4.Bos Preman.

"Brak!".

"Bos!",panggil semua orang yang ada di dalam bangunan ruko terbengkalai itu pada Iman yang membuka pintu besi ruko itu dengan sangat keras.

"Dasar bre*sek Lo Lo semua!",bentaknya dengan marah.

"Ma...maaf bos kita kita nggak tau kalau bos dikejar kelompok Ridwan tadi malam setelah bos pulang dari sini",ucap salah seorang yang ada diruangan itu.

"Plak!".

Sebuah pukulan keras dilayangkan Iman kekepala pria yang tadi menjawab bicaranya membuat orang tersebut langsung tersungkur kelantai sementara yang lain langsung terdiam tidak berani ada yang bicara lagi.

"Lo kan yang buat masalah sama pihak Ridwan Minggu lalu!",bentaknya marah pada orang tersebut.

"Ma...maksud bos?".

"Lo serobot kerjaan milik Ridwan tanpa sepengetahuan gue dan Ridwan pikir itu perintah gue karena itu tadi malam waktu melihat gue dia langsung mengejar gue untung saja gue berhasil lolos kalau nggak mungkin kalian semua hari ini harus ngelayat gue dasar bre*sek!".

"Ma...maaf bos aku cuma berniat membuat pihak Ridwan jera dan nggak sok berkuasa lagi didaerah itu karena itu..".

"Jangan sok tau Lo! Berapa lama Lo ikut gue?! Kenapa Lo sudah berani lancang mendahului yang nggak gue perintahkan!",bentak Iman marah lalu kembali memukul kepala pria itu dengan keras hingga membuat pria itu terjungkal lagi.

"Imron!",panggilnya dengan keras.

"Iya Bos",jawab pria yang dipanggil Imron oleh Iman.

"Bereskan dia supaya kesalahan seperti ini nggak terjadi lagi!",perintah Iman dengan pergi meninggalkan tempat itu menuju sebuah ruangan yang terletak dibagian sedikit kebelakang bangunan ruko itu yang dipakai menjadi ruangannya.

1 jam kemudian pria bernama Imron itu masuk kedalam ruangan Iman.

"Sudah beres bos",lapornya dengan duduk disalah satu kursi besi tua yang ada diruangan itu.

" Nanti Lo pergi ketempat Ridwan bilang kepihak mereka siapa yang sudah melakukannya".

"Siap bos akan aku lakukan sekalian membuang sampah kita itu dari sini".

" Kerja Bagus",jawab Iman.

"Bos...bos habis dari pengajian? Kok tumben penampilan bos kali ini berbeda dari biasanya. Apa bos baru dapat hidayah setelah dikejar si Ridwan tadi malam",tegur Imron karena melihat Iman yang mengenakan kain sarung dengan atasan Koko putih membuat dia terlihat berbeda dari biasanya yang selalu memakai kaos lusuh dan jeans belel dengan banyak robekan.

"Gue habis Ijab tadi malam",terang Iman yang membuat imron langsung melongo mendengarnya karena tentu saja tidak percaya.

"Ambilkan gue baju ganti gue mau kebengkel sebentar lagi setelah memeriksa persedian barang kita disini",perintah Iman yang langsung dituruti oleh Imron dengan patuh.

"Ini bos bajunya tapi emang bener ya yang baru saja bos bilang?",tanya Imron penasaran meski tidak percaya.

"Yang mana?",tanya Iman dengan mengenakan pakaian kebesarannya sebuah kaos lusuh dan jeans belel.

"Itu...yang bos bilang kalau bos baru aja kawin".

Iman langsung menoleh kearah Imron.

"Apa maksud Lo?!".

Imron buru buru menggeleng begitu melihat ekspresi Iman yang terlihat marah mendengar ucapannya.

"Gue bilang ijab bukan kawin ngerti Lo, Lo pikir gue kambing apa!",gerutunya kesal.

"La emang beda ya bos. Kan sama sama ***** *****",ucap Imron dengan menunjukan nya melalui gerakan kedua tangannya dihadapan Iman.

"Plak!".

Iman melayangkan tangannya kekepala Imron dengan keras hingga membuat Imron langsung memegangi kepalanya yang terasa sakit.

"Gue bilang ijab bukan kawin.Apa itu kurang jelas ditelinga Lo Mron!".

"Jelas bos,tapi apa artinya itu bos sudah punya istri begitu?",tanya Imron penasaran.

"Bisa dibilang begitu",jawab Iman.

Imron ingin bertanya lagi karena merasa penasaran dengan apa yang dikatakan Iman tentang maksudnya sudah punya istri karena setahunya Iman tidak pernah dekat dengan perempuan manapun selama ini meski banyak perempuan yang berniat mendekatinya terutama para perempuan malam yang mereka kenal juga ada perempuan baik baik yang tertarik karena wajah Iman yang tampan meski penampilannya selalu berantakan.

