Jalan Satu-satunya.

Setelah meminum obat dan menenangkan dirinya, Sean bergegas bersiap-siap, ia harus menemui sahabatnya Anton untuk meminta bantuan pria itu. Sean sangat berharap jika Anton bisa membantunya, saat ini hanya pria itu satu-satunya harapan terakhirnya.

Saat Sean turun kebawah, ia tertegun melihat Freya yang rebahan di sofa ruang tamunya. Ia sampai lupa jika Freya sejak tadi belum pulang. Sean menatap wanita itu yang sudah mulai dalam pengaruh narkoba, tanpa sadar bibirnya berdecak kesal, apalagi melihat beberapa putung rokok yang berserakan di lantai.

"Hei wanita ceroboh, tidak bisakah kau bersikap lebih baik? Kau mengotori rumahku," sentak Sean begitu geram, baru kali ini rumahnya terlihat begitu berantakan, dan itu semua karena Freya.

"Pergilah pengacau, aku sedang menatap burung itu. Kau lihat tidak? Kenapa dia menjadi banyak sekali?" Freya menyahut tidak jelas, pikirannya saat ini hanya berisi hal-hal indah yang membuat ia lupa akan luka sakit hati terhadap Ayahnya.

"Astaga, tidak ada gunanya aku berbicara dengan wanita ini." Sean menepuk dahinya sendiri, kepalanya yang sudah pusing semakin pusing karena memikirkan Freya.

"Hei, kau mau kemana?" Saat Sean ingin beranjak pergi, Freya tiba-tiba berteriak membuat pria itu terkejut.

"Aku ada urusan penting, kalau kau ingin disini terserah kau saja. Jangan menggangguku," kata Sean.

"Kenapa disini panas sekali," ucap Freya, tiba-tiba saja ia bangkit dan mencoba melepaskan bajunya.

"Hei, jangan coba-coba!" teriak Sean segera berlari, mencegah Freya untuk membuka bajunya.

"Aku kepanasan disini," kata Freya benar-benar tidak sadar dengan apa yang dilakukannya saat ini, ia menepis tangan Sean dengan kasar lalu tetap membuka bajunya hingga tersisa bra sport berwarna hitam yang membungkus dadanya yang ternyata memiliki ukuran cukup besar.

"Keterlaluan, kau ingin menggodaku?" hardik Sean mengalihkan pandangannya, padahal sudah terbiasa melihat hal seperti itu, bahkan sering, tapi melihat milik Freya pikirannya berubah sangat liar.

Freya terkekeh-kekeh kecil. "Kau bilang tidak akan tergoda," ucap Freya.

"Tapi aku tentu tidak akan menyia-nyiakan kesempatan didepan mataku, bagaimana?" Dengan gerakan cepat, Sean tiba-tiba menarik tangan Freya hingga mereka berpelukan.

Freya masih tertawa tanpa dosa. "Lakukan saja, aku sudah bilang tidak akan ada yang peduli padaku. Tapi ... hati-hati ya, aku masih polos, hahahaha," kata Freya malah pasrah saja, ia juga memainkan kancing baju Sean seolah menggoda pria itu.

Sean mengertakkan giginya, ia langsung melepaskan Freya begitu saja. "Tidak ada gunanya, aku sendiri bisa gila jika meladeni wanita ini," sergah Sean memilih pergi saja meninggalkan Freya, selain tidak berguna tentu sangat membuang waktu, mengingat saat ini ia harus menyelamatkan keluarganya terlebih dulu.

"Hei, kau ini tidak percaya sekali. Aku masih suci seperti embun pagi!" Teriak Freya masih saja tertawa cekikikan meskipun Sean berjalan menjauh.

"Dasar pria, bilangnya tidak tergoda. Tapi apa yang keras tadi," ucap Freya semakin terkikik-kikik jika mengingat sesuatu yang tidak sengaja menyentuhnya.

******

"Gue serius, mana mungkin gue punya uang sebanyak itu. Lu tahu sendiri bokap gue setiap hari harus check up."

