18.Perintah Iman pada Sukron.

"Bos!",panggil Sukron dengan berjalan menghampiri Iman yang baru turun dari ojek.

"Bagaimana?",tanyanya dengan mengamati kondisi sekitar.

"Sudah beres meski tadi sempat ada petugas yang ngeyel tidak percaya dengan penjelasan orang yang kami bayar",terang Sukron yang tidak ditanggapi oleh Iman karena itu hal biasa baginya tapi dengan begini sepertinya urusannya dengan pria bernama Wawan belum bisa disebut selesai padahal dia sedang tidak berniat berurusan dengan kekerasaan saat ini.

"Memangnya apa yang terjadi kemarin bos.Kata orang yang ada disekitar Halte bos memukul pria bernama Wawan yang bekerja di Mall itu karena seorang perempuan.Apa benar?",cerocos Sukron penasaran karena dia tadi pagi sempat terkejut waktu salah seorang anak buahnya mengatakan kalau polisi datang keMarkas mereka mencari Iman yang sudah memukul seorang pria karena berebut perempuan.

"Bisa dibilang begitu",jawab Iman dengan masuk kedalam Markas yang juga merupakan tempat tinggal Sukron selama ini.

Bukan bangunan megah seperti selayaknya sebuah Markas tapi hanya bangunan berdinding triplek beratap seng dengan ukuran sekitar 4x4 yang terbagi menjadi 2 ruangan kecil dengan sebuah kamar mandi sederhana dibagian belakang yang punya multi fungsi.

Seketika Sukron melongo mendengar jawaban Iman.

"Hah! Kok bisa? Emang dia siapa sampai membuat bos melakukan itu".

"Nanti aja nanyanya gue mau mandi dari tadi malam gue nggak sempat nyentuh air",jawab Iman dengan berjalan kebelakang menuju kamar mandi tapi sebelum dia masuk kedalam kamar mandi dia berteriak pada Sukron.

"Belikan gue sarapan!",perintahnya keras.

"Bos mau makan apa?!",balas Sukron dari depan.

"Apa aja jangan lupa belikan juga gue rokok.Rokok gue habis!".

"Iya bos!".

Lalu Sukron pergi untuk membelikan apa yang diminta Iman padanya dan kembali tepat setelah Iman selesai membersihkan tubuhnya dengan keluar dari dalam kamar mandi hanya dengan mengenakan celana jeans robeknya tanpa mengenakan lagi baju yang dipakainya tadi.

"Ni bos makan".

Sukron memberikan nasi pecel juga sebungkus rokok seperti permintaan Iman tadi.

"Bantu gue cari tempat kos layak disekitar sini",ucap Iman dengan mengunyah makannya.

"Tempat kos?Bukannya bos sudah punya kenapa mau pindah".

"Lingkungan disana nggak layak buat ditempati gadis baik baik",jawab Iman yang membuat Sukron langsung menatap Iman.

"Bukan buat bos.Apa buat perempuan yang kemarin kalian rebutkan?",tanya Sukron penasaran.

"Gue nggak merebut karena dia memang milik gue.Pria brengsek itu aja yang nggak tau diri berani mengakuinya".

"Berarti dia pacar bos.Apa bos kali ini serius sampai mau mencarikan tempat tinggal buat dia".

"Bukan cuma buat dia tapi buat kami tinggal".

"Uhuk.....uhuk...".

Reflek Sukron terbatuk mendengar ucapan Iman.

Sebenarnya bukan hal aneh bagi dunia mereka untuk tinggal bersama perempuan yang tidak punya hubungan pernikahan.

Sukron juga beberapa kali melakukan nya lalu mereka berpisah setelah merasa tidak cocok lagi dan Iman sebagai ketua mereka tidak pernah memperdulikan hal itu karena itu bukan pelanggaran peraturan kelompok mereka .

Tapi kalau itu dilakukan Iman yang selama ini terkenal membatasi pergaulannya dengan perempuan tentu saja Sukron merasa terkejut. Bukan berarti Iman tidak pernah dekat dengan perempuan.

Setahu Sukron pernah beberapa kali pria itu dekat dengan perempuan yang juga termasuk dari lingkungan seperti mereka tapi hubungan mereka tidak pernah berlanjut serius bahkan Sukron yakin Iman tidak pernah mengajak perempuan yang dekat dengannya dulu untuk tidur bersama seperti layaknya pasangan.

Tapi tiba tiba sekarang dia ingin tinggal bersama seorang perempuan yang membuatnya terlibat masalah meski bukan masalah besar tapi ini pertama kalinya Iman mau merepotkan dirinya dalam sebuah hubungan dengan lawan jenis membuat Sukron penasaran siapa perempuan itu sebenarnya".