Tapi Iman sebagai ketua preman yang menguasai lebih dari seperempat area parkir dan terminal yang ada dikota Depok tidak pernah terlihat dekat dengan lawan jenisnya selain sebatas urusan yang berkaitan dengan pekerjaan meski dia tidak pernah melarang anak buahnya untuk bersenang senang dengan para wanita malam selama resiko mereka tanggung sendiri.

Tapi niat Imron tertahan karena ponsel Iman tiba tiba berbunyi.

"Bos telpon",ucap Imron dengan memberikan ponsel Iman pada siempunya.

Lalu Iman menerima telpon itu dan bicara cukup lama dengan sipenelpon yang sepertinya berkaitan dengan bisnis.

"Apa ada masalah bos?",tanya Imron setelah Iman selesai menerima telpon.

"Siapa yang berani menjual barang terlarang disekitar Mall dikawasan jalan Cokroaminoto?!",tanyanya dengan menatap tajam kearah Imron

Mendengar pertanyaan Iman Imron langsung menggeleng.

"Bukankah peraturan kelompok kita melarang untuk menjual barang haram jadi...".

"Lalu kenapa masih ada?!Apa selama ini kalian kekurangan uang dari hasil pajak keamanan tempat tempat yang berada di wilayah kekuasaan kita sampai masih harus melakukan itu!",bentak Iman marah.

"Ini pasti ada yang salah bos.Mungkin saja ada yang ingin menjebak kita dengan mengatakan kalau anak buah kita yang melakukannya".

Mendengar apa yang dikatakan Imron Iman terdiam sepetinya dia sedang berpikir dengan jernih.

"Apa ada sesuatu yang nggak ku ketahui selama aku sibuk mengurus bengkel kendaraan akhir akhir ini?",tanya Iman dengan menatap Imron tajam karena pria berperawakan sedikit gempal dengan banyak tato ditubuhnya dan juga tindikan di telinga itu merupakan salah satu tangan kanannya selama ini selain beberapa orang lagi yang cukup dipercayanya dan mereka semua punya tugas masing masing yang diberikan oleh Iman sebagai sang ketua.

Imron menggeleng.

"Semua selalu aku laporkan bos selama mereka mengirim laporannya kepadaku kecuali..",tiba tiba Imron terdiam karena ingat kalau bagian wilayah kekuasaan milik kelompok mereka yang dikatakan Iman itu sudah hampir satu bulan tidak memberikan laporan padanya dan dia juga tidak terlalu memperhatikannya karena mereka tetap mengirim pendapatan dari pajak yang ada ditempat itu meski tidak ada laporan terperincinya.

"Kecuali apa Mron?",tanya Iman penuh selidik.

"Daerah yang bos sebutkan itu memang selalu menyetorkan uang pada kita tapi nggak pernah ngasih laporan terperincinya bos",terang Imron.

"Berikan laporan terakhir mereka padaku biar kuperiksa lalu siapkan beberapa orang buat ikut aku kesana satu jam lagi".

"Siap bos".

Lalu Imron keluar dari ruangan itu untuk mengambilkan apa yang diminta Iman padanya.

"Ini barang yang bos minta".

Lalu setelah menyerahkan apa yang diminta Iman Imron keluar lagi untuk mempersiapkan beberapa pria yang akan ikut Iman pergi satu jam lagi karena meski itu wilayah kekuasaan Iman tapi tetap ada potensi terjadi adu pukul disana nantinya.

Terpopuler

Comments

Nur Lizza

Nur Lizza

imam bos preman y baik

2023-09-09

1

Qaisaa Nazarudin

Qaisaa Nazarudin

Boss kalian itu punya julukan baru dengan kata “Preman insyaf “🤣🤣🤣

2023-08-08

0

nengkirana

nengkirana

thorr...penulisannya kurang. awalnya gw lo tapi berubah aku kamu. klw preman kan pasti gw lo ngomongnya. jadi agak aneh menurut ku bahasanya jdi formal😊

