7. Panggil Sayang

Sepulang dari kantor, cara jalan Pasha sedikit terpincang-pincang. Dan hal itu menarik perhatian semua orang yang ada di rumahnya, termasuk Queen yang kebetulan hari ini pulang ke rumah orang tuanya bersama sang suami.

“Ada apa dengan kakimu, King?” tanya Queen.

“Nggak apa-apa. Tadi nggak sengaja nabrak kaki orang.” Jawabnya asal.

Queen dan Mama Shanum yang tengah duduk di sofa ruang tengah tampak heran dengan jawaban Pasha baru saja.

“Bagaimana bisa tidak sengaja nabrak kaki orang? Kamu ini ada-ada saja.” sahut Queen masih tidak mengerti.

“Ah sudahlah, nggak penting juga. tumben kamu ke sini, Kak?”

“Ya, mau nebeng makan malam di sini. maklum, aku sekarang sudah bukan seorang Ceo lagi. jadi aku miskin sekarang.” jawab Queen asal.

“Memangnya suami kamu juga sudah jatuh miskin? Sampai tidak bisa memberimu makan?”

“Sudah-sudah! Kalian ini ngomong apa sih? King, cepat sana mandi! sejak tadi kami nunggu kamu. Malam ini ada acara makan malam perayaan jabatan baru kamu.” Sahut Mama Shanum menengahi perdebatan anaknya.

Pasha pun segera masuk ke kamarnya. Meskipun jalannya agak pincang karena injakan dari Era tadi cukup keras, namun entah kenapa justru Pasha senang. itu masih kakinya yang diinjak. Apalagi yang lain. Pasti lebih enak lagi. dan nginjaknya bukan pakai kaki lagi.

“Astaga!!” Pasha geleng-geleng kepala saat pikiran kotornya membayangkan Era.

Usai menyelesaikan mandi singkatnya, Pasha sudah berganti pakaian casual. Laki-laki itu selalu terlihat tampan mau pakai pakaian model apapun. Apalagi dulu Pasha sempat ingin mengikuti jejak sang Mama yaitu menjadi model, namun tidak mendapat ijin langsung dari Mama Shanum. Jadi pantas saja jika perangai Pasha suka cari perhatian. Mungkin ia pelampiasannya karena dulu gagal jadi model. (Nyambung nggak sih? Wkwkw)

Kini Pasha sudah turun. Di ruang tengah tampah terdengar ramai. Pasha juga tidak tahu siapakah orang yang sedang bertamu ke rumahnya.

“Ini nih raja yang ditunggu-tunggu baru muncul!” ujar Mama Shanum memuji ketampanan putranya.

Pasha jelas merasa besar kepala dengan pujian sang Mama. namun senyum bahagianya itu perlahan pudar kala melihat seorang perempuan cantik yang sedang tersenyum manis ke arahnya.

“Kenapa masih di sini sih? Aku sudah lapar nih.” Tanya Pasha lalu memilih langsung menuju ruang tengah. Sengaja mengabaikan perempuan yang bukan anggota keluarganya itu.

“King, Yeslin jauh-jauh datang ke sini kok kamu abaikan begitu saja sih?” protes sang kakak.

Yeslin adalah keponakan dari suami Queen. Yeslin sejak dulu sudah naksir sama Pasha, apalagi saat mereka berdua masih duduk di bangku SMA. Setelah tahu kalau Pasha adalah adik dari Queen yang notabene istri Omnya, Yeslin semakin gencar mendekati Pasha. Bahkan sampai kuliah pun Yeslin mengikuti jejak Pasha. Hanya saja selama beberapa tahun ini mereka berpisah, karena setelah lulus kuliah Pasha diminta Papanya membantu mengurus perusahaan cabang yang ada di luar kota.

Yeslin sangat senang setelah mendengar kabar kepulangan Pasha. Apalagi Pasha sudah tinggal menetap di kota ini dengan jabatan barunya. Itu artinya dia bisa memiliki banyak waktu untuk dekat dengan Pasha.

Mendengar ucapan kakaknya, Pasha pura-pura tidak dengar. Dia tetap masuk ke ruang makan. Kemudian diikuti anggota keluarga lainnya.

Sesampainya di ruang makan, Yeslin langsung mengambil tempat duduk di sebelah Pasha. Sama seperti dulu, Yeslin selalu mencari perhatian pada Pasha.

“Apa kabar kamu, King?” tanya Yeslin yang ikut memanggil King, seolah dia sangat dekat dengan keluarga Pasha.

“Baik.” Jawab Pasha singkat.

