Sepakat atau Tidak?

“AURORA!”

Mendengar teriakan yang memanggilnya, Aurora menoleh. Di sana, tampak Paul yang begitu pucat karena kehilangan darah. Melihat ekspresi memohon di wajah pria paruh baya itu, dia menjadi penuh keraguan.

Menghela napas panjang, wanita itu akhirnya berkata, “Aku tidak bisa mempercayakan punggungku padamu.”

Mendengar itu, ekspresi Paul menjadi redup. Pada saat dia merasa semakin putus asa dan tidak mendapatkan jalan keluar, suara Aurora kembali terdengar.

“Meski begitu, aku juga tidak memiliki jalan keluar. Jadi ...”

Aurora menatap ke arah gerombolan monster yang bergegas menyerang mereka berdua.

“Setidaknya aku akan bertarung bersamamu sampai akhir.”

---

Beberapa jam kemudian.

“Apakah ini benar-benar tidak mungkin?”

Melihat tujuh burung pipit raksasa yang dipenuhi luka tetapi masih hidup dan tampak ganas, Aurora bergumam dengan ekspresi penuh penyesalan. Entah itu energi, semangat, bahkan item tambahan seperti ramuan pemulihan energi telah dia gunakan. Meski begitu, wanita itu gagal mengalahkan kelompok burung dengan jumlah yang terlalu banyak.

Aurora melirik ke arah Paul yang sekarang telah mati. Bukan hanya mati, bahkan tubuhnya telah tercabik-cabik. Hanya menyisakan tulang, beberapa daging dan darah yang menempel pada tulang, serta potongan kain yang berantakan.

“Jika tidak terpecah belah, bukankah kita bisa mengalahkan musuh dan kembali dengan kantong penuh? Itu yang sedang kamu pikirkan, bukan?”

Pada saat Aurora menunggu akhir hidupnya, suara pemuda memasuki telinganya. Saat itu juga, dua bola putih menggelinding beberapa meter tidak jauh darinya.

BOOM!

Bersama dengan suara ledakan keras, asap putih mengepul dan menutupi area sekitar. Saat itu juga, bayangan hitam melesat melewati asap tebal.

Beberapa menit kemudian, asap pun mereda. Tujuh burung yang sebelumnya masih hidup telah kehilangan nyawa mereka. Kutu daun tidak terhitung jumlahnya juga telah melarikan diri saat pertempuran besar Aurora dan Paul melawan sekelompok burung pipit raksasa.

Tidak jauh dari Aurora, hanya seorang pemuda tampan yang berdiri menatapnya dengan ekspresi datar.

“Kamu kembali? Tidak ...” Pupil Aurora menyusut, jelas tidak bisa menyembunyikan keterkejutannya. Menggertakkan gigi, dia berkata dengan nada penuh kebencian. “Sejak awal kamu tidak pernah pergi.”

“Tampaknya otakmu cukup baik.” Alexander mengangkat bahu.

“Tunggu. Kalau begitu, bayangan hitam yang melesat jatuh ke jurang sebelumnya.” Memperhatikan penampilan Alexander, dia kembali terkejut. “Jubah? Kamu melemparkan jubahmu, tetapi bagaimana dengan beratnya?”

Saat ini, Alexander tidak memakai jubahnya. Pemuda itu menampakkan apa yang tersembunyi di balik jubahnya. Dua pedang, satu pisau, pelindung dada, pelindung lutut dan siku, botol air, tali yang melilit tubuh, serta tas kulit di punggungnya.

“Ambil batu besar dan cukup berat, bungkus dengan jubah lalu lemparkan saja,” jawan Alexander santai.

“Sesederhana itu?” gumam Aurora dengan ekspresi rumit.

“Ya.” Alexander mengangguk.

Pada saat itu, Aurora tiba-tiba menyadari ada sesuatu yang salah. Menatap ke arah Alexander dengan ekspresi waspada dan curiga, dia kembali bertanya.

“Kenapa kamu bersembunyi? Apa tujuanmu yang sebenarnya?!” tanya wanita itu.

“Kenapa aku harus membantu? Bukankah Mr Paul yang mengacaukan formasi? Kenapa kamu menyalahkanku?” Bukannya menjawab, Alexander malah balik bertanya dengan ekspresi datar.

“Kamu ...” Aurora merasa bingung harus berkata apa.

“Sejak awal ini hanyalah tim kecil sementara. Bukan hanya tidak profesional, tetapi tingkat kesetiaan jelas jauh berbeda dengan para penjaga atau prajurit di bawah Blood Cross. Situasi dimana salah satu anggota mengacau, berkhianat, atau melarikan diri sudah biasa.

