harus kuat

mereka semua sudah sampai di rumah sakit, dan tak percaya dengan kondisi Bu Siti yang tidak hanya hangus terpanggang.

melainkan dari tubuh wanita itu mengeluarkan aroma busuk yang sangat menyengat.

"kami tak sanggup jika harus memandikannya," kata para pegawai hangat jenazah di rumah sakit itu

"tidak apa-apa, biar kami saja yang memandikan, karena kamu sudah sering menghadapi tantangan seperti ini," kata Mak Ijah

sebenarnya dia kasihan harus memandikan menantunya dengan kondisi yang begitu mengenaskan.

sedang Sekar masih sesenggukan di pelukan suaminya, "kamu tadi sudah mandi besar kan dik?"

"sudah mas, apa aku boleh membantu Mak untuk memandikan ibu ku untuk terakhir kalinya?"

"tentu saja, karena itu kewajiban mu sebagai anak," kata Zaka yang mengerti kesedihan istrinya.

dengan langkah yang yakin, dia masuk mengikuti mak Ijah tentu mereka juga di awasi polwan dan seorang pengawal rumah sakit wanita.

"Mak..."

"kamu harus tatag nduk, jangan nensngis jika tidak kasihan ibu mu," kata Mak Ijah.

"iya Mak saya mengerti," jawab Sekar yang menguatkan dirinya sendiri.

dia mencampur sabun cair dan air, seta dengan kapur Barus juga di campurkan dalam air itu.

Mak Ijah mulai membaca niat dan mulai menyiramkan air ke tubuh Bu Siti.

dia juga membenarkan postur tubuh wanita itu meski tidak sempurna, melihat cara kerja Mak Ijah dan Sekar yang begitu mudah.

pegawai rumah sakit itu tak percaya, padahal selama ini dia yang bekerja saja sangat kesulitan jika harus membenarkan posisi jenasah yang kaku.

kini Sekar menggosok tubuh ibunya perlahan,setelah di rasa semua bersih.

dia ingin memindahkan tangannya ke daerah kaki, tapi tiba-tiba tangannya terluka.

"argh .." suaranya.

"kenapa nduk?"

"aku merasakan ada yang menusuk di bagian perut Mak, dan sarung tangannya juga bolong karena seperti tersulut besi panas," kata Sekar.

karena penasaran akhirnya Mak Ijah memberanikan diri membuka penutup bagian perut bawah.

betapa terkejutnya mereka melihat begitu banyak besi panas yang muncul dan besi itu sangat panas.

"fenomena apa ini," kata polisi wanita yang tak mengerti dengan apa yang dia lihat itu.

"hanya Allah yang tau Bu, nduk tolong daun kelor nya,"

Mak Ijah menutupi benda itu dengan daun kelor dan satu persatu besi itu lepas dengan sendirinya.

"sekarang kita sucikan nduk," kata Mak Ijah.

Sekar mengambil selang air dan mulai mengguyur ke badan ibunya itu.

dia tak menyangka jika ibu yang melahirkannya akan bernasib seburuk ini karena keserakahan dunia.

Mbah Tejo sudah meminta izin pak lurah untuk memakamkan menantunya itu di desa

untunglah karena para warga mengizinkan sebab Mak Ijah dan Mbah Tejo ini orang baik dan sering membantu para warga.

Zakaria sudah mengurus semua administrasi untuk pemulangan jenazah, dan dapat mobil pengantar jenazah sampai di desa.

tentu ada harga yang harus di bayar, untunglah selama perjalanan menuju desa tak ada yang terjadi.

meski beberapa kali mobil harus terjerembab tanah berlumpur untuk sampai ke desa itu.

sesampainya di desa, Jenazah langsung di bawa ke pemakaman, dan langsung di kebumikan secepatnya.

karena tak baik terus menunda untuk menguburkan seseorang, tapi para pengali kubur itu merasa aneh, pasalnya jenazah Bu siru tidak bisa masuk ke dalam tanah.

karena terus kesempitan, padahal mereka sudah membuat lubang lebih panjang dari biasanya, tapi tetap tak bisa masuk.

