6. Tidur Bareng.

"Lo suka banget ngomong Oh emang berapa banyak stok Oh Lo?",celetuk Iman yang membuat Ayunda ternganga.

"Hah! Maksud Abang?",tanyanya dengan cengo.

"Nggak ada, lupakan aja gue capek emang Lo nggak capek hari ini? Katanya tadi udah mau tidur sebelum gue datang.Sekarang cepat tidur",perintah Iman dengan kembali memejamkan matanya.

Tapi kali ini Ayunda yang bingung karena Iman merebahkan tubuhnya tepat dibawah dipan tempat tidurnya dan kalau dia ingin tidur diatas dia harus melewati tubuh Iman.

Tapi kalau dia tidak melewati tubuh pria itu tidak ada lagi tempat untuknya tidur kecuali berdesakan dengan Iman dilantai membuat Ayunda benar benar dilema karenanya.

Setelah sibuk berpikir akhirnya Ayunda memutuskan untuk tidur diatas saja jadi dia berniat naik keatas ranjang dengan melewati tubuh Iman yang terlihat sudah tertidur.

Dengan langkah pelan Ayunda berusaha melangkahi tubuh Iman tapi sebelum dia berhasil sampai diatas ranjang tiba tiba dia tersandung karpet alas tidur Iman dan....

"Bruk!".

Ayunda jatuh tepat menimpa tubuh Iman membuat Iman terbangun dan reflek karena kebiasaan langsung menggulingkan tubuh Ayunda lalu menguncinya dibawah tubuhnya membuat Ayunda sangat terkejut karenanya dan berusaha meronta dari Kungkungan Iman hingga.....

"Bret!".

Piyama yang dipakai Ayunda saat itu robek cukup lebar sampai memperlihatkan bra yang dikenakannya.

"Lepas Bang!",teriaknya karena takut dengan ekspresi Iman.

Iman yang sudah sepenuhnya sadar dari efek terkejut karena ditubruk Ayunda tadi kini bisa melihat jelas pemandangan yang berasal dari bongkahan indah milik Ayunda yang tepat berada didepan matanya hingga membuat jiwanya sebagai seorang laki-laki bangkit dan kungkungannya ditubuh Ayunda bukan lagi Kungkungan ingin menghabisi tapi Kungkungan ingin memiliki apa yang ada dihadapannya.

Dengan gerakan seolah slow motion Iman menurunkan wajahnya kearah wajah Ayunda yang masih berekspresi terkejut juga takut karena tiba tiba dihimpit Iman tadi lalu tiba tiba....

"Cup"

Iman menempelkan bibir mereka yang berbeda volume kemudian melepaskannya untuk melihat reaksi Ayunda yang terlihat bingung dengan apa yang dilakukan pria itu barusan tapi tidak meronta lagi seperti sebelumnya membuat Iman lalu mengulangi apa yang baru saja dilakukannya, tapi kali ini bukan hanya menempelkan bibir mereka tapi juga memberi lu*atan pada bibir Ayunda membuat Ayunda terkejut tapi tidak menolak karena Iman tidak melakukannya dengan kasar melainkan dengan lembut membuat Ayunda yang tidak punya pengalaman sama sekali dalam hal berhubungan dengan lawan jenis mulai menikmati apa yang dilakukan pria itu meski tidak memberikan balasan pada ciuman Iman.

"Buka mulut lo!",perintah Iman dengan memberikan gigitan kecil meminta Ayunda untuk membuka mulutnya agar lidahnya bisa masuk untuk menjelajah kedalam mulut Ayunda.

Dengan patuh Ayunda menuruti apa yang diperintahkan Iman untuk membuka mulutnya dan membiarkan lidah Iman bermain didalam mulutnya dengan leluasa membelit dan memilin lidahnya meminta Ayunda untuk membalas apa yang dilakukannya.

Niat awal mereka yang berniat langsung ingin tidur malam itu terlupakan dan digantikan dengan melakukan olahraga malam yang hampir membuat mereka lupa diri kalau saja Iman tidak segera menghentikan apa yang dilakukannya saat sudah hampir melucuti semua pakaian yang dipakai Ayunda malam itu,yang tidak lagi disadari oleh sipemilik. Karena seperti terhipnotis oleh apa yang dilakukan Iman dan hanya bisa menerimanya dengan pasrah.

Iman mendekap erat tubuh Ayunda didalam pelukannya dengan nafas memburu karena harus berhenti disaat hasratnya mulai naik tinggi.

"Bang",panggil Ayunda karena Iman memeluknya terlalu erat sampai dia merasa tubuhnya yang kecil seperti akan remuk berada dalam pelukan tubuh berotot Iman.

"Tidurlah",ucap Iman dengan suara parau yang terdengar aneh ditelinga Ayunda.

