Menetapkan Target dan Berangkat

Pada saat mendengar perkenalan Alexander, banyak orang terkejut. Namun sebagian dari mereka termasuk Clayton mengerutkan kening. Tampaknya tidak percaya dan menganggap pemuda itu mencoba menipu mereka.

“Lupakan soal Hunter perempuan ...” Clayton mengangkat alisnya. “Apakah kamu mencoba menipu orang-orang di sini, Nak? Pendatang baru yang mencoba macam-macam?”

Mendengar ucapan Clayton, banyak orang mengangguk. Orang-orang yang sebelumnya tekejut juga mengerutkan kening. Mereka merasa agak marah karena telah dibodohi.

Sementara itu, Alexander sama sekali tidak mengatakan apa-apa. Pemuda itu melemparkan gelas kosong di tangan kanannya ke atas.

Swoosh!

Alexander menarik pisau pendek di belakang punggungnya. Bergerak maju lalu menebas. Setelah itu dia menyarungkan kembali pisaunya dan menangkap gelas yang sebelumnya dilempar.

Pada saat itu, sebagian orang tidak merespon. Namun para orang-orang yang telah menjadi Hunter menyipitkan mata mereka. Jelas merasa terkejut dengan kecepatan gerakan pemuda itu.

Sementara itu, Clayton memandang Alexander yang berdiri dua langkah di depannya dengan ekspresi ngeri. Dia memegangi lehenya dengan keringat dingin membasahi punggungnya.

‘Jika itu bukan punggung pisau ...’

Merasakan besi dingin ‘mengelus lembut’ lehernya, Clayton menggigil. Dia sama sekali tidak menyangka kalau pemuda di depannya benar-benar Hunter, jadi bersikap lengah. Belum lagi, pria itu benar-benar dikejutkan oleh kecepatan tangan Alexander.

“Kamu-“

“Alexander,” sela pemuda itu. “Cukup beruntung menjadi Hunter lebih awal dan belum lama ini datang ke Shelter 13. Salam kenal.”

Setelah mengatakan itu, Alexander menuang jus ke dalam gelas lalu mengangkatnya di depan Clayton. Dia memasang senyum ramah. Sama sekali tidak terlihat seperti pemuda yang baru saja menebas leher seseorang.

“O-Oh! Salam kenal,” jawab Clayton dengan ekspresi kaku. Jelas belum tenang.

Melihat lima anggota kelompok lain, Clayton pura-pura batuk untuk mengembalikan kesan baiknya. Menggosok hidung dengan jarinya, pria itu kembali berkata.

“Pesan meja yang lebih besar. Kita akan membicarakan detailnya nanti.”

Mendengar ucapan Clayton, empat anggota baru itu mengangguk ringan. Kemudian mereka bertujuh memesan meja lebih besar dan duduk mengelilinginya.

Clayton melirik ke arah Aurora, tetapi akhirnya tidak mengatakan apa-apa. Pada awalnya dia ingin menyusahkan perempuan itu karena merasa tidak cocok berada di kelompok ini. Hanya saja kejadian sebelumnya membuatnya ragu. Jelas takut menendang plat baja lagi. (berurusan dengan orang merepotkan yang tidak bisa ditangani)

“Tampaknya aku benar-benar tidak cocok di sini. Terlalu banyak bakat mengerikan di usia yang begitu muda,” ucap Paul setengah bercanda sambil mengelus jenggotnya.

Paul sendiri tahu, usia Sam sedikit lebih tua tetapi tidak setua itu. Clayton lebih muda. Aurora jelas juga wanita di usia pertengahan sampai akhir dua puluhan. Ditambah Alexander yang tampak begitu muda, dia tahu kalau bakatnya tidak sebaik mereka. Bukan hanya bakat, tetapi juga keberuntungannya.

“Seharusnya kami para pemuda harus belajar dan mengandalkan seorang senior seperti anda, Mr Paul.” Alexander berkata santai sebelum menyesap jus di tangannya.

“Alexander benar. Kita harus menghormati yang lebih tua dan menyayangi yang muda. Kita harus belajar dari pengalaman para senior.” Sam yang sedari tadi diam mengangguk penuh persetujuan.

“Hahaha! Kalau begitu tolong jaga aku di masa depan,” ucap Paul dengan senyum ramah di wajahnya.

