Merasa Nyaman.

Freya mengangkat wajahnya, ia tampak sudah menggigil kedinginan karena cukup lama ia menunggu disana. Sean yang melihat itu menghela nafas panjang, ia akhirnya membawa Freya kembali masuk ke rumahnya.

"Aku sangat lapar," kata Freya tiba-tiba, ia menatap punggung Sean yang berjalan didepannya.

"Lalu?" Sean mengangkat alisnya, mulai merasakan gelagat yang mencurigakan.

"Kau boleh, aku ingin minta makan. Tadi aku ingin membeli, tapi semua uang di rekeningku sedang dibekukan oleh Ayahku. Kalau ada uangnya nanti, aku pasti ganti," ujar Freya menjelaskan, ia harus menekan egonya sekali lagi demi bisa tinggal dirumah Sean. Jika pria itu mengusirnya lagi, entah kemana ia akan pergi.

Ke rumah Nanda? Sahabatnya itu sudah hidup susah, Freya tidak ingin menambah beban wanita itu dengan menumpang hidup disana.

"Ini sudah malam, tidak ada makanan apapun disini. Jika kau lapar, buat saja mie instan di dapur, jangan menggangguku," kata Sean langsung saja.

"Bagaimana cara membuatnya? Aku tidak bisa," ucap Freya mengerucutkan bibirnya.

"Apa? Kau tidak bisa membuat mie instan? Mie instan kau tidak bisa membuatnya?" tanya Sean begitu syok, baru pertama kali ini bertemu dengan wanita aneh seperti Freya.

"Hei, namanya memang mie instan, tapi kita masih tetap harus memasaknya," cetus Freya bersungut-sungut kesal. "Ayolah, buatkan aku makanan sebentar, setelah itu kau beristirahatlah, aku tidak akan mengganggumu," sambung Freya mendekati Sean, merayu pria itu agar mau membuatkannya makanan.

"Tidak! Kau sudah berjanji tidak akan merepotkanmu. Jika kau lapar gunakan otakmu untuk bisa makan," sergah Sean segera pergi meninggalkan Freya.

Freya mendengus kesal, sekarang apa yang akan dilakukannya kalau Sean tidak mau membantunya. "Dia benar-benar keterlaluan, apa dia tidak kasihan, aku belum makan apapun sejak pagi," gerutu Freya beranjak meninggalkan ruang tamu lalu berjalan menuju dapur.

Freya menatap dapur minimalis rumah Sean yang masih tertata sangat rapi itu, ia mencari-cari mie instan yang dimaksud oleh Sean. Ternyata ada di kulkas dan cukup banyak, Freya mengambilnya satu dan mencoba membuatnya.

"Apa yang harus aku lakukan?" gumam Freya menatap kompor didepannya dengan bingung.

"Bagaimana cara menyalakan ini?" Freya benar-benar bingung karena ia tidak pernah menyentuh benda-benda itu.

"Hah, aku pasti bisa, masa iya memasak ini saja tidak bisa. Aku juga harus menunjukkan pada pria tadi kalau aku bisa membuat mie instan," kata Freya menyemangati dirinya sendiri.

Setelah beberapa saat kemudian, Freya akhirnya bisa menyalakan kompor. Wanita manja itu bersorak senang karena berhasil melakukan hal yang sangat mudah itu. Lalu, Freya mengikuti saja tutorial yang ada didalam wadah mie instan tentang cara pembuatan mie itu.

******

Sean mencoba memejamkan matanya rapat-rapat, berusaha keras untuk bisa tidur. Namun, entah kenapa ia sama sekali tidak bisa tidur. Pikirannya begitu tidak tenang karena meninggalkan Freya di dapur.

"Wanita itu, apa dia benar-benar bisa melakukannya?" gerutu Sean kesal sendiri rasanya, ia akhirnya mau tidak mau menyeret tubuhnya yang sudah lelah untuk melihat Freya di dapurnya. Ia takut jika wanita manja itu akan merusak dapurnya hanya karena kecerobohan.

Dan benar saja, apa yang ditakutkan oleh Sean akhirnya terjadi. Saat dia sampai di dapur, terlihat asap mengepul dari panci yang ada diatas kompor.

"Apa yang kau lakukan!" bentak Sean, membuat Freya begitu terkejut.

"Aku akan mengangkat ini dulu," kata Freya terburu-buru mengambil kain lap dan mengangkat panci itu.

