagi, tentu saja dia jadi merasa sangat tua sekarang berada diantara mereka.

"Nggak kok kata siapa.Ayo ikut",ajak Ayunda dengan menarik tangan Iman yang akhirnya mengikuti keinginan Ayunda meski merasa sedikit malu berkumpul bersama pemuda dan gadis yang lebih muda darinya.

Iman tidak ingat berapa lama mereka berada dipasar malam itu tapi seperti kata Ayunda tadi mereka berdua hampir menaiki seluruh wahana disana dan saat selesai ternyata pengunjung sudah mulai sepi.

"Bagaimana?Kita pulang sekarang?",tanya Iman dengan menatap kearah Ayunda yang terlihat puas.

"Ya...sepertinya kita harus pulang karena pasar malamnya sudah hampir tutup sekarang".

"Kalau begitu ayo pulang",ajak Iman dengan menggandeng tangan Ayunda berjalan meninggalkan pasar malam itu.

"Makasih ya Bang",celetuk Ayunda yang membuat Iman menoleh kearah Gadis itu.

"Bagaimana perasaanmu sekarang?Apa sudah membaik?".

Ayunda mengangguk"Aku tadi sangat syok karena nggak nyangka Abang bakal sampai mukul mas Wawan seperti itu".

"Maaf kalau begitu.Sebenarnya aku nggak berniat buat mukul tu cowok meski nggak suka waktu liat dia mendekatimu di Halte tadi".

"Loh berarti Abang sudah melihat sejak mas Wawan menghentikan kendaraannya dan sengaja saat pura pura sok kenal aku?".

"Awalnya sih nggak mau sampai kayak gitu tapi setelah pria brengsek itu keras kepala padahal kamu udah menolaknya aku jadi mau memberinya pelajaran eh nggak taunya dia malah nglunjak ngomong yang nggak nggak padahal sudah jelas jelas Lo nolak dia".

"Abang yang mulai memancing dia!", celetuk Ayunda.

"Kok kamu jadi nyalahin aku sih aku kan membelamu tadi".

"Bukan itu".

"Lalu?".

"Abang lupa, baru ngajak kenalan aku tapi kok tiba tiba langsung nyium tanganku dihadapan mas Wawan tentu aja dia langsung marah melihatnya.Ada ada aja deh".

"Habisnya cuma itu yang bisa gue lakukan sama Lo saat itu".

Reflek Ayunda menoleh kearah Iman.

Terpopuler

Comments

Nur Lizza

Nur Lizza

smg bahgia selalu

2023-09-10

0

Qaisaa Nazarudin

Qaisaa Nazarudin

Panggilan nya jangan lo gue lagi deh Iman, aku kamu atau mas gitu, kan manis kedengarannya utk pasangan,,😁

