kiriman datang

Sekar yang berada di rumah, baru sadar dari pingsannya, dan merasa jika tubuhnya sangat ringan.

Dia pun keluar dan melihat ternyata hari sudah mulai siang menjelang sore, jadi dia memutuskan untuk mulai menyapu.

Sedang di toko kelontong, Mak Ijah dan Mbah Tejo bingung, karena tak mengira jika belanjaan mereka bisa sebanyak ini.

"Ini kok bisa sebanyak ini sih Bu ne, kamu khilaf atau bagaimana?" tanya Mbah Tejo.

"Entahlah pak e,ibu juga bingung, tadi ini cuma ambil seperlunya saja kok, tapi kenyataannya kenapa malah banyak begini," jawab Mak Ijah.

"Ya wes tak apa-apa, sekarang ayo kita pulang busa kan bawa belanjaan ini?"

"Insyaallah bisa pak e,"

keduanya pun mulai berkendara menuju ke rumah, tadi juga sempat berhenti untuk beli.tempr di rumah tetangga.

sesampainya di rumah, ternyata Sekar sudah selesai menyapu dan mengepel rumah.

"Assalamualaikum ..."

"Wa'alaikumussalam Mak, Mbah," jawab Sekar yang langsung mencium tangan kedua orang tua itu.

"Aduh kamu sudah selesai bersih-bersih memang tak lelah ya, mending istirahat dulu," kata Mak Ijah.

"Tidak kok Mak, ini malah mendingan rasanya jadi aku bergerak," jawab Sekar yang membawa belanjaan itu masuk kedalam rumah.

Mbah Tejo seperti melihat sesuatu sebelum menyusul kedua wanita itu masuk.

Setelah memastikan hal yang tak kasat mata, pria itu ikut masuk dan menemani para wanita yang sedang membereskan semua belanjaan.

"Loh Mak kok beli tepung- tepungan sebanyak ini,memang mau di buat apa?" tanya Sekar bingung.

"Ya takutnya kamu ingin buat camilan, jadi majelis banyak," kata Mak Ijah.

"Aduh Mak ini tau saja jika aku suka buat makanan, tapi aku boleh tidak tanam sayuran di belakang rumah, kan lumayan bisa hemat untuk sayurannya," kata Sekar yang meminta izin.

"Tentu bisa nduk, nanti bilang saja, Mbah akan bantu menanamnya agar bisa cepat tumbuh itu sayurannya," kata Mbah Tejo.

"Baik Mbah, terima kasih banyak ya, sudah menyayangi ku," kata Sekar memeluk Mak Ijah.

Tiba-tiba dia menangis lirih, dia sendiri bingung dengan perasaannya.

"Ada apa nduk, kenapa menangis?" tanya Mak Ijah yang merasa jika cucunya itu begitu sedih.

"Aku mimpi buruk Mak, aku melihat orang tua ku di rantai dengan api yang membara dan mereka terus berteriak meminta tolong, tapi tidak bisa, aku tak bisa melihat siapa yang memegang rantai api itu, tapi perlahan orang tua ku Mak..." lirih gadis itu.

"Sudah nduk mimpi itu cuma bunga tidur, jadi tak perlu di pikirkan, jamu hanya perlu berdoa saja semoga orang tua mu segera sadar, dan kembali kejalan yang benar ya,"

"Baiklah Mbah, aku mengerti," jawab Sekar

Sore itu, Sekar mencari resep masakan baru yang mungkin bisa dia contoh.

Dan ternyata dia menemukan sebuah resep yang bisa di bilang resep rumahan yang enak.

Dia pun punya semua bahan kecuali ayam ataupun daging, "emm... di ganti telur sepertinya enak," gumamnya.

Gadis itu sudah sibuk dari tadi di dapur, sedang Mak Ijah dan Mbah Tejo ketiduran karna lelah.

"Oh iya, hari ini kan Kamis malam Jum'at, sepertinya Mbah biasanya bawa makanan untuk ke masjid, karena Mak sedang tidur,biar aku saja yang buat, semoga warga desa tak keracunan karena masdjan ku," gumam Sekar.

