jangan gila ya

saat seperti itu tiba-tiba angin berhembus cukup kuat, dan seketika Sekar berlutut di depan kaki pak lurah.

"maafkan aku ayah... aku khilaf, aku mohon maafkan aku, rasanya sakit sekali... dan Mak Ijah tolong sucikan aku..." tangis sekar

"innalilahi wa inna ilaihi Raji'un... Mbah Tejo," panggil Mak Ijah panik karena jika seperti ini, itu akan menyulitkan Sekar.

Nur buru-buru menutupi tubuh Bu lurah dengan kain, dan pak lurah pun menyamakan tingginya dengan Sekar.

"aku tau jika kamu ingin membalas ku, tapi aku sudah meninggalkan dia sesuai permintaan mu, tapi kenapa kamu sampai detik ini masih bersama pria itu, bahkan aku tak bisa melihat jasad mu yang seperti ini,"

"aku mohon maafkan aku... biarkan aku pergi..." mohon Sekar.

"tapi kenapa .." tanya iak lurah yang menangis.

"karena aku benci saat melihat mu begitu memilih wanita itu, jadi aku mencari seseorang yang lebih mendahulukan aku, tapi aku sadar jika aku sangat mencintai mu, maafkan aku harus pergi dengan cara seperti ini..."

pak lurah pun melihat sosok istrinya di diri Sekar, hingga tanpa sadar dia mendekat ke arah wanita itu.

Mbah Tejo datang dan langsung memeluk cucunya dan membisikkan dia dan memaksa sosok yang merasuki cucunya itu keluar.

"jangan menyentuh cucu ku pak, ingat dia istri seseorang, dan ikhlaskan apa yang sudah terjadi, setiap orang hidup itu memiliki karma tabir tuai, apa yang anda tabur maka itu yang sekarang anda panen, jadi tolong jangan egois, karena sudah banyak korban karena anda," kata Mbah Tejo yang benar-benar marah kali ini.

"maafkan saya Mbah Tejo," kata pak lurah yang hampir memeluk Sekar.

"Junaidi," panggil Mbah tejo.

ya dia tak kuat mengendong cucunya itu, pak Junaidi mengendong putrinya itu untuk membawanya ke rumah salah satu warga.

akhirnya Mak Ijah dan Nur yang melanjutkan mengkafani jenazah Bu lurah.

sedang Mbah Tejo sedang sibuk membuat cucunya itu untuk sadar, dan menutup aura Sekar.

dia melakukan itu agar gadis itu tak mudah di masuki oleh arwah atau pun setan gentayangan.

"apa sudah pak, aku kasihan jika harus melihat sejar seperti ini," kata pak junaidi.

"kita harus menjaganya, bagaimana pun gadis ini memang istimewa, sekarang kamu tau kenapa dia harus menikah dengan pria yang mengerti agama, ya setidaknya dia bisa menjaga Sekar saat aku meninggalkan dunia ini," kata Mbah Tejo.

"bapak ini ngomong apa, kenapa mengatakan hal itu, bapak akan berumur panjang, karena bapak harus mengajak cicit mu jalan-jalan, jika aku bisa menukar umur ku dengan umur bapak agar bisa hidup lebih lama, aku rela melakukannya," kata pak Junaidi.

"tapi kamu harus menjaga putra mu,"

"aku percaya jika bapak dan Mak bisa menjaganya dan menjadikannya orang yang lebih baik dari pada aku," kata pak Junaidi.

perlahan Sekar bangun dan tak suka dengan apa yang dia dengar, "kenapa kalian begitu menyebalkan, dan terus mengatakan kematian, aku benci hal seperti itu,"

"kamu sudah bangun, bagaimana perasaan mu?" tanya Mbah Tejo.

