3.Uang Nafkah.

"Gue pulang dulu lain kali kalau ada waktu gue datang lagi",ucap Iman dengan melangkah keluar dari kamar kost Ayunda yang reflek mengikuti langkah pria itu sampai ambang pintu.

"Hati hati dijalan Bang",jawab Ayunda membuat langkah Iman terhenti lalu tiba tiba berbalik mendekat kearah Ayunda lagi dan.

"Cup!".

Tiba tiba Iman mengecup pipi Ayunda membuat Ayunda terkejut dengan apa yang tiba tiba dilakukan pria itu dan reflek menyentuh pipi bekas Iman menciumnya.

"Sorry reflek",balas Iman saat melihat reaksi Ayunda yang tampak terkejut dengan apa yang dilakukannya barusan.

Ayunda hanya menggeleng karena tidak tau harus menjawab apa dengan ucapan Iman yang juga terlihat salah tingkah tersebut.

"Oh iya nih buat Lo".

Tiba tiba Iman mengeluarkan 5 lembar uang kertas berwarna merah dari saku bajunya lalu memberikannya pada Ayunda membuat Ayunda bingung waktu menerimanya.

"Ini...apa?",tanyanya dengan menatap kearah Iman.

"Uang buat Lo boleh Lo pakai buat apa aja yang penting bener.Sory cuma sedikit nanti kalau gue punya rejeki lagi gue kasih lagi",jawab Iman dengan meletakkan uang itu ditelapak tangan Ayunda.

Ayunda masih ragu untuk menerima uang pemberian Iman tapi belum sempat dia mengatakannya tiba tiba ponsel pria itu berbunyi hingga membuat Iman langsung mengalihkan perhatiannya dari Ayunda keponsel yang ada disakunya dengan berjalan meninggalkan Ayunda yang masih terpaku ditempatnya.

Melihat Iman berjalan pergi reflek Ayunda memanggil pria itu lagi.

"Bang Iman!".

Iman langsung menoleh tapi tidak menjawab.

"Hati hati dijalan!",ucap Ayunda dengan melambaikan tangannya kearah pria itu yang dibalas lambaian juga oleh Iman lalu pergi dari tempat itu.

Lama Ayunda masih berdiri didepan pintu kamar kostnya sampai Iman tidak terlihat lagi dari pandangannya baru dia masuk kedalam kamarnya.

Didalam kamar Ayunda menghempaskan tubuhnya ke dipan miliknya dengan menatap uang pemberian Iman.

"Sebenarnya siapa sih dia dan memangnya dia menganggap aku ini benar benar sebagai istrinya.Hah aku tidak mengerti jadi sudahlah mungkin saja dia ngasih uang ini buat biaya kompensasi ku karena sudah mau bersandiwara dan juga biaya numpang tidur tadi malam",gumam Ayunda seorang diri lalu setelah itu bangkit dari posisi rebahannya karena dia harus bersiap berangkat kerja.

***

"Puk!".

Ayunda sedikit terjengkit waktu merasa seseorang menyentuh bahunya dari belakang saat dia berada dalam bis.

"Eh!",celetuknya dengan menoleh kebelakang tempat duduknya.

"Jam berapa Lo pulang tadi malam?",tegur Widia teman kerjanya yang rumah nya searah dengannya hanya berbeda gang saja.

"Habis Isya",balas Ayunda dengan kembali menatap kedepan.

"Sorry ya tadi malam gue duluan soalnya ayang beb gue bilang mau ngajak gue ngedate tipis tipis karena dia baru dapat duit".

"Tapi bukan berarti Lo harus ninggalin gue sendiri buat membersihkan seluruh tempat kerja kita kan",gerutu Ayunda kesal karena mengingat apa yang terjadi kemarin yang membuat dia mendapatkan kejadian tak terduga jadinya.

"Maaf deh Yun nanti gue bales traktir Lo cilok deh sebagai permintaan maaf gue",bujuk Widia.

"Ogah Lo simpen aja uang buat beliin cilok gue buat traktir ayang beb Lo itu".

"Kok gitu sih Yun sama temen bukannya mendukung kalau temen seneng".

" Lo sih pacaran nggak tau waktu masih jam kerja main tinggal aja gimana gue nggak kesel!".

"Wajar aja Yun namanya juga baru jadian nanti Lo kalau dapat pacar kaya gue pasti juga sama deh".

"Nggak akan deh Wid karena gue ogah pacaran ribet".

"Jangan gitu kasian bang Wawan tu udah lama naksir Lo tapi tetep Lo cuekin terus".

Mendengar nama seorang pria yang merupakan teman kerja mereka disebut Ayunda kembali menoleh kearah Widia.

"Kok jadi bawa bawa bang Wawan sih udah gue bilang kami cuma temenan doang kok".