Gadis itu mengambil ubi yang kemarin baru di panen dan mengukusnya setelah di kupas dan di bersihkan.

Belum lagi dia mengambil kelapa yang sudah setengah tua kemudian memarutnya secara manual.

Meski tangannya terluka dia tak menyerah dan segera membuat isian dari kue itu.

Dia mencampur kelapa parut dengan gula pasir dan daun pandan wangi dan memanaskan sambil terus di aduk hingga matang.

Setelah matang dia pun segera membulatkan adonan isian itu menjadi enten-enten kelapa.

Setelah ubi ungu itu matang, dia segera mengangkatnya dan menumbuknya hingga lembut.

Kemudian mencampurnya dengan tepung kanji, setelah adonan Kalis dia pun mulai membuat mendut telo ungu.

Tapi sayangnya dia bingung bagaimana cara membungkusnya, tapi dia mencoba mengingat bagaimana dulu ibunya membuat makanan itu.

Setelah ingat dia pun membungkus dan menata makanan itu untuk di kukus, dan akhirnya dia tinggal menunggu satu jam untuk memastikan mendut itu matang.

"Terus sekarang aku harus ngapain ya, karena aku bingung," gumamnya yang bosan karena tinggal menunggu camilannya itu matang.

Jadi dia ke kebun belakang, dan matahari mulai tenggelam dan menujukkan warna jingga yang indah.

Beberapa orang yang pulang dari kebun menyapa Sekar dengan sopan.

"Pak itu bawa apa?" tanya Sekar melihat beberapa warga yang membawa keranjang yang berisikan karung di dalamnya.

"Owh ini ya neng, ini bapak bawa pelompong talas, sampean mau?" tawar pria itu menurunkan keranjang yang dia bawa.

"Wah apa itu, dan jika bisa di masak itu enaknya di buat apa?" tanya Sekar penasaran.

"Tinggal di cuci dengan air garam,tapi kulitnya yang keras di buang dulu,mau di santan enak maupun di buat sayur lalapan juga enak," kata pria itu.

"Pasti di rebus dulu kan,"

"Ya pasti lah neng, kalau di makan mentah keroken engko," kata pria itu tertawa.

Mendengar itu Sekar juga tersenyum dan minta dua tangkai saja, karena dia belum pernah memakannya, jadi mau coba dulu.

Dia pun segera membersihkan sayuran itu dan setelah itu dia mengikuti ucapan bapak itu dengan mencucinya dengan air garam kasar beberapa kali dan mencucinya setelah itu.

Karena dia takut akan gatal, setelah memastikan semuanya bersih,dia pun merebusnya dengan air mendidih yang di taburi garam.

Tak lupa dia membakar terong kesukaan Mbah Tejo dan Mak Ijah, untuk makan malam nanti.

Tanpa terasa semua masakan gadis itu matang hampir bersamaan, dia menyelesaikan masakan lalapan sehatnya itu.

Baru merapikan Mendut telo ungu yang tadi dia buat, dan untungnya saat dia mencicipi jajanan basah itu.

Rasanya sangat enak meski bentuknya sangat tak baik karena dia membungkusnya sendirian.

"Mak, Mbah bangun yuk aku sudah masak sambel teri kesukaan nih," panggil gadis itu yang sibuk menata jajanan yang akan di bawa ke masjid.

"Aduh, maaf ya Mak gak ikut bantu karena ketiduran, ya Allah nduk... kamu buat semua ini sendiri," kaget Mak Ijah.

"Aku belajar Mak, nanti jajan Mendut bisa di bagikan di masjid ya, kan ini Kamis malam Jum'at Mak,"

"Gadis pintar, terus kamu dapat lompong talas ini dari siapa?" tanya Mak Ijah.

"Ah itu ya, aku di kasih oleh Mbah Sarji Mak, katanya ini enak, aku sudah cuci dengan garam kasar tiga kali dan merebusnya dengan air garam juga kok, terus tadi aku sudah mencobanya, dan sepertinya aman," jawab gadis itu.

