Gleg.
Mark menelan ludahnya kasar melihat leher jenjang Freya yang basah oleh keringat.
Perlahan Mark mendekati bibirnya dengan leher jenjang Freya.
Cup.
Sebuah kecupan basah Mark berikan pada leher Freya. Pria tampan itu tersenyum tipis, karena Freya tidak marah. Dia berusaha mendekatkan bibirnya lagi dengan leher jenjang sekretaris barunya itu.
Namun …
"Bapak, sedang apa?" tanya Freya bingung membuat Mark Lee tersadar dari lamunannya.
"Sial, ternyata cuma khayalan ku saja," umpat Mark dalam hati.
Buru-buru pria itu melepaskan cengkraman tangannya di pinggang Freya. Sehingga membuat wanita cantik itu terjatuh.
Bugh.
"Auch … sakit, Pak. Tahu begini, tadi tidak usah ditangkap saya nya. Biarin saja jatuh!" keluh Freya tentunya hanya berani dalam hati.
Dia mengerucutkan bibirnya. Lalu segera bangkit seraya mengelus pinggang dan bokongnya yang terasa sakit. Wanita itu berusaha menutupi rasa kesalnya.
"Kamu yang sedang apa? Kenapa malah belajar kungfu dan taekwondo di sini?" sentak Mark galak seraya berdecak pinggang.
Pria itu pura-pura galak demi menutupi kegugupan dan rasa malunya yang jelas-jelas baru saja berkhayal hal tak senonoh dengan sekretaris nya.
Freya menundukkan wajahnya. Dia merasa bersalah, karena telah olahraga bukan pada tempatnya.
"Maaf, Pak." Untuk mempersingkat perdebatan kecil antara mereka, Freya segera meminta maaf.
Mark menghela nafas panjang. Dia melonggarkan dasinya, karena suhu tubuhnya terasa panas akibat berkhayal wikwik bersama Freya.
'Haiss … gara-gara kebelet wikwik aku jadi kepanasan gini,' batin pria tampan itu kesal.
"Gerakan kamu masih sangat kaku. Kamu mau saya ajari?" tanya Mark santai setelah berhasil mengontrol dirinya lagi.
Freya mendongak, menatap Mark dengan sorot mata penuh arti.
"Emang bapak bisa ilmu bela diri?" tanya Freya polos.
Mark yang mendengarnya langsung menggulung kemeja lengannya. Lalu menatap Freya geram.
"Hoho … kamu meremehkan saya yah. Cih, kamu tidak tahu kalau saya punya sabuk hitam. Mungkin kalau atlet punya gaji lebih banyak dari pengusaha. Saya masih jadi atlet. Nih, lihat si Ciko dan di Coki. Besar, 'kan?"
Mark menampakkan otot lengan atasnya membuat Freya kagum sekaligus bingung.
"Ciko dan Coki?" beo Freya.
"Saya kasih nama dua otot saya ini, Coki dan Ciko. Sama kayak punya kamu!" Mark menunjukkan dua gundukan kenyal yang ada pada Freya dengan dagunya.
"Samantha dan Rachel namanya, bukan?" imbuh Mark membuat Freya terkejut setengah mati. Dia langsung menyilangkan kedua tangannya guna melindungi dua gundukan itu.
Oh my God … sungguh Freya malu sekali.
"Bagaimana bapak bisa tahu?" tanya Freya bodoh dengan raut wajah yang sudah memerah padam.
"Tadi kamu ngomong gini sambil lihat ke arah … ke arah … ekhm itu! Katamu 'Samantha, Rachel. Kalian harus diam, yah. Aku mau latihan dulu. Jangan loncat-loncat, nanti kalian kendor'."
Mark menirukan gaya bicara Freya saat berbicara dengan dia gundukan kenyal itu.
Oh ya ampun … Freya sangat malu. Memang benar, tadi saat dua gundukan kenyal itu seperti gempa. Dia berbicara seperti yang Mark katakan.
Akan tetapi, dia tidak tahu kalau ada Mati yang mendengar itu semua.
Benar-benar memalukan.
Mark menyeringai kejam melihat wajah Freya yang merah padam. Diam-diam dia menikmati ekspresi wajah Freya yang malu.
"Samantha, Rachel! Kalian baik-baik saja? Tidak terjadi gempa, 'kan? Karena dua gunung saling bertabrakan!"
Mark sengaja meledek Freya membuat mata wanita itu berkaca-kaca saking malunya.
"Stop," lirih Freya pelan.
"Samantha, Rachel."
"Stop, Pak."
"Samantha, Rachel!"
"Saya bilang stop, Pak?! Stop!! Saya tidak suka dengan sikap bapak yang mata keranjang seperti ini?! Saya tidak suka bercanda dalam hal ini!" tegas Freya dengan nada tinggi.
Dia sangat malu dan merasa kalau Mark sangat suka topik tentang Samantha dan Rachel.
Bukankah, sama saja seperti Mark melecehkan nya?
Mark terhenyak mendengar teriakan Freya. Dia melihat wajah wanita di hadapannya merah padam. Nafas Freya memburu dan matanya berkaca-kaca.
Setelah mengatakan itu, Freya segera keluar dari pantry meninggalkan Mark yang berdiri mematung.
Pria itu sadar kalau tak seharusnya dia bercanda seperti tadi. Terlebih lagi gender mereka berbeda. Terkecuali, Mark adalah wanita. Cocok saja bila dia ikut menggoda Freya dengan topik Samantha dan Rachel.
"Haiss … aku berlebihan dalam bercanda," gumam Mark pelan seraya mengusap wajahnya kasar.
*
*
Maaf baru up lagi ya guys ❤️.
Bersambung.
Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰😘
Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 67 Episodes
Comments
Oktavia Ratuliu
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
2024-12-06
0
sihat dan kaya
bongokkk laaa. 😂😂😂😂
2024-08-28
0
Eka
semoga menjadi dewa penolong freya
2024-02-12
0