mangkat

Salwa yang merasa di panggil pun kaget melihat berita yang muncul, pasalnya itu berita tentang kasus pelecehan yang di alamatkan pada yayasan milik keluarganya, dan pelaku yang di curigai adalah ayah dan kakaknya.

"wah ternyata dia ini anak kiai gadungan ya, untung ustadz Zakaria tidak menikah ke keluarga itu, men-ji-jik-kan," kata para alumni mahasiswa yang datang.

Salwa pergi karena malu karena semua aib keluarganya sudah terkuak ke publik.

akhirnya acara tetap di lanjutkan dengan lancar, di dalam mobil, tampak zaka terdiam seperti memikirkan sesuatu.

"mas masih kepikiran mbak Salwa ya, kalau memang mencintai dia, kenapa meminang ku, di tambah lagi alasan meminang diriku juga aneh, masak Mbah bikang jika mas jatuh hati padaku, padahal aku bertemu dengan mas dengan muka ketus," kata Sekar tersenyum.

"itu tak bohong, aku memang menyukai mu yang menatap ku dengan kertas, karena kamu orang pertama yang melakukannya, padahal selama ini aku selalu dapat tatapan hormat karena Abi, tapi kamu itu berbeda," kata zaka.

"kalau begitu dengan mbak Salwa?"

"aku memang pernah ingin mengajaknya ta'aruf tapi penolakan dari keluarganya membuat ku mundur dan melupakan hal itu, karena aku tak mau memaksakan diri, aku yakin jika Allah sudah menyiapkan jodoh yang terbaik untuk ku,"

"terus..."

"kok terus, ya kemudian kamu muncul dan memporak porandakan hariku," kata zaka.

"sudah bisa gombal ya, ih sebel..." Kata Sekar malu.

mereka berdua berhenti di sebuah toko roti untuk membeli oleh-oleh untuk semua keluarga.

tentu saja zaka yang membayar karena itu tugasnya, meski dia sudah memberikan hak istrinya.

tapi untuk hal seperti ini itu tetap kewajibannya, "oh ya sayang, apa semua uang yang kamu miliki dari keluarga ku sudah habis, atau mungkin masih ada, lebih baik jangan di gunakan,"

"oh uang itu, sudah gabis aku terakhir mengunakan uang itu untuk memberikan santunan pada keluarga korban meninggal dunia, ya setidaknya aku butuh dua setengah milyar kemarin," jawab Sekar.

"apa? sebanyak itu, tapi ya memang banyak korban yang jatuh, tapi itu bisa menjadi pembelajaran, tapi jika kamu bosan di rumah, aku bisa merekomendasikan dirimu untuk mengajar di sekolah yang sama dengan ku, apa tertarik?"

"sepertinya tidak dulu mas, karena aku ingin fokus membantu Mak,dan lagi ada yang harus aku lakukan itu juga tak bisa di tinggalkan," jawab Sekar.

"baiklah kalau begitu, sekarang ayo turun kita sudah sampai di rumah Abi, dan kita mampir sebentar saja untuk memberikan kue ini ya dek," ajak Zaka.

"baiklah mas," jawab gadis itu

keduanya turun dan di sambut oleh banyak anak kecil yang memang sedang belajar mengaji di sana.

terlihat juga ada Adam dan Yusuf yang sedang mengajar, "assalamualaikum.. " salam zaka.

"wa'alaikumussalam mas, mbak, mau bertemu umi dan Abi, masuk saja, keduanya ada di dalam," kata Adam.

"iya, kami permisi dulu ya," pamit Zaka yang terus mengandeng tangan istrinya.

mereka masuk dan benar saja keduanya memang sedang berbincang sesuatu.

zaka dan Sekar langsung mencium tangan keduanya, dan umi Salamah begitu senang melihat menantunya itu.

"tumben makin kesini, ada apa? apa kamu sakit nak, apa suamimu jahat,"

"astaghfirullah umi... kenapa bertanya seperti itu?" kata zaka tak menyangka.

