"Kau memintanya sekarang? Tapi ini masih pagi," kata Freya mendadak gugup sekali, otaknya tiba-tiba mulai bertraveling kemana-mana mengingat apa yang hampir saja ia dan Sean lakukan semalam.
"Bukannya kau butuh uangnya sekarang?" Sean menyahut santai, sebenarnya tidak benar-benar menginginkan Freya menyerahkan tubuhnya, tapi ia sengaja memainkan wanita itu.
"Ya tapi ... " Freya terdiam sesaat, ia menatap Sean yang duduk dengan santai menunggu jawabannya itu. "Ehm, baiklah kita lakukan sekarang juga, ayo," kata Freya memutar tubuhnya hingga berhadapan langsung dengan Sean.
Sean mengangkat alisnya, ia menatap Freya dari atas sampai bawah. Terlihat sangat seksi sekali, apalagi ia bisa melihat jika saat ini Freya tidak menggunakan bra, membuat Boba kecil milik wanita itu terlihat.
"Hei, kenapa kau diam saja? Ayo kita bercinta," tegur Freya membuat lamunan Sean seketika buyar.
"Astaga wanita ini," gerutu Sean malah merasa aneh saat Freya mengajak bercinta dengan begitu gamblang.
"Ck, tidak usah munafik, ayo kita lakukan," kata Freya sama sekali tidak malu, ia bangkit dari duduknya dan tanpa canggung langsung duduk dipangkuan Sean.
Sean gelagapan, sontak saja tangannya reflek menyentuh pinggang Freya. "Kau yakin akan menyerahkan itu padaku?" tanya Sean sebelum semuanya terjadi.
"Kau terlalu banyak bertanya, cepat lakukan sekarang juga agar aku bisa secepatnya pergi dan membeli obatku," sergah Freya sama sekali tidak sabar, sungguh ia butuh uang saat ini untuk membeli obatnya.
"Aku akan memberikan uangnya tanpa kau melakukan ini," kata Sean menghela nafas panjang.
"Tidak, aku tidak mau hutang apapun padamu. Kau mau melakukannya atau aku pergi mencari pria lain?" ujar Freya menatap Sean begitu tajam.
Sean menipiskan bibirnya, sepertinya sudah tidak ada lagi yang perlu dikhawatirkan. Toh, Freya juga yang menyerahkannya secara suka rela dan dalam keadaan sadar. Jadi, ia tidak salah apapun dalam ini.
"Baiklah, tapi setelah ini, aku harap tidak akan drama apapun diantara kita. Hubungan kita murni hanya sebatas hubungan timbal balik yang saling menguntungkan. Jangan pernah menggunakan hatimu dan jatuh cinta padaku," kata Sean merasa harus mempertegas hal itu pada Freya.
Ia hanya tidak mau membuat Freya sakit hati atau bagaimana nantinya, mengingat ia merupakan pria yang tidak bisa terikat dengan wanita manapun karena pekerjaannya yang merupakan seorang gigolo.
Freya terdiam sesaat, entah kenapa kata-kata Sean itu begitu mengusik dirinya.
"Kau tidak perlu khawatir, jika aku jatuh cinta, pasti bukan denganmu," sahut Freya datar saja.
"Aku harap kau benar-benar melakukannya," ucap Sean menatap Freya sangat serius. Setelah itu ia langsung me lu mat bibir Freya dengan penuh nafsu dan sangat cepat.
Freya cukup terkejut dengan ciuman tiba-tiba itu, ia begitu kaku saat mencoba membalas ciuman Sean padanya. Namun, perlahan-lahan ia mulai terbiasa dan terbawa suasana akan ciuman yang diciptakan Sean.
Puas saling me lu mat bibir dan bertukar saliva, Sean menurunkan ciumannya ke dada Freya, sesekali mere masnya lembut membuat tubuh Freya seperti tersengat aliran listrik.
"Sean ... " Freya menyebut nama pria itu dengan nafas yang memburu, ia merasa tubuhnya sudah seperti terbakar akan hasrat yang tercipta karena sentuhan lembut itu.
Hanya dalam hitungan menit, Sean sudah menanggalkan kaos kedodoran yang tadi dipakai Freya. Kini wanita itu duduk di pangkuannya dengan keadaan polos yang membuat jantung Sean berdetak kencang.
"Jangan melihatnya sialan!" umpat Freya malu sendiri rasanya, ia segera menutup kedua asetnya yang terpampang didepan Sean.
Sean terkekeh-kekeh geli, ia menyingkirkan tangan Freya pelan. "Tidak perlu menutupinya, aku sudah melihat semuanya 'kan?" ucap Sean mengerlingkan sebelah matanya menggoda. Setelah itu ia tiba-tiba menggendong Freya lalu merebahkan tubuhnya di meja makan lalu mencium kembali bibir Freya lebih panas dari sebelumnya.
Freya tentu segera membalasnya, ia sudah pasrah saja jika Sean akan menyentuhnya sedemikian rupa. Ia hanya butuh uang dan uang, sudah itu saja yang ada di otaknya.
"Se ... lakukan sekarang juga," lirih Freya merasa sudah tidak tahan lagi dengan godaan-godaan memabukkan yang diciptakan oleh Sean.