"Lo nggak bisa hati hati kalau makan",celetuk Iman dengan mendekat kan botol air mineral yang tadi dibelikan Sukron bersama sarapannya karena Iman memang tidak mau minum dimanapun kalau bukan air mineral yang masih bersegel.

Bukan karena dia tidak bisa minum air biasa tapi dilingkungan keras seperti yang mereka tempati kalau ingin tetap selamat maka harus selalu waspada itu motto yang harus selalu diingat.

"Maaf bos aku terlalu kaget karena bos bilang mau cari kontrakan layak buat tinggal sama perempuan.Apa itu perempuan yang kalian rebutkan?",tanya Sukron menatap kearah Iman.

"Iya dia gadis baik baik dan kerja diMall sini jadi OB dilantai 3.Tempatnya yang sekarang terlalu kecil juga jauh jadi gue ngajak dia pindah.Tapi tempat kos gue yang itu nggak layak buat dia karena yang tinggal disana hampir semua kerja di dunia malam".

"Tapi kalau dia tinggal disana sama bos kan tetap aja tetangga bos nggak ada yang berani mengganggunya".

"Masalahnya bukan cuma itu!",sentak Iman dengan menyulut sebatang rokok sebagai pencuci mulutnya.

"Jangan bilang bos nggak ngaku kalau sebenarnya bos itu.....".

"Ya...gue cuma bilang kalau gue kerja dibengkel sama dia.Jadi nanti kalau Lo ketemu dia Lo juga jangan bilang siapa Lo".

Sukron mengangguk dengan tetap menatap kearah Iman yang terus saja mengepulkan asap rokok yang dihisapnya dengan banyak pertanyaan memenuhi otak kecil nya karena Iman memang orang yang penuh rahasia selama ini.

Dari asal usulnya yang tidak ada seorang pun yang tau sejak dia mulai menginjakkan kaki didunia keras yang dulu masih seorang pemuda tanggung yang sempat sangat diremehkan oleh mereka tapi ternyata membuat mereka tunduk dalam waktu kurang dari 5 tahun dan sampai sekarang kejayaannya dan nama besarnya sebagai pemimpin preman tangguh tidak ada yang berani meragukannya dan asal usul pria itu semakin tertutup.

Sukron sempat beberapa kali penasaran dan berusaha menanyakan masalah itu tapi Iman tidak pernah sekalipun mengatakannya seolah dia ingin mengubur asal usulnya yang sebenarnya.

Tapi dilihat dari perawakannya bukan hanya sekarang sejak dulu banyak orang yang tidak percaya kalau dia merupakan preman yang hidup dari memalak atau memukuli orang supaya bisa bertahan hidup karena penampilannya yang tidak kalah dengan artis ditelevisi hingga banyak perempuan yang menyangka dia sebagai simpanan Tante Tante genit.

"Lalu gimana soal Tante Liem?",celetuk Sukron yang membuat Iman ingat dengan sebab pertengkarannya dengan Ayunda tadi malam.

"pengen gue congkel biji mata tu perempuan",jawab Iman yang membuat Sukron terkejut.

"Maksud bos.Bos mau ngasih dia pelajaran begitu?".

"Ya".

"Kalau bos ngelakuin kekerasan lagi bisa bisa polisi bener bener nangkap bos dan...".

"Naikkan biaya keaman tokonya nya 20 persen lebih tinggi dari yang lain dan kalau dia negosiasi ama Lo, tolak! Awas Lo mau dirayunya gue kebiri nanti Lo?!",ancam Iman dengan tatapan dingin yang langsung dijawab gelengan oleh Sukron karena biasanya Iman bisa membuktikan ucapannya meski bukan benar benar dikebiri tapi dia yakin siksaan Iman akan bisa membuatnya jera.

Terpopuler

Comments

S P Lani

S P Lani

lah sok soan jadi kepala preman main atur pajak seenak jidatnya.makanyanpemberontakan pasti ada di cerita ini aku yakin nih

2025-03-02

0

Nur Lizza

Nur Lizza

duh sukron kok gk ngudeng jg

2023-09-10

0

Qaisaa Nazarudin

Qaisaa Nazarudin

Kan kemaren Iman udah bilang dia udah Ijab apa Sukron lupa ya, Atau Sukron pikir Iman bercanda doang..

