Selama dua hari pasca perdebatan kecil antara Mark dan Freya, membuat keduanya terasa canggung. Lebih tepatnya Mark yang mati kutu bila berhadapan dengan Freya.
Dia benar-benar merasa bersalah karena telah membuat Freya marah padanya. Mark melirik ke arah ruangan Freya, hati pria itu tidak tenang sebelum meminta maaf.
"Haiss, sepertinya aku harus jadi buaya darat untuk meluluhkan hatinya agar aku dimaafkan," gumam Mark kesal pada dirinya sendiri.
Sebuah ide terlintas dalam benaknya. Pria itu tersenyum manis, dia segera beranjak menuju ruangan Freya.
Dia mengetuk pintu ruangan terlebih dahulu, tak lama setelahnya Freya keluar dari ruangan.
"Ada apa, Pak?" tanya Freya datar seperti biasanya.
Mark memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celana lalu memasang senyuman tengil nya.
"Ikut saya!" titah Mark membuat Freya bingung.
Dia menaikkan alisnya sebelah menatap Mark lekat.
"Ke mana ya, Pak? Bukannya hari ini tidak ada jadwal meeting?" Freya bertanya demi memuaskan rasa penasaran nya.
Mark hanya tersenyum simpul. Inilah yang dia suka dari Freya, karena tak mudah diajak pergi. Bukan seperti wanita lain yang tak mau bertanya, saat diajak Mark langsung menempel pada pria itu dan pasrah dibawa ke manapun.
"Kita ada acara makan siang dengan orang penting. Jangan banyak tanya lagi atau gaji kamu saya potong! Cukup ikuti saya saja."
Mark memberi perintah yang tak dapat dibantah. Freya hanya bisa menghela nafas berat, dalam hati dia mengumpat Mark, karena berbuat sesuka hati.
"Baiklah, saya ambil tas saya dulu kalau begitu."
Mark tersenyum penuh arti. Hari ini dia akan mencoba mengambil hati Freya agar wanita itu memaafkannya dan bisa akrab dengannya.
*
*
Freya mengernyitkan dahinya dikala tahu arah jalan yang mereka tuju. Dalam hati dirinya bertanya-tanya dengan siapa Mark akan makan siang. Sedangkan jalan yang mereka lalui menuju ke sebuah sekolah dasar swasta.
"Pak, ini jalan menuju sekolah SD Nusa Bangsa. Apa Bapak punya janji makan siang dengan kepala sekolah Nusa Bangsa atau Donatur sekolah itu?" tanya Freya pada sang atasan.
Mark hanya tersenyum kecil. Mobil mewah itu memasuki pelataran sekolah swasta mewah itu. Setelah terparkir barulah Mark menjelaskan pada Freya.
"Lima menit lagi waktunya anak-anak pulang. Jemput lah anakmu, kita ajak dia makan siang sekalian. Saya tahu kamu tidak punya banyak waktu libur sejak menjadi sekretaris saya. Hari ini saya akan menemani kamu bermain dengan anakmu!" jelas Mark membuat Freya terhenyak.
Hatinya terenyuh, tersentuh dengan kebaikan Mark. Memang benar akhir-akhir ini dia sangat sibuk, tak punya waktu untuk makan siang bersama putranya. Bahkan, di hari libur Freya juga mengerjakan tugas kantor nya.
"Terima kasih banyak, Pak!" Freya mencium punggung tangan Mark secara reflek sebagai bentuk berterima kasih.
Mark termangu dia melihat punggung tangannya. Freya telah keluar dari mobil meninggalkan Mario sendirian.
Pria itu tersenyum senyum sendiri. Dia meraba-raba hatinya yang berdetak kencang saat bibir Freya mengecup punggung tangannya.
"Aaaa .. sepertinya aku tidak akan mencuci tangan ku selama tiga hari," gumam Mark malu-malu kucing seraya mencium punggung tangan kanannya.
Mark memang sudah jatuh cinta pada Freya sejak lama ditambah setelah mendapatkan laporan dari orang yang dia suruh untuk menyelidiki kehidupan Freya.
Wanita itu tidak bahagia bersama suaminya. Terlebih lagi suami Freya ringan tangan.
"Ozan Pratama, jangan salahkan aku kalau merebut istrimu. Salahkan dirimu sendiri karena telah menjadikan istrimu samsak tinju," gumam Mark penuh arti.
*
*
Bersambung.
Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰
Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 67 Episodes
Comments
Aishyandra Junia
baru kali ini gw mndukung pebinor 😂
2024-02-20
2
Nelly oktavia
semangat pebinor 😍😍🤩
2024-01-05
0
Rizky Anindiya
maju terus pebinor💪
2024-01-05
0