"Kau sudah siap?" tanya Sean sebelum melanjutkan aktivitasnya.
Freya hanya mengangguk pasrah, miliknya sudah berkedut-kedut manja sejak tadi. Matanya bahkan sudah tidak sanggup terbuka karena sentuhan tangan Sean.
Sean balas mengangguk singkat, ia kembali mencium Freya dan mengangkat tubuh wanita itu lalu membawanya ke kamar. Ia tidak mungkin bercinta di ruang tamu yang kapan saja akan ada orang yang datang. Sean menggendong Freya layaknya bayi koala dengan bibir yang saling bertautan ria.
Dengan satu tangan ia membuka pintu kamarnya lalu masuk dan merebahkan Freya ke kasur perlahan. Sesaat Sean menatap Freya yang sudah sangat pasrah itu. Ia lalu melepaskan pakaiannya sendiri hingga terpampanglah tubuhnya yang kekar dan berotot.
"Astaga, dia pasti akan merobekmu Freya," umpat Freya dalam hatinya tatkala melihat rudal milik Sean yang berdiri kokoh seperti cakar ayam yang dicor semen tiga roda.
Sean tersenyum kecil, ia menarik dagu Freya agar menatapnya. "Kau terlihat takut?"
"Tidak!" Freya menggelengkan kepalanya cepat-cepat.
"Bagus, karena aku tidak akan melepaskanmu sebelum aku bisa melakukannya," kata Sean menatap Freya dengan senyumannya yang sangat manis. Setelah itu ia langsung me lu mat bibir Freya dengan sedikit kasar, tangannya membelai lembut paha Freya dan mendorong kakinya untuk terbuka lalu mengarahkan rudal miliknya.
Freya memejamkan matanya seraya menikmati sentuhan dan ciuman dari Sean. Ia sesekali menjambak rambut pria itu saat dirasa ciumannya cukup kasar. Hingga beberapa detik kemudian, mata Freya terbuka lebar.
"Akhhhhh! Sean!" teriak Freya mencakar punggung Sean dengan begitu kuat.
"Tahan sebentar," kata Sean meringis saat mencoba menerobos jalan yang belum pernah tersentuh itu.
"Sakit ... arghhhhh.. Brengsek!" Freya kembali berteriak, kali ini ia juga memukul lengan Sean dengan sangat keras saat merasakan sebagian rudal Sean memasuki rahimnya.
"Sekali lagi ... sekali lagi," ucap Sean melakukan dorongan lebih kuat untuk menerobos kelembutan yang baru pertama kali dirasakannya itu.
"Oh shitttt! " Freya mengumpat seraya memeluk leher Sean sangat kuat, air matanya sejak tadi sudah berjatuhan membasahi pipinya.
"Teriak-" bisik Sean tepat ditelinga Freya, dan sekali lagi ia mendorong rudalnya lebih kuat dari sebelumnya.
"SEANNNNNNNN!!" Freya benar-benar berteriak keras dan mengigit pundak Sean saat pria itu berhasil menerobos gawang miliknya yang terjaga selama 21 tahun.
"Akhirnya aku berhasil melakukannya Nona," ucap Sean perlahan-lahan mulai mengayunkan tubuhnya diatas Freya.
Freya hanya diam, memandang bola mata Sean yang bergerak-gerak menatap dirinya. Ia mencengkram lengan Sean sangat kuat saat pria itu mulai bergerak, rasanya benar-benar sakit sekali. Namun, sejujurnya hatinya lebih sakit setelah semuanya terjadi.
"Apa kau menyesal?" tanya Sean mengentikan aktivitasnya sejenak, ia mengusap air mata Freya yang tidak henti mengalir.
"Pertanyaan bo doh apa itu, cepat selesaikan ini, perih brengsek ... ahhh ..." sahut Freya berpura-pura marah untuk menutupi perasaannya.
Sean tidak menyahut lagi, ia melanjutkan aktivitasnya karena saat ini hasratnya sudah diubun-ubun. Sebelumnya ia memang sudah sering bercinta dengan banyak wanita, tapi saat bersama Freya semuanya terasa berbeda, apalagi Freya masih begitu ranum dan sempit, membuat Sean merasakan kenikmatan yang berkali-kali lipat.
Dipagi menjelang siang itu kamar Sean dipenuhi dengan suara de sa han mereka yang saling bersahutan. Mungkin jika ada yang mendengarnya akan tahu bagaimana panasnya pergumulan mereka.
Sean bahkan tidak hanya sekali menyentuh Freya, setelah lima jam ia mengeksplorasi semua skilnya bersama Freya, barulah ia melepaskannya dan mereka langsung tertidur seraya saling berpelukan.
Happy Reading.
Tbc.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 95 Episodes
Comments
Shyfa Andira Rahmi
semoga setelah ini lo lngsung IMPOTEN Se🤣🤣🤣 n cuman sama Freya aja lo BERDIRI
2025-03-02
0
Ririn Nursisminingsih
hadech😯
2024-05-04
1
Shepty Ani
klo freya lagi sakau kau perkosa aja itu freya bang biar lupa sama permennya
2023-09-21
1