"ya habis kamu ini kan cuek, takutnya menantu umi yang cantik ini sedih, apa benar nduk?"

"tidak ini, mas zaka sangat baik dan jga begitu memanjakan ku, bahkan beliau begitu mencintaiku," kata Sekar malu.

"lihat dulu siapa abi-nya, pasti keturunan ku ini," terang ustadz Abdullah.

"iya iya percaya, tapi kalian dari mana kok rapi begini sih?"

"ganis ada acara kampus umi, aku sengaja datang mengajak istriku agar tak ada yang bertanya mana nih pengantinnya, atau menjodohkan ku pada seseorang," kata Zaka yang memberikan kue itu.

"oh itu bagus,kalau bisa kemana pun pergi jauh,ajak istrimu agar tak terjadi salah paham nantinya, terus ini mampir untuk memberikan oleh-oleh begitu th?" kata ustadz Abdullah

"inggeh Abi, itu kue kesukaan Abi setiap ke kota tepi kali ini saya belikan yang coklat dan pandan, biar ada rasa lain," kata Zaka.

"makan malam di sini ya baru nanti pulang, umi masih ingin bersama menantu ku, ya..." kata umi Salamah.

"saya sih terserah mas zaka,"

"baiklah kami makan malam di sini, tapi setelah itu umi tidak boleh meminta kami menginap karena sudah ada jadwalnya nanti," kata Zaka tegas agar tak menganggu istirahat mereka berdua.

"baiklah,"

"tapi nak ingat setiap malam Jumat kamu harus datang dan ikut melakukan pengajuan rutin loh ya,"

"iya Abi, dan nanti di saat itu Hami akan menginap di sini," jawab zaka.

sedang di rumah Mak Ijah tak terlalu kesepian karena sekarang dia punya cucu lain untuk menjadi temannya saat Sekar sibuk dengan keluarganya.

seperti malam ini, Rudi bingung melihat makan malamnya, "ini nasi apa Mak, kok pera begini terus di guyur kuah kok ambyar,"

"itu namanya nasi karak, coba dulu saja ya le, itu enak kok orang mbak mu ini suka sekali," kata Mak Ijah tersenyum.

Rudi yang memang belum mengerti pun makan saja toh rasanya memang enak.

pak Junaidi tak menyangka putranya yang selama ini begitu bergelimang kemewahan,sekarang malah harus makan nasi seperti ini.

"tidak usah sedih begitu, ini namanya hidup sederhana,meski makan dengan brginiz saja tapi sudah nikmat, bagaimana tadi kamu mendaftarkan Rudi, apa sudah dapat sekolah," tanya Mbah trjo pada putranya pak Junaidi.

"sudah pak, itu sekolah ku dulu, Sekolah Dasar Negeri Kosong Tujuh bayeman, dan besok Rudi sudah bisa bersekolah di sana," Jawab pak Junaidi.

"baguslah kalau begitu, Rudi ingat jangan pernah lepas kalung yang Mbah berikan, ayah mu pasti sudah bicara dengan kepala sekolah tentang hal itu, jadi kamu tak akan dapat masalah nantinya," kata Mbah Tejo.

"iya Mbah, sejujurnya aku juga sangat menyukainya, karena semenjak aku mengunakan kalung ini, aku tak pernah kesakitan dan mimpi buruk lagi,"

"itu memang sengaja, sudah yang penting nanti jangan sampai hilang,"

setelah makan malam bersama, mereka semua duduk bersama untuk menikmati waktu malam.

Rudi sedang melihat neneknya itu sedang membuat kerajinan tangan dengan menggunakan bambu.

dia tak pernah melihat orang membuat anyaman seperti itu. bahkan dia baru sadar jika semua perkakas rumah rata-rata semua dari bambu.

"Mak bagaimana membuat gelas cantik begini, bukankah ini dari bambu??" tanya bocah itu penasaran.