Kamu seharusnya mempersiapkan diri untuk akhir semacam ini. Jika tidak, kamu hanya akan terluka dan kecewa ketika kenyataan menampar wajahmu dengan kejam.”

Alexander merentangkan kedua tangannya, berkata dengan suara santai. Tampaknya tidak peduli dengan apa yang terjadi sebelumnya. Entah itu kematian Muddy, Rocky, Sam, dan Paul ... pemuda itu sama sekali tidak peduli dan berpikir kalau hal semacam itu tidak ada hubungannya dengan dirinya.

Sejak awal, pemuda itu percaya kalau orang yang terlalu lemah akan mati. Jalan Hunter bukanlah jalan yang bisa dilalui siapa saja asalkan memiliki keinginan dan harapan, tetapi juga bergantung pada realita.

“Kamu tidak melarikan diri dan memilih bersembunyi. Namun akhirnya kamu keluar untuk menyelamatkanku. Itu berarti kamu tidak hanya fokus pada pengumpulan bahan makanan atau poin. Sejak awal ...

Kamu mengincarku?” tanya Aurora dengan ekspresi waspada.

“Tepat!” jawab Alexander datar.

Setelah mengembalikan sedikit energinya setelah asap muncul dan berbincang dengan Alexander, Aurora langsung melesat ke arah pemuda itu dan menikamnya dengan ganas.

Ding!

Suara dentingan logam terdengar. Di depan mata terkejut Aurora, Alexander yang sebelumnya tampak ceroboh menangkis serangannya dengan mudah.

“Jika dalam keadaan normal dan membawa berbagai item tambahan, jelas sulit dikatakan siapa yang akan menang. Sedangkan sekarang ...”

Jleb!

Alexander menusuk pinggang Aurora dengan wajah datar sembari berkata, “Kamu benar-benar tidak memiliki kesempatan.”

Melihat ekspresi Aurora berubah ketika menahan rasa sakit, Alexander langsung menarik kembali pedangnya. Dia kemudian memutar tubuhnya dan menendang bekas luka wanita itu dengan begitu keras.

BRUAK!!

Aurora terpental beberapa menter dan berhenti ketika menabrak pohon besar. Wanita itu langsung menutupi bagian luka di pinggangnya sambil menggertakkan gigi. Jelas menahan rasa sakit sampai tidak bisa berkata apa-apa.

“Kamu tidak memiliki kesempatan untuk menang. Jadi sekarang kamu hanya memiliki dua pilihan. Pertama, tentu saja mati. Sedangkan pilihan terakhir ...” Alexander mengelus dagunya. “Bergabunglah timku.”

“Apa?!” tanya Aurora dengan ekspresi bingung, tampak tidak percaya.

“Aku tahu kalau ucapanku sulit dipercaya, tetapi itu benar. Aku ingin kamu bergabung dengan timku.

Jika dalam keadaan normal, kamu pasti akan menolak karena memiliki kebanggaan tersendiri. Bahkan kita bisa saja bertarung dengan sengit karena hal semacam itu. Namun sekarang berbeda. Kamu hanya memiliki dua pilihan, ikut atau mati. Sama sekali tidak ada jalan melarikan diri.

Selain itu, aku merasa kita berdua cocok. Kamu memiliki kebencian dan tampaknya terobsesi dengan kekuatan. Hanya saja, kamu tampaknya ingin membuktikan kalau kamu ... seorang perempuan pun bisa menjadi kuat?”

Mendengar perkataan Alexander, Aurora terkejut. Itu karena apa yang dikatakan pemuda itu benar.

Mengabaikan ekspresi terkejut Aurora, Alexander melanjutkan.

“Aku merasa kita cocok karena kamu ingin mencolok dan aku ingin menyembunyikan diri. Jika sendiri, semua orang pasti akan memperhatikan kekuatanku karena kecepatan mengumpulkan potion agak cepat.

Berbeda jika aku satu kelompok denganmu. Semua orang pasti berpikir kalau kamu adalah dermawanku. Mereka akan berpikir kalau alasanku bertambah kuat karena membuntuti dirimu. Itu juga sebuah alasan tepat untuk menyembunyikan kekuatan asliku.”

“Kamu ...” Mata Aurora terbelalak. “Kamu ingin memanfaatkanku untuk menjadi kedok untukmu?”

