11.KeMall.

"Bos!",Sapa Sukron pada Iman dengan menunduk sopan.

"Lo pasti sudah dikhabari Imron kalau gue mau datang kesini kan?", celetuk Iman dengan berdiri dihadapan pria bertubuh pendek gempal dengan tato menghiasi seluruh tubuhnya yang kelihatan juga tindikan dihidung dan ujung bibirnya yang membuat penampilannya benar benar seperti seorang preman sejati.

"Iya bos Imron udah nelpon tadi".

"Lalu gimana?",tanya Iman dengan berjalan didepan Sukron menuju Mall karena mereka memang saat itu bertemu diparkiran Mall tempat Ayunda bekerja dan Iman penasaran apakah dia cukup beruntung sore ini akan bertemu perempuan itu saat sedang bekerja yang katanya dia bekerja sebagai OB disini.

"Aku memang akhir akhir ini sering melihat anak buah Ridwan bolak balik disekitar tempat kita ini bos dan ada beberapa kali mereka menyapa ku bos tapi tentu saja karena ini wilayah kita jadi aku menanggapinya biasa, sementara mereka nggak buat masalah".

"Lalu Ridwannya sendiri apa dia ada menemui Lo?".

Sukron menggeleng dengan menjajari langkah Iman yang naik menuju dalam Mall.

"Belum bos tapi selentingan itu udah aku dengar dan juga masalah dia yang mengejar bos karena mengira bos menyuruh orang untuk membuat masalah didaerahnya hingga ada pihaknya yang ditangkap pihak berwajib karena masalah narkoba".

"Masalah itu sudah beres minggu lalu tapi sepertinya sekarang dia sudah nggak puas lagi dengan pengaturan perjanjian pembagian wilayah yang pernah kami sepakati 3tahun yang lalu karena itu dia mau meminta tambahan wilayah kekuasaan padaku".

"Aku dengar kondisi wilayah miliknya tidak sebagus milik kita bos disana banyak penyusup yang menjual narkoba secara diam diam karena itu akhir akhir ini polisi sering berkeliling didaerahnya dan itu membuatnya pasti sedikit kesulitan bos".

"Apa jam segini para pekerja pembersih diMall ini sudah pulang?",celetuk Iman dengan mengedarkan pandangannya kesekeliling lantai 2 tempatnya berada sekarang.

"Untuk bagian lantai 2 dan 1 belum bos karena disini merupakan pusat Mall tetapi lantai 3 yang merupakan tempat bermain sudah".

Iman tidak menjawab tapi matanya berusaha mencari keberadaan Ayunda dengan menatap setiap lift atau eskalator yang turun dari lantai 3 tempat Ayunda bekerja.

"Bos mau minum?",tawar Sukron yang langsung dijawab gelengan oleh Iman.

"Nggak gue cuma mau lihat lihat aja gimana kondisi disini karena sudah beberapa bulan gue nggak kesini",terangnya dengan kembali berjalan dilorong lantai 2 itu dengan mengedarkan pandangan kederetan toko yang ada disana dan matanya langsung menyipit begitu melihat sosok Ayunda yang sedang berdiri dengan seorang gadis lain disampingnya berniat masuk kesalah satu toko khusus perempuan.

"Toko itu rame banget celetuk Iman dengan melangkah mendekat kearah toko yang dimasuki Ayunda barusan dengan temannya.

"Baru buka bos khusus menjual benda indah",terang Sukron dengan senyuman jahilnya karena dia tau sibos ini seram diluar tapi lugu didalam.

"Gue juga tau terlihat dari luar",balas Iman kesal.

Sukron langsung meringis mendengar jawaban Iman

"Kirain bos nggak bisa membedakan mana barang indah mana yang nggak".

Iman langsung menatap tajam Sukron.

"Barang bagus itu bukan yang dipajang untuk dilihat semua orang tapi yang disimpan rapi didalam lemari kaca dengan bersegel khusus",balas Iman yang membuat Sukron menggaruk kepalanya yang tidak gatal mendengar apa yang dikatakan Iman karena dia tau arti yang dimaksud oleh pria gagah disampingnya itu.

"Pantas selama ini bos selalu menolak barang yang dipajang didepan toko padahal mereka terlihat cantik dan sangat menggoda".

"Tapi kotor karena disentuh oleh banyak tangan orang yang tertarik pada barang itu meski mereka nggak pasti membelinya",terang Iman yang membuat Sukron tanpa sadar semakin kagum pada pria yang usianya lebih muda darinya tapi tidak bisa diremehkan karena kepintarannya hingga dia bisa menjadi pemimpin mereka semua.

