“OMONG KOSONG!”
Di dalam kamarnya, Claude menggebrak meja dengan ekspresi penuh kemarahan dan kekecewaan.
Pemuda itu sama sekali tidak menyangka kalau Alexander pergi dari Shelter 101. Belum lagi, sama sekali tidak ada gejolak atau masalah apapun yang terjadi di tempat ini. Rasanya orang itu pergi begitu saja tanpa merasakan sedikitpun keengganan.
Claude merasa marah dan kecewa karena Alexander bahkan tidak berpamitan dengannya sebelum pergi. Dia merasa kalau mereka berdua adalah teman dan rival. Namun sikap yang Alexander temukan membuatnya mulai mempertanyakan apakah semua itu benar atau salah.
“H-Harap bersabar, Bos!”
Mendengar ucapan itu, Claude menoleh. Tidak jauh dari pintu, tampak tiga orang berdiri dengan ekspresi gugup. Salah satunya adalah Kid. Sedangkan dua lainnya adalah bawahan Claude yang lain, Ronn dan Jimmy.
Jimmy adalah pemuda pendek dan kurus. Berkulit putih agak kusam dan tidak terawat dengan wajah pucat.
Ronn sendiri adalah pemuda seusia Claude, tetapi lebih tinggi. Dia berkulit hitam dan botak, tetapi memiliki tubuh kekar karena sering melakukan pekerjaan berat. Hanya saja, dia tidak bisa berkomunikasi dengan baik, seringkali hanya mengangguk atau menggelengkan kepala ketika membalas pertanyaan.
Walaupun tidak tampak kuat dan terlihat tidak meyakinkan, Claude memilih mereka karena ketiganya adalah temannya sejak kecil. Mereka cukup dekat, bahkan saling membantu ketika dalam masalah. Berteman sejak masih berada di posisi paling bawah.
Kid, Ronn, dan Jimmy awalnya menganggap keputusan Claude ceroboh dan terburu-buru. Siapa sangka, teman yang mereka pikir bunuh diri sekarang malah menjadi Hunter level 1. Itu membuat mereka bertiga malu dan tidak berani mendekati Claude.
Entah itu fisik, kecerdasan, dan keterampilan ... tidak ada yang mencolok dari Claude. Itulah kenapa ketiganya berpikir pemuda itu bunuh diri karena mencoba mengikuti Alexander yang pendiam dan sering melakukan hal-hal tidak masuk akal.
Hanya saja, entah itu kerja keras atau sekadar keberuntungan, Claude membuktikan diri setelah menjadi Hunter nyata. Bukan hanya orang yang mengonsumsi beberapa ramuan evolusi level 1, tetapi Hunter nyata yang telah menyerap miracle root. Belum lagi, jenis spesial yang sangat langka!
Awalnya, mereka bertiga berpikir kalau Claude sudah melupakan mereka. Namun mereka tidak mempermasalahkannya karena kehidupan mereka sudah berubah, tidak lagi berada di tempat yang sama.
Kid, Ronn, dan Jimmy terkejut ketika Claude merekrut mereka. Setelah mengetahui tujuannya, mereka bertiga pun setuju. Begitulah kelompok kecil Claude terbentuk.
“Tolong tenang, Kak Claude. Kak Al telah meninggalkan surat untukmu,” ucap Kid.
“APA?!” Claude langsung merebut surat di tangan Kid dengan kecepatan penuh.
Pemuda itu duduk di atas ranjang dengan ekspresi serius. Setelah beberapa saat membaca, tubuh Claude gemetar. Dia meremas kertas itu dengan ekspresi penuh tekad dan semangat juang.
“BENAR! Shelter tingkat menengah memang baik, tetapi tidak cukup. Meski tidak akan segera meninggalkan tempat ini, tetapi aku yakin ...”
Sudut bibir Claude terangkat tinggi.
“Aku pasti bertemu denganmu di panggung yang lebih tinggi!”
...----------------...
Tanggal 11, bulan 04, tahun 398 kalender bulan hitam.
“Perlu waktu seminggu untuk sampai di tempat ini.”
Alexander bergumam pelan sambil melihat pintu gerbang besar dan tembok batu setinggi lima meter di kejauhan.
Walau disebut sebagai tempat berlindung, Shelter 13 adalah sebuah kota kecil yang dikelilingi oleh dinding batu setinggi lima meter. Dinding itu cukup tebal dan kokoh, cukup untuk mencegah beberapa monster tingkat rendah.
Sedangkan makhluk di level 3 sudah bisa dianggap sebagai bencana. Walau bukan bencana nyata, tetapi membawa banyak kekacauan dan kehancuran. Belum lagi makhluk di level lebih tinggi. Mereka benar-benar sangat ditakuti. Tidak ada yang berani menantang tanpa alasan yang jelas.
“Berhenti di sana!”
Baru saja mendekati gerbang, suara keras dan tegas terdengar. Beberapa orang yang menjaga gerbang menatap ke arah Alexander dengan ekspresi waspada di wajah mereka.
“Apakah ada yang salah?” tanya Alexander sambil memiringkan kepalanya.
“Sebutkan nama, identitas, dan tujuanmu datang ke Shelter 13.”