"Tapi ini sempit",protes Ayunda berusaha melepaskan tubuhnya karena merasa kesakitan.

"Oh sial!",maki Iman keras lalu melepaskan tubuh Ayunda lalu memilih telentang dengan meletakkan tangannya diatas dahi.

"Abang baik baik aja?",tanya Ayunda bingung melihat reaksi Iman yang tiba tiba berubah dingin karena masih berusaha mengontrol dirinya.

Setelah merasa cukup baik baru dia menoleh kearah Ayunda yang menatapnya dengan bingung.

"Baju lo robek.Apa ada baju lain selain yang tadi?",tanya Iman yang membuat Ayunda langsung sadar dengan kondisinya saat itu yang sudah setengah telanjang karena apa yang barusan mereka lakukan meski tidak sampai tuntas melakukannya.

Dengan gugup Ayunda mencoba mencari sesuatu yang bisa menutupi tubuhnya agar tidak terlihat Iman, tapi karena terlalu gugup dia tidak menemukan apapun hingga membuatnya hampir menangis karena malu.

Melihat Ayunda seperti itu reflek Iman memeluk tubuh perempuan itu bermaksud menenangkannya.

"Nggak papa cuma gue juga yang lihat".

"Tapi aku malu bang",ucapnya dengan terisak.

"Kenapa malu?Kan kita udah sah jadi harusnya Lo nggak perlu malu sama gue karena meski gue melihat Lo lebih dari ini juga nggak masalah".

"Tapi abang nggak suka kan".

"Maksud Lo?".

"Abang suruh aku ganti baju karena nggak suka melihat tubuh aku yang nggak bagus kan?".

Mendengar itu Iman semakin mengeratkan pelukannya ketubuh Ayunda dengan diam tidak menjawab ucapan Ayunda barusan membuat Ayunda menjadi kesal.

"Tu benarkan Abang nggak suka karena itu...".

"Gue suka.Lo cantik tapi gue harus menahan diri malam ini karena gue nggak mau Lo ketakutan nanti kalau gue paksakan apa yang gue inginkan sekarang",terang Iman yang membuat Ayunda terdiam.

"Jadi malam ini kita tidur sambil berpelukan kaya gini aja bagaimana? Supaya Lo yakin kalau gue bener bener suka ama tubuh Lo dan sedang berusaha menahan diri sekarang",saran Iman yang diangguki oleh Ayunda meski sebenarnya dia sedikit malu karena harus tidur dengan pria dalam keadaan bagian atas tubuhnya tidak mengenakan apa apa dan sipria juga sama.

Tapi entah kenapa rasanya dia juga suka saat kulit mereka bersentuhan tanpa pembatas seperti itu membuatnya merasakan kedekatan batin dengan pria yang menjadi suaminya itu meski mereka belum lama saling kenal.

"Emang Abang nggak papa kita kaya gini?",tanya Ayunda dengan polosnya yang dijawab Iman hanya dengan gelengan lalu memilih mulai menutup matanya agar otak kotornya tidak lagi merajai pikirannya, meski tentu saja itu tidak mudah bahkan dia belum bisa tertidur sedangkan Ayunda yang berada dalam pelukannya sudah pulas.

Perlahan Iman menggeser tubuhnya agar kulit mereka tidak lagi saling menyentuh yang membuat bagian bawah tubuhnya terus saja mendesak bangun dan membuatnya sangat tersiksa sebagai seorang pria.

Sekarang dia merasa seperti serigala jahat yang berniat menerkam domba kecil yang tidak berdaya.

"Ya Allah untung aja Lo udah sah jadi bini gue kalau belum bisa bisa gue melakukan dosa besar sebagai seorang pria",gerutunya seorang diri sebelum memutuskan menutupi tubuh Ayunda dengan selimut yang akhirnya ditemukannya.

Baru setelah itu Iman kembali memeluknya seperti semula dan mencoba untuk tidur malam itu meski tidak langsung bisa tapi karena lelah akhirnya dia bisa terlelap bersama Ayunda.

Terpopuler

Comments

Nur Lizza

Nur Lizza

bawa ayunda pindah rmh yg lebih besar dr kos2n imam

2023-09-09

1

Qaisaa Nazarudin

Qaisaa Nazarudin

Sempit banget kosannya, Itunkosan atau reban ayam sih?

