Freya berlari kencang menuju kamarnya saat Ozan sedang meringis kesakitan, karena burung puyuhnya dicengkeram oleh Freya sangat kuat.
Wanita itu tertawa terbahak-bahak sambil berlari membuat Ozan semakin geram.
"Rasakan itu sialan! Dasar suami durhakim?!" umpat Freya kencang membuat Ozan semakin marah.
Pria itu berusaha mengabaikan rasa sakitnya. Dia segera beralih mengikuti Freya membuat wanita itu was-was.
"Tunggu, Freya! Freya sialan … tunggu aku?!" teriak Ozan mengejar Freya dengan cepat.
Para pelayan yang berada di sana ikut bahagia. Akhirnya sang nyonya mau membalas kejahatan sang tuan.
"Aaa … akhirnya Ibu membalas Bapak," jerit batin mereka bahagia.
Jujur saja selama mereka bekerja di sana. Sangat miris melihat kekejaman Ozan pada Freya. Mereka tidak bisa berbuat apa-apa, karena mereka cuma bekerja di sana.
Kembali lagi pada Ozan yang berlari, berhasil mengikuti Freya ke dalam kamar. Namun, saat pertama kali masuk, selimut tebal Freya lemparkan menutupi seluruh tubuhnya.
Tak berhenti di situ, Freya juga memukul Ozan dengan tongkat baseball membuat pria itu berteriak kesakitan.
"Auch … auch … Freya, stop!" pekik Ozan membuat Freya tertawa jahat.
"Tidak mau. Rasakan ini?! Dulu kamu juga pernah pukul aku pakai ini. Sekarang rasakan apa yang pernah aku rasakan! Kamu kira aku bakal diam lagi kayak dulu! Never, Ozan … aku tidak akan pernah diam dan sabar lagi! Kesabaran ku sudah habis! Saatnya balas dendam!"
Freya mengeluarkan semua isi hatinya. Sudah lama dia menahan diri untuk tak membalas Ozan. Namun, kesabarannya yang tersisa sedikit lagi langsung habis total saat melihat Ozan memukuli Marcel untuk pertama kalinya.
Ozan mengumpat kesal. Sebisa mungkin dia keluar dari selimut tebal yang membungkus tubuhnya. Setelah berhasil dia langsung menahan tongkat baseball itu. Tak sedikitpun membuat Freya ketakutan.
Terserah Ozan mau menyakitinya seperti apa, yang jelas Freya juga akan membalasnya lebih lagi.
"Balas dendam kamu bilang?! Sebelum kamu balas dendam, aku yang lebih dulu menggantikan malaikat maut untuk mencabut nyawamu!" bentak Ozan penuh ancaman tak membuat Freya gentar.
Freya menatap wajah Ozan. Tangannya terkepal kuat.
"Dan aku akan jadi hantu gentayangan setelah kau bunuh lalu aku akan menghantuimu dan mencekikmu tengah malam sampai kamu juga mati sepertiku?! Impas bukan?"
Freya tertawa sinis, dengan berani dia menarik kerah baju Ozan membuat wajah keduanya dekat.
"Aku sudah lelah jadi boneka pelampiasan mu, Ozan. Jangan kira aku tidak tahu kalau di masa lalu kamu dididik dengan cara kasar oleh orang tua kamu. Kamu sering dipukul, di hajar dan dituntut untuk menjadi sempurna. Hingga setelah dewasa dan kita menikah, kalau pekerjaanmu tidak sempurna. Kamu akan dihajar oleh ayahmu dan kamu pulang ke rumah lalu menghajar ku!" desis Freya tajam membuat Ozan terkejut bukan main.
Seorang anak akan tumbuh menjadi kasar bola dididik dengan kasar pula. Mungkin anak akan gagal dalam belajar, namun anak tidak pernah gagal dalam meniru orang tuanya.
Sama halnya dengan Ozan. Dia tumbuh menjadi pria kasar dan seperti psikopat, karena ulah orang tuanya. Dia menjadikan Freya sebagai objek pelampiasan kemarahannya pada orang tuanya yang tentu saja tidak berani ia tunjukkan pada orang tuanya.
"Selama ini aku diam karena kasihan sama kamu, Ozan. Aku biarkan tubuhku penuh luka lebam dengan harapan kamu tenang. Tapi, sekarang tidak lagi! Sejak kamu berani menyakiti, Marcel. Putra semata wayangku! Disitulah aku memutuskan untuk membalas mu."
"Buat apa aku kasihan pada orang yang tidak punya rasa kasihan pada anak kecil!" sentak Freya membuat Ozan murka.
"Dan aku tidak butuh rasa kasihan mu!" teriak Ozan murka lalu mendorong Freya dan menghancurkan semua barang yang ada di dekatnya.
Kali ini Ozan tidak melukai Freya, tapi dia melukai dirinya sendiri. Dia memukul cermin rias sampai tangannya berdarah. Tak peduli kakinya menginjak beling kaca, mata Freya melebar sempurna melihatnya.
Ozan terlalu misterius menurut Freya. Wanita itu mengetahui masa lalu Ozan dari mendiang pengasuh Ozan waktu kecil. Wanita paruh baya bernama Lastri itu menceritakan kisah kelam Ozan yang sangat tragis.
Meski punya orang tua kaya raya tujuh turunan. Dia tidak pernah bahagia, sering dipukul sampai pernah dilarikan ke rumah sakit. Ozan adalah pewaris membuat orang tuanya mendoktrin Ozan harus sempurna dalam segala hal. Bila ada kesalahan, mereka benar-benar akan menghajar Ozan sebagai hukuman kegagalannya.
Itulah sebabnya kalau Freya membuat sedikit kesalahan. Ozan benar-benar akan menghajarnya habis-habisan.
"Akkk … aku tidak butuh rasa kasihan mu!" teriak Ozan kencang sambil terus mencari sesuatu yang bisa dia jadikan pelampiasan.
"Ozan," lirih Freya dengan suara tertahan.
Tak berselang lama, sekretaris Ozan bernama Jimmy datang. Pria itu tadinya ingin membahas pekerjaan. Namun, saat mendengar suara teriakan dan barang hancur dia segera ke sana.
"Keluar lah, Bu!" titah Jimmy datar membuat Freya langsung keluar.
Dia berdiri di luar dan mengintip apa yang dilakukan Jimmy. Pria itu menyuntikkan obat penenang pada leher Ozan membuat suaminya itu langsung lunglai.
*
*
Bab nya author panjangin yah 🥰
Bersambung.
Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰
Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🙏
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 67 Episodes
Comments
sihat dan kaya
tu kang tersentuh hati .... berbaik hati.... konon kasihan dgn Ozan... haishhhhh
2024-08-28
0
Aishyandra Junia
kasiaann s ozann
2024-02-20
0
Samsia Chia Bahir
Kasiaaaannnn, rupax ozan jg korban dr ortu yg tak betanggungjwb 🤕🤕🤕
2023-11-05
1