2023-08-08

0

lihat semua
Episodes
1 1.Awal
2 2. SAH
3 3.Uang Nafkah.
4 4.Bos Preman.
5 5.Berkunjung.
6 6. Tidur Bareng.
7 7.Mengantar Kerja.
8 8.Tanda Merah Didada.
9 9.DiBengkel.
10 10.Beli Baju Tidur.
11 11.KeMall.
12 12.Bertemu diMall.
13 13. Bertemu Di Halte.
14 14.Kemarahan Iman.
15 15.Diajak Ke Pasar Malam.
16 16.Mengantar Pulang.
17 17.Ngambek
18 18.Perintah Iman pada Sukron.
19 19.Kesal dengan Widia.
20 20. Kemarahan Widia.
21 21. Bertemu Di Bis
22 22. Melihat Kontrakan Baru.
23 23.Setuju Tinggal Bersama.
24 24.Pindah Rumah.
25 25.Unboxing....
26 26.Sakit Kepala?
27 27.Dijemput Pulang Kerja.
28 28.Sarapan Nasi Goreng Panas.
29 29.Tidak Sengaja Bertabrakan.
30 30. Memberi tau Sabrin dan Fahri.
31 31. Mendapat Tawaran Pekerjaan Baru.
32 32. Rencana Mengajak Liburan.
33 33.Ajakan Makan Siang Bareng
34 34.Makan Siang Berdua.
35 35. Berlibur.
36 36.Berenang Yang Gagal.
37 37. Menjadi Pasangan Seutuhnya.
38 38.Kesalah pahaman Manis.
39 39.Membantu Mandi.
40 40. Makan Malam DiPantai.
41 41.Dilamar Ala Iman.
42 42.Larangan.
43 43. Manajer Baru.
44 44. Perintah Hafiz.
45 45.Bertemu Aisyah.
46 46. Larangan Pulang Dari Hafiz.
47 47.Selamat Dari Hafiz.
48 48. Mengatakan Sebenarnya Pada Widia.
49 49. Menemui Hafiz.
50 50. Berdebat Dengan Hafiz.
51 51. Ngobrol Berdua.
52 52. Paksaan Mandi Bareng.
53 53. Sampai Kedinginan.
54 54.Ajakan Menikah Iman.
55 55.Kecurigaan Aisyah.
56 56.Niat Hafiz Untuk Menikah Lagi.
57 57. Bujukan Umi Jubaedah.
58 58. Olah Raga Pagi.
59 59.Tugas Dari Pak Samsul.
60 60. Menjemput Tamu.
61 61. Keinginan Sabrin.
62 62. Datang KeRestoran.
63 63.Terkejut.
64 64.Keributan DiRestoran.
65 65. Bertengkar.
66 66. Menegaskan pada Hafiz.
67 67.Masalah Di Markas.
68 68. Penghianat Dalam Kelompok.
69 69. Kalah...
70 70. Pertanyaan Widia.
71 71. Mimpi...
72 72. Dukungan Widia.
73 73. Gue.... Sukron.
74 74. Perintah Sukron.
75 75. Pergi Dari Jakarta.
76 76. 3 Bulan Kemudian.
77 77. Aisyah Hamil.
78 78. Penegasan Iman.
79 79. Ayunda Tau.
80 80. Penjelasan Bang Fahri.
81 81. 5 Tahun.
82 82. Ketemu Demit
83 83. Dosen Sulaiman.
84 85.Ke Kantin Kampus.
85 85.Syok
86 86. Gagal Bertemu.
87 87. Larangan Sabrin.
88 88. Ke Surabaya
89 89. Belum Bisa Dipastikan.
90 90.Membeli Oleh Oleh.
91 91.Pulang Ke Jakarta.
92 92.Dia Nyata Tapi Lupa.
93 93.Perasaan Sakit.
94 94. Menabrak Sabrin.
95 95. Berniat Bicara Dengan Sabrin.
96 96. Mencoba Mencari Tau.
97 97. Bicara Dengan Sabrin dan Bang Fahri.
98 98. Bertengkar Dengan Sabrin.
99 99. Bicara berdua.
100 100. Bujukan Iman.
101 101. Mengantar Kembali Kewarung.
102 102. Memberi waktu.
103 103. Mengantar Pulang Ayunda.
104 104.Rencana Kencan.
105 105.Kencan.
106 106. Makan malam Direstoran.
107 107.Jalan Jalan Malam.
108 108. Permintaan Iman.
109 109.Setuju Menikah Lagi.
110 110.SAH.
111 111.Menginap diHotel.
112 112. Gara Gara Kancing Baju.
113 113. Gagal Fokus.
114 114. Kerja Rodi.
115 115. Rumah Baru.
116 116.Positif.
117 117.Bertemu Musuh Lama.
118 118.Ingat Lagi.
119 119. Kedatangan Aisyah, Kemarahan Ayunda.
120 120. penolakan Aisyah Untuk Keluar.
121 121.Penjelasan Iman tentang Aisyah.
122 122. Pembicaraan Sesama Perempuan.
123 123. Akhir Bahagia(End)
Episodes