"Akhhhh! Panas!" Freya menjerit kesakitan tatkala tidak sebagai panci itu malah terjatuh dan mengenai kakinya.

"Astaga, kau benar-benar ceroboh!" seru Sean semakin kesal, namun banyak khawatirnya.

Sean bergegas menghampiri Freya dan tanpa ragu langsung menggendong wanita itu lalu membawanya ke wastafel dan mencuci kakinya. Kaki Freya yang sebelumnya keseleo terlihat semakin memerah karena terkena tumpahan kuah mie instan.

"Sakit ... aduh ..." Freya merintih seraya mencengkram leher Sean cukup kuat, kakinya terasa sangat perih sekali.

"Kau memang sangat ceroboh," ketus Sean membasuh kaki Freya dengan sangat berhati-hati, lalu setelah itu ia membawa wanita itu ke sofa dan mengobati lukanya disana.

"Apa kau tidak bisa sedikit saja bertindak tidak ceroboh," omel Sean seraya membalurkan salep di kaki Freya. Untungnya juga ia selalu punya stok obat-obatan karena terkadang Sean juga membutuhkannya disaat ia terluka karena lawan mainnya terlalu ganas.

Menjadi seorang gigolo, Sean tidak selalu merasakan bagaimana nikmatnya bercinta. Terkadang ada tante-tante yang sedikit kasar dan meminta Sean untuk melakukan hal ekstrim, dah hal itu biasanya bisa membuat Sean terluka.

"Kau ini ikhlas tidak sih mengobatiku, aku sedang sakit loh," ucap Freya menahan tangisnya, kakinya benar-benar sakit sekali hingga ia ingin menangis. "Ya sudah kalau tidak ikhlas, biarkan saja kakiku, jangan obati, biarkan saja," sambungnya seraya bangkit dari tidurnya.

"Jangan coba-coba!" Sean segera menahan bahu Freya, tapi wanita itu keburu bangkit, hingga akhirnya bibir Sean tidak sengaja mengenai dahinya.

Freya terdiam sesaat, kini ia lagi-lagi bertatapan langsung dengan Sean hingga ia terperangkap dalam mata hitam pria itu.

"Aku ...,"

"Diam sebentar, ini tidak akan sakit," ujar Sean sedikit lembut mengatakannya, ia juga membantu Freya untuk berbaring lagi lalu mengobati lukanya dengan sangat berhati-hati.

Freya mengigit bibirnya, jantungnya tiba-tiba berdetak sangat kencang. Ia hanya bisa diam terpaku melihat Sean yang mengobati lukanya. Padahal ia tidak pernah seperti ini sebelumnya.

"Sudah, ini besok masih belum kering. Jangan kenakan air dulu, ayo aku akan mengantarmu ke kamar," kata Sean lagi-lagi melakukan hal yang membuat Freya terkejut.

Pasalnya, pria itu tiba-tiba menggendong Freya dan membawanya masuk ke dalam kamarnya yang ada di lantai atas. Dan anehnya Freya hanya diam saja saat Sean merebahkan tubuhnya di kasur.

"Eh, aku akan tidur disini? Lalu kau?" ujar Freya baru teringat akan hal itu, terlalu terpesona dengan sikap manis Sean malah membuatnya lupa segalanya.

"Aku akan tidur ditempat kau tidur," sahut Sean membenarkan selimut di kaki Freya.

"Ha? Maksudmu kau akan tidur disini denganku?" seru Freya kembali syok, otaknya mulai bekerja tidak normal rasanya.

Sean tersenyum kecil, ia merasa punya ide jahil dikepalanya. Dengan sengaja ia tiba-tiba menindih tubuh Freya membuat wanita itu memekik dengan mata melotot lebar.

"Mau apa kau! Hei, jangan coba-coba ya, aku itu masih suci seperti embun pagi, jangan berani menyentuhku!" teriak Freya sangat takut jika Sean akan macam.

Sean terbahak-bahak mendengar ucapan Freya. "Aku heran, jika kau masih suci seperti embun pagi, kenapa otakmu mesum sekali?" ujar Sean menjauhkan dirinya.

"Kau yang membuat otakku seperti ini, dasar! Kau ingin mencari kesempatan ya?" tuduh Freya.