"Gadis pintar, ya sudah kita makan,dan saat sholat Maghrib nanti kita jama'ah di masjid ya, semoga tidak hujan, tapi kamu buat berapa nduk?" tanya Mbah Tejo penasaran karena melihat tumpukan Mendut telo itu.

"Ada sekitar lima puluh Mbah, itu aku sisakan lima buat Mbah dan Mak nanti jika ingin coba, tapi maaf itu tadi yang daunnya bocor," kata Sekar.

"Ya sudah tidak apa-apa, sekarang Mak mau makan masakan cucu Mak yang cantik ini, sepertinya sangat enak dengan nasi jagung ini," kata Mak Ijah.

Terpopuler

Comments

Kardi Kardi

Kardi Kardi

good and sholehah girllll

2024-06-04

3

Rini Astuti

Rini Astuti

majelis?

2024-02-03

2

QueenDevil

QueenDevil

nama Telo lebih baik di ganti ketela

2024-01-11

1

lihat semua
Episodes
1 Mak Ijah
2 hujan deras
3 desas desus
4 panas banget
5 repot sekali
6 sebenarnya apa yang salah
7 tak suka panas
8 kiriman datang
9 kiriman datang 2
10 bingungnya
11 perjodohan
12 persetujuan dan merestui
13 pernikahan
14 harus kuat
15 ada yang masih ditunggu
16 diam ya sayangku
17 mangkat
18 makin aneh saja
19 jangan gila ya
20 pria misterius
21 sebenarnya desa ini kenapa?
22 tak wajar ya
23 wanita yang baik
24 niat jahat
25 aliran sesat
26 kesedihan mendalam
27 kehilangan kebahagiaan
28 mencoba bertahan
29 penyakit aneh
30 kejujuran Zaka
31 mulai bekerja lagi
32 tidak akan sedih.
33 lurah Sigit
34 gadis tumbal atau istri lain?
35 kehilangan terbesar
36 malam keramat
37 kecemburuan lina
38 harus ikhlas dan memaafkan
39 orang hilang
40 malam satu suro
41 malam satu suro 2
42 makam satu suro 3
43 menemukan dan gagal
44 gagal deh
45 siapa pria itu
46 wanita malam
47 wanita malam 2
48 masa lalu lurah Sigit
49 mencoba melawan
50 mati dan berakhir
51 membersihkan
52 pilihan lurah
53 kampanye di mulai
54 bersaing dengan sehat
55 melepaskan
56 sang pewaris
57 mencoba ikhlas
58 sadarlah mbak
59 jangan berlebihan
60 kematian aneh
61 kebencian mak sup.
62 kemarahan Mak sup 2
63 sosok Lina
64 kedatangan Davin
65 teror di mulai
66 teror Lina
67 terima kasih atas bantuannya
68 tabuhan sampai ketemu
69 lah siapa?
70 bertemu lagi
71 ronda
72 Bu Tejo
73 Bu Tejo 2
74 Bu Tejo 3
75 sosok misterius
76 desas-desus
77 membantu Sekar.
78 bertemu om wowo
79 saingan berat
80 ternyata seorang jagal
81 caranya?
82 lamaran? terima dong.
83 kenapa harus doa bersama
84 ucapan membawa petaka
85 menikahlah denganku
86 tinggal bersama
87 jangan sembarangan
88 jangan sembarangan 2
89 jangan sembarangan 3
90 ke pabrik
91 Maruk anda
92 hanya bisa di lisan saja
93 main ke rumah mbah
94 korban lagi
95 butuh bantuan
96 cerita nak
97 muncul kembali
98 nyebelin banget
99 pernikahan pak Junaidi
100 pernikahan tertunda
101 pernikahan kedua
102 tata cara ruwet memang
103 sehat ya sayang
104 emang agak-agak
105 jaga sikap mu
106 mau mangga muda
107 gak minat
108 hanya manusia
109 kabar bahagia
110 kematian tak wajar lagi
111 mati tak wajar lagi 2
112 gara-gara jemblem
113 keranda terbang lagi
114 keranda terbang lagi 2
115 owalah....
116 itu siapa?
117 tak ada yang peduli
118 kisah Mak nah
119 kerangka siapa
120 isi hati Lia
121 melepaskan mu
122 pria kasar? ha-ha-ha
123 Mak Tunah
124 Mak Tunah 2
125 Mak Tunah 3
126 periksa yuk
127 wanita aneh
128 wanita aneh 2
129 tak sengaja ketemu.
130 Bu Murti
131 kehilangan terbesar
132 selesai
Episodes