“...”

Setelah bertukar beberapa kalimat dan saling memperkenalkan diri, mereka semua tahu kalau kedua bawahan Clayton bernama Rocky dan Muddy. Sementara itu, Aurora hanya diam dan bersikap dingin. Jelas tidak tertarik dengan hal-hal yang tidak ada hubungannya dengan ‘pekerjaan’ mereka.

“Kalau begitu kita akan pergi ke topik utama.” Clayton berkata dengan ekspresi serius. “Sebenarnya aku tidak sengaja menemukan tempat itu. Di sana terdapat cukup banyak pohon berry dan sarang burung. Tidak begitu kuat, hanya burung pipit tetapi jumlahnya banyak.”

“Hanya itu?” tanya Paul curiga.

“Jangan remehkan jumlahnya. Meski bukan bahan kelas atas, tetapi itu memberi kita cukup banyak poin kontribusi. Setidaknya bertahan cukup lama.” Clayton menggeleng dengan ekspresi tidak setuju. “Selain pohon berry, ada juga beberapa tanaman yang aku tidak ketahui jenisnya. Bunga hitam atau semacamnya. Mungkin berharga kan? Ada yang tahu?”

“Jika tidak melihatnya secara langsung, aku tidak tahu.” Paul menggelengkan kepalanya.

“Aku tidak ahli dalam hal itu.” Sam juga menggelengkan kepalanya.

Merasakan tatapan orang-orang, Alexander yang sedang minum akhirnya meletakkan gelasnya. Memasang ekspresi masam dan tidak berdaya, dia berkata, “Bukankah sudah cukup beruntung untuk menjadi Hunter di usia ini? Selain usaha keras dalam latihan, aku sama sekali tidak mengerti banyak hal.”

Jawaban Alexander membuat mereka semua mengangguk ringan. Merasakan Aurora melirik ke arahnya, pemuda itu melanjutkan minum tanpa mempedulikannya.

“Aku sedikit memahaminya. Namun sama seperti Mr Paul, aku harus melihatnya secara langsung,” ucap Aurora.

Mendengar itu, Clayton tampak senang. Dia kemudian berkata dengan nada ramah dan rendah hati, “Kalau begitu kami akan mengandalkan kalian berdua, Mr Paul dan Nona Aurora.”

Setelah itu, mereka berdiskusi sambil minum jus yang ditraktir oleh Clayton. Tidak begitu lama, tetapi membuat kepastian tentang keberangkatan mereka.

Pada akhirnya, disepakati kalau mereka bertujuh akan berangkat dua hari kemudian. Berkumpul di depan gerbang Shelter 13 pada pagi hari.

Usai membahas semuanya, mereka pun bangkit dan berpisah.

Dalam perjalanan kembali, Alexander merasakan ada orang yang mengikutinya. Setelah beberapa saat dan sampai di tempat yang cukup sepi, dia berbalik sambil bertanya dengan ramah.

“Apakah ada alasan kenapa anda mengikutiku, Nona Aurora?” tanya pemuda itu.

Sekitar tujuh meter dari Alexander, Aurora berdiri menatapnya dengan mata dingin di balik topengnya. Tangan kanan wanita itu memegang gagang pedang di pinggangnya. Jelas siap bertarung kapan saja.

“Apakah kita saling kenal? Kita pernah bertemu sebelumnya?” tanya Aurora dingin.

“Tidak,” balas Alexander dengan santai dan asal-asalan.

“Lalu kenapa kamu ikut bangkit dan bergabung dengan kelompok kecil itu setelah aku melakukannya. Apakah ... ada orang yang mengirimmu?”

“Mengirimku?” Alexander memiringkan kepalanya. Dengan senyum ramah, dia menambahkan, “Tampaknya anda memiliki latar belakang yang baik, Nona Aurora.”

Menyadari kalau dia melakukan kecerobohan karena terlalu khawatir, Aurora merasa agak marah. Dia langsung menarik pedangnya dan bergegas ke arah Alexander dengan cepat.

Swoosh!

Melihat pedang berayun, Alexander sama sekali tidak menghindarinya. Pada akhirnya, pedang itu berhenti di dekat lehernya tanpa mengenainya.

“Kenapa kamu tidak menghindarinya?” tanya Aurora dingin.

Mendengar itu, Alexander terkekeh sambil menggelengkan kepalanya.

