9.DiBengkel.

Setelah cukup lama terdiam dengan berbagai macam pikiran yang memenuhi isi kepalanya tiba tiba Iman meraih ponselnya lagi untuk menghubungi Imron.

"Halo bos",jawab Imron dari seberang telpon.

"Lo sudah nelpon Sukron?",tanya Iman dengan meraih pakaian kerja yang ada digantungan lalu memakainya dan bersiap untuk mulai membuka bengkel sepeda motor miliknya yang ukurannya tidak terlalu besar itu tapi setiap hari cukup banyak yang datang.

"Baru mau.Ada apa Bos?".

"Katakan pada Sukron gue yang akan kesana saja nanti sekalian memeriksa lokasi",terang Iman pada Imron.

"Baik bos akan aku sampaikan seperti itu".

Lalu dia mematikan sambungan telpon mereka dan mulai membuka pintu besi bengkel.

"Pagi bos",sapa Sabrin seorang pemuda tanggung yang membantu dibengkelnya sejak 2 bulan lalu karena butuh pekerjaan untuk melanjutkan sekolah paket B nya supaya dia punya ijazah yang kelak bisa digunakannya untuk mencari pekerjaan lebih baik lagi.

"Hemm.Lo udah sarapan?",tanya Iman yang dijawab anggukan oleh pemuda itu.

"Udah bos hari ini emak masak karena kemarin kan aku gajihan jadi bisa ngasih uang emak buat beli beras sama kebutuhan dapur".

"Kalau begitu beliin buat gue aja satu bungkus ditempat mbak Narti",perintah Iman dengan menyerahkan selembar uang berwarna biru pada pemuda berusia 17 tahun itu yang sempat putus sekolah lama dan baru 2 bulan yang lalu melanjutkan mengambil paket B atas saran Iman.

"Siap bos!",jawabnya dengan setengah berlari pergi menuju tempat mbak Narti penjual nasi uduk langganan Iman yang jaraknya hanya sekitar 50 meter dari bengkel.

"Jangan lupa kopi hitamnya 2 gelas sekalian buat Bang Fahri!",teriak Iman yang dijawab lambaian oleh Sabrin.

"Semangat amat tu anak bos",celetuk Fahri salah satu pegawai bengkel Iman dan merupakan orang yang diserahi kepercayaan untuk masalah bengkel miliknya ini kalau dia sedang tidak bisa datang kebengkel karena ada urusan dengan daerah kekuasaannya.

"Katanya karena Emaknya pagi ini masakin dia",jawab Iman dengan mulai mengeluarkan kunci kunci dan alat alat yang akan digunakan untuk bekerja sebelum ada pelanggan datang karena biasanya tidak lama setelah bengkel buka ada saja pelanggan yang datang meski hanya untuk menambah angin ban kendaraan Mereka tapi bagi Iman mereka tetap pelanggan yang harus dilayani.

"Oh iya bos ini nota nota pembelian barang barang dibengkel kemarin",ucap bang Fahri pria berusia sekitar 45 tahun itu pada Iman.

Iman menerima semua nota itu lalu masuk kedalam untuk menyamakan antara nota dan barang yang sudah dibeli oleh bang Fahri.

Dia melakukan itu bukan karena tidak percaya dengan pegawainya tapi diawal dia memang menekankan tentang ketelitian dan saling percaya karena baginya itu yang utama dalam bekerja dengannya.

Tidak hanya untuk urusan bengkel saja dia melakukan itu tapi juga urusan mengenai daerah kekuasaannya sebagai seorang preman yang sudah lebih dari 10 tahun malang melintang didunia kejam itu hingga bisa membawanya sampai posisi sekarang.

"Oh iya Bang siang ini habis zhuhur aku mau cabut ada urusan kalau ada barang atau masalah dibengkel Abang hubungi aja nanti", terang Iman yang diangguki oleh bang Fahri.

"Beres bos tapi sebelum itu bisa nggak hari ini aku casbon bos",ucapnya yang langsung diangguki oleh Iman.

"Berapa juga buat apa bang?",tanya Iman langsung tanpa basa basi karena dia tidak ingin memberikan uang dari begkelnya ini untuk dipakai buat hal yang tidak benar oleh mereka, kalau pegawai dibengkelnya berniat cari uang yang hanya untuk bersenang senang dia menyarankan lebih baik menjadi preman nya saja yang pasti uangnya lebih besar dari hanya seorang pekerja bengkel sepeda motor ,meski sebenarnya hasil dari usaha bengkel milik Iman ini juga tidak bisa dibilang sedikit karena meski kecil tapi lokasinya yang tepat berada didekat sebuah kampus besar benar benar membuatnya bisa menghasilkan uang yang tidak sedikit dari para mahasiswa yang butuh bantuan nya.