Yeslin terus saja mengajak Pasha ngobrol. Namun Pasha sendiri tidak terlalu menanggapinya. Sedangkan Papa dan Mama Pasha yang melihat reaksi tidak suka Pasha terhadap Yeslin hanya diam saja. terlebih sekarang ada Falan, menantu mereka yang tak lain Om dari Yeslin.

Usai makan malam Queen dan suaminya langsung masuk ke kamar, karena Queen meminta untuk menginap semalam di rumah Mamanya. Sedangkan Yeslin yang masih berada di sana sejak tadi terus menempel Pasha. Pasha sendiri merasa risih dengan sikap Yeslin.

Merasa diabaikan oleh Pasha, akhirnya Yeslin menemukan ide. Dia meminta Pasha untuk mengantar ke suatu tempat. Jadi dengan begitu, dia bisa berduaan dengan Pasha di dalam mobil.

Pasha sungguh tidak enak menolak. Apalagi Mamanya memberi kode untuk memenuhi permintaan Yeslin. Tapi Pasha tidak bodoh. Dia juga punya ide licik.

“King, kita mampir ke café dulu ya?”

“Tuh kan bener. Lama-lama ni anak nglunjak.” Batin Pasha tanpa menjawab ajakan Yeslin.

Namun bukannya Pasha membelokkan mobilnya ke arah café yang dimaksud oleh Yeslin, laki-laki itu justru mengemudikan mobilnya menuju arah jalan ke rumah Yeslin.

“Loh, King? Kenapa kamu antar aku pulang?”

“Maaf, aku lupa kalau malam ini aku harus menyelesaikan pekerjaanku. Jadi, aku antar kamu pulang saja ya? Habis ini aku juga pulang.”

Yeslin tampak mendengus kesal. Dia merasa sepertinya Pasha sengaja melakukan ini. tapi Yeslin tidak menyerah begitu saja. kali ini boleh gagal. Selanjutnya dia harus bisa mengajak Pasha berduaan.

Usai mengantar Yeslin pulang, Pasha tentu saja tidak pulang. ia ingin mampir sebentar ke café tempat dia dulu menghabiskan waktu weekendnya bersama teman-temannya. Dia hanya datang seorang diri karena memang belum sempat menghubungi teman-temannya.

Sesampainya di café, Pasha mengedarkan pandangannya mencari tempat yang tidak terlalu ramai. Karena hampir semua meja sudah terisi. Akhirnya hanya ada dua meja yang kosong, dan itu pun letaknya paling ujung.

“Nggak apa-apalah di sana saja.” gumamnya menuju salah satu meja kosong itu.

Belum sampai ia menuju meja kosong itu, Pasha melihat sebuah meja yang hanya ditempat oleh satu orang saja. dan Pasha sangat kenal dengan orang itu. tidak mungkin juga orang itu sedang ada janji dengan orang lain. Karena dia sudah memesan minuman dan makanan ringan di hadapannya. jadi, Pasha akhirnya memilih untuk bergabung di meja itu.

“Selamat malam, Tante Era!” sapa Pasha pada Era yang tampak fokus dengan gadgetnya.

“Astaga! Apakah dunia ini sangat sempit sampai aku harus bertemu dengan bocah sialan ini lagi.” batin Era sambil melirik malas pada Pasha.

“Kamu lihat, di sana masih ada dua meja yang kosong kan? Sana pindah!” usir Era terang-terangan.

“Tante jahat banget sih. Kalau begini kan kita nggak sendirian lagi.” jawab Pasha tanpa dosa, lalu tangannya melambai memanggil pelayan café untuk memesan minuman.

Era hanya bisa mendengus kesal. Dia mau pindah meja, namun meja yang kosong itu tiba-tiba sudah ada yang mengisi. Akhirnya dia hanya bisa pasrah.

“Duduk di sini, kamu yang harus membayar semua pesananku!” ujar Era dengan tatapan sengit.

“Oh tidak masalah, Tante!” Pasha sama sekali tidak keberatan. Justru dia sangat senang.

“Aku bukan Tante kamu. Sejak kapan aku menikah dengan Om kamu?” Era benar-benar kesal dengan panggilan Pasha. Bagaimana tidak kesal, karena panggilan Tante itu seolah membuktikan kalau dirinya sudah tua. Padahal usianya masih di bawah tiga puluh tahun.

“Ya sudah, aku panggil Sayang saja bagaiman,-“

Byuurrrrrr…..

.

.

.

*TBC

Happy Reading!!