“Karena kamu tidak akan memotongku,” jawab pemuda itu.

Setelah itu, Alexander mendorong pedang itu menjauh dengan jari telunjuknya. Benar saja, Aurora langsung menarik kembali pedang dan menyarungkannya.

“Jika tidak ada yang lain, aku akan pergi terlebih dahulu.”

Meninggalkan kalimat itu, Alexander berjalan pergi. Benar-benar meninggalkan Aurora yang berdiri di tempanya dengan linglung.

---

Dua hari kemudian.

“Waktu berlalu begitu saja.”

Alexander mengemasi berbagai senjata dan perlengkapan yang tela dirawat baik-baik dengan ekspresi datar di wajahnya. Pemuda itu bangkit lalu mengambil jubahnya.

Sebelum keluar rumah, Alexander menepuk kedua sisi pipinya beberapa kali. Memastikan ekspresinya telah berubah dan tampak ramah, dia menghela napas panjang.

“Menjadi orang lain dan bersembunyi di balik topeng ...”

“Benar-benar merepotkan.”

Setelah itu, Alexander keluar dari rumah. Meski telah menyembunyikan barang-barangnya dengan baik, dia tidak lupa dia mengunci pintu. Baru kemudian dia berangkat.

Pergi ke tempat berkumpul untuk memulai petualangan baru di tempat baru ini!

>> Bersambung.