“Perkenalkan, namaku Alexander. Sebelumnya aku adalah pengembara, tetapi kelompok itu dimusnahkan dan aku beruntung bisa selamat. Aku sempat tinggal di Shelter 101 dan memiliki surat pengantar. Kalian bisa memeriksanya,” balas Alexander dengan senyum ramah di wajahnya.
Para penjaga gerbang saling memandang lalu memeriksa surat pengantar yang Alexander bawa. Melihat kalau pemuda itu tinggal di Shelter 101 selama tiga tahun dan sekarang menjadi Hunter di usia yang begitu muda, mereka semua terkejut. Benar-benar tidak menyangka kalau pemuda itu adalah Hunter asli, bukan ‘magang’ yang baru saja mencoba menempuh jalan Hunter.
Hanya saja, alih-alih menganggap tinggi kemampuan Alexander, mereka berpikir kalau pemuda itu memiliki keberuntungan yang baik. Lagipula, di shelter tingkat atas seperti Shelter 13, banyak pemuda yang ingin menjadi Hunter. Namun kebanyakan dari mereka belum berhasil melakukannya, bahkan kehilangan nyawa di tengah jalan.
“Kamu bisa melapor ke kantor penjaga dekat gerbang. Di sana kamu bisa memilih tinggal di mana. Tentu saja masih dengan aturan lama. Jika bukan anggota Blood Cross, biayanya berlipat.”
“Dimengerti.”
Alexander melihat penjaga lalu mengangguk ringan. Keempat orang itu adalah Hunter level 1, tetapi dia masih memiliki kepercayaan diri untuk menghadapi mereka. Hanya saja, pemuda itu tidak akan sengaja membuat masalah hanya karena ingin tampil mencolok. Membaur dengan kerumunan adalah pilihan paling baik.
Setelah memasuki area Shelter 13, Alexander mendaftar. Dia memberikan semua buruan yang ditemukan hari ini untuk ditukar sebagai poin. Dengan begitu, pemuda tersebut bisa memilih tempat tinggal yang relatif baik. Dengan bantuan petugas, dia pun pergi ke distrik 4.
Shelter 13 terdiri dari lima distrik. Distrik 1 adalah berada di tengah, tempat dimana para petinggi tinggal. Distrik 2 ada di timur, tempat para Hunter yang bergabung dengan Blood Cross tinggal. Distrik 3 ada di utara, tempat dimana hiburan dan perdagangan dilakukan. Distrik 4 ada di barat, tempat para ‘orang luar’ yang menyewa tinggal. Distrik 5 ada di selatan, tempat para pengungsi tinggal, biasa disebut distrik kumuh.
Distrik 1 adalah yang paling kecil tetapi paling indah. Distrik 2 dan Distrik 4 tidak terlalu luas tetapi ada cukup banyak rumah yang layak ditinggali. Lagipula, itu tempat para Hunter berada. Distrik 3 lebih luas karena banyak hal ada di sana. Entah itu toko senjata, ramuan, hiburan, bahkan beberapa hal gelap lain. Sedangkan Distrik 5 paling luas, tetapi juga sangat padat dimana para pengungsi berhimpitan. Hampir tidak bisa ditinggali.
Banyak orang bilang kalau penempatan Shelter 13 mirip dengan Shelter 1, hanya berbeda lokasi dan luasnya.
“Tidak buruk,” gumam Alexander.
Melihat rumah kayu satu lantai dengan atap cukup pendek dan halaman kecil, Alexander mengangguk puas. Pada saat petugas pergi, dia mengeluarkan kunci lalu masuk ke dalamnya. Di dalamnya, ada tiga ruangan. Satu ruang lebih luas dan dua ruang lebih kecil.
Rumah yang ditinggali Alexander sebenarnya jarang dipesan oleh para Hunter. Kecuali Hunter level 2 ke atas, atau Hunter yang berkeluarga, mereka enggan membuang poin untuk tinggal di rumah yang tergolong cukup bagus seperti itu. Lagipula, orang-orang itu menganggap itu pemborosan ruangan, membuang poin untuk sesuatu yang tidak perlu.
Alexander sendiri memilihnya karena sudah memiliki ide sendiri. Ruang besar untuk dia tidur, makan, dan bersantai. Satu ruang kecil untuk menaruk pakaian, alat, dan bahan untuk membuat senjata atau jebakan. Ruang kecil lain untuk menyimpan makanan dan bahan baku pembuatan berbagai ramuan. Dengan begitu, semua ruangan digunakan dengan baik.
Pemuda itu kemudian mulai bersih-bersih rumah kecil itu, menata barang-barangnya sesuai dengan jenisnya. Baru kemudian beristirahat.
Berbaring di lantai beralaskan bulu binatang buas level 1, Alexander menatap langit-langit sambil berpikir keras. Beberapa saat kemudian, dia bergumam, “Perlu mengumpulkan lebih banyak informasi tentang DIstrik 13.”
Meski ekspresi di wajahnya kembali datar, mata pemuda itu berbinar.
“Pergi ke distrik hiburan malam ini.”
>> Bersambung.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 169 Episodes
Comments
Iqbal Novran
tap
2023-12-14
0
Sie Gung
masih muda dah ada rumah sendiri jadi iri...
2023-12-01
0
Kang_Wah_Yoe
👍👍👍👍👍👍
2023-06-21
0