“Ya. Bukankah itu situasi win-win? Kerja sama yang baik, bukan?” ucap Alexander sambil bertepuk tangan.

Mendengar penjelasan Alexander, Aurora jelas merasa sangat rumit. Setelah beberapa saat, dia bertanya dengan ragu.

“Apakah kamu tidak takut aku akan mengkhianatimu?” tanya Aurora sambil memegangi lukanya.

Mendengar pertanyaan itu, Alexander memiringkan kepalanya. Dengan ekspresi kosong di wajahnya, pemuda itu memandang wanita di depannya seperti sedang memandang orang bodoh.

“Aku tidak takut. Lagipula, sejak awal aku tidak berpikir kamu akan menjadi rekan setia atau semacamnya. Impian kekanak-kanakan seperti itu, kamu berpikir dengan cara yang sama dengan temanku yang bodoh.

Aku memanfaatkanmu sebagai kedok, bersembunyi di balik bayanganmu sembari memperkuat tinggi tanpa pengawasan. Sebaliknya, kamu yang ingin membuktikan diri akan disorot. Kamu juga akan memanfaatkan bantuanku agar menjadi lebih kuat.

Saling memanfaatkan, begitulah cara kita bekerja.

Masa kontrak adalah sampai kita mencapai level 2 dan mendapatkan miracle root. Setelah itu, berpisah atau melanjutkan kerja sama bisa dipikirkan lagi. Jadi ...”

Alexander menunjuk wajah Aurora dengan pedangnya.

“Sepakat atau tidak?”

Mendengar ucapan Alexander dan melihat ujung pedang tepat di depan matanya, Aurora tersenyum sembari mengejek dirinya sendiri yang begitu naif. Mencengkeram erat lukanya, mata wanita itu penuh dengan tekad.

“Untuk apa bertanya? Bukankah kamu sudah tahu jawabannya? Untuk mencapai tujuanku ...”

“Aku juga akan melakukan segala cara!”

>> Bersambung.

Terpopuler

Comments

Iqbal Novran

Iqbal Novran

sipp

2023-12-14

0

Sie Gung

Sie Gung

akan kah Aurora bakal jadi teman terdekat alex

2023-12-01

0

Z3R0 :)

Z3R0 :)