"Hei Nona ceroboh." Sean menoyor kepala Freya pelan. "Perlu aku ingatkan lagi padamu, jika aku bukan pria cabul seperti yang ada di pikiranmu. Asal kau tahu, banyak wanita yang tubuhnya lebih menggoda daripada kau yang bersedia membuka kakinya untukku. Aku sama sekali tidak berminat denganmu," ucap Sean segera meninggalkan Freya dan memilih tidur di sofa.

Freya mengerucutkan bibirnya kesal, ia menatap dirinya sendiri. Apakah memang ia tidak semenarik itu sampai Sean selalu mengatakan kalau dirinya tidak berminat padanya? Tapi baguslah, setidaknya ia bisa tenang karena Sean tidak akan macam-macam padanya. Lagipula Freya juga merasa nyaman saat bersama Sean.

"Terserah kau mau bicara apa, aku mau tidur. Jika aku tiba-tiba hamil, itu pasti salahmu," ujar Freya asal saja.

Happy Reading.

TBC.

Terpopuler

Comments

Shyfa Andira Rahmi

Shyfa Andira Rahmi

lahhh ngga jdi mkan kah...bukannya lapar bnget🤔🤔

2025-03-02

0

Bucinnya Rajendra 💞

Bucinnya Rajendra 💞

Wkwkwk, mana mungkin tiba-tiba hamil Freya 😁

2023-05-18

1

Marsiana Lodovika

Marsiana Lodovika

lanjut kak

2023-05-11

1

lihat semua
Episodes
1 Freya Arabella Nasution.
2 Sean Bagaskara.
3 Pertengkaran Di Pagi Hari.
4 Muka Dua Ibu Tiri.
5 Sean Bertemu Andriana.
6 Pulang Kerumah.
7 Kembali Bertemu.
8 Menyelamatkan Freya.
9 Bukannya Kau Pacarku?
10 Jalan Satu-satunya.
11 Wanita Menyebalkan.
12 Merasa Nyaman.
13 Trauma Sean.
14 Liburan Yang Panas.
15 Last Day.
16 Sakaw.
17 Hampir Saja.
18 Berikan Aku Uang.
19 Negosiasi.
20 Setuju.
21 Perasaan Itu.
22 Bukan Sebuah Pilihan.
23 Perjodohan.
24 Terus Kepikiran.
25 Terjebak Hasrat.
26 Mulai Tumbuh.
27 Membeli Kado Untuk Mayka.
28 Datang Ke Rumah Orang Tua Sean.
29 Malam Yang Dingin.
30 Semakin Dekat.
31 Dia Hanya Temanku.
32 Aku Rasa Kalian Saling Mengenal.
33 Ingin Menjadi Lebih Baik.
34 Belenggu Dosa.
35 Terjerumus Semakin Dalam.
36 Sisi Gelap.
37 Isi Hati.
38 Ajari Aku Cinta.
39 Beautiful Love, Beautiful Day.
40 Beautiful Love, Beautiful Day_ Part 2.
41 Cinta Diantara Kita.
42 Panas Karena Cemburu.
43 Ancaman.
44 Liburan Dadakan.
45 Kebahagiaan Yang Sederhana.
46 Pulau Bali.
47 Hanya Untuk Sean.
48 Kedatangan Morgan.
49 Menikah?
50 Tidak Akan Pernah Rela.
51 Fakta Menyakitkan.
52 Luka Dan Air Mata.
53 Ayah, Aku Ingin Pernikahan Ini Batal.
54 Aku Benci Pengkhianat.
55 Pertolongan Carrel.
56 Kematian Yang Menyakitkan.
57 Penyiksaan Selanjutnya.
58 Permohonan Freya.
59 Aku Senang Kau Datang.
60 Berbeda Tapi Sama.
61 Melamar Pekerjaan.
62 Tugas Pertama.
63 Rasa Yang Tak Pernah Pudar.
64 Hiduplah Dijalan Masing-masing.
65 Jalan Kita Terlalu Rumit.
66 Siapa Dia?
67 Salah Paham.
68 Semoga Mimpi Indah Bu Dokter.
69 Jatuh Cinta Berkali-kali.
70 Sikap Manis.
71 Sentuhan Yang Memabukkan.
72 Terbang Ke Neraka Bersamaku.
73 Sengaja Memanasi.
74 Aku Merindukanmu.
75 Malam Yang Syahdu.
76 Malam Yang Syahdu Part 2.
77 Terbakar Amarah.
78 Tugas Dadakan.
79 Siasat Musuh.
80 Rencana Licik.
81 Melawan Badai.
82 Melawan Badai Part 2.
83 Terjebak Di Hutan.
84 Keluar.
85 Situasi Menegangkan.
86 Bersiaplah Ke Neraka.
87 24 Jam Penentu.
88 Sean, Kembalilah Padaku.
89 Sebuah Keajaiban.
90 At My Worst.
91 Perayaan Cinta.
92 Everything Is Love.
93 Alasan Kebahagiaanku Adalah Kau.
94 The End ~ Pelangi Setelah Hujan.
95 Promo Novel Baru.
Episodes