"Ya itu karena Lo nggak peka sama dia Yun makanya sampai sekarang kalian masih temenan aja".

"Ya memang kenyatannya begitu Udahlah Wid kita udah sampai ayo turun!",ajak Ayunda dengan turun di halte depan Mall tempatnya bekerja sebagai OB disana selama hampir setahun terakhir Sejak dia memutuskan pergi merantau kekota setelah tamat sekolah menengah atas karena tidak mau lagi membebani keluarga paman dan bibinya yang sudah merawatnya sejak kedua orang tuanya meninggal waktu dia duduk dibangku SMP dan biasanya Ayunda mengirimkan sebagian gajihnya pada mereka sebagai bentuk balas budinya karena sudah merawatnya selama ini meski belum bisa memberi banyak pada mereka karena dia sendiri punya kebutuhan hidup yang harus dipenuhi selama tinggal dikota.

"Tuh ayang beb Lo udah menunggu Yun",celetuk Widia waktu melihat Wawan pemuda berperawakan sedang dengan kulit hitam manis yang langsung tersenyum begitu melihat Ayunda dan Widia turun dari bis yang mereka naiki.

"Kalian baru sampai?",tegurnya yang dibalas anggukan oleh Ayunda dan timpukan oleh Widia.

"nggak usah sok nyebut kalian padahalkan yang Lo maksud cuma Ayunda".

"Wid!",tegur Ayunda pada Widia yang memang bermulut cempreng.

"Itu emang kenyatannya kok Yun buat apa disembunyikan".

Sementara Wawan hanya diam tapi menatap Ayunda secara sembunyi sembunyi karena yang dikatakannya Widia memang benar. Dia sengaja tidak langsung berjalan keMall setelah turun dari bis tadi karena ingin menunggu Ayunda datang yang diketahuinya selalu datang sekita pukul segitu.Tapi ternyata pagi ini dia kurang beruntung karena ternyata Ayunda sang pujaan hati malah datang bareng Widia yang punya mulut seperti ember bocor.

"Apaan sih ah jangan terus ngaco kamu Wid.Sekarang ayo kita masuk sebentar lagi Mall buka dan kalau pekerjaan kita belum beres nanti Bu Diah marah lagi Lo sama kita".

"Ah Bu Diah memang selalu berusaha mencari kesalahan kita Yun maklum dia perawan tua jadi bawaannya syirik sama kita yang masih muda ini",bisik Widia pelan ditelinga Ayunda yang langsung mendapat toyoran didahinya dari Ayunda.

"Jangan bicara sembarangan nanti kalau ada yang dengan kita bisa kena masalah ingat cicilan pay later lo kalau nggak kerja lagi gimana Lo akan bayar",celetuk Ayunda yang membuat wajah Widia langsung merengut mendengarnya.

"Lo tu kejam banget sih kok sempat sempatnya ngingetin gue soal yang sangat sensitif kaya gitu pagi pagi begini bikin mood gue rusak jadinya". gerutu Widia dengan berjalan mendahului Ayunda.

"Gue cuma mengatakan fakta Wid bukannya itu juga yang membuat Lo tetap semangat kerja meski lelah".

"Iya memang, tapi nggak perlu diingatkan juga kali Yun Karena itu merupakan beban hidup gue yang sangat nikmat".

Wawan hanya mendengar kan saja pembicaraan kedua perempuan rekan kerjanya itu tanpa bisa nyeletuk karena apa yang mereka bicarakan bukan berada diranahnya lagi sampai mereka bertiga sampai didalam Mall dia tidak punya kesempatan untuk bicara berdua dengan Ayunda sang pujaan hati seperti keinginan tadi.