simbiosis yang menguntungkan

2023-06-23

0

lihat semua
Episodes
1 After Apocalypse
2 Sahabat dan Rival
3 Ghoul
4 Berburu
5 Memulai Serangan
6 Langkah Pertama!
7 Bukan Milikku Sendiri
8 Terbangun
9 Undangan Claude
10 Jalan Masing-Masing
11 Melanjutkan Perjalanan
12 Shelter 13
13 Distrik Hiburan
14 Pejalan Kaki Biasa
15 Jenis Yang Sama
16 Menetapkan Target dan Berangkat
17 Bodoh Juga Merupakan Kelebihan
18 Alasan Untuk Berhati-hati
19 Tidak Ada Jalan
20 Sepakat atau Tidak?
21 Keberuntungan Pemula?
22 Terlalu Berlebihan
23 Saling Menjaga
24 Kilat dan Angin
25 Gejolak Arus Bawah
26 Musim Dingin Tiba
27 Berantakan
28 Wajib Militer
29 Mengatur Batasan
30 Tugas Pertama
31 Tidak Lebih Baik Dari Binatang
32 Hari-hari Meresahkan
33 Daisy dan Aster
34 Sebuah Kepercayaan
35 Misi Darurat
36 Gelombang Binatang Buas
37 Mengukur Batas
38 Nine Gates
39 Menjadi Kaya
40 Prestise Tinggi
41 Tujuan Jangka Pendek
42 Langkah Selanjutnya
43 Ide Gila
44 Tersamar Dalam Bayangan
45 Bukan Takdirku
46 Misi Penyelamatan
47 Tangis Kesedihan dan Kebencian
48 Perangkap Monster
49 Menginginkannya
50 Berbahagia atau Berduka?
51 Duet Berakhir
52 Tidak Bisa Berlanjut
53 Buronan
54 Mengambil Keputusan
55 Meninggalkan Shelter 13
56 Shelter 11
57 Grey Jackal
58 Tempat Ayam dan Elang Berkumpul
59 Berita Kenalan Lama
60 Juru Bicara
61 Orang Yang Diharapkan
62 Transaksi Pertama
63 Negosiasi
64 Merpati vs Gagak
65 Bertemu Teman Lama
66 Melihat Hantu
67 Kekhawatiran Alexander
68 Membuat Kegemparan
69 Terseret Pusaran Badai
70 Tenggat Waktu
71 Tamu Tak Terduga
72 Keluarga Rosewald
73 Benih Kebencian
74 Profesionalitas
75 Sepadan
76 Mad Boris
77 Cara Membaur
78 Membuat Ketagihan
79 Bisnis Menguntungkan
80 Rapat Keluarga
81 Teman atau Lawan?
82 Mengasah Senjata
83 Ksatria dan Putri
84 Orang Lain dan Diri Sendiri
85 Orang Lain dan Diri Sendiri
86 Ksatria dan Putri
87 Badai Akan Datang
88 Bergantung Pada Keberuntungan
89 Lonceng Pertanda
90 Hitung Mundur
91 Diberi Bantal Ketika Mengantuk
92 Sumber Masalah
93 Merah Di Hamparan Salju Putih
94 Misi Sampingan Selesai
95 Melunasi Hutang
96 Tugas Belum Selesai
97 Kualitas Di Atas Kuantitas
98 Sangat Disayangkan
99 Kekalahan Dua Sisi
100 Pemenang Sebenarnya
101 Semakin Gelap
102 Memulai Perjalanan Baru
103 Sebuah Kebebasan?
104 Memberikan Bantuan
105 Misi Gagal
106 'Benda Itu'
107 Kejanggalan
108 Tanah Kematian
109 Hadiah atau Ujian?
110 Temani Aku Menari
111 Waktu Membawa Perubahan
112 Shelter 1
113 Common Merchant
114 Tidak Layak Untukmu
115 Selama Cukup Menguntungkan
116 Membicarakan Bisnis
117 Vermillion Shop
118 Ancaman
119 Membuat Riak
120 Bermuka Dua
121 Interogasi
122 Bersembunyi Dalam Bayang
123 Mencoba Peruntungan
124 Annie Rosewald
125 Teratai Di Kolam Lumpur
126 Kunjungan Ramah
127 Membicarakan Banyak Hal
128 Senang Berbisnis Denganmu
129 Menempa Senjata
130 Hari Yang Melelahkan
131 Tiga Kategori
132 Undangan Pesta
133 Pesta Yang Ditunggu
134 Pertemuan Tiga Pemimpin
135 Lelang Akan Dimulai
136 Lelang Meriah
137 Sukses Besar
138 Respon Berbagai Pihak
139 Rencana Pengembangan
140 Sebuah Rencana Besar
141 Tujuan Aliansi
142 Di Balik Gemerlap
143 Cupid Tears
144 Melissa dan Faust
145 Gejolak Arus Bawah
146 Kembali Bertemu Merpati
147 Untuk Kembali Bersama
148 Membayar Hutang
149 Persiapan Selesai
150 Assassin Alami
151 Perubahan Yona
152 Grey Triangle Pavilion
153 Semakin Berani
154 BERISIK
155 Pengakuan
156 Keluarga Trolley
157 Tanggapan Para Bangsawan
158 Nine Gates Gathering
159 Rapat
160 Ujian Perekrutan
161 Si Pemabuk, Clara
162 Undangan Nine Gates
163 Rencana Alvonso
164 Rencana Masing-masing
165 Keinginan dan Kenyataan
166 Penyergapan
167 Rencana Sir Gareth
168 Empat Jenderal Iblis
169 Biarkan Bunga Bermekaran
Episodes