2023-08-08

0

lihat semua
Episodes
1 1.Awal
2 2. SAH
3 3.Uang Nafkah.
4 4.Bos Preman.
5 5.Berkunjung.
6 6. Tidur Bareng.
7 7.Mengantar Kerja.
8 8.Tanda Merah Didada.
9 9.DiBengkel.
10 10.Beli Baju Tidur.
11 11.KeMall.
12 12.Bertemu diMall.
13 13. Bertemu Di Halte.
14 14.Kemarahan Iman.
15 15.Diajak Ke Pasar Malam.
16 16.Mengantar Pulang.
17 17.Ngambek
18 18.Perintah Iman pada Sukron.
19 19.Kesal dengan Widia.
20 20. Kemarahan Widia.
21 21. Bertemu Di Bis
22 22. Melihat Kontrakan Baru.
23 23.Setuju Tinggal Bersama.
24 24.Pindah Rumah.
25 25.Unboxing....
26 26.Sakit Kepala?
27 27.Dijemput Pulang Kerja.
28 28.Sarapan Nasi Goreng Panas.
29 29.Tidak Sengaja Bertabrakan.
30 30. Memberi tau Sabrin dan Fahri.
31 31. Mendapat Tawaran Pekerjaan Baru.
32 32. Rencana Mengajak Liburan.
33 33.Ajakan Makan Siang Bareng
34 34.Makan Siang Berdua.
35 35. Berlibur.
36 36.Berenang Yang Gagal.
37 37. Menjadi Pasangan Seutuhnya.
38 38.Kesalah pahaman Manis.
39 39.Membantu Mandi.
40 40. Makan Malam DiPantai.
41 41.Dilamar Ala Iman.
42 42.Larangan.
43 43. Manajer Baru.
44 44. Perintah Hafiz.
45 45.Bertemu Aisyah.
46 46. Larangan Pulang Dari Hafiz.
47 47.Selamat Dari Hafiz.
48 48. Mengatakan Sebenarnya Pada Widia.
49 49. Menemui Hafiz.
50 50. Berdebat Dengan Hafiz.
51 51. Ngobrol Berdua.
52 52. Paksaan Mandi Bareng.
53 53. Sampai Kedinginan.
54 54.Ajakan Menikah Iman.
55 55.Kecurigaan Aisyah.
56 56.Niat Hafiz Untuk Menikah Lagi.
57 57. Bujukan Umi Jubaedah.
58 58. Olah Raga Pagi.
59 59.Tugas Dari Pak Samsul.
60 60. Menjemput Tamu.
61 61. Keinginan Sabrin.
62 62. Datang KeRestoran.
63 63.Terkejut.
64 64.Keributan DiRestoran.
65 65. Bertengkar.
66 66. Menegaskan pada Hafiz.
67 67.Masalah Di Markas.
68 68. Penghianat Dalam Kelompok.
69 69. Kalah...
70 70. Pertanyaan Widia.
71 71. Mimpi...
72 72. Dukungan Widia.
73 73. Gue.... Sukron.
74 74. Perintah Sukron.
75 75. Pergi Dari Jakarta.
76 76. 3 Bulan Kemudian.
77 77. Aisyah Hamil.
78 78. Penegasan Iman.
79 79. Ayunda Tau.
80 80. Penjelasan Bang Fahri.
81 81. 5 Tahun.
82 82. Ketemu Demit
83 83. Dosen Sulaiman.
84 85.Ke Kantin Kampus.
85 85.Syok
86 86. Gagal Bertemu.
87 87. Larangan Sabrin.
88 88. Ke Surabaya
89 89. Belum Bisa Dipastikan.
90 90.Membeli Oleh Oleh.
91 91.Pulang Ke Jakarta.
92 92.Dia Nyata Tapi Lupa.
93 93.Perasaan Sakit.
94 94. Menabrak Sabrin.
95 95. Berniat Bicara Dengan Sabrin.
96 96. Mencoba Mencari Tau.
97 97. Bicara Dengan Sabrin dan Bang Fahri.
98 98. Bertengkar Dengan Sabrin.
99 99. Bicara berdua.
100 100. Bujukan Iman.
101 101. Mengantar Kembali Kewarung.
102 102. Memberi waktu.
103 103. Mengantar Pulang Ayunda.
104 104.Rencana Kencan.
105 105.Kencan.
106 106. Makan malam Direstoran.
107 107.Jalan Jalan Malam.
108 108. Permintaan Iman.
109 109.Setuju Menikah Lagi.
110 110.SAH.
111 111.Menginap diHotel.
112 112. Gara Gara Kancing Baju.
113 113. Gagal Fokus.
114 114. Kerja Rodi.
115 115. Rumah Baru.
116 116.Positif.
117 117.Bertemu Musuh Lama.
118 118.Ingat Lagi.
119 119. Kedatangan Aisyah, Kemarahan Ayunda.
120 120. penolakan Aisyah Untuk Keluar.
121 121.Penjelasan Iman tentang Aisyah.
122 122. Pembicaraan Sesama Perempuan.
123 123. Akhir Bahagia(End)
Episodes