 

Terpopuler

Comments

Jana

Jana

ya ampun Pasha 😄😄😄🤭🤭

2023-06-28

1

Jana

Jana

🤦🤦

2023-06-28

1

Ida

Ida

Sayangku, Cintaku, My Juleha😍

2023-06-28

1

lihat semua
Episodes
1 1. Tante & Bocil
2 2. King-Kong
3 3. Sepatu Baja
4 4. Brondong
5 5. Brondong Tajir
6 6. Tante Cantik
7 7. Panggil Sayang
8 8. Mengundurkan Diri
9 9. Tasyakuran
10 10. Pembuang Sial
11 11. Kekasih Baru
12 12. Penasaran
13 13. Belanja
14 14. Gulma
15 15. Aneh
16 16. Curiga
17 17. Mabuk
18 18. Mempunyai Peluang
19 19. Penguntit
20 20. Kopi Panas
21 21. Khawatir
22 22. Mantan Kekasih
23 23. Tidak Pantas
24 24. Bukan Siapa-Siapa
25 25. Kesempatan
26 26. Mencari Cara
27 27. Berubah-ubah
28 28. Merasa Aneh
29 29. Salah Paham
30 30. Calon Suami
31 31. Menemani Pasha
32 32. Dihipnotis
33 33. Masa Lalu
34 34. Sangat Jorok
35 35. Pasha Kemana?
36 36. Tante Cantik
37 37. Posesif
38 38. Ditelan Bumi
39 39. Bersama Tatia
40 40. Alasan Pasha
41 41. Dimana Era
42 42. Pulang
43 43. Berita Murahan
44 44. Alaways In My Head
45 45. Bukan Adiknya
46 46. Semakin Yakin
47 47. My King
48 48. Hukuman
49 49. Berbelanja
50 50. Makan Malam Berdua
51 51. Bekal Untuk Pasha
52 52. Kecewa
53 53. Menjerat Era
54 54. Semakin Kacau
55 55. Saling Percaya
56 56. Tidak Tenang
57 57. Berubah Haluan
58 58. Hanya Terobsesi
59 59. Pelukan
60 60. Janji
61 61. Si Perawan Tua
62 62. Tanpa Permisi
63 63. Tamparan
64 64. Semakin Besar
65 65. Hubungan Baik
66 66. Ancaman Pasha
67 67. Tetaplah Bersamaku
68 68. Dengan Istimewa
69 69. Asyik Ghibah
70 70. Tidak Tahu Diri
71 71. Sarapan Bersama
72 72. Kemping
73 73. Takut
74 74. Aktivitas Fisik
75 75. Surat Resign
76 76. Salah Paham
77 77. Kang Gombal
78 78. Ingin Menikahimu
79 79. Gathering
80 80. Tersesat
81 81. Sad Ending
82 82. Pergi
83 83. Makhluk Expired
84 84. Dingin Tak Tersentuh
85 85. Harapan Palsu
86 86. Pria Yang Aneh
87 87. Menjemput Rayyan
88 88. Sangat Tulus
89 89. Anti Wanita
90 90. Kabar Baik
91 91. Menghindar
92 92. Tiba-tiba Kacau
93 93. Terjungkal
94 94. Babak Belur
95 95. Memaafkan
96 96. Menghindarinya
97 97. Pembunuh
98 98. Berhenti Berdetak
99 99. Pembunuh Yang Sebenarnya
100 100. Harus Berpisah
101 101. Ketakutan
102 102. Suami Bocil
103 103. Perpisahan
104 104. Tantrum
105 105. Selamat Malam Suamiku
106 106. Babak Kedua
107 107. Makanan Favorit
108 108. Mimpi Yang Menjadi Nyata
109 109. Pesta Pernikahan
110 110. Wanita Asing
111 111. Jam Rawan
112 112. Minta Lollipop
113 113. Mengejar Serena
114 114. Sekali Lagi
115 S2. (115) Menikahimu
116 S2. (116) Belum Kenalan
117 S2 (117) Sangat Yakin
118 S2 (118) Sebagai Korban
119 S2 (119) Hidup Bebas
120 S2 (120) Selembar Roti Tawar
121 S2 (121) Salah Tingkah
122 S2 (122) Tetap Waspada
123 S2 (123) Perhatian Kecil
124 S2 (124) Pria Yang Cerewet
125 S2 (125) Menghitung Hari
126 S2 (126) Tidak Rela
127 S2 (127) Bernasib Sama
128 S2 (128) Seribu Satu Cara
129 S2 (129) Berpelukan
130 S2 (130) Menidurkanmu
131 S2 (131) Sabar Dulu, Ya?
132 S2 (132) Benda Lunglai
133 S2 (133) Energi Positif
134 S2 (134) Semakin Emosi
135 S2 (135) Kemarahan Era
136 S2 (136) Membunuh Rayyan
137 S2 (137) Akan Berakhir
138 S2 (138) Nikmati Penderitaanmu!!
139 S2 (139) THE END
Episodes