2023-08-08

0

lihat semua
Episodes
1 1.Awal
2 2. SAH
3 3.Uang Nafkah.
4 4.Bos Preman.
5 5.Berkunjung.
6 6. Tidur Bareng.
7 7.Mengantar Kerja.
8 8.Tanda Merah Didada.
9 9.DiBengkel.
10 10.Beli Baju Tidur.
11 11.KeMall.
12 12.Bertemu diMall.
13 13. Bertemu Di Halte.
14 14.Kemarahan Iman.
15 15.Diajak Ke Pasar Malam.
16 16.Mengantar Pulang.
17 17.Ngambek
18 18.Perintah Iman pada Sukron.
19 19.Kesal dengan Widia.
20 20. Kemarahan Widia.
21 21. Bertemu Di Bis
22 22. Melihat Kontrakan Baru.
23 23.Setuju Tinggal Bersama.
24 24.Pindah Rumah.
25 25.Unboxing....
26 26.Sakit Kepala?
27 27.Dijemput Pulang Kerja.
28 28.Sarapan Nasi Goreng Panas.
29 29.Tidak Sengaja Bertabrakan.
30 30. Memberi tau Sabrin dan Fahri.
31 31. Mendapat Tawaran Pekerjaan Baru.
32 32. Rencana Mengajak Liburan.
33 33.Ajakan Makan Siang Bareng
34 34.Makan Siang Berdua.
35 35. Berlibur.
36 36.Berenang Yang Gagal.
37 37. Menjadi Pasangan Seutuhnya.
38 38.Kesalah pahaman Manis.
39 39.Membantu Mandi.
40 40. Makan Malam DiPantai.
41 41.Dilamar Ala Iman.
42 42.Larangan.
43 43. Manajer Baru.
44 44. Perintah Hafiz.
45 45.Bertemu Aisyah.
46 46. Larangan Pulang Dari Hafiz.
47 47.Selamat Dari Hafiz.
48 48. Mengatakan Sebenarnya Pada Widia.
49 49. Menemui Hafiz.
50 50. Berdebat Dengan Hafiz.
51 51. Ngobrol Berdua.
52 52. Paksaan Mandi Bareng.
53 53. Sampai Kedinginan.
54 54.Ajakan Menikah Iman.
55 55.Kecurigaan Aisyah.
56 56.Niat Hafiz Untuk Menikah Lagi.
57 57. Bujukan Umi Jubaedah.
58 58. Olah Raga Pagi.
59 59.Tugas Dari Pak Samsul.
60 60. Menjemput Tamu.
61 61. Keinginan Sabrin.
62 62. Datang KeRestoran.
63 63.Terkejut.
64 64.Keributan DiRestoran.
65 65. Bertengkar.
66 66. Menegaskan pada Hafiz.
67 67.Masalah Di Markas.
68 68. Penghianat Dalam Kelompok.
69 69. Kalah...
70 70. Pertanyaan Widia.
71 71. Mimpi...
72 72. Dukungan Widia.
73 73. Gue.... Sukron.
74 74. Perintah Sukron.
75 75. Pergi Dari Jakarta.
76 76. 3 Bulan Kemudian.
77 77. Aisyah Hamil.
78 78. Penegasan Iman.
79 79. Ayunda Tau.
80 80. Penjelasan Bang Fahri.
81 81. 5 Tahun.
82 82. Ketemu Demit
83 83. Dosen Sulaiman.
84 85.Ke Kantin Kampus.
85 85.Syok
86 86. Gagal Bertemu.
87 87. Larangan Sabrin.
88 88. Ke Surabaya
89 89. Belum Bisa Dipastikan.
90 90.Membeli Oleh Oleh.
91 91.Pulang Ke Jakarta.
92 92.Dia Nyata Tapi Lupa.
93 93.Perasaan Sakit.
94 94. Menabrak Sabrin.
95 95. Berniat Bicara Dengan Sabrin.
96 96. Mencoba Mencari Tau.
97 97. Bicara Dengan Sabrin dan Bang Fahri.
98 98. Bertengkar Dengan Sabrin.
99 99. Bicara berdua.
100 100. Bujukan Iman.
101 101. Mengantar Kembali Kewarung.
102 102. Memberi waktu.
103 103. Mengantar Pulang Ayunda.
104 104.Rencana Kencan.
105 105.Kencan.
106 106. Makan malam Direstoran.
107 107.Jalan Jalan Malam.
108 108. Permintaan Iman.
109 109.Setuju Menikah Lagi.
110 110.SAH.
111 111.Menginap diHotel.
112 112. Gara Gara Kancing Baju.
113 113. Gagal Fokus.
114 114. Kerja Rodi.
115 115. Rumah Baru.
116 116.Positif.
117 117.Bertemu Musuh Lama.
118 118.Ingat Lagi.
119 119. Kedatangan Aisyah, Kemarahan Ayunda.
120 120. penolakan Aisyah Untuk Keluar.
121 121.Penjelasan Iman tentang Aisyah.
122 122. Pembicaraan Sesama Perempuan.
123 123. Akhir Bahagia(End)
Episodes