"ustadz ini bagaimana?" tanya penggali kubur itu bingung.

"paksa saja, jika tidak bisa tekuk karena hari semakin malam,"kata ustadz Abdullah.

karena tak memungkinkan jika harus terus memperpanjang kuburan itu lagi.

mereka semua memutuskan untuk pulang setelah melakukan pemakaman.

bahkan makam itu di datangi, berbagai hewan melata saat di tinggalkan oleh para pelayat.

tapi tak ada yang tau,sedang Sekar sekarang bingung harus pulang kemana.

"Sekar karena adusah menikah dengan Zaka,kamu bisa ikut tinggal di rumah milik suamimu, meski sedikit jauh dari rumah Abi, tapi dekat dengan rumah kakek nenek mu," kata ustadz Abdullah.

"apa tidak akan gunjingan warga, saat kami tinggal berdua, padahal baru menikah secara agama," kata Sekar lirih

"insyaallah tidak, toh semua tetangga juga sudah tau jika kalian sudah menikah," jawab Mbah Tejo tersenyum.

jadi mereka semua pun pulang, tapi malam itu keranda di dalam tempatnya mulai bergerak.

itu mengejutkan penjaga makam yang sedang patroli malam. tapi jika keranda bergerak seperti itu.

tandanya akan ada yang pulang, tapi sudah beberapa kali yang meninggal ini selalu para wanita.

"mau ada yang pulang ya, tapi sudah lima kali para perempuan yang meninggal, kira-kira siapa kali ini ya, tapi setahuku di desa tak ada yang sedang sakit keras," gumam pria itu.

brak...

suara benda jatuh yang berukuran besar ke atas seng penutup rumah keranda itu.

otomatis membuat penjaga makam itu lati terbirit-birit karena ketakutan, bagaimana tidak pasalnya malam ini adalah malam yang di sebut malam keramat.

karena orang yang meninggal pada pasaran Jum'at legi,pasti sering jadi incara untuk hal yang salah

malam itu, seorang pria sedang mencari katak di sawah, atau di desa sebut nyuluh kodok.

tak hanya mencari katak, pria itu juga mencari belum di sawah yang kebetulan sedang dalam masa tanam padi

dia yang terbiasa dengan kegiatan itu, sedikit tak hati-hati, dia lupa jika di beberapa sawah yang terkena hama tikus.

para pemilik memasang jebakan listrik di sawah mereka, dengan mengalirkan kabel berarus listrik cukup besar.

karena sudah basah dari sawah yang lain, pria itu tak sengaja menginjak salah satu kabel listrik yang ada di jalan setapak salah satu sawah.

otomatis pria itu tersenyum hingga akhirnya meninggal di tempat, dan sayangnya tak ada yang tau kejadian itu hingga pagi hari.

pagi hari setelah sholat subuh, semua warga heboh karena menemukan sosok mayat di sawah.

dia adalah Mbah Parso, seorang pria tua yang memang terkenal sebagai penyuluh kodok.

dan sayangnya pria itu hidup sebatang kara, jadi warga juga bingung mau bagaimana.

"karena ini keteledoran dari pak Siswanto, maka anda yang harus mengurus semua pemakaman jenazah, tidak boleh menawar," jata pak lurah.

"baiklah pak, tapi siapa di sini yang bisa membantu mengurus jenazah, kan kalau laki-laki ada Mbah Tejo saja," kata pria itu frustasi

karena di desa itu memang tak ada yang mau mengurus jenazah laki-laki kecuali Mbah Tejo dan Hudi.

"saya bisa membantu," jawab Zaka tang memang baru pindah ke desa itu.

"Alhamdulillah kalau begitu, sekarang kita bawa jenazah ke rumah pak Siswanto, untuk segera di urus,"

Mbah Tejo, Hudi, pak Junaidi dan zaka mengurus mayat pria itu, tapi Mbah Tejo merasa ada yang janggal.

