Bukannya Kau Pacarku?

Sean mengangkat alisnya, cukup tidak mengerti dengan maksud Freya itu. "Kalau kau tidak mau pulang, lalu kau ingin tinggal dimana?" tanya Sean.

"Aku akan tinggal disini," putus Freya dengan seenaknya saja, ia juga malah menyandarkan punggungnya ke kursi dengan sangat santai. Tidak lupa, ia mengambil rokok yang ada didalam tasnya dan menikmatinya tanpa rasa berdosa.

"Memangnya kau pikir siapa dirimu, sampai seenaknya memutuskan seperti itu," ucap Sean mendengus sebal, baru pertama kali ini ia bertemu wanita yang sifatnya aneh seperti Freya.

"Bukannya aku pacarmu? Kau tadi yang bilang begitu," kata Freya terkekeh-kekeh senang, menggunakan kata-kata Sean yang sempat diucapkan tadi sebagai senjata untuk membuat pria itu tidak berkutik.

"Apa?" Sean ingin sekali menjambak rambutnya. "Kau tahu hal itu hanya aku lakukan untuk menyelamatkanmu, bukan kebenaran," kata Sean menjelaskan, tidak ingin Freya salah sangka dengan ucapannya tadi.

"Semua yang sudah diucapkan tidak bisa ditarik lagi, mulai sekarang aku adalah pacarmu," ucap Freya masih tidak mau mengalah.

"Cih, perlu aku ingatkan padamu Nona. Aku tidak berniat berpacaran, apalagi dengan wanita yang memiliki dada rata sepertimu, kau sama sekali bukan tipeku," ujar Sean asal saja, tidak tahu lagi harus menanggapi Freya seperti apa.

"Benarkah? Tapi aku tidak percaya kalau kau tidak tertarik padaku. Lagipula kau itu beruntung jika menjadi pacarku, karena kau akan menjadi yang pertama," ucap Freya mengalihkan pandangannya kearah lain, menikmati rokoknya tanpa mempedulikan Sean.

"Kalau tidak percaya ya sudah, aku juga tidak akan percaya padamu. Sekarang saja kau begitu mudah memintaku menjadi pacarmu, apalagi dengan pria lain," gerutu Sean memilih meninggalkan Freya menuju bar mini rumahnya, ia bisa gila lama-lama jika menanggapi Freya.

"Terserah kau saja, padahal aku mengatakan yang sebenarnya. Aku masih suci, seperti embun pagi," kata Freya terkikik geli mendengar ucapannya sendiri. "Hei, berikan aku satu botol cocktail, mulutku sangat pahit sekali," titah Freya pada Sean, ia juga mengeluarkan benda yang tadi dibelinya dari Devan dan menciuminya.

"Ah ... harum surga," ucap Freya memejamkan matanya, meresapi harum narkoba yang sudah menyatu dalam dirinya itu.

"Jangan terlalu sering mengkonsumsinya, efeknya akan sangat panjang nanti," ujar Sean tiba-tiba mengingatkan, ia punya feeling jika Freya ini sebenarnya anak yang baik, hanya saja mempunyai masalah yang entah apa itu, dan melampiaskannya ke obat-obatan terlarang.

"Mau aku matipun tidak akan ada yang peduli, ayo berikan minumannya," sahut Freya tersenyum kecut, ia meminta minumannya pada Sean.

Sean sendiri tidak banyak bicara, ia memberikan satu cocktail yang diminta Freya lalu memilih pergi meninggalkan wanita itu. Ada beberapa hal yang harus ia urus selain mengurusi Freya yang tidak jelas itu.

******

Sean masuk kedalam kamarnya setelah meninggalkan Freya, ia mengambil ponselnya karena sejak tadi ia belum melihatnya sama sekali. Dan ternyata banyak sekali panggilan tidak terjawab dari Ibunya membuat Sean begitu kaget.