Terpopuler

Comments

Iqbal Novran

Iqbal Novran

man tap

2023-12-14

0

Sie Gung

Sie Gung

pandai bermuka dua

2023-12-01

0

Kang_Wah_Yoe

Kang_Wah_Yoe

👍👍👍👍👍😊

2023-06-21

0

lihat semua
Episodes
1 After Apocalypse
2 Sahabat dan Rival
3 Ghoul
4 Berburu
5 Memulai Serangan
6 Langkah Pertama!
7 Bukan Milikku Sendiri
8 Terbangun
9 Undangan Claude
10 Jalan Masing-Masing
11 Melanjutkan Perjalanan
12 Shelter 13
13 Distrik Hiburan
14 Pejalan Kaki Biasa
15 Jenis Yang Sama
16 Menetapkan Target dan Berangkat
17 Bodoh Juga Merupakan Kelebihan
18 Alasan Untuk Berhati-hati
19 Tidak Ada Jalan
20 Sepakat atau Tidak?
21 Keberuntungan Pemula?
22 Terlalu Berlebihan
23 Saling Menjaga
24 Kilat dan Angin
25 Gejolak Arus Bawah
26 Musim Dingin Tiba
27 Berantakan
28 Wajib Militer
29 Mengatur Batasan
30 Tugas Pertama
31 Tidak Lebih Baik Dari Binatang
32 Hari-hari Meresahkan
33 Daisy dan Aster
34 Sebuah Kepercayaan
35 Misi Darurat
36 Gelombang Binatang Buas
37 Mengukur Batas
38 Nine Gates
39 Menjadi Kaya
40 Prestise Tinggi
41 Tujuan Jangka Pendek
42 Langkah Selanjutnya
43 Ide Gila
44 Tersamar Dalam Bayangan
45 Bukan Takdirku
46 Misi Penyelamatan
47 Tangis Kesedihan dan Kebencian
48 Perangkap Monster
49 Menginginkannya
50 Berbahagia atau Berduka?
51 Duet Berakhir
52 Tidak Bisa Berlanjut
53 Buronan
54 Mengambil Keputusan
55 Meninggalkan Shelter 13
56 Shelter 11
57 Grey Jackal
58 Tempat Ayam dan Elang Berkumpul
59 Berita Kenalan Lama
60 Juru Bicara
61 Orang Yang Diharapkan
62 Transaksi Pertama
63 Negosiasi
64 Merpati vs Gagak
65 Bertemu Teman Lama
66 Melihat Hantu
67 Kekhawatiran Alexander
68 Membuat Kegemparan
69 Terseret Pusaran Badai
70 Tenggat Waktu
71 Tamu Tak Terduga
72 Keluarga Rosewald
73 Benih Kebencian
74 Profesionalitas
75 Sepadan
76 Mad Boris
77 Cara Membaur
78 Membuat Ketagihan
79 Bisnis Menguntungkan
80 Rapat Keluarga
81 Teman atau Lawan?
82 Mengasah Senjata
83 Ksatria dan Putri
84 Orang Lain dan Diri Sendiri
85 Orang Lain dan Diri Sendiri
86 Ksatria dan Putri
87 Badai Akan Datang
88 Bergantung Pada Keberuntungan
89 Lonceng Pertanda
90 Hitung Mundur
91 Diberi Bantal Ketika Mengantuk
92 Sumber Masalah
93 Merah Di Hamparan Salju Putih
94 Misi Sampingan Selesai
95 Melunasi Hutang
96 Tugas Belum Selesai
97 Kualitas Di Atas Kuantitas
98 Sangat Disayangkan
99 Kekalahan Dua Sisi
100 Pemenang Sebenarnya
101 Semakin Gelap
102 Memulai Perjalanan Baru
103 Sebuah Kebebasan?
104 Memberikan Bantuan
105 Misi Gagal
106 'Benda Itu'
107 Kejanggalan
108 Tanah Kematian
109 Hadiah atau Ujian?
110 Temani Aku Menari
111 Waktu Membawa Perubahan
112 Shelter 1
113 Common Merchant
114 Tidak Layak Untukmu
115 Selama Cukup Menguntungkan
116 Membicarakan Bisnis
117 Vermillion Shop
118 Ancaman
119 Membuat Riak
120 Bermuka Dua
121 Interogasi
122 Bersembunyi Dalam Bayang
123 Mencoba Peruntungan
124 Annie Rosewald
125 Teratai Di Kolam Lumpur
126 Kunjungan Ramah
127 Membicarakan Banyak Hal
128 Senang Berbisnis Denganmu
129 Menempa Senjata
130 Hari Yang Melelahkan
131 Tiga Kategori
132 Undangan Pesta
133 Pesta Yang Ditunggu
134 Pertemuan Tiga Pemimpin
135 Lelang Akan Dimulai
136 Lelang Meriah
137 Sukses Besar
138 Respon Berbagai Pihak
139 Rencana Pengembangan
140 Sebuah Rencana Besar
141 Tujuan Aliansi
142 Di Balik Gemerlap
143 Cupid Tears
144 Melissa dan Faust
145 Gejolak Arus Bawah
146 Kembali Bertemu Merpati
147 Untuk Kembali Bersama
148 Membayar Hutang
149 Persiapan Selesai
150 Assassin Alami
151 Perubahan Yona
152 Grey Triangle Pavilion
153 Semakin Berani
154 BERISIK
155 Pengakuan
156 Keluarga Trolley
157 Tanggapan Para Bangsawan
158 Nine Gates Gathering
159 Rapat
160 Ujian Perekrutan
161 Si Pemabuk, Clara
162 Undangan Nine Gates
163 Rencana Alvonso
164 Rencana Masing-masing
165 Keinginan dan Kenyataan
166 Penyergapan
167 Rencana Sir Gareth
168 Empat Jenderal Iblis
169 Biarkan Bunga Bermekaran
Episodes