"ada apa Mbah?"

"entahlah le, Mbah merasa ada yang tidak beres dengan mayat Parso," jawab pria sepuh itu kembali melihat nadi pria itu.

Terpopuler

Comments

Sushy

Sushy

dia tersenyum lalu meninggal,senyum mu membuat duka.

2024-08-22

0

Tagorkoe Malique

Tagorkoe Malique

bener loh cerita nya bagus tapi banyai typo nyaa jd harus mikir kira kira maksud kata kata ini apa

2024-02-26

2

cerita kita

cerita kita

tatap apa

2024-02-04

0

lihat semua
Episodes
1 Mak Ijah
2 hujan deras
3 desas desus
4 panas banget
5 repot sekali
6 sebenarnya apa yang salah
7 tak suka panas
8 kiriman datang
9 kiriman datang 2
10 bingungnya
11 perjodohan
12 persetujuan dan merestui
13 pernikahan
14 harus kuat
15 ada yang masih ditunggu
16 diam ya sayangku
17 mangkat
18 makin aneh saja
19 jangan gila ya
20 pria misterius
21 sebenarnya desa ini kenapa?
22 tak wajar ya
23 wanita yang baik
24 niat jahat
25 aliran sesat
26 kesedihan mendalam
27 kehilangan kebahagiaan
28 mencoba bertahan
29 penyakit aneh
30 kejujuran Zaka
31 mulai bekerja lagi
32 tidak akan sedih.
33 lurah Sigit
34 gadis tumbal atau istri lain?
35 kehilangan terbesar
36 malam keramat
37 kecemburuan lina
38 harus ikhlas dan memaafkan
39 orang hilang
40 malam satu suro
41 malam satu suro 2
42 makam satu suro 3
43 menemukan dan gagal
44 gagal deh
45 siapa pria itu
46 wanita malam
47 wanita malam 2
48 masa lalu lurah Sigit
49 mencoba melawan
50 mati dan berakhir
51 membersihkan
52 pilihan lurah
53 kampanye di mulai
54 bersaing dengan sehat
55 melepaskan
56 sang pewaris
57 mencoba ikhlas
58 sadarlah mbak
59 jangan berlebihan
60 kematian aneh
61 kebencian mak sup.
62 kemarahan Mak sup 2
63 sosok Lina
64 kedatangan Davin
65 teror di mulai
66 teror Lina
67 terima kasih atas bantuannya
68 tabuhan sampai ketemu
69 lah siapa?
70 bertemu lagi
71 ronda
72 Bu Tejo
73 Bu Tejo 2
74 Bu Tejo 3
75 sosok misterius
76 desas-desus
77 membantu Sekar.
78 bertemu om wowo
79 saingan berat
80 ternyata seorang jagal
81 caranya?
82 lamaran? terima dong.
83 kenapa harus doa bersama
84 ucapan membawa petaka
85 menikahlah denganku
86 tinggal bersama
87 jangan sembarangan
88 jangan sembarangan 2
89 jangan sembarangan 3
90 ke pabrik
91 Maruk anda
92 hanya bisa di lisan saja
93 main ke rumah mbah
94 korban lagi
95 butuh bantuan
96 cerita nak
97 muncul kembali
98 nyebelin banget
99 pernikahan pak Junaidi
100 pernikahan tertunda
101 pernikahan kedua
102 tata cara ruwet memang
103 sehat ya sayang
104 emang agak-agak
105 jaga sikap mu
106 mau mangga muda
107 gak minat
108 hanya manusia
109 kabar bahagia
110 kematian tak wajar lagi
111 mati tak wajar lagi 2
112 gara-gara jemblem
113 keranda terbang lagi
114 keranda terbang lagi 2
115 owalah....
116 itu siapa?
117 tak ada yang peduli
118 kisah Mak nah
119 kerangka siapa
120 isi hati Lia
121 melepaskan mu
122 pria kasar? ha-ha-ha
123 Mak Tunah
124 Mak Tunah 2
125 Mak Tunah 3
126 periksa yuk
127 wanita aneh
128 wanita aneh 2
129 tak sengaja ketemu.
130 Bu Murti
131 kehilangan terbesar
132 selesai
Episodes

