"Ah ... euhmmm ... aku suka baby ... ah ... Lebih cepat! Akhhhhhhhh ..."
"Arghhhhhhhh!!!!"
Suara de sa han seorang pria dan wanita saling bersahutan memenuhi kamar yang terlihat sangat luas. Ranjang yang bergoyang itu menandakan ada gerakan yang cukup kerasa diatasnya, terlihat sangat acak-acakan. Bantal dan selimutnya entah terlempar kemana saja.
"Lagi baby, oughhhh ...." Seorang wanita yang tampak sudah berumur namun masih terawat tampak melenguh pelan tatkala lawan mainnya melepaskan penyatuan mereka. Ia masih memejamkan matanya meresapi kenikmatan dunia yang baru saja diraihnya, tapi rasanya masih belum puas mengingat bagaimana perkasanya pria yang telah disewanya.
Sean menarik sudut bibirnya, ia tidak menggubris perkataan wanita itu dan memilih memunguti bajunya sendiri.
"Hari ini cukup sampai disini Baby, kita sudah menghabiskan 4 jam. Kau juga butuh istirahat," ujar Sean melempar senyum mautnya kepada wanita itu.
"Lagi, aku akan memberikanmu bonus. Atau mungkin kau bisa ikut pulang ke rumahku, suamiku sedang keluar kota," ujar wanita itu lagi, benar-benar belum puas meski sudah 4 jam bercinta dengan sangat panas dan tanpa jeda.
Lagi-lagi Sean hanya tersenyum, ia tetap memunguti bajunya lalu pergi ke kamar mandi dan memakinya. Sebelum itu, ia sempat membersihkan dirinya, mengguyur seluruh tubuhnya dengan air yang mengalir dari shower.
Sean membiarkan air itu membasahi tubuhnya, seolah ingin membersihkan bekas-bekas wanita yang masih menempel ditubuhnya. Namun, meskipun ia membersihkannya tidak akan mungkin membuat dirinya juga benar-benar bersih.
Sean menghela nafas panjang, tidak mau mengingat-ingat hal yang membuat hatinya mengharu biru. Ia lebih memilih menyelesaikan acara mandinya dan memakai bajunya kembali lalu pergi meninggalkan tempat itu.
"Baby, aku akan pergi sekarang. Apa aku perlu memesankan taksi untukmu?" ujar Sean masih bersikap baik kepada sumber uangnya itu.
"Tidak usah, seharusnya kau saja yang mengantarku. Kenapa kau menolak?" sahut wanita itu tersenyum manja pada Sean, berharap Sean akan tergoda lagi dengan wajahnya itu.
Namun, tentu saja hal itu tidak akan terjadi. Bagi Sean ia hanya akan bekerja seperti perjanjian yang telah dibuat. Jika waktunya sudah habis, maka ia akan benar-benar pergi.
"Kalau begitu, aku akan pergi. Semoga harimu menyenangkan Baby. Terima kasih bonusnya, hubungi saja Anton jika kau membutuhkanku lagi," kata Sean menunjukkan ponsel yang terlihat sebuah transaksi disana, ia menyempatkan dirinya untuk mencium mesra bibir wanita itu sebelum pergi.
Tujuannya tentu ingin memberikan efek terpesona kepada wanita yang baru saja dipuaskannya. Sean yakin, wanita itu pasti akan menghubungi Anton untuk meminta jasanya lagi.
******
Sean meninggalkan kamar sewanya seraya menghisap rokoknya dalam-dalam, ia tidak langsung pulang karena menunggu temannya Anton yang memiliki perkejaan yang sama dengannya.
Seseorang Gigolo? Yeah, Sean menganggap itu adalah perkejaan karena memang itulah yang ia lakukan setiap hari. Memuaskan wanita satu dan wanita lainnya. Dia hanya tinggal membuat wanita itu terus men de sah maka uang akan mengalir di rekeningnya.
Saat Sean sedang menikmati rokoknya, ponselnya terdengar berdering membuat ia segera mengangkatnya, ternyata Anton yang sudah menghubunginya.
"Lu dimana?" Tanya Sean tanpa basa-basi.
"Gue kayaknya nggak bisa pulang, lu balik aja gue ... ah honey, biarkan aku menghubungi Sean dulu."
Sean mendengus kecil mendengar suara Anton, tanpa melihat pun ia tahu jika saat ini Anton masih ditahan oleh partnernya.
"Gue tahu, kalau gitu gue pulang duluan." Sean mematikan sambungan telepon saat dirasa sudah cukup tahu informasi tentang temannya Anton yang tidak bisa pulang malam ini.
Sean menghabiskan rokok terakhirnya lalu membuang puntungnya. Ia sudah bersiap untuk pulang tapi matanya tidak sengaja menangkap bayangan yang menarik perhatiannya. Awalnya tidak ingin perduli, tapi hati Sean seolah tertarik untuk melihatnya.