"Anak aku yang nomor satu minta beli sepeda bos karena hari ini ulang tahunnya dan uang simpanan kami masih kurang jadi tolong bos pinjamkan dulu ,potong aja nanti pakai gajih ku bulan depan".

"Berapa kurangnya bang Fahri?",tanya Iman langsung.

"1juta bos",terang pria itu yang langsung Iman berikan dengan mengambilkan uang dari laci penyimpanan.

"Ini uang 1juta buat beli sepeda si Otong tapi bulan depan kembalikan aja 800 ribu 200 ribunya anggap aja hadiahku buat anak bang Fahri yang berulang tahun hari ini",terang Iman dengan menyerahkan uang itu kepada Fahri yang diterima pria itu dengan ucapan terimakasih".

"Makasih bos dan makasih juga buat hadiahnya",ucap Bang Fahri yang hanya dijawab anggukan oleh Iman.

"Wah bos lagi bagi bagi duit ya,mau dong bos dibagi juga",celetuk Sabrin yang baru kembali dari membeli nasi uduk pesanan Iman dan 2 gelas kopi hitam.

"Lo mau?",tanya Iman dengan menerima bungkusan nasi dari Sabrin.

"Iya bos bagi juga dong nanti aku doakan rezeki bos lancar cepat dapat jodoh juga ceper punya momongan".

"Pletak!".

"Aduh!Bos sakit kan doanya bener kenapa kok hadiahnya jitakan",gerutu Sabrin dengan menyentuh kepalanya yang baru saja dijitak Iman cukup keras.

"Nih hadiahnya",ucap Iman dengan memberikan selembar uang 10 ribu sisa Sabrin membeli nasi uduk untuknya tadi.

"Lah bos kok cuman ini",jawabnya dengan wajah merengut menatap selembar uang berwarna ungu itu.

"Itu juga rejeki syukuri. Apa Lo nggak tau kalau Lo kasih uang itu buat emak lo, bisa buat kalian berempat dirumah makan selama satu hari",balas Iman dengan mengunyah makanannya.

"Nggak mungkin bisa orang ini cuma 10 ribu. Paling juga cuma cukup buat jajan Cilok doang".

Mendengar kata Cilok tiba tiba Iman ingat apa yang dikatakannya pada Ayunda saat menyerahkan uang pada perempuan itu tadi dan kira kira apa benar Ayunda akan memakai uang pemberiannya itu untuk beli Cilok.Kalau iya kira kira berapa banyak Cilok yang bakalan dia dapat dari uang itu dan kalau dia memakannya sendirian bisa bisa dia muntah kekenyangan.

Mengingat hal itu tanpa sadar Iman tersenyum sendiri.

"Bos apa yang lucu?",celetuk Sabrin yang membuat Iman sadar dari lamunannya.

"Anak kecil jangan cerewet sana kerja supaya bisa dapat duit yang banyak!", usir Iman pada pemuda tanggung itu yang dijawab Sabrin dengan cengiran.

"Hehehe.....Nanti kalau aku udah dapat duit banyak berarti udah bisa kawin dong bos".

"Brak!".

Iman langsung melemparkan kursi plastik kearah Sabrin mendengar apa yang dikatakan pemuda itu.

"Kerja yang bener sekolah yang bener bantu emak Ama bapak Lo dulu baru mikirin kawin!",bentak Iman kesal yang membuat Sabrin hanya cengengesan mendengar Omelan Iman.

Terpopuler

Comments

Nur Lizza

Nur Lizza

duh sabrin2 kecil2 minta kawin.
sedngkn bos mu aja klu gk knk rajia kamung aja smp sekarng masi jomblo akut🤣🤣🤣