Updated 132 Episodes

1
Mak Ijah
2
hujan deras
3
desas desus
4
panas banget
5
repot sekali
6
sebenarnya apa yang salah
7
tak suka panas
8
kiriman datang
9
kiriman datang 2
10
bingungnya
11
perjodohan
12
persetujuan dan merestui
13
pernikahan
14
harus kuat
15
ada yang masih ditunggu
16
diam ya sayangku
17
mangkat
18
makin aneh saja
19
jangan gila ya
20
pria misterius
21
sebenarnya desa ini kenapa?
22
tak wajar ya
23
wanita yang baik
24
niat jahat
25
aliran sesat
26
kesedihan mendalam
27
kehilangan kebahagiaan
28
mencoba bertahan
29
penyakit aneh
30
kejujuran Zaka
31
mulai bekerja lagi
32
tidak akan sedih.
33
lurah Sigit
34
gadis tumbal atau istri lain?
35
kehilangan terbesar
36
malam keramat
37
kecemburuan lina
38
harus ikhlas dan memaafkan
39
orang hilang
40
malam satu suro
41
malam satu suro 2
42
makam satu suro 3
43
menemukan dan gagal
44
gagal deh
45
siapa pria itu
46
wanita malam
47
wanita malam 2
48
masa lalu lurah Sigit
49
mencoba melawan
50
mati dan berakhir
51
membersihkan
52
pilihan lurah
53
kampanye di mulai
54
bersaing dengan sehat
55
melepaskan
56
sang pewaris
57
mencoba ikhlas
58
sadarlah mbak
59
jangan berlebihan
60
kematian aneh
61
kebencian mak sup.
62
kemarahan Mak sup 2
63
sosok Lina
64
kedatangan Davin
65
teror di mulai
66
teror Lina
67
terima kasih atas bantuannya
68
tabuhan sampai ketemu
69
lah siapa?
70
bertemu lagi
71
ronda
72
Bu Tejo
73
Bu Tejo 2
74
Bu Tejo 3
75
sosok misterius
76
desas-desus
77
membantu Sekar.
78
bertemu om wowo
79
saingan berat
80
ternyata seorang jagal
81
caranya?
82
lamaran? terima dong.
83
kenapa harus doa bersama
84
ucapan membawa petaka
85
menikahlah denganku
86
tinggal bersama
87
jangan sembarangan
88
jangan sembarangan 2
89
jangan sembarangan 3
90
ke pabrik
91
Maruk anda
92
hanya bisa di lisan saja
93
main ke rumah mbah
94
korban lagi
95
butuh bantuan
96
cerita nak
97
muncul kembali
98
nyebelin banget
99
pernikahan pak Junaidi
100
pernikahan tertunda
101
pernikahan kedua
102
tata cara ruwet memang
103
sehat ya sayang
104
emang agak-agak
105
jaga sikap mu
106
mau mangga muda
107
gak minat
108
hanya manusia
109
kabar bahagia
110
kematian tak wajar lagi
111
mati tak wajar lagi 2
112
gara-gara jemblem
113
keranda terbang lagi
114
keranda terbang lagi 2
115
owalah....
116
itu siapa?
117
tak ada yang peduli
118
kisah Mak nah
119
kerangka siapa
120
isi hati Lia
121
melepaskan mu
122
pria kasar? ha-ha-ha
123
Mak Tunah
124
Mak Tunah 2
125
Mak Tunah 3
126
periksa yuk
127
wanita aneh
128
wanita aneh 2
129
tak sengaja ketemu.
130
Bu Murti
131
kehilangan terbesar
132
selesai

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!