Sean menjambak rambutnya frustasi saat Anton yang menjadi satu-satunya orang yang bisa diharapkan tidak bisa membantunya. Sean benar-benar lupa jika Anton juga memiliki masalah yang hampir sama dengannya, yaitu orang tuanya sakit dan Anton masih harus menyekolahkan adiknya yang masih kecil-kecil.

"Apa Bibi lu itu udah kehilangan otaknya? Ngapain nyulik Mayka segala, anak kecil segitu mau disuruh apa?" tanya Anton tidak habis pikir dengan cerita yang dikatakan oleh Sean.

"Dia memang gila, aku bahkan sangat tidak sudi menyebutnya Bibi," ujar Sean masih begitu geram jika mengingat tentang Bibinya.

"Apa lu serius nggak ada uang segitu? Kalau gue ada, gue pasti langsung ganti. Paling satu Minggu gue bakalan dapat uang segitu, lu tahu pelanggan gue sangat loyal," kata Sean masih mencoba peruntungan dengan membujuk sahabatnya.

"Astaga Se, lu kenal gue, kalau pun gue ada, gue pasti kasih. Di rekening gue ada cuma 70 an juta, semalam gue nggak kerja, soalnya Angela ngajak pergi," ucap Anton menatap Sean iba tapi juga tidak berdaya.

"Gue juga cuma ada sedikit, habis gue pakai DP rumah buat Ibu gue." Sean menghempaskan tubuhnya dengan tidak bersemangat, sepertinya sudah tidak ada jalan lagi.

"Lu mau dapat uang cepet?" timpal Anton tiba-tiba.

"Gimana caranya?" tanya Sean melirik sahabatnya itu.

"Andriana, dia pasti ngasih lu mau minta berapa pun," kata Anton sudah sangat mengenal Andriana, karena ia pun pernah menjadi partner ranjang wanita itu.

"Wanita itu? Gue nggak suka, dia terlalu posesif, dan lu tahu prinsip gue yang nggak mau terikat dengan mereka," kata Sean menggelengkan kepalanya, tidak mau mendatangi para wanita itu karena Sean tahu para wanita itu akan meminta hal yang aneh-aneh.

"Kali ini percaya sama gue, Andriana itu menyimpan fantasi liar, lu hanya harus pinter membuat dia puas," ujar Anton meyakinkan sahabatnya itu.

Sean terdiam, semakin bingung karena harus memilih jalan yang mana. Di satu sisi ia sangat butuh uang itu, tapi disatu sisi ia juga tidak mau kembali ke salah satu wanita yang pernah menyewa jasanya. Sean menganggap hal itu sebagai pengkhianatan kepada dirinya sendiri karena melanggar prinsip yang dibuatnya.

"Ambil saja Se, kalau lu nggak nyaman. Kasih jangka waktu aja, seminggu gitu," ujar Anton lagi.

Sean menghela nafas panjang, memang tidak ada jalan lagi selain menerima tawaran itu. Akhirnya dengan sangat terpaksa, Sean mengangguk mengiyakan.

******

Sean kembali pulang ke rumah setelah melakukan negosiasi dengan Andriana. Dan apa yang dikatakan oleh Anton itu sepenuhnya benar, Andriana memiliki fantasi liar yang membuat Sean hampir tidak percaya. Bagaimana tidak, sebelum ia kembali pulang, Andriana tadi sempat mengajaknya untuk bermain dengan disaksikan Anton.

Sean tentu menolak karena merasa hal itu sangat menjijikan. Tapi sebagai gantinya lusa Andriana akan mengajaknya pergi berliburan ke negara tetangga. Andriana beralasan jika mereka bermain di negara mereka, ia takut akan ketahuan dengan suaminya.

"Setidaknya itu lebih baik, daripada aku harus bermain di depan Anton. Aku juga masih punya waktu besok untuk menjemput Mayka," gumam Sean memijit lehernya yang terasa pegal.

Tidak terasa sejak tadi beraktivitas di luar, hari sudah beranjak malam. Sean sepertinya harus istirahat, tubuhnya terasa sakit semua karena sering bergadang malam dan menghabiskan tenaganya.

Namun, saat ia masuk kedalam rumah, bukannya bisa berisitirahat, tapi Sean harus menghadapi Freya yang berkacak pinggang dan menatapnya sangat kesal.