Updated 169 Episodes

1
After Apocalypse
2
Sahabat dan Rival
3
Ghoul
4
Berburu
5
Memulai Serangan
6
Langkah Pertama!
7
Bukan Milikku Sendiri
8
Terbangun
9
Undangan Claude
10
Jalan Masing-Masing
11
Melanjutkan Perjalanan
12
Shelter 13
13
Distrik Hiburan
14
Pejalan Kaki Biasa
15
Jenis Yang Sama
16
Menetapkan Target dan Berangkat
17
Bodoh Juga Merupakan Kelebihan
18
Alasan Untuk Berhati-hati
19
Tidak Ada Jalan
20
Sepakat atau Tidak?
21
Keberuntungan Pemula?
22
Terlalu Berlebihan
23
Saling Menjaga
24
Kilat dan Angin
25
Gejolak Arus Bawah
26
Musim Dingin Tiba
27
Berantakan
28
Wajib Militer
29
Mengatur Batasan
30
Tugas Pertama
31
Tidak Lebih Baik Dari Binatang
32
Hari-hari Meresahkan
33
Daisy dan Aster
34
Sebuah Kepercayaan
35
Misi Darurat
36
Gelombang Binatang Buas
37
Mengukur Batas
38
Nine Gates
39
Menjadi Kaya
40
Prestise Tinggi
41
Tujuan Jangka Pendek
42
Langkah Selanjutnya
43
Ide Gila
44
Tersamar Dalam Bayangan
45
Bukan Takdirku
46
Misi Penyelamatan
47
Tangis Kesedihan dan Kebencian
48
Perangkap Monster
49
Menginginkannya
50
Berbahagia atau Berduka?
51
Duet Berakhir
52
Tidak Bisa Berlanjut
53
Buronan
54
Mengambil Keputusan
55
Meninggalkan Shelter 13
56
Shelter 11
57
Grey Jackal
58
Tempat Ayam dan Elang Berkumpul
59
Berita Kenalan Lama
60
Juru Bicara
61
Orang Yang Diharapkan
62
Transaksi Pertama
63
Negosiasi
64
Merpati vs Gagak
65
Bertemu Teman Lama
66
Melihat Hantu
67
Kekhawatiran Alexander
68
Membuat Kegemparan
69
Terseret Pusaran Badai
70
Tenggat Waktu
71
Tamu Tak Terduga
72
Keluarga Rosewald
73
Benih Kebencian
74
Profesionalitas
75
Sepadan
76
Mad Boris
77
Cara Membaur
78
Membuat Ketagihan
79
Bisnis Menguntungkan
80
Rapat Keluarga
81
Teman atau Lawan?
82
Mengasah Senjata
83
Ksatria dan Putri
84
Orang Lain dan Diri Sendiri
85
Orang Lain dan Diri Sendiri
86
Ksatria dan Putri
87
Badai Akan Datang
88
Bergantung Pada Keberuntungan
89
Lonceng Pertanda
90
Hitung Mundur
91
Diberi Bantal Ketika Mengantuk
92
Sumber Masalah
93
Merah Di Hamparan Salju Putih
94
Misi Sampingan Selesai
95
Melunasi Hutang
96
Tugas Belum Selesai
97
Kualitas Di Atas Kuantitas
98
Sangat Disayangkan
99
Kekalahan Dua Sisi
100
Pemenang Sebenarnya
101
Semakin Gelap
102
Memulai Perjalanan Baru
103
Sebuah Kebebasan?
104
Memberikan Bantuan
105
Misi Gagal
106
'Benda Itu'
107
Kejanggalan
108
Tanah Kematian
109
Hadiah atau Ujian?
110
Temani Aku Menari
111
Waktu Membawa Perubahan
112
Shelter 1
113
Common Merchant
114
Tidak Layak Untukmu
115
Selama Cukup Menguntungkan
116
Membicarakan Bisnis
117
Vermillion Shop
118
Ancaman
119
Membuat Riak
120
Bermuka Dua
121
Interogasi
122
Bersembunyi Dalam Bayang
123
Mencoba Peruntungan
124
Annie Rosewald
125
Teratai Di Kolam Lumpur
126
Kunjungan Ramah
127
Membicarakan Banyak Hal
128
Senang Berbisnis Denganmu
129
Menempa Senjata
130
Hari Yang Melelahkan
131
Tiga Kategori
132
Undangan Pesta
133
Pesta Yang Ditunggu
134
Pertemuan Tiga Pemimpin
135
Lelang Akan Dimulai
136
Lelang Meriah
137
Sukses Besar
138
Respon Berbagai Pihak
139
Rencana Pengembangan
140
Sebuah Rencana Besar
141
Tujuan Aliansi
142
Di Balik Gemerlap
143
Cupid Tears
144
Melissa dan Faust
145
Gejolak Arus Bawah
146
Kembali Bertemu Merpati
147
Untuk Kembali Bersama
148
Membayar Hutang
149
Persiapan Selesai
150
Assassin Alami
151
Perubahan Yona
152
Grey Triangle Pavilion
153
Semakin Berani
154
BERISIK
155
Pengakuan
156
Keluarga Trolley
157
Tanggapan Para Bangsawan
158
Nine Gates Gathering
159
Rapat
160
Ujian Perekrutan
161
Si Pemabuk, Clara
162
Undangan Nine Gates
163
Rencana Alvonso
164
Rencana Masing-masing
165
Keinginan dan Kenyataan
166
Penyergapan
167
Rencana Sir Gareth
168
Empat Jenderal Iblis
169
Biarkan Bunga Bermekaran

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!