2023-06-12

0

lihat semua
Episodes
1 1.Awal
2 2. SAH
3 3.Uang Nafkah.
4 4.Bos Preman.
5 5.Berkunjung.
6 6. Tidur Bareng.
7 7.Mengantar Kerja.
8 8.Tanda Merah Didada.
9 9.DiBengkel.
10 10.Beli Baju Tidur.
11 11.KeMall.
12 12.Bertemu diMall.
13 13. Bertemu Di Halte.
14 14.Kemarahan Iman.
15 15.Diajak Ke Pasar Malam.
16 16.Mengantar Pulang.
17 17.Ngambek
18 18.Perintah Iman pada Sukron.
19 19.Kesal dengan Widia.
20 20. Kemarahan Widia.
21 21. Bertemu Di Bis
22 22. Melihat Kontrakan Baru.
23 23.Setuju Tinggal Bersama.
24 24.Pindah Rumah.
25 25.Unboxing....
26 26.Sakit Kepala?
27 27.Dijemput Pulang Kerja.
28 28.Sarapan Nasi Goreng Panas.
29 29.Tidak Sengaja Bertabrakan.
30 30. Memberi tau Sabrin dan Fahri.
31 31. Mendapat Tawaran Pekerjaan Baru.
32 32. Rencana Mengajak Liburan.
33 33.Ajakan Makan Siang Bareng
34 34.Makan Siang Berdua.
35 35. Berlibur.
36 36.Berenang Yang Gagal.
37 37. Menjadi Pasangan Seutuhnya.
38 38.Kesalah pahaman Manis.
39 39.Membantu Mandi.
40 40. Makan Malam DiPantai.
41 41.Dilamar Ala Iman.
42 42.Larangan.
43 43. Manajer Baru.
44 44. Perintah Hafiz.
45 45.Bertemu Aisyah.
46 46. Larangan Pulang Dari Hafiz.
47 47.Selamat Dari Hafiz.
48 48. Mengatakan Sebenarnya Pada Widia.
49 49. Menemui Hafiz.
50 50. Berdebat Dengan Hafiz.
51 51. Ngobrol Berdua.
52 52. Paksaan Mandi Bareng.
53 53. Sampai Kedinginan.
54 54.Ajakan Menikah Iman.
55 55.Kecurigaan Aisyah.
56 56.Niat Hafiz Untuk Menikah Lagi.
57 57. Bujukan Umi Jubaedah.
58 58. Olah Raga Pagi.
59 59.Tugas Dari Pak Samsul.
60 60. Menjemput Tamu.
61 61. Keinginan Sabrin.
62 62. Datang KeRestoran.
63 63.Terkejut.
64 64.Keributan DiRestoran.
65 65. Bertengkar.
66 66. Menegaskan pada Hafiz.
67 67.Masalah Di Markas.
68 68. Penghianat Dalam Kelompok.
69 69. Kalah...
70 70. Pertanyaan Widia.
71 71. Mimpi...
72 72. Dukungan Widia.
73 73. Gue.... Sukron.
74 74. Perintah Sukron.
75 75. Pergi Dari Jakarta.
76 76. 3 Bulan Kemudian.
77 77. Aisyah Hamil.
78 78. Penegasan Iman.
79 79. Ayunda Tau.
80 80. Penjelasan Bang Fahri.
81 81. 5 Tahun.
82 82. Ketemu Demit
83 83. Dosen Sulaiman.
84 85.Ke Kantin Kampus.
85 85.Syok
86 86. Gagal Bertemu.
87 87. Larangan Sabrin.
88 88. Ke Surabaya
89 89. Belum Bisa Dipastikan.
90 90.Membeli Oleh Oleh.
91 91.Pulang Ke Jakarta.
92 92.Dia Nyata Tapi Lupa.
93 93.Perasaan Sakit.
94 94. Menabrak Sabrin.
95 95. Berniat Bicara Dengan Sabrin.
96 96. Mencoba Mencari Tau.
97 97. Bicara Dengan Sabrin dan Bang Fahri.
98 98. Bertengkar Dengan Sabrin.
99 99. Bicara berdua.
100 100. Bujukan Iman.
101 101. Mengantar Kembali Kewarung.
102 102. Memberi waktu.
103 103. Mengantar Pulang Ayunda.
104 104.Rencana Kencan.
105 105.Kencan.
106 106. Makan malam Direstoran.
107 107.Jalan Jalan Malam.
108 108. Permintaan Iman.
109 109.Setuju Menikah Lagi.
110 110.SAH.
111 111.Menginap diHotel.
112 112. Gara Gara Kancing Baju.
113 113. Gagal Fokus.
114 114. Kerja Rodi.
115 115. Rumah Baru.
116 116.Positif.
117 117.Bertemu Musuh Lama.
118 118.Ingat Lagi.
119 119. Kedatangan Aisyah, Kemarahan Ayunda.
120 120. penolakan Aisyah Untuk Keluar.
121 121.Penjelasan Iman tentang Aisyah.
122 122. Pembicaraan Sesama Perempuan.
123 123. Akhir Bahagia(End)
Episodes