"Kau ini darimana saja? Membiarkanku di rumah sendiri, udah kayak orang bego!" seru Freya entah kenapa uring-uringan sendiri, padahal ia yang menumpang di rumah Sean.

"Kau masih disini? Aku pikir sudah pulang," ujar Sean mengernyitkan dahinya, ia pikir tadi Freya sudah pulang, tapi ternyata masih di rumahnya.

"Ck, aku tidak mau pulang. Malam ini dan seterusnya, aku akan tinggal disini," kata Freya memutusakan dengan sangat enteng, tanpa berpikir Sean setuju atau tidak. Karena jika ia pulang, maka Ayahnya pasti akan sangat marah dan menghukumnya lagi.

Happy Reading.

Tbc.

Terpopuler

Comments

Setiaji Muhammad

Setiaji Muhammad

gasken atuh

2023-11-03

1

Bucinnya Rajendra 💞

Bucinnya Rajendra 💞

berantem terus lama-lama bucin 😁

2023-05-17

1

Marsiana Lodovika

Marsiana Lodovika

lanjut kak

2023-05-09

1

lihat semua
Episodes
1 Freya Arabella Nasution.
2 Sean Bagaskara.
3 Pertengkaran Di Pagi Hari.
4 Muka Dua Ibu Tiri.
5 Sean Bertemu Andriana.
6 Pulang Kerumah.
7 Kembali Bertemu.
8 Menyelamatkan Freya.
9 Bukannya Kau Pacarku?
10 Jalan Satu-satunya.
11 Wanita Menyebalkan.
12 Merasa Nyaman.
13 Trauma Sean.
14 Liburan Yang Panas.
15 Last Day.
16 Sakaw.
17 Hampir Saja.
18 Berikan Aku Uang.
19 Negosiasi.
20 Setuju.
21 Perasaan Itu.
22 Bukan Sebuah Pilihan.
23 Perjodohan.
24 Terus Kepikiran.
25 Terjebak Hasrat.
26 Mulai Tumbuh.
27 Membeli Kado Untuk Mayka.
28 Datang Ke Rumah Orang Tua Sean.
29 Malam Yang Dingin.
30 Semakin Dekat.
31 Dia Hanya Temanku.
32 Aku Rasa Kalian Saling Mengenal.
33 Ingin Menjadi Lebih Baik.
34 Belenggu Dosa.
35 Terjerumus Semakin Dalam.
36 Sisi Gelap.
37 Isi Hati.
38 Ajari Aku Cinta.
39 Beautiful Love, Beautiful Day.
40 Beautiful Love, Beautiful Day_ Part 2.
41 Cinta Diantara Kita.
42 Panas Karena Cemburu.
43 Ancaman.
44 Liburan Dadakan.
45 Kebahagiaan Yang Sederhana.
46 Pulau Bali.
47 Hanya Untuk Sean.
48 Kedatangan Morgan.
49 Menikah?
50 Tidak Akan Pernah Rela.
51 Fakta Menyakitkan.
52 Luka Dan Air Mata.
53 Ayah, Aku Ingin Pernikahan Ini Batal.
54 Aku Benci Pengkhianat.
55 Pertolongan Carrel.
56 Kematian Yang Menyakitkan.
57 Penyiksaan Selanjutnya.
58 Permohonan Freya.
59 Aku Senang Kau Datang.
60 Berbeda Tapi Sama.
61 Melamar Pekerjaan.
62 Tugas Pertama.
63 Rasa Yang Tak Pernah Pudar.
64 Hiduplah Dijalan Masing-masing.
65 Jalan Kita Terlalu Rumit.
66 Siapa Dia?
67 Salah Paham.
68 Semoga Mimpi Indah Bu Dokter.
69 Jatuh Cinta Berkali-kali.
70 Sikap Manis.
71 Sentuhan Yang Memabukkan.
72 Terbang Ke Neraka Bersamaku.
73 Sengaja Memanasi.
74 Aku Merindukanmu.
75 Malam Yang Syahdu.
76 Malam Yang Syahdu Part 2.
77 Terbakar Amarah.
78 Tugas Dadakan.
79 Siasat Musuh.
80 Rencana Licik.
81 Melawan Badai.
82 Melawan Badai Part 2.
83 Terjebak Di Hutan.
84 Keluar.
85 Situasi Menegangkan.
86 Bersiaplah Ke Neraka.
87 24 Jam Penentu.
88 Sean, Kembalilah Padaku.
89 Sebuah Keajaiban.
90 At My Worst.
91 Perayaan Cinta.
92 Everything Is Love.
93 Alasan Kebahagiaanku Adalah Kau.
94 The End ~ Pelangi Setelah Hujan.
95 Promo Novel Baru.
Episodes