"Ibu? Tumben sekali dia menghubungiku sebanyak ini," gumam Sean heran tentunya, karena tidak biasanya Ibunya itu menghubunginya jika tidak ada masalah yang benar-benar serius.

Sean segera menelpon balik Ibunya, wajahnya berubah panik dan berpikiran yang tidak-tidak. Setelah beberapa nada sambung terdengar, akhirnya panggilan itu diangkat juga.

"Halo, Bu? Ada apa menghubungiku?" Tanya Sean heran tentunya, karena tidak biasanya Ibunya ini menghubunginya jika tidak ada hal yang mendesak dan sangat penting.

"Sean, cepat pulang ke rumah. Adikmu ..."

Sean semakin terkejut mendengar apa yang dikatakan Ibunya, apalagi mendengar tangisan Ibunya yang begitu melukainya. Tanpa sadar tangan Sean mengepal setelah tahu akar masalah yang terjadi.

"Kurang ajar! Berani sekali Anita menyentuh Mayka. Aku tidak akan mengampuninya," kata Sean dengan nada yang sangat emosi. "Ibu tenang saja, setelah ini aku akan menjemput Mayka, dan memastikan dia pulang dengan keadaan selamat," lanjut Sean segera mematikan sambungan telepon itu lalu menghubungi orang yang menjadi dalang dari masalah yang tercipta.

"Halo, Sean? Akhirnya kau menghubungiku juga, aku sudah sangat merindukanmu Sayang." Terdengar suara renyah seorang wanita diseberang sana membuat kemarahan Sean semakin memuncak.

"Aku tidak butuh basa-basimu, cepat lepaskan Mayka. Dia tidak ada urusan apapun denganmu," bentak Sean sangat muak dengan Bibinya yang satu ini.

"Oh Sean, suaramu semakin merdu sekali. Sudah hampir 10 tahun berlalu, apa kau tidak ingin menjenguk Bibimu ini? Atau mungkin kau masih ingat rasanya apam Bibi?" ujar Anita terkekeh-kekeh riang.

"Cukup! Aku bilang hentikan basa-basimu. Sekarang katakan, berapa lagi hutang yang harus aku bayar? Aku akan menyelesaikan semuanya dan kau jangan menganggu keluargaku lagi," ucap Sean tampak begitu emosional, wajahnya semakin memerah karena amarah yang meledak-ledak dalam dirinya.

"Hahaha, kau benar-benar sudah berubah sekali ya? Berapa sih bayaran yang diberikan para langganan mu itu? Bibi juga ingin mencobanya sekaligus bernostalgia dengan kenangan manis kita," ujar Anita masih senang sekali menggoda keponakannya itu.

"Katakan berapa yang perlu aku bayar!" hardik Sean sudah tidak tahan lagi, semakin lama perutnya tiba-tiba terasa mual dan kepalanya sangat pusing. Keringat dingin juga tampak membasahi wajahnya yang tampan itu.

"500 juta."

Mendengar nominal itu, Sean sudah tidak mampu lagi menahan rasa mual diperutnya, ponsel ditangannya langsung jatuh dan ia segera berlari ke kamar mandi memuntahkan segala isi perutnya.

Sean muntah sampai kerongkongannya terasa sangat pahit, hal itu menjadi bukti nyata jika Sean belum sembuh dari traumanya. Ia akan selalu seperti ini jika mengingat masa lalunya yang begitu menyakitkan.

Dimana, ia harus menjadi korban dari keganasan Bibinya sendiri saat ia masih duduk dibangku 2 SMP. Hal itu juga yang membuat Sean menjadi tidak bergairah dengan wanita manapun dan malah menyukai teman ranjang yang umurnya lebih tua darinya.

Dan dari situ juga, awal mula Sean terjerumus kedalam jurang kelam yang mematikan hingga ia tidak bisa lagi melihat jalan untuk kembali. Sebenarnya Sean sangat membenci apa yang dilakukannya, tapi ia lebih benci kepada dirinya sendiri karena menjadi pria yang terlalu lemah.

