Seorang bocah laki-laki tampan duduk di bangku sekolah paling belakang. Berbeda dengan anak-anak yang lain begitu serius mendengarkan penjelasan guru di depan mereka. Dia malah melamun, pikirannya entah ke mana.
"Marcel!"
"Marcel!"
"Marcel!"
Bocah laki-laki itu terhenyak saat seseorang menepuk pundaknya membuat dirinya langsung mengalihkan atensinya pada wanita dewasa berseragam coklat di samping kanannya.
"Bu guru," gumam Marcel pelan.
Wanita dewasa itu menghela nafas berat. Telah menjadi kebiasaan Marcel melamun dalam kelas, meski bocah itu pintar, tetap saja melamun saat guru menerangkan pelajaran bukanlah hal baik.
"Lagi-lagi kamu melamun, Marcel! Kalau sekali lagi kamu melamun, Ibu terpaksa harus panggil orang tua kamu ke sekolah!" tegas wanita yang dipanggil guru itu membuat Marcel gemetar ketakutan.
Dirinya takut kalau sampai ayahnya terganggu karena panggilan gurunya, membuat sang ayah menghajar ibunya untuk kesekian kalinya.
"Maaf, Bu." Marcel meminta maaf guna meredam kekesalan gurunya.
Sang ibu guru yang memang berhati baik hanya bisa menghela nafas berat.
"Setelah kelas selesai kamu ke ruangan ibu. Ada hal penting yang ingin ibu bicarakan denganmu," ujar sang guru membuat Marcel menganggukkan kepalanya.
Sang guru kembali ke depan lalu melanjutkan penjelasan materi pelajaran. Marcel berusaha fokus untuk belajar tanpa memikirkan masalah keluarganya.
*
*
Seperti yang diperintahkan oleh sang guru, Marcel masuk ke dalam ruangan gurunya. Sudah ada wanita dewasa itu duduk di kursi kebesarannya.
"Oh Marcel. Silahkan duduk, Nak." Wanita dewasa bernama Lita itu tersenyum manis. Diantara semua guru, hanya Lita yang mampu membuat Marcel nyaman.
Marcel duduk di sofa panjang. Lita duduk di hadapannya.
Bocah tampan itu gugup ditatap lekat oleh gurunya.
"Marcel, apa kabar orang tua kamu?" tanya Lita lembut.
"Baik, Bu," jawab Marcel tentunya bohong. Kabar kedua orang tuanya tak baik, mereka berdua seperti musuh bebuyutan yang selalu bertikai setiap hari.
Lita tersebut kecil, naluri seorang guru membuatnya tak percaya pada jawaban Marcel. Hati kecilnya berkata kalau anak kecil ini sedang tak baik-baik saja.
"Apa kamu sayang sama, Mama?" tanya sang guru lagi.
Marcel menganggukkan kepalanya cepat tanpa ragu. Kali ini Lita melihat kejujuran dalam sorot mata Marcel.
"Bagaimana dengan Papa Marcel?"
Marcel terdiam sesaat. Dia menautkan kedua tangannya, bahasa tubuhnya menjelaskan kalau Marcel tidak nyaman dengan pertanyaan sang guru.
Tak lama kemudian, Marcel menganggukkan kepalanya pelan.
Lita bangkit dari tempatnya lalu duduk di dekat Marcel. Dia merangkul bahu bocah tampan itu.
"Kalau Marcel butuh teman cerita, Marcel bisa cerita sama Bu guru. Ibu janji semua cerita Marcel akan jadi rahasia di antara kita berdua," ujar Lita lembut membuat Marcel tersenyum tipis.
Dia teringat sesuatu lalu kembali menatap wajah Lita lekat.
"Bu guru, kalau ibunya Bu guru nakal, apakah ayah Bu guru nakal menamparnya atau menendangnya untuk memberikan hukuman?" tanya Marcel polos membuat tubuh Liye tersentak kaget.
"Apa mama Marcel nakal dan Papa Marcel menghukum mama Marcel dengan cara menampar atau menendang nya?" tanya Lita hati-hati membuat Marcel menganggukkan kepalanya polos.
"He'um … kadang-kadang juga dibanting," imbuh Marcel polos membuat wajah Lita pucat pasi.
'Apa yang sebenarnya terjadi dengan orang tua, Marcel? Hubungan macam apa yang terjalin antara Bu Freya dan Pak Ozan? Mereka berdua terlalu misterius, meski Pak Ozan adalah pengusaha ternama, pernikahan nya dengan Bu Freya tak banyak yang tahu.' batin Lita bertanya-tanya.
*
*
Bersambung.
Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰
Salem aneuk Nanggroe Aceh ❤️🙏
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 67 Episodes
Comments
Yunerty Blessa
hati anak mana yang tak sakit bila mana orang tua nya berkelahi terus
2023-12-03
0
my name
gimana mental marcel kalau tiap hari melihat kekejaman ayahnya 😢
2023-09-23
1
Wati_esha
Marcel ... kuatlah, agar Freya sedikit lebih tenang.
2023-08-21
1