Di salah satu club malam terbesar di kota M, gadis cantik yang sedang berada di ruang khusus untuknya sedang berganti pakaian .
Dia mengganti gaun off shoulder dengan kaos dan celana jeans serta flat shoes miliknya.
Setelah rapi dia pun mengambil tas dan kunci mobilnya bergegas keluar menuju tempat mobilnya terparkir.
Ketika dia sudah hampir sampai di parkiran sebuah suara menghentikan langkahnya.
"Kamila, kamu mau kemana ? Di luar mendung sangat pekat, pasti sebentar lagi turun badai," ucap Orang itu.
"Rindu ... kamu mengagetkan aku! Kak Fera sudah beberapa hari tidak datang kemari aku khawatir padanya, aku ingin pergi ke rumahnya untuk menjenguk," ucap Kamila pada Rindu temanya.
"Apa ke rumah kak Fera? Ini sudah malam Mila kamu sendirian, apa kamu berani?" tanya Rindu.
"Kamu tenang saja aku pasti baik baik saja, aku berani tenang saja," ucap Mila.
"Sebentar lagi Tuan besar datang kalau menanyakan keberadaanmu bagaimana?" tanya Rindu.
"Katakan saja aku sedang keluar ada kepentingan," jawab Mila dan berlalu pergi meninggalkan Rindu.
Benar saja ketika Mila baru melakukan perjalanan selama 45 menit hujan deras di sertai angin kencang dan petir.
Mila sudah tidak bisa melanjutkan perjalanan karena gelap jalanan tidak bisa terlihat.
Mila menepikan mobilnya, baru tiba di tepi jalan tiba tiba ban mobil Mila pecah.
"Aduh sial ... bagaimana ini? Mana hujan deras banget," .
Mila mengambil handphone dan menelepon manager club itu agar mengirim sopir untuk menjemputnya karena ban mobilnya bocor.
Mila menunggu cukup lama mungkin hujan yang lebat membuat sopir itu tidak bisa segera menemuinya.
Mila memutuskan mengambil payung yang ada di dalam mobilnya, Mila keluar dan mengamati sekelilingnya.
Betapa terkejutnya Mila ketika melihat di sebrang jalan ada beberapa orang berpakaian hitam lengkap dengan senjata tajam yang tampak berkilauan.
Mila semenjak tiga tahun tinggal di sini sering mendengar berita tentang perseteruan kelompok mafia tapi baru kali ini dia melihat dengan mata kepalanya sendiri.
Mila ingin masuk kembali ke dalam mobil itu tapi belum sempat melakukannya mulutnya sudah di bekap oleh seseorang.
Seketika tubuh Mila menegang ketika mendengar bisikan dengan suara yang terdengar sangat seksi.
"Jangan berteriak! kalau kamu tidak ingin mati di tangan mereka," bisik Pria itu.
Mila tetap berusaha memberontak tapi laki laki itu tiba tiba menyeretnya masuk ke dalam mobil itu lagi.
"Diamlah Nona ! Maka kita akan aman," ucap Pria itu.
Mila melihat bercak darah bulat besar di dada Pria itu, mungkin dia sedang terluka pikir Mila.
"Nona aku minta tolong pinjamkan mobil ini padaku," kata Pria itu.
Raut wajah Pria itu tampan tapi sorot matanya sangat menyeramkan bagi Mila.
"Ban mobil pecah," kata Mila sambil bergetar menahan takut.
"Sial ... terus bagaimana ini ! Kita dalam masalah besar," ucap Pria itu.
Dari dalam mobil Mila dapat melihat beberapa pria seram di sebrang jalan itu berjalan kearah mereka.
Pria itu tanpa berfikir panjang menarik tubuh Mila hingga jatuh diatas tubuh Pria itu.
Krekkkkkkkk....
Tangan Pria itu merobek kaos yang di pakai Maya hingga bra hitam yang di pakai Mila kelihatan .
"Apa yang kamu lakukan?" tanya Mila sambil memberontak.
Tapi sayang tenaga Mila tidak sebesar tenaga pria itu.
Walaupun tangan Pria itu sedang menjamah tubuh Mila tapi mata Pria itu terus memandang keluar kaca mobil mengawasi pergerakan orang orang menyeramkan itu.
Mila pun mengikuti arah pandang pria itu ,
Mila menyadari kalau lelaki itu sebenarnya tidak berniat jahat padanya hanya keadaan yang memaksa.
Orang di sebrang jalan itu pun bergerak menuju ke arah mereka.
Pria itu berbisik di telinga Mila.
"Kalau kamu ingin kita selamat aku mohon kerjasamanya," bisik pria itu.
Mila melihat orang-orang menyeramkan itu semakin dekat, Mila melepaskan tautan pengait branya dan menjatuhkan tubuhnya merapatkan di atas tubuh pria itu.
Kulit putih Mila menempel di dada bidang pria itu desahan pun keluar dari mulut Mila, rambut panjang Mila, menutupi wajah pria itu.
Para pria menyeramkan itu sudah tiba di samping mobil Mila.
Samar samar Mila mendengar perkataan salah satu pria itu.
"Dia terluka pasti masih ada di sekitar sini," ujarnya.
Pria itu mengamati mobil, akibat pergerakan intensif yang di lakukan Mila dan Pria di dalam mobil bergerak gerak orang yang sekilas melihatnya pasti mengira di dalam sana sedang terjadi sesuatu.
Orang orang menyeramkan itu berfikir akibat cuaca yang dingin seperti saat ini membuat pasangan ini bergairah dan melakukan hubungan di dalam mobil.
Seandainya keadaan tidak seperti ini mungkin mereka akan tertarik melihatnya tapi keadaan saat ini tidak memungkinkan.
Para Pria menyeramkan itu meninggalkan mereka mencari ke arah lain.
Mila lega melihatnya, dia berusaha mengaitkan kembali pengait branya tapi dia tidak bisa hingga sebuah tangan melingkar membantunya mengaitkan.
Mila bangkit dari tubuh Pria itu dan Pria itu pun keluar dari dalam mobil Mila.
"Terima kasih Nona, Anda baik sekali, kalau boleh tahu siapa namamu?" tanya pria itu.
"Smiley itu namaku," jawab Kamila.
Pria itu pergi dan melambaikan tangannya kepada Mila.
Mila bingung harus bagaimana menyikapi ini semua.
Tidak beberapa lama mobil yang di minta untuk menjemputnya pun datang.
"Maaf Nona muda, tadi hujan ada pohon tumbang sehingga jalan macet," ucap Sopir itu.
"Tidak apa-apa Pak mari kita pulang, saya sudah menelepon bengkel langganan saya besok mobilnya di urus," ucap Maya.
Mobil yang di tumpangi Mila pun bergerak meninggalkan tempat itu, dalam perjalanan pulang Mila masih memikirkan Pria tadi.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 45 Episodes
Comments
Lies Rachmadinni
mila apa maya sih....
2020-09-05
1
Listari
bingung thor
2020-08-21
1
Joanne March⚘
next
2020-08-15
1