2023-09-09

0

lihat semua
Episodes
1 1.Awal
2 2. SAH
3 3.Uang Nafkah.
4 4.Bos Preman.
5 5.Berkunjung.
6 6. Tidur Bareng.
7 7.Mengantar Kerja.
8 8.Tanda Merah Didada.
9 9.DiBengkel.
10 10.Beli Baju Tidur.
11 11.KeMall.
12 12.Bertemu diMall.
13 13. Bertemu Di Halte.
14 14.Kemarahan Iman.
15 15.Diajak Ke Pasar Malam.
16 16.Mengantar Pulang.
17 17.Ngambek
18 18.Perintah Iman pada Sukron.
19 19.Kesal dengan Widia.
20 20. Kemarahan Widia.
21 21. Bertemu Di Bis
22 22. Melihat Kontrakan Baru.
23 23.Setuju Tinggal Bersama.
24 24.Pindah Rumah.
25 25.Unboxing....
26 26.Sakit Kepala?
27 27.Dijemput Pulang Kerja.
28 28.Sarapan Nasi Goreng Panas.
29 29.Tidak Sengaja Bertabrakan.
30 30. Memberi tau Sabrin dan Fahri.
31 31. Mendapat Tawaran Pekerjaan Baru.
32 32. Rencana Mengajak Liburan.
33 33.Ajakan Makan Siang Bareng
34 34.Makan Siang Berdua.
35 35. Berlibur.
36 36.Berenang Yang Gagal.
37 37. Menjadi Pasangan Seutuhnya.
38 38.Kesalah pahaman Manis.
39 39.Membantu Mandi.
40 40. Makan Malam DiPantai.
41 41.Dilamar Ala Iman.
42 42.Larangan.
43 43. Manajer Baru.
44 44. Perintah Hafiz.
45 45.Bertemu Aisyah.
46 46. Larangan Pulang Dari Hafiz.
47 47.Selamat Dari Hafiz.
48 48. Mengatakan Sebenarnya Pada Widia.
49 49. Menemui Hafiz.
50 50. Berdebat Dengan Hafiz.
51 51. Ngobrol Berdua.
52 52. Paksaan Mandi Bareng.
53 53. Sampai Kedinginan.
54 54.Ajakan Menikah Iman.
55 55.Kecurigaan Aisyah.
56 56.Niat Hafiz Untuk Menikah Lagi.
57 57. Bujukan Umi Jubaedah.
58 58. Olah Raga Pagi.
59 59.Tugas Dari Pak Samsul.
60 60. Menjemput Tamu.
61 61. Keinginan Sabrin.
62 62. Datang KeRestoran.
63 63.Terkejut.
64 64.Keributan DiRestoran.
65 65. Bertengkar.
66 66. Menegaskan pada Hafiz.
67 67.Masalah Di Markas.
68 68. Penghianat Dalam Kelompok.
69 69. Kalah...
70 70. Pertanyaan Widia.
71 71. Mimpi...
72 72. Dukungan Widia.
73 73. Gue.... Sukron.
74 74. Perintah Sukron.
75 75. Pergi Dari Jakarta.
76 76. 3 Bulan Kemudian.
77 77. Aisyah Hamil.
78 78. Penegasan Iman.
79 79. Ayunda Tau.
80 80. Penjelasan Bang Fahri.
81 81. 5 Tahun.
82 82. Ketemu Demit
83 83. Dosen Sulaiman.
84 85.Ke Kantin Kampus.
85 85.Syok
86 86. Gagal Bertemu.
87 87. Larangan Sabrin.
88 88. Ke Surabaya
89 89. Belum Bisa Dipastikan.
90 90.Membeli Oleh Oleh.
91 91.Pulang Ke Jakarta.
92 92.Dia Nyata Tapi Lupa.
93 93.Perasaan Sakit.
94 94. Menabrak Sabrin.
95 95. Berniat Bicara Dengan Sabrin.
96 96. Mencoba Mencari Tau.
97 97. Bicara Dengan Sabrin dan Bang Fahri.
98 98. Bertengkar Dengan Sabrin.
99 99. Bicara berdua.
100 100. Bujukan Iman.
101 101. Mengantar Kembali Kewarung.
102 102. Memberi waktu.
103 103. Mengantar Pulang Ayunda.
104 104.Rencana Kencan.
105 105.Kencan.
106 106. Makan malam Direstoran.
107 107.Jalan Jalan Malam.
108 108. Permintaan Iman.
109 109.Setuju Menikah Lagi.
110 110.SAH.
111 111.Menginap diHotel.
112 112. Gara Gara Kancing Baju.
113 113. Gagal Fokus.
114 114. Kerja Rodi.
115 115. Rumah Baru.
116 116.Positif.
117 117.Bertemu Musuh Lama.
118 118.Ingat Lagi.
119 119. Kedatangan Aisyah, Kemarahan Ayunda.
120 120. penolakan Aisyah Untuk Keluar.
121 121.Penjelasan Iman tentang Aisyah.
122 122. Pembicaraan Sesama Perempuan.
123 123. Akhir Bahagia(End)
Episodes