Updated 95 Episodes

1
Freya Arabella Nasution.
2
Sean Bagaskara.
3
Pertengkaran Di Pagi Hari.
4
Muka Dua Ibu Tiri.
5
Sean Bertemu Andriana.
6
Pulang Kerumah.
7
Kembali Bertemu.
8
Menyelamatkan Freya.
9
Bukannya Kau Pacarku?
10
Jalan Satu-satunya.
11
Wanita Menyebalkan.
12
Merasa Nyaman.
13
Trauma Sean.
14
Liburan Yang Panas.
15
Last Day.
16
Sakaw.
17
Hampir Saja.
18
Berikan Aku Uang.
19
Negosiasi.
20
Setuju.
21
Perasaan Itu.
22
Bukan Sebuah Pilihan.
23
Perjodohan.
24
Terus Kepikiran.
25
Terjebak Hasrat.
26
Mulai Tumbuh.
27
Membeli Kado Untuk Mayka.
28
Datang Ke Rumah Orang Tua Sean.
29
Malam Yang Dingin.
30
Semakin Dekat.
31
Dia Hanya Temanku.
32
Aku Rasa Kalian Saling Mengenal.
33
Ingin Menjadi Lebih Baik.
34
Belenggu Dosa.
35
Terjerumus Semakin Dalam.
36
Sisi Gelap.
37
Isi Hati.
38
Ajari Aku Cinta.
39
Beautiful Love, Beautiful Day.
40
Beautiful Love, Beautiful Day_ Part 2.
41
Cinta Diantara Kita.
42
Panas Karena Cemburu.
43
Ancaman.
44
Liburan Dadakan.
45
Kebahagiaan Yang Sederhana.
46
Pulau Bali.
47
Hanya Untuk Sean.
48
Kedatangan Morgan.
49
Menikah?
50
Tidak Akan Pernah Rela.
51
Fakta Menyakitkan.
52
Luka Dan Air Mata.
53
Ayah, Aku Ingin Pernikahan Ini Batal.
54
Aku Benci Pengkhianat.
55
Pertolongan Carrel.
56
Kematian Yang Menyakitkan.
57
Penyiksaan Selanjutnya.
58
Permohonan Freya.
59
Aku Senang Kau Datang.
60
Berbeda Tapi Sama.
61
Melamar Pekerjaan.
62
Tugas Pertama.
63
Rasa Yang Tak Pernah Pudar.
64
Hiduplah Dijalan Masing-masing.
65
Jalan Kita Terlalu Rumit.
66
Siapa Dia?
67
Salah Paham.
68
Semoga Mimpi Indah Bu Dokter.
69
Jatuh Cinta Berkali-kali.
70
Sikap Manis.
71
Sentuhan Yang Memabukkan.
72
Terbang Ke Neraka Bersamaku.
73
Sengaja Memanasi.
74
Aku Merindukanmu.
75
Malam Yang Syahdu.
76
Malam Yang Syahdu Part 2.
77
Terbakar Amarah.
78
Tugas Dadakan.
79
Siasat Musuh.
80
Rencana Licik.
81
Melawan Badai.
82
Melawan Badai Part 2.
83
Terjebak Di Hutan.
84
Keluar.
85
Situasi Menegangkan.
86
Bersiaplah Ke Neraka.
87
24 Jam Penentu.
88
Sean, Kembalilah Padaku.
89
Sebuah Keajaiban.
90
At My Worst.
91
Perayaan Cinta.
92
Everything Is Love.
93
Alasan Kebahagiaanku Adalah Kau.
94
The End ~ Pelangi Setelah Hujan.
95
Promo Novel Baru.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!