Updated 123 Episodes

1
1.Awal
2
2. SAH
3
3.Uang Nafkah.
4
4.Bos Preman.
5
5.Berkunjung.
6
6. Tidur Bareng.
7
7.Mengantar Kerja.
8
8.Tanda Merah Didada.
9
9.DiBengkel.
10
10.Beli Baju Tidur.
11
11.KeMall.
12
12.Bertemu diMall.
13
13. Bertemu Di Halte.
14
14.Kemarahan Iman.
15
15.Diajak Ke Pasar Malam.
16
16.Mengantar Pulang.
17
17.Ngambek
18
18.Perintah Iman pada Sukron.
19
19.Kesal dengan Widia.
20
20. Kemarahan Widia.
21
21. Bertemu Di Bis
22
22. Melihat Kontrakan Baru.
23
23.Setuju Tinggal Bersama.
24
24.Pindah Rumah.
25
25.Unboxing....
26
26.Sakit Kepala?
27
27.Dijemput Pulang Kerja.
28
28.Sarapan Nasi Goreng Panas.
29
29.Tidak Sengaja Bertabrakan.
30
30. Memberi tau Sabrin dan Fahri.
31
31. Mendapat Tawaran Pekerjaan Baru.
32
32. Rencana Mengajak Liburan.
33
33.Ajakan Makan Siang Bareng
34
34.Makan Siang Berdua.
35
35. Berlibur.
36
36.Berenang Yang Gagal.
37
37. Menjadi Pasangan Seutuhnya.
38
38.Kesalah pahaman Manis.
39
39.Membantu Mandi.
40
40. Makan Malam DiPantai.
41
41.Dilamar Ala Iman.
42
42.Larangan.
43
43. Manajer Baru.
44
44. Perintah Hafiz.
45
45.Bertemu Aisyah.
46
46. Larangan Pulang Dari Hafiz.
47
47.Selamat Dari Hafiz.
48
48. Mengatakan Sebenarnya Pada Widia.
49
49. Menemui Hafiz.
50
50. Berdebat Dengan Hafiz.
51
51. Ngobrol Berdua.
52
52. Paksaan Mandi Bareng.
53
53. Sampai Kedinginan.
54
54.Ajakan Menikah Iman.
55
55.Kecurigaan Aisyah.
56
56.Niat Hafiz Untuk Menikah Lagi.
57
57. Bujukan Umi Jubaedah.
58
58. Olah Raga Pagi.
59
59.Tugas Dari Pak Samsul.
60
60. Menjemput Tamu.
61
61. Keinginan Sabrin.
62
62. Datang KeRestoran.
63
63.Terkejut.
64
64.Keributan DiRestoran.
65
65. Bertengkar.
66
66. Menegaskan pada Hafiz.
67
67.Masalah Di Markas.
68
68. Penghianat Dalam Kelompok.
69
69. Kalah...
70
70. Pertanyaan Widia.
71
71. Mimpi...
72
72. Dukungan Widia.
73
73. Gue.... Sukron.
74
74. Perintah Sukron.
75
75. Pergi Dari Jakarta.
76
76. 3 Bulan Kemudian.
77
77. Aisyah Hamil.
78
78. Penegasan Iman.
79
79. Ayunda Tau.
80
80. Penjelasan Bang Fahri.
81
81. 5 Tahun.
82
82. Ketemu Demit
83
83. Dosen Sulaiman.
84
85.Ke Kantin Kampus.
85
85.Syok
86
86. Gagal Bertemu.
87
87. Larangan Sabrin.
88
88. Ke Surabaya
89
89. Belum Bisa Dipastikan.
90
90.Membeli Oleh Oleh.
91
91.Pulang Ke Jakarta.
92
92.Dia Nyata Tapi Lupa.
93
93.Perasaan Sakit.
94
94. Menabrak Sabrin.
95
95. Berniat Bicara Dengan Sabrin.
96
96. Mencoba Mencari Tau.
97
97. Bicara Dengan Sabrin dan Bang Fahri.
98
98. Bertengkar Dengan Sabrin.
99
99. Bicara berdua.
100
100. Bujukan Iman.
101
101. Mengantar Kembali Kewarung.
102
102. Memberi waktu.
103
103. Mengantar Pulang Ayunda.
104
104.Rencana Kencan.
105
105.Kencan.
106
106. Makan malam Direstoran.
107
107.Jalan Jalan Malam.
108
108. Permintaan Iman.
109
109.Setuju Menikah Lagi.
110
110.SAH.
111
111.Menginap diHotel.
112
112. Gara Gara Kancing Baju.
113
113. Gagal Fokus.
114
114. Kerja Rodi.
115
115. Rumah Baru.
116
116.Positif.
117
117.Bertemu Musuh Lama.
118
118.Ingat Lagi.
119
119. Kedatangan Aisyah, Kemarahan Ayunda.
120
120. penolakan Aisyah Untuk Keluar.
121
121.Penjelasan Iman tentang Aisyah.
122
122. Pembicaraan Sesama Perempuan.
123
123. Akhir Bahagia(End)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!