"Lepaskan brengsek! Aku tidak mau!" Sayup-sayup Sean mendengar suara wanita yang berteriak-teriak, ia bergegas melangkahkan kakinya dan ia seketika terkejut saat melihat seorang wanita yang dipaksa oleh seorang pria.
Tanpa ba-bi-bu, Sean langsung melibas kepala pria itu dengan tendangan dikakinya sampai pria itu terjungkal.
"Bang sat! Tidak bisakah kau mencari mangsa lain!" umpat Sean kembali melesatkan tendangannya ditubuh pria itu hingga tidak lagi bisa berdiri.
"Cih, cuma segitu doang belagu," decih Sean meludah kelantai. Sean lalu menghampiri seorang wanita yang hampir dilecehkan itu.
"Halo, Nona? Apa kau bisa mendengarku?" Sean mencoba menyentuh lengan wanita itu, namun tiba-tiba tubuh wanita itu malah ambruk kepelukannya.
"Kepala gue sakit banget ..." Freya merintih pelan tatkala merasakan kepalanya berdenyut-denyut tidak karuan, seolah ada sesuatu yang menghantamnya dengan keras.
"Kau mabuk, katakan dimana rumahmu, aku akan mencarikan taksi," ujar Sean.
Freya tidak menyahut, kepalanya benar-benar sakit hingga ia tak tahan rasa sakitnya dan dirinya langsung tak sadarkan diri begitu saja.
"Hei, kau ...," Sean menghentikan ucapannya, ia menghela nafas panjang saat tahu jika Freya sudah pingsan duluan.
"Kenapa juga dia harus pingsan disaat seperti ini, menyebalkan," gumam Sean diiringi dengusan kecilnya, ia padahal hari ini sangat lelah dan ingin tidur cepat, tapi malah bertemu dengan wanita ini.
"Kemana aku harus membawanya? Apa aku bawa kerumah saja?" Sean bergumam lagi, ia melihat Freya yang benar-benar sudah tidak berdaya seperti itu.
Menyadari jika Freya mabuk hingga teler membuat Sean lagi-lagi mendesis pelan. "Semua wanita memang sama saja," gerutu Sean akhirnya mau tidak mau membawa Freya menggendongnya pergi meninggalkan toilet itu dan membawanya pulang kerumah.
Selain tidak tahu alamat Freya, ini juga sudah jam 3 pagi, bisa saja rumah wanita ini sangat jauh dan akan membuang waktunya dengan sia-sia.
*******
Sean membawa Freya ke rumah pribadinya yang terlihat minimalis, ia lagi-lagi harus menggendongnya karena Freya masih tidak sadarkan diri. Sean lalu membawa wanita itu ke kamarnya, ia membantu melepaskan sepatu hak tinggi wanita itu dengan perlahan agar tidak membangunkan.
"Hei!" Freya tiba-tiba berseru membuat Sean kaget, ia menoleh dan melihat Freya sudah duduk.
"Kau sudah bangun?" Sean mendesis sebal, ia sudah bersusah payah menggendong wanita itu tapi malah bangun.
Freya tidak menjawab, ia mengerutkan dahinya menatap Sean lekat-lekat. Tidak tahu apa yang ada dipikiran Freya saat ini, tapi ia terus mendekatkan wajahnya kearah Sean.
"Kalau kau sudah baik-baik saja, aku-" Sean membulatkan matanya kaget saat Freya tiba-tiba memegang pipinya lalu mencium bibirnya dengan lembut. Bibir wanita itu tampak malu-malu mengecupi bibirnya.
Sean yang sudah pro dalam berciuman merasa ciuman Freya itu sangat buruk, secara impulsif ia malah menekan tengkuk Freya dan memperdalam ciuman itu. Mengigit bibir kecil Freya hingga terbuka lalu menyusupkan lidahnya kedalam rongga mulutnya.
Ciuman itu cukup lama dan dalam, kedua orang asing yang tidak saling mengenal berciuman dengan begitu panas. Tapi Sean menghentikannya sebelum hasratnya kembali bangkit. Nafas keduanya terengah-engah dan Freya melempar senyuman manisnya lalu tertidur kembali.
Sean berdecih pelan. "Selain pemabuk yang buruk, dia juga sangat payah dalam hal ciuman," desis Sean menarik sudut bibirnya melihat Freya yang meringkuk di kasurnya.
Meksipun Sean seorang Gigolo yang memuja wanita, tapi ia tidak pernah sekalipun mengambil kesempatan dalam kesempitan. Ia langsung meninggalkan kamarnya setelah membenarkan selimut pada Freya.
Happy Reading.
TBC.
Cast Visual.
Sean Bagaskara_
Freya_
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 95 Episodes
Comments
Alit Safitri
Sean ganteng bngt thor
2025-02-28
0
Mommy QieS
Seannya masih sangat muda.😍😍
2024-01-29
0
Ita rahmawati
emane klo fraya dapet sean 😅😅
2023-06-04
3