"Selera bos benar benar tinggi",celetuk Sukron yang ditanggapi Iman datar karena fokusnya sekarang pada pengunjung yang masuk kedalam toko itu yang rata rata semua perempuan dengan berbagai usia dan juga ada beberapa pria yang mungkin bersama pasangan mereka entah itu istrinya pacarnya atau selingkuhannya Iman tidak perduli yang diperdulikannya adalah apa kira kira yang dibeli Ayunda dengan temannya didalam sana dan bagaimana penampilannya kalau memakainya nanti.

"Bos mau masuk kedalam sana?",celetuk Sukron yang membuat Iman tersadar dari lamunannya.

"Pemilik tempat itu bilang ingin bicara pada bos kalau misalnya nanti bos ada berkunjung kemari",terang Sukron yang karena melihat Iman bingung mendengar ajakannya barusan.

"Siapa yang punya?",tanya Iman masih belum beranjak dari tempatnya.

Sukron mendekatkan wajahnya kearah Iman.

"Mantan artis meski sudah berusia 40 tahun lebih tapi masih sangat cantik bos", terangnya yang membuat Iman langsung menatap tajam kearah Sukron dan sebelum Iman mengatakan sesuatu Sukron lebih dulu bicara.

"Dia bilang mau bicara bisnis kok bos bukan yang lain jadi nggak ada salahnya temui dia buat kelancaran bisnis kita disini".

"Baiklah ayo kita temui dia",ajak Iman dengan berjalan masuk kedalam toko khusus perempuan itu dengan berharap bertemu Ayunda didalam karena dari tadi dia belum melihat istri kecilnya itu keluar dari toko.

Tapi belum sempat Iman mengedarkan pandangan Sukron sudah menegurnya.

"Bos itu yang punya",celetuknya dengan menunjuk seorang perempuan cantik keturunan Tionghoa yang berusia diatas 40 tahun sedang duduk dibalik kasir.

Iman hanya menatap seadanya pada perempuan itu yang langsung tersenyum ramah pada Sukron begitu melihat pria itu.

"Halo mas Iron",sapanya dengan berjalan menghampiri Sukron dan Iman.

"Nyonya Liem ini Bos kami katanya anda ingin ketemu langsung dengannya",balas Sukron dengan memperkenalkan mereka berdua.

Perempuan yang dipanggil nyonya Liem itu langsung menoleh kearah Iman dan reflek dia menutup mulutnya dengan tangannya yang berjari lentik dengan dihiasi kutek indah.

"Oh Good dia sibos....wah it's amazing", celetuknya terpesona melihat penampilan Iman dan reflek dia langsung mengerlingkan matanya genit pada Iman membuat Iman menjadi kesal dibuatnya, tapi sebagai seorang profesional dalam menghadapi masalah seperti ini Iman hanya menanggapinya dingin.

"Nyonya Liem gue Iman ketua yang menangani keamanan di sekitar Mall ini",terangnya dengan mengulurkan tangannya kepada nyonya Liem yang langsung menyambutnya dengan antusias.

"Wah tangan sibos kuat banget pasti bagian yang lainnya juga tak kalah kuat jadi pengen megang juga",ucapnya dengan sengaja membelai tangan Iman membuat Iman ingin mencegkram leher perempuan didepannya kalau tidak ingat sekarang mereka sedang berada ditempat ramai dia pasti sudah melakukannya.

Sukron yang melihat ekspresi Iman yang ingin menghancurkan nyonya Liem buru buru menyela.

"Nyonya Liem apa anda tidak ingin mengajak bos Iman berkeliling toko anda sekarang mumpung dia ada disini".

(cocok nggak kira kira Visual Iman ini ya😁)