"tak senang dan tak suka dengan apa yang aku dengar, aku sudah takut dengan melihat semua hal buruk tadi, kemudian harus mendengar percakapan kalian berdua, aku benci kalian," marah Sekar yang bangkit dan memilih pergi.

tapi beruntung Zaka datang dan melihat suaminya, Sekar langsung memeluk pria itu.

"ada apa sayang, kenapa kamu begitu kotor dan menangis," tanya Zaka bingung.

"bawa aku pergi, aku tak ingin melihat mereka, bisa-bisanya mereka mengatakan hal aneh dari, aku tak mau mendengarnya karena aku benci itu," marah Sekar.

"baiklah, sepertinya kamu dalam kondisi yang tak baik, kita pulang ya dek," jawab Zaka yang mengajak istrinya itu pulang.

Sekar benar-benar merasa sedih tapi saat berjalan tubuhnya merasa begitu lemah, "dia baru saja sadar,karena tadi kerasukan,"kata pak Junaidi.

mendengar itu Zaka langsung mengendong istrinya itu dan membawanya ke tempat dia memarkirkan sepeda motor.

Mak Ijah pun tak mengalami hal yang aneh, akhirnya jenazah dari kedua ibu dan anak itu di bawa ke makam desa.

sedang Mbah Tejo terus membaca ayat-ayat suci Al-Qur'an sambil mengawasi semua orang yang mengantar ke makam.

dia buru-buru mendekat dan menarik seorang pria yang terlihat ingin melemparkan sesuatu, "jangan berani mengusik warga desa ini, jika kamu tak ingin mati dan ikut di kuburkan di tanah desa ini," kata Mbah Tejo.

"lepaskan aku pria tua," kata pria itu yang menghempaskan tangan Mbah Tejo.

tanpa pria itu duga, Junaidi yang marah melihat bapaknya di perlakukan tak sopan langsung menarik pria itu dan menendangnya hingga terpental dan menghantam kijingan makam.

"dasar pria bajingan, aku tak segan untuk jadi jahat saat ada orang yang ingin melukai orang tua ku," kata pak Junaidi yang menatap pemuda itu marah.

"maafkan aku pak, aku hanya ingin mengembalikan kalung emas inu, karena aku takut untuk mengembalikan pada suaminya, aku punya rencana untuk memperingan saat dia di kubur, setidaknya suaminya tak akan tau jika kalung ini hilang saat dia bersama ku," kata pemuda itu.

semua orang terdiam dan tak menyangka hal seperti itu bisa terjadi.

pak lurah langsung naik dari liang kubur istrinya dan mengambil kalung yang di pegang pria itu.

tanpa bicara pria itu langsung kembali ke tempat itu untuk melanjutkan tata cara pemakaman.

sedang pak lurah menyuruh anak buahnya untuk bergerak karena dia tak ingin melihat dan mendengar pria itu mengatakan omong kosong.

para pria itu mengerti kode dari pak lurah dan langsung bergerak cepat untuk menyelesaikan tugas itu.

sedang di rumah, Zakaria turun dan menuntun istrinya itu, "kita tak bisa langsung masuk kedalam rumah, maaf dek kamu harus mandi dulu sebelum menginjak kedalam rumah. aku akan membantu mu," kata Zaka yang mengambil daun kelor yang ada di depan rumahnya itu.

mereka menuju ke sumur pompa dan pria itu mulai menimba air dan setelah itu menguyur istrinya beserta pakaiannya hingga basah.

tentunya dia membaca beberapa doa, dan benar saja, dia melihat ada beberapa belatung yang terjatuh dari tubuh istrinya itu.