Terpopuler

Comments

Nur Lizza

Nur Lizza

lanjut

2023-09-09

0

Qaisaa Nazarudin

Qaisaa Nazarudin

Waahh ini Preman,walau nikah paksa tp tanggungjawab gak lupa 👏🏻👏🏻👍🏻

2023-08-08

0

lihat semua
Episodes
1 1.Awal
2 2. SAH
3 3.Uang Nafkah.
4 4.Bos Preman.
5 5.Berkunjung.
6 6. Tidur Bareng.
7 7.Mengantar Kerja.
8 8.Tanda Merah Didada.
9 9.DiBengkel.
10 10.Beli Baju Tidur.
11 11.KeMall.
12 12.Bertemu diMall.
13 13. Bertemu Di Halte.
14 14.Kemarahan Iman.
15 15.Diajak Ke Pasar Malam.
16 16.Mengantar Pulang.
17 17.Ngambek
18 18.Perintah Iman pada Sukron.
19 19.Kesal dengan Widia.
20 20. Kemarahan Widia.
21 21. Bertemu Di Bis
22 22. Melihat Kontrakan Baru.
23 23.Setuju Tinggal Bersama.
24 24.Pindah Rumah.
25 25.Unboxing....
26 26.Sakit Kepala?
27 27.Dijemput Pulang Kerja.
28 28.Sarapan Nasi Goreng Panas.
29 29.Tidak Sengaja Bertabrakan.
30 30. Memberi tau Sabrin dan Fahri.
31 31. Mendapat Tawaran Pekerjaan Baru.
32 32. Rencana Mengajak Liburan.
33 33.Ajakan Makan Siang Bareng
34 34.Makan Siang Berdua.
35 35. Berlibur.
36 36.Berenang Yang Gagal.
37 37. Menjadi Pasangan Seutuhnya.
38 38.Kesalah pahaman Manis.
39 39.Membantu Mandi.
40 40. Makan Malam DiPantai.
41 41.Dilamar Ala Iman.
42 42.Larangan.
43 43. Manajer Baru.
44 44. Perintah Hafiz.
45 45.Bertemu Aisyah.
46 46. Larangan Pulang Dari Hafiz.
47 47.Selamat Dari Hafiz.
48 48. Mengatakan Sebenarnya Pada Widia.
49 49. Menemui Hafiz.
50 50. Berdebat Dengan Hafiz.
51 51. Ngobrol Berdua.
52 52. Paksaan Mandi Bareng.
53 53. Sampai Kedinginan.
54 54.Ajakan Menikah Iman.
55 55.Kecurigaan Aisyah.
56 56.Niat Hafiz Untuk Menikah Lagi.
57 57. Bujukan Umi Jubaedah.
58 58. Olah Raga Pagi.
59 59.Tugas Dari Pak Samsul.
60 60. Menjemput Tamu.
61 61. Keinginan Sabrin.
62 62. Datang KeRestoran.
63 63.Terkejut.
64 64.Keributan DiRestoran.
65 65. Bertengkar.
66 66. Menegaskan pada Hafiz.
67 67.Masalah Di Markas.
68 68. Penghianat Dalam Kelompok.
69 69. Kalah...
70 70. Pertanyaan Widia.
71 71. Mimpi...
72 72. Dukungan Widia.
73 73. Gue.... Sukron.
74 74. Perintah Sukron.
75 75. Pergi Dari Jakarta.
76 76. 3 Bulan Kemudian.
77 77. Aisyah Hamil.
78 78. Penegasan Iman.
79 79. Ayunda Tau.
80 80. Penjelasan Bang Fahri.
81 81. 5 Tahun.
82 82. Ketemu Demit
83 83. Dosen Sulaiman.
84 85.Ke Kantin Kampus.
85 85.Syok
86 86. Gagal Bertemu.
87 87. Larangan Sabrin.
88 88. Ke Surabaya
89 89. Belum Bisa Dipastikan.
90 90.Membeli Oleh Oleh.
91 91.Pulang Ke Jakarta.
92 92.Dia Nyata Tapi Lupa.
93 93.Perasaan Sakit.
94 94. Menabrak Sabrin.
95 95. Berniat Bicara Dengan Sabrin.
96 96. Mencoba Mencari Tau.
97 97. Bicara Dengan Sabrin dan Bang Fahri.
98 98. Bertengkar Dengan Sabrin.
99 99. Bicara berdua.
100 100. Bujukan Iman.
101 101. Mengantar Kembali Kewarung.
102 102. Memberi waktu.
103 103. Mengantar Pulang Ayunda.
104 104.Rencana Kencan.
105 105.Kencan.
106 106. Makan malam Direstoran.
107 107.Jalan Jalan Malam.
108 108. Permintaan Iman.
109 109.Setuju Menikah Lagi.
110 110.SAH.
111 111.Menginap diHotel.
112 112. Gara Gara Kancing Baju.
113 113. Gagal Fokus.
114 114. Kerja Rodi.
115 115. Rumah Baru.
116 116.Positif.
117 117.Bertemu Musuh Lama.
118 118.Ingat Lagi.
119 119. Kedatangan Aisyah, Kemarahan Ayunda.
120 120. penolakan Aisyah Untuk Keluar.
121 121.Penjelasan Iman tentang Aisyah.
122 122. Pembicaraan Sesama Perempuan.
123 123. Akhir Bahagia(End)
Episodes