Updated 132 Episodes

1
Mak Ijah
2
hujan deras
3
desas desus
4
panas banget
5
repot sekali
6
sebenarnya apa yang salah
7
tak suka panas
8
kiriman datang
9
kiriman datang 2
10
bingungnya
11
perjodohan
12
persetujuan dan merestui
13
pernikahan
14
harus kuat
15
ada yang masih ditunggu
16
diam ya sayangku
17
mangkat
18
makin aneh saja
19
jangan gila ya
20
pria misterius
21
sebenarnya desa ini kenapa?
22
tak wajar ya
23
wanita yang baik
24
niat jahat
25
aliran sesat
26
kesedihan mendalam
27
kehilangan kebahagiaan
28
mencoba bertahan
29
penyakit aneh
30
kejujuran Zaka
31
mulai bekerja lagi
32
tidak akan sedih.
33
lurah Sigit
34
gadis tumbal atau istri lain?
35
kehilangan terbesar
36
malam keramat
37
kecemburuan lina
38
harus ikhlas dan memaafkan
39
orang hilang
40
malam satu suro
41
malam satu suro 2
42
makam satu suro 3
43
menemukan dan gagal
44
gagal deh
45
siapa pria itu
46
wanita malam
47
wanita malam 2
48
masa lalu lurah Sigit
49
mencoba melawan
50
mati dan berakhir
51
membersihkan
52
pilihan lurah
53
kampanye di mulai
54
bersaing dengan sehat
55
melepaskan
56
sang pewaris
57
mencoba ikhlas
58
sadarlah mbak
59
jangan berlebihan
60
kematian aneh
61
kebencian mak sup.
62
kemarahan Mak sup 2
63
sosok Lina
64
kedatangan Davin
65
teror di mulai
66
teror Lina
67
terima kasih atas bantuannya
68
tabuhan sampai ketemu
69
lah siapa?
70
bertemu lagi
71
ronda
72
Bu Tejo
73
Bu Tejo 2
74
Bu Tejo 3
75
sosok misterius
76
desas-desus
77
membantu Sekar.
78
bertemu om wowo
79
saingan berat
80
ternyata seorang jagal
81
caranya?
82
lamaran? terima dong.
83
kenapa harus doa bersama
84
ucapan membawa petaka
85
menikahlah denganku
86
tinggal bersama
87
jangan sembarangan
88
jangan sembarangan 2
89
jangan sembarangan 3
90
ke pabrik
91
Maruk anda
92
hanya bisa di lisan saja
93
main ke rumah mbah
94
korban lagi
95
butuh bantuan
96
cerita nak
97
muncul kembali
98
nyebelin banget
99
pernikahan pak Junaidi
100
pernikahan tertunda
101
pernikahan kedua
102
tata cara ruwet memang
103
sehat ya sayang
104
emang agak-agak
105
jaga sikap mu
106
mau mangga muda
107
gak minat
108
hanya manusia
109
kabar bahagia
110
kematian tak wajar lagi
111
mati tak wajar lagi 2
112
gara-gara jemblem
113
keranda terbang lagi
114
keranda terbang lagi 2
115
owalah....
116
itu siapa?
117
tak ada yang peduli
118
kisah Mak nah
119
kerangka siapa
120
isi hati Lia
121
melepaskan mu
122
pria kasar? ha-ha-ha
123
Mak Tunah
124
Mak Tunah 2
125
Mak Tunah 3
126
periksa yuk
127
wanita aneh
128
wanita aneh 2
129
tak sengaja ketemu.
130
Bu Murti
131
kehilangan terbesar
132
selesai

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!