"wah kalau itu tanya Mbah pasti tau," jawab Mak Ijah tersenyum.

karena sebagian besar perkakas di rumah itu memang di buat sendiri, meski ada beberapa benda yang tetap harus di beli.

Terpopuler

Comments

N Wage

N Wage

maksudnya dari keluargamu.
bukan dr keluargaku.

2024-02-28

1

novita setya

novita setya

sebenernya pengen lanjut baca krn kisah bagus menarik tp pusing sm typonya yg makin parah..maaf kak author terpaksa chekout🙏

2023-11-18

3

Bag

Bag

ceritanya bagus tp sering typo & kadang ada kalimat2 yg gak nyambung.

2023-07-20

1

lihat semua
Episodes
1 Mak Ijah
2 hujan deras
3 desas desus
4 panas banget
5 repot sekali
6 sebenarnya apa yang salah
7 tak suka panas
8 kiriman datang
9 kiriman datang 2
10 bingungnya
11 perjodohan
12 persetujuan dan merestui
13 pernikahan
14 harus kuat
15 ada yang masih ditunggu
16 diam ya sayangku
17 mangkat
18 makin aneh saja
19 jangan gila ya
20 pria misterius
21 sebenarnya desa ini kenapa?
22 tak wajar ya
23 wanita yang baik
24 niat jahat
25 aliran sesat
26 kesedihan mendalam
27 kehilangan kebahagiaan
28 mencoba bertahan
29 penyakit aneh
30 kejujuran Zaka
31 mulai bekerja lagi
32 tidak akan sedih.
33 lurah Sigit
34 gadis tumbal atau istri lain?
35 kehilangan terbesar
36 malam keramat
37 kecemburuan lina
38 harus ikhlas dan memaafkan
39 orang hilang
40 malam satu suro
41 malam satu suro 2
42 makam satu suro 3
43 menemukan dan gagal
44 gagal deh
45 siapa pria itu
46 wanita malam
47 wanita malam 2
48 masa lalu lurah Sigit
49 mencoba melawan
50 mati dan berakhir
51 membersihkan
52 pilihan lurah
53 kampanye di mulai
54 bersaing dengan sehat
55 melepaskan
56 sang pewaris
57 mencoba ikhlas
58 sadarlah mbak
59 jangan berlebihan
60 kematian aneh
61 kebencian mak sup.
62 kemarahan Mak sup 2
63 sosok Lina
64 kedatangan Davin
65 teror di mulai
66 teror Lina
67 terima kasih atas bantuannya
68 tabuhan sampai ketemu
69 lah siapa?
70 bertemu lagi
71 ronda
72 Bu Tejo
73 Bu Tejo 2
74 Bu Tejo 3
75 sosok misterius
76 desas-desus
77 membantu Sekar.
78 bertemu om wowo
79 saingan berat
80 ternyata seorang jagal
81 caranya?
82 lamaran? terima dong.
83 kenapa harus doa bersama
84 ucapan membawa petaka
85 menikahlah denganku
86 tinggal bersama
87 jangan sembarangan
88 jangan sembarangan 2
89 jangan sembarangan 3
90 ke pabrik
91 Maruk anda
92 hanya bisa di lisan saja
93 main ke rumah mbah
94 korban lagi
95 butuh bantuan
96 cerita nak
97 muncul kembali
98 nyebelin banget
99 pernikahan pak Junaidi
100 pernikahan tertunda
101 pernikahan kedua
102 tata cara ruwet memang
103 sehat ya sayang
104 emang agak-agak
105 jaga sikap mu
106 mau mangga muda
107 gak minat
108 hanya manusia
109 kabar bahagia
110 kematian tak wajar lagi
111 mati tak wajar lagi 2
112 gara-gara jemblem
113 keranda terbang lagi
114 keranda terbang lagi 2
115 owalah....
116 itu siapa?
117 tak ada yang peduli
118 kisah Mak nah
119 kerangka siapa
120 isi hati Lia
121 melepaskan mu
122 pria kasar? ha-ha-ha
123 Mak Tunah
124 Mak Tunah 2
125 Mak Tunah 3
126 periksa yuk
127 wanita aneh
128 wanita aneh 2
129 tak sengaja ketemu.
130 Bu Murti
131 kehilangan terbesar
132 selesai
Episodes

