Old Woody menatap Alexander dengan mata terbelalak.
“Kamu ...” gumam lelaki tua itu.
Melihat ekspresi kewalahan Old Woody, Alexander membuat isyarat untuk tetap diam. Pemuda itu mengangkat bahu, tampaknya tidak terlalu peduli dengan gelar Hunter yang dianggap begitu bermartabat dan dihormati.
“Aku menaruhnya di sini dan akan mengambilnya besok,” ucap Alexander sembari meletakkan dua bungkusan berisi burung pipit bermutasi.
“Kamu bisa mengambilnya pagi-pagi sekali sebelum latihan,” balas Old Woody yang melihat Alexander pergi.
Melihat punggung pemuda yang semakin kecil di kejauhan, lelaki tua tersebut hanya bisa menghela napas panjang. Dia merasa sangat terkejut. Tidak menyangka kalau remaja kurus dan sekarat itu benar-benar berubah menjadi seorang pemuda tampan, bahkan Hunter yang dikagumi banyak orang.
Sementara itu, Alexander yang menyelesaikan urusannya langsung pergi ke kamar Claude.
Sesampainya di sana, dia melihat Claude yang tampak agak cemas dan terburu-buru. Kedua orang itu saling memandang sejenak dalam keheningan.
“Al? Apakah kamu sudah kembali? Melihat kamu baik-baik saja, seharusnya ghoul itu tidak ditemukan? Syukurlah.” ucap Claude penuh keraguan.
“Apa maksud ucapanmu? Kamu berharap aku tidak menemukan ghoul hitam itu?” tanya Alexander datar.
“Hey, aku berencana menyusulmu. Lukaku telah membaik, jadi aku buru-buru pergi membantu. Meski berada di level 1, ghoul itu jelas sangat aneh. Alangkah baiknya jika ada yang membantu. Jadi-“
Belum sempat menyelesaikan ucapannya, Claude menatap Alexander dengan ekspresi tercengang. Pemuda itu menunjuk ke arah temannya itu dengan penuh keraguan.
“Kamu ... berhasil melakukannya sendiri?” tanya pemuda itu.
“Aku datang untuk membayar,” balas Alexander tanpa menutupi fakta kalau sekarang dia Hunter level 1.
“Bagus! Sangat bagus!” ucap Claude penuh semangat. Pemuda itu kemudian bergumam, “Seperti yang diharapkan dari rivalku.”
Mengabaikan Claude yang berbisik, Alexander menurunkan kantong kulit berisi sekitar 20 liter air.
“Ambil setengahnya. Besok kamu ikut denganku untuk mengambil satu burung yang diasap. Meski kamu berkata itu sama sekali tidak disengaja, tetapi aku harus membayarmu. Lagipula itu juga sangat penting bagiku. Jika kurang-“
“Tidak! Sama sekali tidak kurang. Kamu telah membantuku mendapatkan miracle root dari ghoul spesial, tidak perlu untuk membalasnya. Kamu membantuku melawan musuh tetapi aku hanya memberi informasi. Itu sudah menjadi keuntunganku.” Claude langsung menyela ucapan Alexander.
“Begitu?” Alexander memiringkan kepalanya.
“Tentu saja, aku akan menerimanya jika kamu bersikeras,” ucap Claude dengan nada ceroboh.
Pada awalnya, Claude merasa tidak perlu dibayar. Namun berdiri di depan godaan air dan daging asap, pemuda itu merasa goyah. Dengan jumlah sebanyak itu, setidaknya dia bisa makan sendiri selama 10 hari. Jika berfoya-foya, setidaknya bisa menikmati malam romantis selama hampir seminggu.
Jadi ... Claude langsung merubah pikirannya!
Alexander mengetahui pikiran Claude dan sama sekali tidak menegurnya. Di dunia yang kacau balau dan penuh tekanan seperti ini, hanya sedikit hiburan. Kesukaan orang-orang berbeda, jadi dia tidak menghentikannya.
Setelah itu, Alexander membantu Claude mengisi gentong air. Menuangkan sekitar sepuluh liter air dan akan membawa kembali sisanya.
“Mau berry?” tanya Alexander.
“Tidak. Air dan daging sudah cukup. Aku malu jika kamu memberi terlalu banyak.” Claude langsung menggelengkan kepalanya.
“Oh,” balas Alexander datar.
“Omong-omong, apakah kamu berencana pindah ke area dalam Al?” tanya Claude.
“Tidak.”
“Kenapa? Dengan kekuatanmu sekarang ditambah dengan trik yang kamu miliki, kamu bisa memanen banyak hal untuk ditukar dengan poin. Cukup untuk hidup tentram di area dalam dan menghabiskan waktu untuk bersenang-senang,” ucap Claude penuh keraguan.
Shelter 101 dibagi menjadi tiga area, yaitu luar, tengah, dan dalam.
Bagian luar dekat dengan pintu masuk dan memiliki ruangan paling banyak dan sempit. Orang yang tinggal di sana biasanya hampir tidak bisa menopang hidup mereka.