Terpopuler

Comments

Bit Toh

Bit Toh

kok tua yaaaa

2024-02-19

0

Nur Lizza

Nur Lizza

cocok

2023-09-10

1

Sulaiman Efendy

Sulaiman Efendy

KEREN & MACHO VISUALNYA, DRIPADA VISUAL2 OPPA2 KOREA, MLAS BNGET LIATNYA

2023-09-02

1

lihat semua
Episodes
1 1.Awal
2 2. SAH
3 3.Uang Nafkah.
4 4.Bos Preman.
5 5.Berkunjung.
6 6. Tidur Bareng.
7 7.Mengantar Kerja.
8 8.Tanda Merah Didada.
9 9.DiBengkel.
10 10.Beli Baju Tidur.
11 11.KeMall.
12 12.Bertemu diMall.
13 13. Bertemu Di Halte.
14 14.Kemarahan Iman.
15 15.Diajak Ke Pasar Malam.
16 16.Mengantar Pulang.
17 17.Ngambek
18 18.Perintah Iman pada Sukron.
19 19.Kesal dengan Widia.
20 20. Kemarahan Widia.
21 21. Bertemu Di Bis
22 22. Melihat Kontrakan Baru.
23 23.Setuju Tinggal Bersama.
24 24.Pindah Rumah.
25 25.Unboxing....
26 26.Sakit Kepala?
27 27.Dijemput Pulang Kerja.
28 28.Sarapan Nasi Goreng Panas.
29 29.Tidak Sengaja Bertabrakan.
30 30. Memberi tau Sabrin dan Fahri.
31 31. Mendapat Tawaran Pekerjaan Baru.
32 32. Rencana Mengajak Liburan.
33 33.Ajakan Makan Siang Bareng
34 34.Makan Siang Berdua.
35 35. Berlibur.
36 36.Berenang Yang Gagal.
37 37. Menjadi Pasangan Seutuhnya.
38 38.Kesalah pahaman Manis.
39 39.Membantu Mandi.
40 40. Makan Malam DiPantai.
41 41.Dilamar Ala Iman.
42 42.Larangan.
43 43. Manajer Baru.
44 44. Perintah Hafiz.
45 45.Bertemu Aisyah.
46 46. Larangan Pulang Dari Hafiz.
47 47.Selamat Dari Hafiz.
48 48. Mengatakan Sebenarnya Pada Widia.
49 49. Menemui Hafiz.
50 50. Berdebat Dengan Hafiz.
51 51. Ngobrol Berdua.
52 52. Paksaan Mandi Bareng.
53 53. Sampai Kedinginan.
54 54.Ajakan Menikah Iman.
55 55.Kecurigaan Aisyah.
56 56.Niat Hafiz Untuk Menikah Lagi.
57 57. Bujukan Umi Jubaedah.
58 58. Olah Raga Pagi.
59 59.Tugas Dari Pak Samsul.
60 60. Menjemput Tamu.
61 61. Keinginan Sabrin.
62 62. Datang KeRestoran.
63 63.Terkejut.
64 64.Keributan DiRestoran.
65 65. Bertengkar.
66 66. Menegaskan pada Hafiz.
67 67.Masalah Di Markas.
68 68. Penghianat Dalam Kelompok.
69 69. Kalah...
70 70. Pertanyaan Widia.
71 71. Mimpi...
72 72. Dukungan Widia.
73 73. Gue.... Sukron.
74 74. Perintah Sukron.
75 75. Pergi Dari Jakarta.
76 76. 3 Bulan Kemudian.
77 77. Aisyah Hamil.
78 78. Penegasan Iman.
79 79. Ayunda Tau.
80 80. Penjelasan Bang Fahri.
81 81. 5 Tahun.
82 82. Ketemu Demit
83 83. Dosen Sulaiman.
84 85.Ke Kantin Kampus.
85 85.Syok
86 86. Gagal Bertemu.
87 87. Larangan Sabrin.
88 88. Ke Surabaya
89 89. Belum Bisa Dipastikan.
90 90.Membeli Oleh Oleh.
91 91.Pulang Ke Jakarta.
92 92.Dia Nyata Tapi Lupa.
93 93.Perasaan Sakit.
94 94. Menabrak Sabrin.
95 95. Berniat Bicara Dengan Sabrin.
96 96. Mencoba Mencari Tau.
97 97. Bicara Dengan Sabrin dan Bang Fahri.
98 98. Bertengkar Dengan Sabrin.
99 99. Bicara berdua.
100 100. Bujukan Iman.
101 101. Mengantar Kembali Kewarung.
102 102. Memberi waktu.
103 103. Mengantar Pulang Ayunda.
104 104.Rencana Kencan.
105 105.Kencan.
106 106. Makan malam Direstoran.
107 107.Jalan Jalan Malam.
108 108. Permintaan Iman.
109 109.Setuju Menikah Lagi.
110 110.SAH.
111 111.Menginap diHotel.
112 112. Gara Gara Kancing Baju.
113 113. Gagal Fokus.
114 114. Kerja Rodi.
115 115. Rumah Baru.
116 116.Positif.
117 117.Bertemu Musuh Lama.
118 118.Ingat Lagi.
119 119. Kedatangan Aisyah, Kemarahan Ayunda.
120 120. penolakan Aisyah Untuk Keluar.
121 121.Penjelasan Iman tentang Aisyah.
122 122. Pembicaraan Sesama Perempuan.
123 123. Akhir Bahagia(End)
Episodes