Updated 123 Episodes

1
1.Awal
2
2. SAH
3
3.Uang Nafkah.
4
4.Bos Preman.
5
5.Berkunjung.
6
6. Tidur Bareng.
7
7.Mengantar Kerja.
8
8.Tanda Merah Didada.
9
9.DiBengkel.
10
10.Beli Baju Tidur.
11
11.KeMall.
12
12.Bertemu diMall.
13
13. Bertemu Di Halte.
14
14.Kemarahan Iman.
15
15.Diajak Ke Pasar Malam.
16
16.Mengantar Pulang.
17
17.Ngambek
18
18.Perintah Iman pada Sukron.
19
19.Kesal dengan Widia.
20
20. Kemarahan Widia.
21
21. Bertemu Di Bis
22
22. Melihat Kontrakan Baru.
23
23.Setuju Tinggal Bersama.
24
24.Pindah Rumah.
25
25.Unboxing....
26
26.Sakit Kepala?
27
27.Dijemput Pulang Kerja.
28
28.Sarapan Nasi Goreng Panas.
29
29.Tidak Sengaja Bertabrakan.
30
30. Memberi tau Sabrin dan Fahri.
31
31. Mendapat Tawaran Pekerjaan Baru.
32
32. Rencana Mengajak Liburan.
33
33.Ajakan Makan Siang Bareng
34
34.Makan Siang Berdua.
35
35. Berlibur.
36
36.Berenang Yang Gagal.
37
37. Menjadi Pasangan Seutuhnya.
38
38.Kesalah pahaman Manis.
39
39.Membantu Mandi.
40
40. Makan Malam DiPantai.
41
41.Dilamar Ala Iman.
42
42.Larangan.
43
43. Manajer Baru.
44
44. Perintah Hafiz.
45
45.Bertemu Aisyah.
46
46. Larangan Pulang Dari Hafiz.
47
47.Selamat Dari Hafiz.
48
48. Mengatakan Sebenarnya Pada Widia.
49
49. Menemui Hafiz.
50
50. Berdebat Dengan Hafiz.
51
51. Ngobrol Berdua.
52
52. Paksaan Mandi Bareng.
53
53. Sampai Kedinginan.
54
54.Ajakan Menikah Iman.
55
55.Kecurigaan Aisyah.
56
56.Niat Hafiz Untuk Menikah Lagi.
57
57. Bujukan Umi Jubaedah.
58
58. Olah Raga Pagi.
59
59.Tugas Dari Pak Samsul.
60
60. Menjemput Tamu.
61
61. Keinginan Sabrin.
62
62. Datang KeRestoran.
63
63.Terkejut.
64
64.Keributan DiRestoran.
65
65. Bertengkar.
66
66. Menegaskan pada Hafiz.
67
67.Masalah Di Markas.
68
68. Penghianat Dalam Kelompok.
69
69. Kalah...
70
70. Pertanyaan Widia.
71
71. Mimpi...
72
72. Dukungan Widia.
73
73. Gue.... Sukron.
74
74. Perintah Sukron.
75
75. Pergi Dari Jakarta.
76
76. 3 Bulan Kemudian.
77
77. Aisyah Hamil.
78
78. Penegasan Iman.
79
79. Ayunda Tau.
80
80. Penjelasan Bang Fahri.
81
81. 5 Tahun.
82
82. Ketemu Demit
83
83. Dosen Sulaiman.
84
85.Ke Kantin Kampus.
85
85.Syok
86
86. Gagal Bertemu.
87
87. Larangan Sabrin.
88
88. Ke Surabaya
89
89. Belum Bisa Dipastikan.
90
90.Membeli Oleh Oleh.
91
91.Pulang Ke Jakarta.
92
92.Dia Nyata Tapi Lupa.
93
93.Perasaan Sakit.
94
94. Menabrak Sabrin.
95
95. Berniat Bicara Dengan Sabrin.
96
96. Mencoba Mencari Tau.
97
97. Bicara Dengan Sabrin dan Bang Fahri.
98
98. Bertengkar Dengan Sabrin.
99
99. Bicara berdua.
100
100. Bujukan Iman.
101
101. Mengantar Kembali Kewarung.
102
102. Memberi waktu.
103
103. Mengantar Pulang Ayunda.
104
104.Rencana Kencan.
105
105.Kencan.
106
106. Makan malam Direstoran.
107
107.Jalan Jalan Malam.
108
108. Permintaan Iman.
109
109.Setuju Menikah Lagi.
110
110.SAH.
111
111.Menginap diHotel.
112
112. Gara Gara Kancing Baju.
113
113. Gagal Fokus.
114
114. Kerja Rodi.
115
115. Rumah Baru.
116
116.Positif.
117
117.Bertemu Musuh Lama.
118
118.Ingat Lagi.
119
119. Kedatangan Aisyah, Kemarahan Ayunda.
120
120. penolakan Aisyah Untuk Keluar.
121
121.Penjelasan Iman tentang Aisyah.
122
122. Pembicaraan Sesama Perempuan.
123
123. Akhir Bahagia(End)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!