"Aku harus segera mendapatkan uang itu sekarang juga, agar aku bisa menyelamatkan Mayka dan bisa terlepas dari iblis paling keji itu," ucap Sean mencoba menenangkan dirinya dan berpikir keras, bagaimana caranya ia mendapatkan uang 500 juta dalam waktu singkat.

Happy Reading.

Tbc.

Terpopuler

Comments

komalia komalia

komalia komalia

bukan na bokingan dia banyak apa lagi mamah tiri friya mau bayar sampai 10 xlipat jadi kemana tuh uang nya

2023-07-20

2

Marsiana Lodovika

Marsiana Lodovika

lanjut kak

2023-05-09

1

lihat semua
Episodes
1 Freya Arabella Nasution.
2 Sean Bagaskara.
3 Pertengkaran Di Pagi Hari.
4 Muka Dua Ibu Tiri.
5 Sean Bertemu Andriana.
6 Pulang Kerumah.
7 Kembali Bertemu.
8 Menyelamatkan Freya.
9 Bukannya Kau Pacarku?
10 Jalan Satu-satunya.
11 Wanita Menyebalkan.
12 Merasa Nyaman.
13 Trauma Sean.
14 Liburan Yang Panas.
15 Last Day.
16 Sakaw.
17 Hampir Saja.
18 Berikan Aku Uang.
19 Negosiasi.
20 Setuju.
21 Perasaan Itu.
22 Bukan Sebuah Pilihan.
23 Perjodohan.
24 Terus Kepikiran.
25 Terjebak Hasrat.
26 Mulai Tumbuh.
27 Membeli Kado Untuk Mayka.
28 Datang Ke Rumah Orang Tua Sean.
29 Malam Yang Dingin.
30 Semakin Dekat.
31 Dia Hanya Temanku.
32 Aku Rasa Kalian Saling Mengenal.
33 Ingin Menjadi Lebih Baik.
34 Belenggu Dosa.
35 Terjerumus Semakin Dalam.
36 Sisi Gelap.
37 Isi Hati.
38 Ajari Aku Cinta.
39 Beautiful Love, Beautiful Day.
40 Beautiful Love, Beautiful Day_ Part 2.
41 Cinta Diantara Kita.
42 Panas Karena Cemburu.
43 Ancaman.
44 Liburan Dadakan.
45 Kebahagiaan Yang Sederhana.
46 Pulau Bali.
47 Hanya Untuk Sean.
48 Kedatangan Morgan.
49 Menikah?
50 Tidak Akan Pernah Rela.
51 Fakta Menyakitkan.
52 Luka Dan Air Mata.
53 Ayah, Aku Ingin Pernikahan Ini Batal.
54 Aku Benci Pengkhianat.
55 Pertolongan Carrel.
56 Kematian Yang Menyakitkan.
57 Penyiksaan Selanjutnya.
58 Permohonan Freya.
59 Aku Senang Kau Datang.
60 Berbeda Tapi Sama.
61 Melamar Pekerjaan.
62 Tugas Pertama.
63 Rasa Yang Tak Pernah Pudar.
64 Hiduplah Dijalan Masing-masing.
65 Jalan Kita Terlalu Rumit.
66 Siapa Dia?
67 Salah Paham.
68 Semoga Mimpi Indah Bu Dokter.
69 Jatuh Cinta Berkali-kali.
70 Sikap Manis.
71 Sentuhan Yang Memabukkan.
72 Terbang Ke Neraka Bersamaku.
73 Sengaja Memanasi.
74 Aku Merindukanmu.
75 Malam Yang Syahdu.
76 Malam Yang Syahdu Part 2.
77 Terbakar Amarah.
78 Tugas Dadakan.
79 Siasat Musuh.
80 Rencana Licik.
81 Melawan Badai.
82 Melawan Badai Part 2.
83 Terjebak Di Hutan.
84 Keluar.
85 Situasi Menegangkan.
86 Bersiaplah Ke Neraka.
87 24 Jam Penentu.
88 Sean, Kembalilah Padaku.
89 Sebuah Keajaiban.
90 At My Worst.
91 Perayaan Cinta.
92 Everything Is Love.
93 Alasan Kebahagiaanku Adalah Kau.
94 The End ~ Pelangi Setelah Hujan.
95 Promo Novel Baru.
Episodes