Updated 139 Episodes

1
1. Tante & Bocil
2
2. King-Kong
3
3. Sepatu Baja
4
4. Brondong
5
5. Brondong Tajir
6
6. Tante Cantik
7
7. Panggil Sayang
8
8. Mengundurkan Diri
9
9. Tasyakuran
10
10. Pembuang Sial
11
11. Kekasih Baru
12
12. Penasaran
13
13. Belanja
14
14. Gulma
15
15. Aneh
16
16. Curiga
17
17. Mabuk
18
18. Mempunyai Peluang
19
19. Penguntit
20
20. Kopi Panas
21
21. Khawatir
22
22. Mantan Kekasih
23
23. Tidak Pantas
24
24. Bukan Siapa-Siapa
25
25. Kesempatan
26
26. Mencari Cara
27
27. Berubah-ubah
28
28. Merasa Aneh
29
29. Salah Paham
30
30. Calon Suami
31
31. Menemani Pasha
32
32. Dihipnotis
33
33. Masa Lalu
34
34. Sangat Jorok
35
35. Pasha Kemana?
36
36. Tante Cantik
37
37. Posesif
38
38. Ditelan Bumi
39
39. Bersama Tatia
40
40. Alasan Pasha
41
41. Dimana Era
42
42. Pulang
43
43. Berita Murahan
44
44. Alaways In My Head
45
45. Bukan Adiknya
46
46. Semakin Yakin
47
47. My King
48
48. Hukuman
49
49. Berbelanja
50
50. Makan Malam Berdua
51
51. Bekal Untuk Pasha
52
52. Kecewa
53
53. Menjerat Era
54
54. Semakin Kacau
55
55. Saling Percaya
56
56. Tidak Tenang
57
57. Berubah Haluan
58
58. Hanya Terobsesi
59
59. Pelukan
60
60. Janji
61
61. Si Perawan Tua
62
62. Tanpa Permisi
63
63. Tamparan
64
64. Semakin Besar
65
65. Hubungan Baik
66
66. Ancaman Pasha
67
67. Tetaplah Bersamaku
68
68. Dengan Istimewa
69
69. Asyik Ghibah
70
70. Tidak Tahu Diri
71
71. Sarapan Bersama
72
72. Kemping
73
73. Takut
74
74. Aktivitas Fisik
75
75. Surat Resign
76
76. Salah Paham
77
77. Kang Gombal
78
78. Ingin Menikahimu
79
79. Gathering
80
80. Tersesat
81
81. Sad Ending
82
82. Pergi
83
83. Makhluk Expired
84
84. Dingin Tak Tersentuh
85
85. Harapan Palsu
86
86. Pria Yang Aneh
87
87. Menjemput Rayyan
88
88. Sangat Tulus
89
89. Anti Wanita
90
90. Kabar Baik
91
91. Menghindar
92
92. Tiba-tiba Kacau
93
93. Terjungkal
94
94. Babak Belur
95
95. Memaafkan
96
96. Menghindarinya
97
97. Pembunuh
98
98. Berhenti Berdetak
99
99. Pembunuh Yang Sebenarnya
100
100. Harus Berpisah
101
101. Ketakutan
102
102. Suami Bocil
103
103. Perpisahan
104
104. Tantrum
105
105. Selamat Malam Suamiku
106
106. Babak Kedua
107
107. Makanan Favorit
108
108. Mimpi Yang Menjadi Nyata
109
109. Pesta Pernikahan
110
110. Wanita Asing
111
111. Jam Rawan
112
112. Minta Lollipop
113
113. Mengejar Serena
114
114. Sekali Lagi
115
S2. (115) Menikahimu
116
S2. (116) Belum Kenalan
117
S2 (117) Sangat Yakin
118
S2 (118) Sebagai Korban
119
S2 (119) Hidup Bebas
120
S2 (120) Selembar Roti Tawar
121
S2 (121) Salah Tingkah
122
S2 (122) Tetap Waspada
123
S2 (123) Perhatian Kecil
124
S2 (124) Pria Yang Cerewet
125
S2 (125) Menghitung Hari
126
S2 (126) Tidak Rela
127
S2 (127) Bernasib Sama
128
S2 (128) Seribu Satu Cara
129
S2 (129) Berpelukan
130
S2 (130) Menidurkanmu
131
S2 (131) Sabar Dulu, Ya?
132
S2 (132) Benda Lunglai
133
S2 (133) Energi Positif
134
S2 (134) Semakin Emosi
135
S2 (135) Kemarahan Era
136
S2 (136) Membunuh Rayyan
137
S2 (137) Akan Berakhir
138
S2 (138) Nikmati Penderitaanmu!!
139
S2 (139) THE END

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!