Sedang untuk Sekar, dia sebenarnya merinding karena melihat berbagai wujud makhluk aneh.
Bahkan dia terkejut saat sesosok anak kecil lagi di dekatnya dan reflek karena hal itu dia mundur dan menabrak juragan Baron.
"Maaf juragan," kata wanita itu menunduk dan langsung ke arah Nur.
Sedang juragan Baron hanya melihat gadis itu yang tampak gelisah, kini Bu Kokom di angkat oleh para anak buah juragan Baron.
Tentu saja mereka mengenakan sarung tangan dan atribut apapun agar tak bersentuhan langsung dengan jenazah wanita itu.
Sedang juragan Baron mengajak pria tua itu untuk menyaksikan penyucian yang di pimpin oleh Mak Ijah untuk memandikan jenazah.
"Anu juragan boleh tolong belikan air galon isi ulang saja, karena kasihan itu para orang juragan dari tadi kesulitan cari air bersih," kata Nur yang sebenarnya tak enak.
"Boleh, biar sambil di toko, Agus tolong ya," kata pria itu dengan suara yang lembut.
Tiba-tiba perasaan Sekar hangat, tapi dia buru-buru menepis pikiran buruk itu.
Akhirnya air pun datang dan Mak Ijah mulai menyiramkan air ke tubuh wanita itu.
Tapi yang aneh kenapa tiba-tiba air di dalam bak yang di gunakan begitu panas saat menyentuh tubuh wanita itu.
Mak Ijah membaca sesuatu dan terus melapalkan doa agar wanita itu bisa di maafkan.
Akhirnya setelah semua drama dan apa yang terjadi, akhirnya Bu Kokom sudah di sucikan malam itu.
Juragan Baron dan pria sepuh itu membisikkan kata-kata perpisahan untuk wanita yang sudah menemani mereka.
"Apa Bu Kokom akan segera di makamkan, seharusnya jika sudah suci lebih baik di makamkan saja daripada menunggu terlalu lama," kata Mak Ijah.
"Tapi putrinya yang dari Jakarta ingin melihat ibunya," kata pria sepuh itu.
"Saya tau juragan Sastro, tapi ini tak baik jika di biarkan menunggu terlalu lama,karena bisa saja saat esok hari akan ada proses alami yang terjadi dan jenazah akan jadi kotor kembali," kata Mak ijah.
"Iya mas, sebaiknya kita turuti ucapan Mak ijah, karena saya yakin beliau lebih berpengalaman dalam hal seperti ini," kata juragan Baron yang berusaha membujuk.
"Tapi Jika mau dimakamkan sekarang, siapa yang akan menggali kuburnya, kan pasti tak mudah membujuk para juru kunci makam," kata juragan Sastro
"Urusan makam sudah selesai juragan, tadi Mbah Tejo dan pak RW yang membujuk para juru kunci," kata salah satu orang juragan Baron
"Alhamdulillah, kalau begitu tolong angkat jenazah yang sudah suci, dan kita akan kafani dan di sholatkan,"
Mak Ijah pun bersiap masuk kedalam rumah bersama dengan dua wanita yang membantunya.
Sekar benar-benar belajar dan dia tak percaya dengan apa yang dia saksikan.
Pasalnya teori dan praktek itu berbeda, sekarang dia benar-benar bisa praktek dengan cara yang baik.
Setelah memastikan semua selesai dan jenazah itu di sholatkan, tiba-tiba ada kilat dan suara gemuruh.
Tapi semua tetap melakukan setiap tahapan, dan akhirnya jenazah pun di bawa ke pemakaman umum
Tapi mereka semua para pelayan yang berjalan di belakang keranda itu seperti orang pusing.
Bagaimana tidak, mereka sepertinya tak bejalan dengan baik dan hanya berputar-putar di sekitaran sana.
Mak Ijah memberikan sapu pada cucunya Sekar, "jalan dan sapu di depan para pembawa keranda, sambil baca ayat kursi nduk,"
"Tidak berani Mak..." kata Sekar yang memohon dan memelas.
Mak Ijah pun harus turun tangan, dan akhirnya para pembawa keranda itu sampai di pemakaman dengan mudah.
Dan ternyata yang mengejutkan, para penggali makan belum selesai karena tanah itu berisi batu-batu yang banyak dan di tambah tanah yang sangat keras.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 132 Episodes
Comments
Astiah Harjito
biasanya jenazah akan dibawa ke pemakaman kalo sdh ada pemberitahuan dari penggali kubur
2024-11-11
0
Erni Sasa
wkwkwk othornya gk wellcome sma pembaca.
di komen ber xx banyak typo berhamburan,gk ada yg di balas satupun.😩
2024-07-25
1
Michelle Ardina
pelayat x kk
2024-02-28
2