Hari-hari yang dilalui oleh Freya sangat berat. Wanita baik hati itu kerap kali mendapatkan siksaan dari suaminya. Tidak ada tempat sandaran, semua orang mengabaikan Freya. Hanya para pelayan yang menyayangi dan menaruh rasa iba padanya.
Bersyukur Freya bisa kabur dari masalah rumah tangganya dengan bekerja. Ozan tidak melarang Freya bekerja, di depan publik mereka seperti pasangan serasi. Nyatanya itu hanya fiktif belaka.
Setiap hari Freya sering mendapatkan pukulan dari Ozan. Tidak tahu apa sebabnya, namun Freya sudah kebal.
Tubuhnya seperti sudah terbiasa mendapatkan luka-luka dari Ozan. Hatinya juga sudah mati, tidak ada lagi perasaan sedih.
Karakter Freya telah dibunuh oleh keluarga dan suaminya. Tidak ada lagi Freya yang ceria dan manis. Telah terganti dengan Freya si muka pucat dan datar.
Dua bulan menikah, Freya telah hamil. Bukan anak Ozan, melainkan anak pria yang pernah tidur bersamanya. Pria yang telah mengambil keperawanan Freya.
Awalnya Ozan marah dan ingin Freya menggugurkan kandungannya. Namun, setelah dipikir-pikir lebih baik Freya hamil dan punya anak agar rahasia yang dia simpan tak tercium publik.
Kehadiran buah hati membuat Freya bahagia. Dia memiliki cahaya kehidupan lagi. Matanya yang sempat kosong, kini berbinar setiap kali melihat wajah putranya.
Suara tangisan bayi membuat Ozan yang terlelap murka. Dia bangkit dari ranjang lalu menghampiri Freya yang sedang menenangkan putranya.
Plak.
Ozan si pria ringan tangan itu memukul kepala istrinya untuk kesekian kalinya.
"Suruh anak kamu diam. Kalau tidak, ku buat dia diam untuk selamanya!" sentak Ozan kejam membuat Freya marah. Dia mendongak menatap Ozan dengan ujung ekor matanya.
"Jangan kira aku akan diam saja kalau kamu berani menyakiti anak ku?!" balas Freya dengan nada dingin.
Ozan tertawa remeh. Dia melihat Freya dengan tatapan sinis. Tanpa di duga Ozan langsung merampas bayi merah itu dalam gendongan Freya dengan mudah.
Mata Freya melebar sempurna. Dia terkejut melihat putranya sudah berada dalam gendongan Ozan.
"Ozan?! Kembalikan putraku?!" teriak Freya marah bercampur panik. Suara tangisan putranya kian melengking membuat Freya khawatir.
"Aku penasaran tentang suatu hal! Apa yang akan terjadi kalau aku cekik anak haram mu ini? Dia akan mati atau tetap hidup seperti kamu yang sudah ku cekik berkali-kali tapi belum juga mati."
Ozan tersenyum dingin seperti psikopat membuat jantung Freya nyaris copot dari tubuhnya.
Ozan adalah pria kejam tanpa nurani. Baru saja dia berbicara, sekarang dia sudah bertindak.
Tangan besarnya melingkar di leher bayi mungil itu membuat tangisannya tertahan. Jiwa dan tubuh Freya terguncang hebat melihatnya.
"Akkkk … jangan Ozan?! Jangan lakukan itu?! Kembalikan putraku?!" Freya berjinjit berusaha menggapai putranya.
Tinggi tubuh Freya 155 cm, tentu saja kalah jauh dari Ozan 183 cm.
Ozan tertawa cekikikan saat melihat wajah panik Freya. Dia senang melihat manusia peliharaan nya memasang wajah panik.
Freya menangis histeris. Dia memukul Ozan dengan kencang, tetapi tak mampu menyakiti pria itu.
Ozan yang sudah puas bermain beberapa menit langsung memberikan bayi merah itu pada Freya.
Bergegas Freya memeluk putranya erat. Lalu menjauh dari Ozan. Matanya menatap nyalang pada pria berstatus suaminya.
"Binatang kamu, Ozan?! Tidak … tidak … bahkan harimau di hutan tidak akan memakan anaknya?!" sentak Freya dengan suara bergetar menahan amarah.
Ozan menaikkan alisnya sebelah. Dia memiringkan wajahnya sedikit, persis seperti predator saat memperhatikan mangsanya.
"Harimau tidak akan memakan anaknya. Tapi, harimau tidak segan memakan anak ayam, bukan?"