"pergilah sebelum aku menghanguskan kalian, atau aku tak segan melakukan itu dengan cara ku," suara ancaman zaka pada beberapa sosok yang mengikuti mereka dari rumah pak lurah hingga di rumah.

para arwah itu pun menghilang dan tak terlihat lagi, dan kini Sekar merasa tubuhnya lebih segar, tentu dia tidak bisa langsung bangkit karena tubuhnya yang basah.

tanpa terduga, zaka mengambil sarung yang di jemur dan menutupi tubuh istrinya dan kemudian memapahnya masuk kedalam rumah

sedang pria yang sudah membuat kekacauan itu tak tau jika nyawanya dalam bahaya, tiga orang pak lurah sudah siap melakukan hal yang tak terduga.

mereka mencegat pria itu, dan kemudian mereka melakukan semuanya dengan cara yang baik agar tak di curigai.

Terpopuler

Comments

Rahma ifha

Rahma ifha

😁👍

2023-05-11

2

lihat semua
Episodes
1 Mak Ijah
2 hujan deras
3 desas desus
4 panas banget
5 repot sekali
6 sebenarnya apa yang salah
7 tak suka panas
8 kiriman datang
9 kiriman datang 2
10 bingungnya
11 perjodohan
12 persetujuan dan merestui
13 pernikahan
14 harus kuat
15 ada yang masih ditunggu
16 diam ya sayangku
17 mangkat
18 makin aneh saja
19 jangan gila ya
20 pria misterius
21 sebenarnya desa ini kenapa?
22 tak wajar ya
23 wanita yang baik
24 niat jahat
25 aliran sesat
26 kesedihan mendalam
27 kehilangan kebahagiaan
28 mencoba bertahan
29 penyakit aneh
30 kejujuran Zaka
31 mulai bekerja lagi
32 tidak akan sedih.
33 lurah Sigit
34 gadis tumbal atau istri lain?
35 kehilangan terbesar
36 malam keramat
37 kecemburuan lina
38 harus ikhlas dan memaafkan
39 orang hilang
40 malam satu suro
41 malam satu suro 2
42 makam satu suro 3
43 menemukan dan gagal
44 gagal deh
45 siapa pria itu
46 wanita malam
47 wanita malam 2
48 masa lalu lurah Sigit
49 mencoba melawan
50 mati dan berakhir
51 membersihkan
52 pilihan lurah
53 kampanye di mulai
54 bersaing dengan sehat
55 melepaskan
56 sang pewaris
57 mencoba ikhlas
58 sadarlah mbak
59 jangan berlebihan
60 kematian aneh
61 kebencian mak sup.
62 kemarahan Mak sup 2
63 sosok Lina
64 kedatangan Davin
65 teror di mulai
66 teror Lina
67 terima kasih atas bantuannya
68 tabuhan sampai ketemu
69 lah siapa?
70 bertemu lagi
71 ronda
72 Bu Tejo
73 Bu Tejo 2
74 Bu Tejo 3
75 sosok misterius
76 desas-desus
77 membantu Sekar.
78 bertemu om wowo
79 saingan berat
80 ternyata seorang jagal
81 caranya?
82 lamaran? terima dong.
83 kenapa harus doa bersama
84 ucapan membawa petaka
85 menikahlah denganku
86 tinggal bersama
87 jangan sembarangan
88 jangan sembarangan 2
89 jangan sembarangan 3
90 ke pabrik
91 Maruk anda
92 hanya bisa di lisan saja
93 main ke rumah mbah
94 korban lagi
95 butuh bantuan
96 cerita nak
97 muncul kembali
98 nyebelin banget
99 pernikahan pak Junaidi
100 pernikahan tertunda
101 pernikahan kedua
102 tata cara ruwet memang
103 sehat ya sayang
104 emang agak-agak
105 jaga sikap mu
106 mau mangga muda
107 gak minat
108 hanya manusia
109 kabar bahagia
110 kematian tak wajar lagi
111 mati tak wajar lagi 2
112 gara-gara jemblem
113 keranda terbang lagi
114 keranda terbang lagi 2
115 owalah....
116 itu siapa?
117 tak ada yang peduli
118 kisah Mak nah
119 kerangka siapa
120 isi hati Lia
121 melepaskan mu
122 pria kasar? ha-ha-ha
123 Mak Tunah
124 Mak Tunah 2
125 Mak Tunah 3
126 periksa yuk
127 wanita aneh
128 wanita aneh 2
129 tak sengaja ketemu.
130 Bu Murti
131 kehilangan terbesar
132 selesai
Episodes