Updated 123 Episodes

1
1.Awal
2
2. SAH
3
3.Uang Nafkah.
4
4.Bos Preman.
5
5.Berkunjung.
6
6. Tidur Bareng.
7
7.Mengantar Kerja.
8
8.Tanda Merah Didada.
9
9.DiBengkel.
10
10.Beli Baju Tidur.
11
11.KeMall.
12
12.Bertemu diMall.
13
13. Bertemu Di Halte.
14
14.Kemarahan Iman.
15
15.Diajak Ke Pasar Malam.
16
16.Mengantar Pulang.
17
17.Ngambek
18
18.Perintah Iman pada Sukron.
19
19.Kesal dengan Widia.
20
20. Kemarahan Widia.
21
21. Bertemu Di Bis
22
22. Melihat Kontrakan Baru.
23
23.Setuju Tinggal Bersama.
24
24.Pindah Rumah.
25
25.Unboxing....
26
26.Sakit Kepala?
27
27.Dijemput Pulang Kerja.
28
28.Sarapan Nasi Goreng Panas.
29
29.Tidak Sengaja Bertabrakan.
30
30. Memberi tau Sabrin dan Fahri.
31
31. Mendapat Tawaran Pekerjaan Baru.
32
32. Rencana Mengajak Liburan.
33
33.Ajakan Makan Siang Bareng
34
34.Makan Siang Berdua.
35
35. Berlibur.
36
36.Berenang Yang Gagal.
37
37. Menjadi Pasangan Seutuhnya.
38
38.Kesalah pahaman Manis.
39
39.Membantu Mandi.
40
40. Makan Malam DiPantai.
41
41.Dilamar Ala Iman.
42
42.Larangan.
43
43. Manajer Baru.
44
44. Perintah Hafiz.
45
45.Bertemu Aisyah.
46
46. Larangan Pulang Dari Hafiz.
47
47.Selamat Dari Hafiz.
48
48. Mengatakan Sebenarnya Pada Widia.
49
49. Menemui Hafiz.
50
50. Berdebat Dengan Hafiz.
51
51. Ngobrol Berdua.
52
52. Paksaan Mandi Bareng.
53
53. Sampai Kedinginan.
54
54.Ajakan Menikah Iman.
55
55.Kecurigaan Aisyah.
56
56.Niat Hafiz Untuk Menikah Lagi.
57
57. Bujukan Umi Jubaedah.
58
58. Olah Raga Pagi.
59
59.Tugas Dari Pak Samsul.
60
60. Menjemput Tamu.
61
61. Keinginan Sabrin.
62
62. Datang KeRestoran.
63
63.Terkejut.
64
64.Keributan DiRestoran.
65
65. Bertengkar.
66
66. Menegaskan pada Hafiz.
67
67.Masalah Di Markas.
68
68. Penghianat Dalam Kelompok.
69
69. Kalah...
70
70. Pertanyaan Widia.
71
71. Mimpi...
72
72. Dukungan Widia.
73
73. Gue.... Sukron.
74
74. Perintah Sukron.
75
75. Pergi Dari Jakarta.
76
76. 3 Bulan Kemudian.
77
77. Aisyah Hamil.
78
78. Penegasan Iman.
79
79. Ayunda Tau.
80
80. Penjelasan Bang Fahri.
81
81. 5 Tahun.
82
82. Ketemu Demit
83
83. Dosen Sulaiman.
84
85.Ke Kantin Kampus.
85
85.Syok
86
86. Gagal Bertemu.
87
87. Larangan Sabrin.
88
88. Ke Surabaya
89
89. Belum Bisa Dipastikan.
90
90.Membeli Oleh Oleh.
91
91.Pulang Ke Jakarta.
92
92.Dia Nyata Tapi Lupa.
93
93.Perasaan Sakit.
94
94. Menabrak Sabrin.
95
95. Berniat Bicara Dengan Sabrin.
96
96. Mencoba Mencari Tau.
97
97. Bicara Dengan Sabrin dan Bang Fahri.
98
98. Bertengkar Dengan Sabrin.
99
99. Bicara berdua.
100
100. Bujukan Iman.
101
101. Mengantar Kembali Kewarung.
102
102. Memberi waktu.
103
103. Mengantar Pulang Ayunda.
104
104.Rencana Kencan.
105
105.Kencan.
106
106. Makan malam Direstoran.
107
107.Jalan Jalan Malam.
108
108. Permintaan Iman.
109
109.Setuju Menikah Lagi.
110
110.SAH.
111
111.Menginap diHotel.
112
112. Gara Gara Kancing Baju.
113
113. Gagal Fokus.
114
114. Kerja Rodi.
115
115. Rumah Baru.
116
116.Positif.
117
117.Bertemu Musuh Lama.
118
118.Ingat Lagi.
119
119. Kedatangan Aisyah, Kemarahan Ayunda.
120
120. penolakan Aisyah Untuk Keluar.
121
121.Penjelasan Iman tentang Aisyah.
122
122. Pembicaraan Sesama Perempuan.
123
123. Akhir Bahagia(End)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!