Updated 123 Episodes

1
1.Awal
2
2. SAH
3
3.Uang Nafkah.
4
4.Bos Preman.
5
5.Berkunjung.
6
6. Tidur Bareng.
7
7.Mengantar Kerja.
8
8.Tanda Merah Didada.
9
9.DiBengkel.
10
10.Beli Baju Tidur.
11
11.KeMall.
12
12.Bertemu diMall.
13
13. Bertemu Di Halte.
14
14.Kemarahan Iman.
15
15.Diajak Ke Pasar Malam.
16
16.Mengantar Pulang.
17
17.Ngambek
18
18.Perintah Iman pada Sukron.
19
19.Kesal dengan Widia.
20
20. Kemarahan Widia.
21
21. Bertemu Di Bis
22
22. Melihat Kontrakan Baru.
23
23.Setuju Tinggal Bersama.
24
24.Pindah Rumah.
25
25.Unboxing....
26
26.Sakit Kepala?
27
27.Dijemput Pulang Kerja.
28
28.Sarapan Nasi Goreng Panas.
29
29.Tidak Sengaja Bertabrakan.
30
30. Memberi tau Sabrin dan Fahri.
31
31. Mendapat Tawaran Pekerjaan Baru.
32
32. Rencana Mengajak Liburan.
33
33.Ajakan Makan Siang Bareng
34
34.Makan Siang Berdua.
35
35. Berlibur.
36
36.Berenang Yang Gagal.
37
37. Menjadi Pasangan Seutuhnya.
38
38.Kesalah pahaman Manis.
39
39.Membantu Mandi.
40
40. Makan Malam DiPantai.
41
41.Dilamar Ala Iman.
42
42.Larangan.
43
43. Manajer Baru.
44
44. Perintah Hafiz.
45
45.Bertemu Aisyah.
46
46. Larangan Pulang Dari Hafiz.
47
47.Selamat Dari Hafiz.
48
48. Mengatakan Sebenarnya Pada Widia.
49
49. Menemui Hafiz.
50
50. Berdebat Dengan Hafiz.
51
51. Ngobrol Berdua.
52
52. Paksaan Mandi Bareng.
53
53. Sampai Kedinginan.
54
54.Ajakan Menikah Iman.
55
55.Kecurigaan Aisyah.
56
56.Niat Hafiz Untuk Menikah Lagi.
57
57. Bujukan Umi Jubaedah.
58
58. Olah Raga Pagi.
59
59.Tugas Dari Pak Samsul.
60
60. Menjemput Tamu.
61
61. Keinginan Sabrin.
62
62. Datang KeRestoran.
63
63.Terkejut.
64
64.Keributan DiRestoran.
65
65. Bertengkar.
66
66. Menegaskan pada Hafiz.
67
67.Masalah Di Markas.
68
68. Penghianat Dalam Kelompok.
69
69. Kalah...
70
70. Pertanyaan Widia.
71
71. Mimpi...
72
72. Dukungan Widia.
73
73. Gue.... Sukron.
74
74. Perintah Sukron.
75
75. Pergi Dari Jakarta.
76
76. 3 Bulan Kemudian.
77
77. Aisyah Hamil.
78
78. Penegasan Iman.
79
79. Ayunda Tau.
80
80. Penjelasan Bang Fahri.
81
81. 5 Tahun.
82
82. Ketemu Demit
83
83. Dosen Sulaiman.
84
85.Ke Kantin Kampus.
85
85.Syok
86
86. Gagal Bertemu.
87
87. Larangan Sabrin.
88
88. Ke Surabaya
89
89. Belum Bisa Dipastikan.
90
90.Membeli Oleh Oleh.
91
91.Pulang Ke Jakarta.
92
92.Dia Nyata Tapi Lupa.
93
93.Perasaan Sakit.
94
94. Menabrak Sabrin.
95
95. Berniat Bicara Dengan Sabrin.
96
96. Mencoba Mencari Tau.
97
97. Bicara Dengan Sabrin dan Bang Fahri.
98
98. Bertengkar Dengan Sabrin.
99
99. Bicara berdua.
100
100. Bujukan Iman.
101
101. Mengantar Kembali Kewarung.
102
102. Memberi waktu.
103
103. Mengantar Pulang Ayunda.
104
104.Rencana Kencan.
105
105.Kencan.
106
106. Makan malam Direstoran.
107
107.Jalan Jalan Malam.
108
108. Permintaan Iman.
109
109.Setuju Menikah Lagi.
110
110.SAH.
111
111.Menginap diHotel.
112
112. Gara Gara Kancing Baju.
113
113. Gagal Fokus.
114
114. Kerja Rodi.
115
115. Rumah Baru.
116
116.Positif.
117
117.Bertemu Musuh Lama.
118
118.Ingat Lagi.
119
119. Kedatangan Aisyah, Kemarahan Ayunda.
120
120. penolakan Aisyah Untuk Keluar.
121
121.Penjelasan Iman tentang Aisyah.
122
122. Pembicaraan Sesama Perempuan.
123
123. Akhir Bahagia(End)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!