Bagian tengah berisi ruangan lebih luas, setidaknya bisa digunakan untuk menyimpan barang dan tidur. Orang yang tinggal di sana biasanya adalah orang yang memiliki pekerjaan tetap atau beberapa prajurit latihan yang mencoba menjadi Hunter. Alexander, Claude, dan Old Woody tinggal di tempat ini.
Sedangkan bagian dalam adalah tempat paling makmur. Bukan hanya ada berbagai ruangan penting, tetapi setiap kamar di sana lebih baik dan lebih luas. Para Hunter dan petinggi Shelter 101 tinggal di sana. Sebenarnya Claude ingin pindah, tetapi kekayaannya tidak cukup karena hidupnya yang boros.
Melihat Alexander diam, Claude kembali bertanya, “Kenapa kamu tidak pindah?”
“Bagian tengah sudah cukup untuk ditinggali. Itu lebih murah, sisa poin bisa dibelanjakan kepentingan lain seperti bahan ramuan, ramuan yang sudah jadi, berbagai bahan tempa dan senjata. Lagipula, tidak perlu pergi ke bagian dalam untuk hidup nyaman. Tidak khawatir makan dan minum sudah cukup kan?”
“...” Balasan Alexander membuat Claude kehilangan kata-kata.
“Lihat dirimu. Sebagai seorang Hunter level 1, apakah kamu tidak merasa malu? Hidupmu bahkan lebih buruk daripada Old Woody. Pakaian dan perlengkapan lama, makanan hampir tidak cukup dimakan. Memangnya ada Hunter seburuk dirimu?” ucap Alexander datar.
BRUK!
Claude jatuh berlutut sambil mencengkeram dadanya. Memiliki ekspresi tertekan, pemuda itu berkata, “Memangnya kamu pikir aku ingin hidup seperti ini Al?”
“Berhentilah bersikap dramatis, itu menjijikkan.” Alexander berkata datar.
“Aku hidup serba kekurangan sejak kecil, bukankah tidak apa-apa menikmati tiga bulan ini dengan bersenang-senang? Aku ingin mencoba hidup seperti raja-raja di zaman kuno!” balas Claude dengan ekspresi bertekad.
Sudut bibir Alexander berkedut. Pemuda itu menghela napas sebelum berkata, “Apakah kamu sakit? Bahkan jika itu raja, bangsawan, pemimpin, atau semacamnya ... memangnya mereka akan menghabiskan malam dengan cara sepertimu? Aku akan diam saja jika kamu melakukannya satu atau dua minggu sekali. Dalam tiga bulan lebih dari 70 kali? Aku heran kamu masih bisa berdiri!”
“Jangan remehkan kekuatanku!” ucap Claude dengan ekspresi bangga di wajahnya. Pemuda itu kemudian melirik Alexander dengan tidak puas. “Kamu juga sangat berhemat. Lebih parahnya, kamu menghabiskan uang untuk membeli benda yang bahkan mungkin tidak kamu gunakan! Melihat botol racun warna-warni yang terpajang di rak kamarmu membuatku merinding!”
“Itu jelas berguna,” ucap Alexander dengan nada tidak yakin.
“Berguna? Benda itu mungkin membunuhmu secara tidak sengaja!” balas Claude dengan nada tidak puas.
“Berhenti di sini. Sudah cukup. Kita tidak perlu memperdebatkan ini lagi,” ucap Alexander sambil memijat pelipisnya.
“Ok.” Claude mengangguk ringan.
Pada saat melihat Alexander, Claude tampak agak bingung. Pemuda itu kemudian duduk di atas ranjang keras sambil berpikir sejenak. Setelah beberapa saat ragu, dia pun membuka mulutnya.
“Aku punya sebuah rencana Al. Aku ingin membentuk sebuah tim sendiri. Sejenis tentara bayaran, jadi bisa melakukan berbagai pekerjaan perburuan yang lebih efisien.”
“Bagaimana dengan anggotanya?” tanya Al.
“Lihat beberapa orang potensial, rekrut lalu latih. Bantu orang itu mengumpulkan poin untuk ditukar dengan ramuan evolusi. Setelah itu, baru bantu memburu ghoul.” Claude menjelaskan niatnya.
“...” Alexander tidak berkomentar.
“Omong-omong, aku sudah memikirkan ini sejak lama Al. Aku dan kamu telah dianggap sebagai jenius dari Shelter 101. Banyak orang yang mengulurkan tangan mereka tetapi kita menolaknya. Jadi ...”
Claude mengulurkan tangannya dengan ekspresi tegas.
“Mari kita membuat kelompok sendiri Al! Kelompok kuat dimana kita bisa hidup nyaman dan juga dihormati kemanapun kita pergi!”
>> Bersambung.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 169 Episodes
Comments
Iqbal Novran
/Good/
2023-12-14
1
Sie Gung
ide bagus
2023-12-01
0
Kang_Wah_Yoe
👍👍👍👍👍
2023-06-21
0