Updated 123 Episodes

1
1.Awal
2
2. SAH
3
3.Uang Nafkah.
4
4.Bos Preman.
5
5.Berkunjung.
6
6. Tidur Bareng.
7
7.Mengantar Kerja.
8
8.Tanda Merah Didada.
9
9.DiBengkel.
10
10.Beli Baju Tidur.
11
11.KeMall.
12
12.Bertemu diMall.
13
13. Bertemu Di Halte.
14
14.Kemarahan Iman.
15
15.Diajak Ke Pasar Malam.
16
16.Mengantar Pulang.
17
17.Ngambek
18
18.Perintah Iman pada Sukron.
19
19.Kesal dengan Widia.
20
20. Kemarahan Widia.
21
21. Bertemu Di Bis
22
22. Melihat Kontrakan Baru.
23
23.Setuju Tinggal Bersama.
24
24.Pindah Rumah.
25
25.Unboxing....
26
26.Sakit Kepala?
27
27.Dijemput Pulang Kerja.
28
28.Sarapan Nasi Goreng Panas.
29
29.Tidak Sengaja Bertabrakan.
30
30. Memberi tau Sabrin dan Fahri.
31
31. Mendapat Tawaran Pekerjaan Baru.
32
32. Rencana Mengajak Liburan.
33
33.Ajakan Makan Siang Bareng
34
34.Makan Siang Berdua.
35
35. Berlibur.
36
36.Berenang Yang Gagal.
37
37. Menjadi Pasangan Seutuhnya.
38
38.Kesalah pahaman Manis.
39
39.Membantu Mandi.
40
40. Makan Malam DiPantai.
41
41.Dilamar Ala Iman.
42
42.Larangan.
43
43. Manajer Baru.
44
44. Perintah Hafiz.
45
45.Bertemu Aisyah.
46
46. Larangan Pulang Dari Hafiz.
47
47.Selamat Dari Hafiz.
48
48. Mengatakan Sebenarnya Pada Widia.
49
49. Menemui Hafiz.
50
50. Berdebat Dengan Hafiz.
51
51. Ngobrol Berdua.
52
52. Paksaan Mandi Bareng.
53
53. Sampai Kedinginan.
54
54.Ajakan Menikah Iman.
55
55.Kecurigaan Aisyah.
56
56.Niat Hafiz Untuk Menikah Lagi.
57
57. Bujukan Umi Jubaedah.
58
58. Olah Raga Pagi.
59
59.Tugas Dari Pak Samsul.
60
60. Menjemput Tamu.
61
61. Keinginan Sabrin.
62
62. Datang KeRestoran.
63
63.Terkejut.
64
64.Keributan DiRestoran.
65
65. Bertengkar.
66
66. Menegaskan pada Hafiz.
67
67.Masalah Di Markas.
68
68. Penghianat Dalam Kelompok.
69
69. Kalah...
70
70. Pertanyaan Widia.
71
71. Mimpi...
72
72. Dukungan Widia.
73
73. Gue.... Sukron.
74
74. Perintah Sukron.
75
75. Pergi Dari Jakarta.
76
76. 3 Bulan Kemudian.
77
77. Aisyah Hamil.
78
78. Penegasan Iman.
79
79. Ayunda Tau.
80
80. Penjelasan Bang Fahri.
81
81. 5 Tahun.
82
82. Ketemu Demit
83
83. Dosen Sulaiman.
84
85.Ke Kantin Kampus.
85
85.Syok
86
86. Gagal Bertemu.
87
87. Larangan Sabrin.
88
88. Ke Surabaya
89
89. Belum Bisa Dipastikan.
90
90.Membeli Oleh Oleh.
91
91.Pulang Ke Jakarta.
92
92.Dia Nyata Tapi Lupa.
93
93.Perasaan Sakit.
94
94. Menabrak Sabrin.
95
95. Berniat Bicara Dengan Sabrin.
96
96. Mencoba Mencari Tau.
97
97. Bicara Dengan Sabrin dan Bang Fahri.
98
98. Bertengkar Dengan Sabrin.
99
99. Bicara berdua.
100
100. Bujukan Iman.
101
101. Mengantar Kembali Kewarung.
102
102. Memberi waktu.
103
103. Mengantar Pulang Ayunda.
104
104.Rencana Kencan.
105
105.Kencan.
106
106. Makan malam Direstoran.
107
107.Jalan Jalan Malam.
108
108. Permintaan Iman.
109
109.Setuju Menikah Lagi.
110
110.SAH.
111
111.Menginap diHotel.
112
112. Gara Gara Kancing Baju.
113
113. Gagal Fokus.
114
114. Kerja Rodi.
115
115. Rumah Baru.
116
116.Positif.
117
117.Bertemu Musuh Lama.
118
118.Ingat Lagi.
119
119. Kedatangan Aisyah, Kemarahan Ayunda.
120
120. penolakan Aisyah Untuk Keluar.
121
121.Penjelasan Iman tentang Aisyah.
122
122. Pembicaraan Sesama Perempuan.
123
123. Akhir Bahagia(End)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!