Updated 169 Episodes

1
After Apocalypse
2
Sahabat dan Rival
3
Ghoul
4
Berburu
5
Memulai Serangan
6
Langkah Pertama!
7
Bukan Milikku Sendiri
8
Terbangun
9
Undangan Claude
10
Jalan Masing-Masing
11
Melanjutkan Perjalanan
12
Shelter 13
13
Distrik Hiburan
14
Pejalan Kaki Biasa
15
Jenis Yang Sama
16
Menetapkan Target dan Berangkat
17
Bodoh Juga Merupakan Kelebihan
18
Alasan Untuk Berhati-hati
19
Tidak Ada Jalan
20
Sepakat atau Tidak?
21
Keberuntungan Pemula?
22
Terlalu Berlebihan
23
Saling Menjaga
24
Kilat dan Angin
25
Gejolak Arus Bawah
26
Musim Dingin Tiba
27
Berantakan
28
Wajib Militer
29
Mengatur Batasan
30
Tugas Pertama
31
Tidak Lebih Baik Dari Binatang
32
Hari-hari Meresahkan
33
Daisy dan Aster
34
Sebuah Kepercayaan
35
Misi Darurat
36
Gelombang Binatang Buas
37
Mengukur Batas
38
Nine Gates
39
Menjadi Kaya
40
Prestise Tinggi
41
Tujuan Jangka Pendek
42
Langkah Selanjutnya
43
Ide Gila
44
Tersamar Dalam Bayangan
45
Bukan Takdirku
46
Misi Penyelamatan
47
Tangis Kesedihan dan Kebencian
48
Perangkap Monster
49
Menginginkannya
50
Berbahagia atau Berduka?
51
Duet Berakhir
52
Tidak Bisa Berlanjut
53
Buronan
54
Mengambil Keputusan
55
Meninggalkan Shelter 13
56
Shelter 11
57
Grey Jackal
58
Tempat Ayam dan Elang Berkumpul
59
Berita Kenalan Lama
60
Juru Bicara
61
Orang Yang Diharapkan
62
Transaksi Pertama
63
Negosiasi
64
Merpati vs Gagak
65
Bertemu Teman Lama
66
Melihat Hantu
67
Kekhawatiran Alexander
68
Membuat Kegemparan
69
Terseret Pusaran Badai
70
Tenggat Waktu
71
Tamu Tak Terduga
72
Keluarga Rosewald
73
Benih Kebencian
74
Profesionalitas
75
Sepadan
76
Mad Boris
77
Cara Membaur
78
Membuat Ketagihan
79
Bisnis Menguntungkan
80
Rapat Keluarga
81
Teman atau Lawan?
82
Mengasah Senjata
83
Ksatria dan Putri
84
Orang Lain dan Diri Sendiri
85
Orang Lain dan Diri Sendiri
86
Ksatria dan Putri
87
Badai Akan Datang
88
Bergantung Pada Keberuntungan
89
Lonceng Pertanda
90
Hitung Mundur
91
Diberi Bantal Ketika Mengantuk
92
Sumber Masalah
93
Merah Di Hamparan Salju Putih
94
Misi Sampingan Selesai
95
Melunasi Hutang
96
Tugas Belum Selesai
97
Kualitas Di Atas Kuantitas
98
Sangat Disayangkan
99
Kekalahan Dua Sisi
100
Pemenang Sebenarnya
101
Semakin Gelap
102
Memulai Perjalanan Baru
103
Sebuah Kebebasan?
104
Memberikan Bantuan
105
Misi Gagal
106
'Benda Itu'
107
Kejanggalan
108
Tanah Kematian
109
Hadiah atau Ujian?
110
Temani Aku Menari
111
Waktu Membawa Perubahan
112
Shelter 1
113
Common Merchant
114
Tidak Layak Untukmu
115
Selama Cukup Menguntungkan
116
Membicarakan Bisnis
117
Vermillion Shop
118
Ancaman
119
Membuat Riak
120
Bermuka Dua
121
Interogasi
122
Bersembunyi Dalam Bayang
123
Mencoba Peruntungan
124
Annie Rosewald
125
Teratai Di Kolam Lumpur
126
Kunjungan Ramah
127
Membicarakan Banyak Hal
128
Senang Berbisnis Denganmu
129
Menempa Senjata
130
Hari Yang Melelahkan
131
Tiga Kategori
132
Undangan Pesta
133
Pesta Yang Ditunggu
134
Pertemuan Tiga Pemimpin
135
Lelang Akan Dimulai
136
Lelang Meriah
137
Sukses Besar
138
Respon Berbagai Pihak
139
Rencana Pengembangan
140
Sebuah Rencana Besar
141
Tujuan Aliansi
142
Di Balik Gemerlap
143
Cupid Tears
144
Melissa dan Faust
145
Gejolak Arus Bawah
146
Kembali Bertemu Merpati
147
Untuk Kembali Bersama
148
Membayar Hutang
149
Persiapan Selesai
150
Assassin Alami
151
Perubahan Yona
152
Grey Triangle Pavilion
153
Semakin Berani
154
BERISIK
155
Pengakuan
156
Keluarga Trolley
157
Tanggapan Para Bangsawan
158
Nine Gates Gathering
159
Rapat
160
Ujian Perekrutan
161
Si Pemabuk, Clara
162
Undangan Nine Gates
163
Rencana Alvonso
164
Rencana Masing-masing
165
Keinginan dan Kenyataan
166
Penyergapan
167
Rencana Sir Gareth
168
Empat Jenderal Iblis
169
Biarkan Bunga Bermekaran

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!