Updated 132 Episodes

1
Mak Ijah
2
hujan deras
3
desas desus
4
panas banget
5
repot sekali
6
sebenarnya apa yang salah
7
tak suka panas
8
kiriman datang
9
kiriman datang 2
10
bingungnya
11
perjodohan
12
persetujuan dan merestui
13
pernikahan
14
harus kuat
15
ada yang masih ditunggu
16
diam ya sayangku
17
mangkat
18
makin aneh saja
19
jangan gila ya
20
pria misterius
21
sebenarnya desa ini kenapa?
22
tak wajar ya
23
wanita yang baik
24
niat jahat
25
aliran sesat
26
kesedihan mendalam
27
kehilangan kebahagiaan
28
mencoba bertahan
29
penyakit aneh
30
kejujuran Zaka
31
mulai bekerja lagi
32
tidak akan sedih.
33
lurah Sigit
34
gadis tumbal atau istri lain?
35
kehilangan terbesar
36
malam keramat
37
kecemburuan lina
38
harus ikhlas dan memaafkan
39
orang hilang
40
malam satu suro
41
malam satu suro 2
42
makam satu suro 3
43
menemukan dan gagal
44
gagal deh
45
siapa pria itu
46
wanita malam
47
wanita malam 2
48
masa lalu lurah Sigit
49
mencoba melawan
50
mati dan berakhir
51
membersihkan
52
pilihan lurah
53
kampanye di mulai
54
bersaing dengan sehat
55
melepaskan
56
sang pewaris
57
mencoba ikhlas
58
sadarlah mbak
59
jangan berlebihan
60
kematian aneh
61
kebencian mak sup.
62
kemarahan Mak sup 2
63
sosok Lina
64
kedatangan Davin
65
teror di mulai
66
teror Lina
67
terima kasih atas bantuannya
68
tabuhan sampai ketemu
69
lah siapa?
70
bertemu lagi
71
ronda
72
Bu Tejo
73
Bu Tejo 2
74
Bu Tejo 3
75
sosok misterius
76
desas-desus
77
membantu Sekar.
78
bertemu om wowo
79
saingan berat
80
ternyata seorang jagal
81
caranya?
82
lamaran? terima dong.
83
kenapa harus doa bersama
84
ucapan membawa petaka
85
menikahlah denganku
86
tinggal bersama
87
jangan sembarangan
88
jangan sembarangan 2
89
jangan sembarangan 3
90
ke pabrik
91
Maruk anda
92
hanya bisa di lisan saja
93
main ke rumah mbah
94
korban lagi
95
butuh bantuan
96
cerita nak
97
muncul kembali
98
nyebelin banget
99
pernikahan pak Junaidi
100
pernikahan tertunda
101
pernikahan kedua
102
tata cara ruwet memang
103
sehat ya sayang
104
emang agak-agak
105
jaga sikap mu
106
mau mangga muda
107
gak minat
108
hanya manusia
109
kabar bahagia
110
kematian tak wajar lagi
111
mati tak wajar lagi 2
112
gara-gara jemblem
113
keranda terbang lagi
114
keranda terbang lagi 2
115
owalah....
116
itu siapa?
117
tak ada yang peduli
118
kisah Mak nah
119
kerangka siapa
120
isi hati Lia
121
melepaskan mu
122
pria kasar? ha-ha-ha
123
Mak Tunah
124
Mak Tunah 2
125
Mak Tunah 3
126
periksa yuk
127
wanita aneh
128
wanita aneh 2
129
tak sengaja ketemu.
130
Bu Murti
131
kehilangan terbesar
132
selesai

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!