Updated 132 Episodes

1
Mak Ijah
2
hujan deras
3
desas desus
4
panas banget
5
repot sekali
6
sebenarnya apa yang salah
7
tak suka panas
8
kiriman datang
9
kiriman datang 2
10
bingungnya
11
perjodohan
12
persetujuan dan merestui
13
pernikahan
14
harus kuat
15
ada yang masih ditunggu
16
diam ya sayangku
17
mangkat
18
makin aneh saja
19
jangan gila ya
20
pria misterius
21
sebenarnya desa ini kenapa?
22
tak wajar ya
23
wanita yang baik
24
niat jahat
25
aliran sesat
26
kesedihan mendalam
27
kehilangan kebahagiaan
28
mencoba bertahan
29
penyakit aneh
30
kejujuran Zaka
31
mulai bekerja lagi
32
tidak akan sedih.
33
lurah Sigit
34
gadis tumbal atau istri lain?
35
kehilangan terbesar
36
malam keramat
37
kecemburuan lina
38
harus ikhlas dan memaafkan
39
orang hilang
40
malam satu suro
41
malam satu suro 2
42
makam satu suro 3
43
menemukan dan gagal
44
gagal deh
45
siapa pria itu
46
wanita malam
47
wanita malam 2
48
masa lalu lurah Sigit
49
mencoba melawan
50
mati dan berakhir
51
membersihkan
52
pilihan lurah
53
kampanye di mulai
54
bersaing dengan sehat
55
melepaskan
56
sang pewaris
57
mencoba ikhlas
58
sadarlah mbak
59
jangan berlebihan
60
kematian aneh
61
kebencian mak sup.
62
kemarahan Mak sup 2
63
sosok Lina
64
kedatangan Davin
65
teror di mulai
66
teror Lina
67
terima kasih atas bantuannya
68
tabuhan sampai ketemu
69
lah siapa?
70
bertemu lagi
71
ronda
72
Bu Tejo
73
Bu Tejo 2
74
Bu Tejo 3
75
sosok misterius
76
desas-desus
77
membantu Sekar.
78
bertemu om wowo
79
saingan berat
80
ternyata seorang jagal
81
caranya?
82
lamaran? terima dong.
83
kenapa harus doa bersama
84
ucapan membawa petaka
85
menikahlah denganku
86
tinggal bersama
87
jangan sembarangan
88
jangan sembarangan 2
89
jangan sembarangan 3
90
ke pabrik
91
Maruk anda
92
hanya bisa di lisan saja
93
main ke rumah mbah
94
korban lagi
95
butuh bantuan
96
cerita nak
97
muncul kembali
98
nyebelin banget
99
pernikahan pak Junaidi
100
pernikahan tertunda
101
pernikahan kedua
102
tata cara ruwet memang
103
sehat ya sayang
104
emang agak-agak
105
jaga sikap mu
106
mau mangga muda
107
gak minat
108
hanya manusia
109
kabar bahagia
110
kematian tak wajar lagi
111
mati tak wajar lagi 2
112
gara-gara jemblem
113
keranda terbang lagi
114
keranda terbang lagi 2
115
owalah....
116
itu siapa?
117
tak ada yang peduli
118
kisah Mak nah
119
kerangka siapa
120
isi hati Lia
121
melepaskan mu
122
pria kasar? ha-ha-ha
123
Mak Tunah
124
Mak Tunah 2
125
Mak Tunah 3
126
periksa yuk
127
wanita aneh
128
wanita aneh 2
129
tak sengaja ketemu.
130
Bu Murti
131
kehilangan terbesar
132
selesai

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!