Updated 123 Episodes

1
1.Awal
2
2. SAH
3
3.Uang Nafkah.
4
4.Bos Preman.
5
5.Berkunjung.
6
6. Tidur Bareng.
7
7.Mengantar Kerja.
8
8.Tanda Merah Didada.
9
9.DiBengkel.
10
10.Beli Baju Tidur.
11
11.KeMall.
12
12.Bertemu diMall.
13
13. Bertemu Di Halte.
14
14.Kemarahan Iman.
15
15.Diajak Ke Pasar Malam.
16
16.Mengantar Pulang.
17
17.Ngambek
18
18.Perintah Iman pada Sukron.
19
19.Kesal dengan Widia.
20
20. Kemarahan Widia.
21
21. Bertemu Di Bis
22
22. Melihat Kontrakan Baru.
23
23.Setuju Tinggal Bersama.
24
24.Pindah Rumah.
25
25.Unboxing....
26
26.Sakit Kepala?
27
27.Dijemput Pulang Kerja.
28
28.Sarapan Nasi Goreng Panas.
29
29.Tidak Sengaja Bertabrakan.
30
30. Memberi tau Sabrin dan Fahri.
31
31. Mendapat Tawaran Pekerjaan Baru.
32
32. Rencana Mengajak Liburan.
33
33.Ajakan Makan Siang Bareng
34
34.Makan Siang Berdua.
35
35. Berlibur.
36
36.Berenang Yang Gagal.
37
37. Menjadi Pasangan Seutuhnya.
38
38.Kesalah pahaman Manis.
39
39.Membantu Mandi.
40
40. Makan Malam DiPantai.
41
41.Dilamar Ala Iman.
42
42.Larangan.
43
43. Manajer Baru.
44
44. Perintah Hafiz.
45
45.Bertemu Aisyah.
46
46. Larangan Pulang Dari Hafiz.
47
47.Selamat Dari Hafiz.
48
48. Mengatakan Sebenarnya Pada Widia.
49
49. Menemui Hafiz.
50
50. Berdebat Dengan Hafiz.
51
51. Ngobrol Berdua.
52
52. Paksaan Mandi Bareng.
53
53. Sampai Kedinginan.
54
54.Ajakan Menikah Iman.
55
55.Kecurigaan Aisyah.
56
56.Niat Hafiz Untuk Menikah Lagi.
57
57. Bujukan Umi Jubaedah.
58
58. Olah Raga Pagi.
59
59.Tugas Dari Pak Samsul.
60
60. Menjemput Tamu.
61
61. Keinginan Sabrin.
62
62. Datang KeRestoran.
63
63.Terkejut.
64
64.Keributan DiRestoran.
65
65. Bertengkar.
66
66. Menegaskan pada Hafiz.
67
67.Masalah Di Markas.
68
68. Penghianat Dalam Kelompok.
69
69. Kalah...
70
70. Pertanyaan Widia.
71
71. Mimpi...
72
72. Dukungan Widia.
73
73. Gue.... Sukron.
74
74. Perintah Sukron.
75
75. Pergi Dari Jakarta.
76
76. 3 Bulan Kemudian.
77
77. Aisyah Hamil.
78
78. Penegasan Iman.
79
79. Ayunda Tau.
80
80. Penjelasan Bang Fahri.
81
81. 5 Tahun.
82
82. Ketemu Demit
83
83. Dosen Sulaiman.
84
85.Ke Kantin Kampus.
85
85.Syok
86
86. Gagal Bertemu.
87
87. Larangan Sabrin.
88
88. Ke Surabaya
89
89. Belum Bisa Dipastikan.
90
90.Membeli Oleh Oleh.
91
91.Pulang Ke Jakarta.
92
92.Dia Nyata Tapi Lupa.
93
93.Perasaan Sakit.
94
94. Menabrak Sabrin.
95
95. Berniat Bicara Dengan Sabrin.
96
96. Mencoba Mencari Tau.
97
97. Bicara Dengan Sabrin dan Bang Fahri.
98
98. Bertengkar Dengan Sabrin.
99
99. Bicara berdua.
100
100. Bujukan Iman.
101
101. Mengantar Kembali Kewarung.
102
102. Memberi waktu.
103
103. Mengantar Pulang Ayunda.
104
104.Rencana Kencan.
105
105.Kencan.
106
106. Makan malam Direstoran.
107
107.Jalan Jalan Malam.
108
108. Permintaan Iman.
109
109.Setuju Menikah Lagi.
110
110.SAH.
111
111.Menginap diHotel.
112
112. Gara Gara Kancing Baju.
113
113. Gagal Fokus.
114
114. Kerja Rodi.
115
115. Rumah Baru.
116
116.Positif.
117
117.Bertemu Musuh Lama.
118
118.Ingat Lagi.
119
119. Kedatangan Aisyah, Kemarahan Ayunda.
120
120. penolakan Aisyah Untuk Keluar.
121
121.Penjelasan Iman tentang Aisyah.
122
122. Pembicaraan Sesama Perempuan.
123
123. Akhir Bahagia(End)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!