Darah Freya berdesir hebat. Wanita itu menunjukkan amarah terpendam nya. Putra tercinta telah dilukai oleh Ozan. Tak mau lagi Freya berdiam saja, dia akan membalas perbuatan Ozan pada putranya.
Tak masalah dirinya disakiti batin dan fisik. Asalkan, jangan sampai putranya. Seekor anjing jinak akan berubah liar bila anaknya dilukai.
Apalagi Freya yang manusia.
"Kurang ajar kamu, Freya?!" desis Ozan murka, berani sekali istri pajangan nya ini melukai dirinya.
"Kamu yang kurang ajar binatang! Bisa-bisanya kamu melukai anak di bawah umur. Apa otakmu sudah berpindah ke lutut, huh?! Seharusnya kamu mikir … Ozan … mikir … Marcel masih berumur tujuh tahun, tapi kamu berani melukai nya?!" bentak Freya dengan nada tinggi. Dia membawa putranya bersembunyi di balik tubuh ramping Freya.
Baru kali ini Ozan melihat Freya marah besar. Namun, tetap saja tak akan membuat Ozan berhenti untuk bertindak buas.
Freya berani memancing amarahnya, maka dia harus siap menerima semua kemarahan nya.
"How dare you, Freya?!" sentak Ozan dengan nada dingin bergetar menahan amarah.
[Berani sekali kau, Freya]
Pria itu mengabaikan kepalanya yang telah berdarah-darah. Hal paling utama adalah memberi pelajaran pada peliharaan yang menjadi liat seperti Freya.
"I dare because you dare to hurt my son, Ozan!" teriak Freya tak kalah tinggi. Dia menatap Ozan dengan sorot mata tajam. Seperti singa betina yang mengamuk karena anaknya dilukai heyna.
[Aku berani karena kamu berani menyakiti putraku, Ozan]
Marcel memeluk erat pinggang ibunya. Bocah laki-laki itu ketakutan, mentalnya terguncang. Tadinya dia merengek pada Ozan agar mau datang ke acara father's day di sekolahnya.
Naas, Ozan yang sedang lelah pulang bekerja langsung menghajarnya.
"Ini salahku … gara-gara aku, Mama dan Papa berantem," gumam Marcel pelan penuh ketakutan.
Seorang wanita paruh baya berseragam pelayan mendekati Marcel. Dia segera menarik Marcel secara paksa, membuat bocah laki-laki itu memberontak.
"Lepasin, Mbok. Aku mau sama mama!" sentaknya berusaha mendekati ibunya.
"Aden harus menjauh dari sana, agar Aden aman," bisik wanita paruh baya itu membuat Marcel menangis.
Dia melihat ibunya sedang berkelahi dengan ayahnya. Lebih tepatnya sang ayah menjambak rambut ibunya.
"Tapi, Mama … Mbok," tangis Marcel pecah.
Wanita paruh baya itu ikut menangis melihat drama rumah tangga Freya yang sangat menyedihkan.
"Nyonya wanita kuat … sudah terbiasa menghadapi, Tuan besar," balas wanita paruh baya itu.
Marcel hanya bisa menurut. Dia menatap ayahnya dengan sorot mata yang tak dapat diartikan. Tangannya terkepal erat.
"Tunggu Marcel besar, Mama … Marcel janji akan melindungi mama dari papa," batin bocah laki-laki itu bersumpah pada dirinya sendiri.
*
*
Suasana semakin memanas. Biasanya amarah Ozan hanya sesaat, namun kali ini amarahnya ikut berkobar, karena wanita yang selama ini penakut menunjukkan sisi liarnya.
Freya tak tinggal diam. Dia membalas setiap perbuatan Ozan.
"Sepertinya kau harus ku ajar dengan benar agar tahu caranya berbakti pada suamimu," desis Ozan dingin lalu menjambak rambut Freya.
Akan tetapi, wanita itu langsung mencakar lengan Ozan hingga kulitnya terkelupas.
"Suami Fir'aun sepertimu tidak pantas mendapatkan baktiku, Sialan! Pergi saja kau ke neraka bertemu dengan kembaran mu raja Fir'aun!" sentak Freya melawan Ozan.
Pria itu meringis pelan, karena cakaran Freya sangatlah menyakitkan. Tak tinggal diam, Ozan langsung menampar wajah Freya berkali-kali.
Jangan kira Freya diam saja. Dia ikut menendang tulang kaki Ozan membuat pria itu meringis.
Tangan Ozan yang berada di kepala Freya terlepas. Melihat hal itu Freya langsung menendang area sensitif Ozan, hingga pria itu berteriak kesakitan.
Bugh.
"Aaaakkkk!" teriak Ozan kencang.
Melihatnya Freya tersenyum puas. Dia langsung berlari menaiki anak tangga menuju kamarnya.
"Mulai saat ini aku tidak akan diam saja, Ozan. Monster yang kamu rakit selama tujuh tahun ini siap bertempur?!" tukas Freya penuh pengancaman berdiri di tengah tangga.
Ozan yang sedang kesakitan, tak mampu mengejar Freya. Dia hanya bisa bersuara dan mengancam Freya balik.
"Mati saja kau, J*lang?!" sentak Ozan murka.
Freya tersenyum sinis. Dia melipat kedua tangannya.
"Aku memang sudah mati tujuh tahun yang lalu, Bajingan," sarkas Freya penuh makna penderitaan.
Kali ini, Freya tak akan lagi diam. Ozan telah keterlaluan.
Kucing penurut sudah berubah menjadi singa betina.
Freya bersumpah, akan balas dendam dengan caranya.
*
*
Yuk beri dukungan untuk Freya 🌹😘 gak sabar mau lihat Freya vs Ozan dan Ozan vs Mark Lee
Wkwkwkwk.
Bersambung.
Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰
Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 67 Episodes
Comments
Nova Angel
nah gitu donk lawan
2024-12-16
0
Eka
semoga freya bisa melindunggi anaknya kasian marcel
2024-02-12
0
Susan Susanti
yesss Freya 🥰😘😘
2024-02-08
0