Updated 123 Episodes

1
1.Awal
2
2. SAH
3
3.Uang Nafkah.
4
4.Bos Preman.
5
5.Berkunjung.
6
6. Tidur Bareng.
7
7.Mengantar Kerja.
8
8.Tanda Merah Didada.
9
9.DiBengkel.
10
10.Beli Baju Tidur.
11
11.KeMall.
12
12.Bertemu diMall.
13
13. Bertemu Di Halte.
14
14.Kemarahan Iman.
15
15.Diajak Ke Pasar Malam.
16
16.Mengantar Pulang.
17
17.Ngambek
18
18.Perintah Iman pada Sukron.
19
19.Kesal dengan Widia.
20
20. Kemarahan Widia.
21
21. Bertemu Di Bis
22
22. Melihat Kontrakan Baru.
23
23.Setuju Tinggal Bersama.
24
24.Pindah Rumah.
25
25.Unboxing....
26
26.Sakit Kepala?
27
27.Dijemput Pulang Kerja.
28
28.Sarapan Nasi Goreng Panas.
29
29.Tidak Sengaja Bertabrakan.
30
30. Memberi tau Sabrin dan Fahri.
31
31. Mendapat Tawaran Pekerjaan Baru.
32
32. Rencana Mengajak Liburan.
33
33.Ajakan Makan Siang Bareng
34
34.Makan Siang Berdua.
35
35. Berlibur.
36
36.Berenang Yang Gagal.
37
37. Menjadi Pasangan Seutuhnya.
38
38.Kesalah pahaman Manis.
39
39.Membantu Mandi.
40
40. Makan Malam DiPantai.
41
41.Dilamar Ala Iman.
42
42.Larangan.
43
43. Manajer Baru.
44
44. Perintah Hafiz.
45
45.Bertemu Aisyah.
46
46. Larangan Pulang Dari Hafiz.
47
47.Selamat Dari Hafiz.
48
48. Mengatakan Sebenarnya Pada Widia.
49
49. Menemui Hafiz.
50
50. Berdebat Dengan Hafiz.
51
51. Ngobrol Berdua.
52
52. Paksaan Mandi Bareng.
53
53. Sampai Kedinginan.
54
54.Ajakan Menikah Iman.
55
55.Kecurigaan Aisyah.
56
56.Niat Hafiz Untuk Menikah Lagi.
57
57. Bujukan Umi Jubaedah.
58
58. Olah Raga Pagi.
59
59.Tugas Dari Pak Samsul.
60
60. Menjemput Tamu.
61
61. Keinginan Sabrin.
62
62. Datang KeRestoran.
63
63.Terkejut.
64
64.Keributan DiRestoran.
65
65. Bertengkar.
66
66. Menegaskan pada Hafiz.
67
67.Masalah Di Markas.
68
68. Penghianat Dalam Kelompok.
69
69. Kalah...
70
70. Pertanyaan Widia.
71
71. Mimpi...
72
72. Dukungan Widia.
73
73. Gue.... Sukron.
74
74. Perintah Sukron.
75
75. Pergi Dari Jakarta.
76
76. 3 Bulan Kemudian.
77
77. Aisyah Hamil.
78
78. Penegasan Iman.
79
79. Ayunda Tau.
80
80. Penjelasan Bang Fahri.
81
81. 5 Tahun.
82
82. Ketemu Demit
83
83. Dosen Sulaiman.
84
85.Ke Kantin Kampus.
85
85.Syok
86
86. Gagal Bertemu.
87
87. Larangan Sabrin.
88
88. Ke Surabaya
89
89. Belum Bisa Dipastikan.
90
90.Membeli Oleh Oleh.
91
91.Pulang Ke Jakarta.
92
92.Dia Nyata Tapi Lupa.
93
93.Perasaan Sakit.
94
94. Menabrak Sabrin.
95
95. Berniat Bicara Dengan Sabrin.
96
96. Mencoba Mencari Tau.
97
97. Bicara Dengan Sabrin dan Bang Fahri.
98
98. Bertengkar Dengan Sabrin.
99
99. Bicara berdua.
100
100. Bujukan Iman.
101
101. Mengantar Kembali Kewarung.
102
102. Memberi waktu.
103
103. Mengantar Pulang Ayunda.
104
104.Rencana Kencan.
105
105.Kencan.
106
106. Makan malam Direstoran.
107
107.Jalan Jalan Malam.
108
108. Permintaan Iman.
109
109.Setuju Menikah Lagi.
110
110.SAH.
111
111.Menginap diHotel.
112
112. Gara Gara Kancing Baju.
113
113. Gagal Fokus.
114
114. Kerja Rodi.
115
115. Rumah Baru.
116
116.Positif.
117
117.Bertemu Musuh Lama.
118
118.Ingat Lagi.
119
119. Kedatangan Aisyah, Kemarahan Ayunda.
120
120. penolakan Aisyah Untuk Keluar.
121
121.Penjelasan Iman tentang Aisyah.
122
122. Pembicaraan Sesama Perempuan.
123
123. Akhir Bahagia(End)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!