Updated 95 Episodes

1
Freya Arabella Nasution.
2
Sean Bagaskara.
3
Pertengkaran Di Pagi Hari.
4
Muka Dua Ibu Tiri.
5
Sean Bertemu Andriana.
6
Pulang Kerumah.
7
Kembali Bertemu.
8
Menyelamatkan Freya.
9
Bukannya Kau Pacarku?
10
Jalan Satu-satunya.
11
Wanita Menyebalkan.
12
Merasa Nyaman.
13
Trauma Sean.
14
Liburan Yang Panas.
15
Last Day.
16
Sakaw.
17
Hampir Saja.
18
Berikan Aku Uang.
19
Negosiasi.
20
Setuju.
21
Perasaan Itu.
22
Bukan Sebuah Pilihan.
23
Perjodohan.
24
Terus Kepikiran.
25
Terjebak Hasrat.
26
Mulai Tumbuh.
27
Membeli Kado Untuk Mayka.
28
Datang Ke Rumah Orang Tua Sean.
29
Malam Yang Dingin.
30
Semakin Dekat.
31
Dia Hanya Temanku.
32
Aku Rasa Kalian Saling Mengenal.
33
Ingin Menjadi Lebih Baik.
34
Belenggu Dosa.
35
Terjerumus Semakin Dalam.
36
Sisi Gelap.
37
Isi Hati.
38
Ajari Aku Cinta.
39
Beautiful Love, Beautiful Day.
40
Beautiful Love, Beautiful Day_ Part 2.
41
Cinta Diantara Kita.
42
Panas Karena Cemburu.
43
Ancaman.
44
Liburan Dadakan.
45
Kebahagiaan Yang Sederhana.
46
Pulau Bali.
47
Hanya Untuk Sean.
48
Kedatangan Morgan.
49
Menikah?
50
Tidak Akan Pernah Rela.
51
Fakta Menyakitkan.
52
Luka Dan Air Mata.
53
Ayah, Aku Ingin Pernikahan Ini Batal.
54
Aku Benci Pengkhianat.
55
Pertolongan Carrel.
56
Kematian Yang Menyakitkan.
57
Penyiksaan Selanjutnya.
58
Permohonan Freya.
59
Aku Senang Kau Datang.
60
Berbeda Tapi Sama.
61
Melamar Pekerjaan.
62
Tugas Pertama.
63
Rasa Yang Tak Pernah Pudar.
64
Hiduplah Dijalan Masing-masing.
65
Jalan Kita Terlalu Rumit.
66
Siapa Dia?
67
Salah Paham.
68
Semoga Mimpi Indah Bu Dokter.
69
Jatuh Cinta Berkali-kali.
70
Sikap Manis.
71
Sentuhan Yang Memabukkan.
72
Terbang Ke Neraka Bersamaku.
73
Sengaja Memanasi.
74
Aku Merindukanmu.
75
Malam Yang Syahdu.
76
Malam Yang Syahdu Part 2.
77
Terbakar Amarah.
78
Tugas Dadakan.
79
Siasat Musuh.
80
Rencana Licik.
81
Melawan Badai.
82
Melawan Badai Part 2.
83
Terjebak Di Hutan.
84
Keluar.
85
Situasi Menegangkan.
86
Bersiaplah Ke Neraka.
87
24 Jam Penentu.
88
Sean, Kembalilah Padaku.
89
Sebuah Keajaiban.
90
At My Worst.
91
Perayaan Cinta.
92
Everything Is Love.
93
Alasan Kebahagiaanku Adalah Kau.
94
The End ~ Pelangi Setelah Hujan.
95
Promo Novel Baru.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!