Updated 95 Episodes

1
Freya Arabella Nasution.
2
Sean Bagaskara.
3
Pertengkaran Di Pagi Hari.
4
Muka Dua Ibu Tiri.
5
Sean Bertemu Andriana.
6
Pulang Kerumah.
7
Kembali Bertemu.
8
Menyelamatkan Freya.
9
Bukannya Kau Pacarku?
10
Jalan Satu-satunya.
11
Wanita Menyebalkan.
12
Merasa Nyaman.
13
Trauma Sean.
14
Liburan Yang Panas.
15
Last Day.
16
Sakaw.
17
Hampir Saja.
18
Berikan Aku Uang.
19
Negosiasi.
20
Setuju.
21
Perasaan Itu.
22
Bukan Sebuah Pilihan.
23
Perjodohan.
24
Terus Kepikiran.
25
Terjebak Hasrat.
26
Mulai Tumbuh.
27
Membeli Kado Untuk Mayka.
28
Datang Ke Rumah Orang Tua Sean.
29
Malam Yang Dingin.
30
Semakin Dekat.
31
Dia Hanya Temanku.
32
Aku Rasa Kalian Saling Mengenal.
33
Ingin Menjadi Lebih Baik.
34
Belenggu Dosa.
35
Terjerumus Semakin Dalam.
36
Sisi Gelap.
37
Isi Hati.
38
Ajari Aku Cinta.
39
Beautiful Love, Beautiful Day.
40
Beautiful Love, Beautiful Day_ Part 2.
41
Cinta Diantara Kita.
42
Panas Karena Cemburu.
43
Ancaman.
44
Liburan Dadakan.
45
Kebahagiaan Yang Sederhana.
46
Pulau Bali.
47
Hanya Untuk Sean.
48
Kedatangan Morgan.
49
Menikah?
50
Tidak Akan Pernah Rela.
51
Fakta Menyakitkan.
52
Luka Dan Air Mata.
53
Ayah, Aku Ingin Pernikahan Ini Batal.
54
Aku Benci Pengkhianat.
55
Pertolongan Carrel.
56
Kematian Yang Menyakitkan.
57
Penyiksaan Selanjutnya.
58
Permohonan Freya.
59
Aku Senang Kau Datang.
60
Berbeda Tapi Sama.
61
Melamar Pekerjaan.
62
Tugas Pertama.
63
Rasa Yang Tak Pernah Pudar.
64
Hiduplah Dijalan Masing-masing.
65
Jalan Kita Terlalu Rumit.
66
Siapa Dia?
67
Salah Paham.
68
Semoga Mimpi Indah Bu Dokter.
69
Jatuh Cinta Berkali-kali.
70
Sikap Manis.
71
Sentuhan Yang Memabukkan.
72
Terbang Ke Neraka Bersamaku.
73
Sengaja Memanasi.
74
Aku Merindukanmu.
75
Malam Yang Syahdu.
76
Malam Yang Syahdu Part 2.
77
Terbakar Amarah.
78
Tugas Dadakan.
79
Siasat Musuh.
80
Rencana Licik.
81
Melawan Badai.
82
Melawan Badai Part 2.
83
Terjebak Di Hutan.
84
Keluar.
85
Situasi Menegangkan.
86
Bersiaplah Ke Neraka.
87
24 Jam Penentu.
88
Sean, Kembalilah Padaku.
89
Sebuah Keajaiban.
90
At My Worst.
91
Perayaan Cinta.
92
Everything Is Love.
93
Alasan Kebahagiaanku Adalah Kau.
94
The End ~ Pelangi Setelah Hujan.
95
Promo Novel Baru.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!