Ozan menyindir status putra Freya yang jelas-jelas bukan darah dagingnya.
Freya hanya bisa terdiam sambil menenangkan bayinya yang bergetar ketakutan. Bayi mungil itu sudah merasakan kejamnya ayah tiri di usianya yang terbilang sangat muda.
"Anggap saja yang tadi itu hukuman ringan karena kamu sudah berani melaporkan ku pada polisi!" balas Ozan dingin membuat Freya tersentak.
Wanita itu teringat akan sesuatu. Seminggu yang lalu dia membuat laporan di kantor polisi atas kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Freya juga memberikan hasil visum rumah sakit. Pada pihak polisi.
Apa yang sebenarnya terjadi? Mengapa Ozan bisa tahu? Padahal Freya bermain cantik.
"Ba … bagaimana bisa kamu tahu kalau aku ke kantor polisi?" tanya Freya dengan suara terbata-bata.
"Freya … Freya … seperti yang kamu tahu kalau aku ini kaya raya. Tentu saja aku punya teman dari berbagai kalangan. Polisi yang menangani kasus mu, atasannya adalah temanku. Kau tahu apa maksudku, bukan?"
Ozan berbicara dengan santai. Freya ketakutan, dia berjalan mundur. Dia tidak ingin berdekatan dengan Ozan.
"Sekali lagi kamu melaporkan ku, siap-siap tubuh mungil anak haram mu ini ku buat menjadi dua belas bagian," ancam Ozan pelan dengan suara serak.
Setelah membuat mental Freya terguncang. Ozan berbalik, melangkah mendekati ranjang, meninggalkan Freya yang membatu di sudut kamar.
"Bawa keluar anakmu. Pastikan dia menjauh dariku bila sedang menangis! Atau ku buat pita suaranya putus!"
Freya yang mendengarnya langsung berlari keluar kamar. Dia masuk ke kamar tamu. Di sana Freya sekuat tenaga menahan tangisannya agar tak pecah. Dia menyusui putranya yang lelah menangis dan kini terlelap dalam gendongan nya.
Cup.
Freya mengecup pelipis putranya dengan lembut.
"Maafkan Mama karena tidak bisa memberimu ayah yang baik, Marcel. Tapi, mama janji akan menjadi mama sekaligus papa untuk Marcel."
Bocah kecil itu seolah tahu apa yang dikatakan ibunya. Dia tersenyum dengan mata terpendam menampilkan gusi yang belum tumbuh gigi.
Hati Freya menghangat melihat putranya tersenyum. Kegelisahan yang tadi menghuni hatinya lenyap dalam sekejap. Melihat putranya tersenyum.
Freya berterima kasih pada pria yang pernah tidur bersamanya, karena telah menitipkan benih di rahimnya. Setidaknya Freya punya anak dan dia punya harapan untuk menciptakan keluarganya sendiri.
*
*
Tujuh tahun kemudian.
Di sebuah perusahaan besar. Seorang duda tampan sejuta pesona sedang duduk di kursi kebesarannya.
Suara ketukan pintu membuat sang duda mengalihkan atensi ke arah pintu.
"Masuk."
Pintu terbuka dan menampilkan sosok wanita cantik berpakaian kantoran, celana kulot panjang berwarna abu-abu senada dengan jasnya masuk ke dalam ruangan.
"Selamat pagi, Pak. Perkenalkan nama saya Freya Kanaya yang akan mengambil alih semua tugas Buk Ajeng – sekretaris bapak yang sebelumnya!" seru wanita itu membuat sang duda tersenyum tipis.
Mark Lee — si duda tampan sejuta pesona dan suka menggoda para wanita, senang mendapatkan sekretaris cantik.
"Cantik," puji Mark membuat Freya terhenyak.
"Terima kasih, Pak," balas Freya canggung.
"Bukan, maksudnya gorden ruangan saya cantik. Baru diganti tadi pagi," imbuh Mark santai membuat wajah Freya muram.
"Kampret," batin Freya menggerutu.
*
*
Maaf telat up 🌹❤️🙏
Guys, mohon dukungannya yah 🌹❤️🙏 komentar nya di perbanyak juga.
Bersambung.
Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰
Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 67 Episodes
Comments
Yunerty Blessa
apakah Mark yang pernah meniduri mu....
2023-12-03
1
Wati_esha
Freya ... siapa yang dudah menidurimu?
2023-08-21
1
Ajusani Dei Yanti
bhahahahaha dasar bos asem🤣🤣🤣
2023-07-27
1