Dewa atau manusia.

Lampu yang menyala terang semakin memperjelas ketampanan orang yang datang sebagai malaikat penolong Mila.

Pria berpakaian hitam itu berjalan menghampiri Mila,

"Wanita itu di sayangi bukanya malah di sakiti, kalau kamu memperlakukan wanita seperti ini pasti dia akan takut kepadamu," ujar Laki laki itu dan melepas mantel hitam yang di pakainya dan memakaikan kepada Mila.

Jimmy yang melihat siapa yang datang pun membelalakkan matanya,

"Kakak ... tumben kamu datang kemari," ujar Jimmy terbata bata karena takut terhadap pria yang baru datang itu.

"Bantu Nona ini untuk ganti baju!" ucap Pria itu tanpa menghiraukan pertanyaan Jimmy.

Fera yang mendengar perkataan Pria itu bernafas lega dan berjalan mendekati Mila menuntunnya menuju ruang ganti untuk berganti pakaian.

Setelah sampai di ruang ganti Fera membantu Mila untuk berganti pakaian, disela sela mengganti pakaiannya Mila bertanya kepada Fera.

"Kak sebenarnya siapa Jimmy William itu?" Tanya Mila.

"Dia anak ke empat dari keluarga William, dia orang yang sangat arogan, dia tidak takut apapun kecuali satu orang yang dia takuti yaitu kakak tertuanya Daniel William, Jimmy adalah pemimpin mafia semua orang takut kepadanya," kata Fera memberi penjelasan.

"Lalu siapa Pria tampan yang menjadi dewa penyelamatku tadi Kakak ?" tanya Mila

"Aku belum pernah melihat Pria itu tapi melihat gelagat Jimmy yang takut kepadanya aku yakin dia adalah Daniel William penguasa dunia hitam maupun putih dia raja dari para mafia, aku dengar kemarin ada orang yang berkhianat memberi tahu di mana keberadaannya dan dia pun menghabisi nyawa para penghianat itu," ucap Fera.

"Apakah mungkin Bos besar club ini merupakan salah satu penghianat itu sehingga orang orang Daniel membunuhnya?" tanya Mila ingin tahu lebih banyak tentang Daniel.

"Mungkin saja seperti itu, orang orang seperti Jimmy dan Daniel itu tidak mau dan tidak akan bisa kita singgung, maka bersikap baiklah terhadap mereka jangan membantah, dulu aku masih bisa menyelamatkanmu dari satu dua orang pria hidung belang tapi kini aku tidak mampu menyelamatkanmu lagi seperti tadi seandainya Daniel tidak masuk tepat waktu pakaianmu akan habis di koyak oleh anak buah Jimmy, kita terjun ke dunia seperti ini semua pasti akan menghadapi titik terendah seperti ini di hina dan di lecehkan oleh lelaki hidung belang yang datang membawa uang untuk bersenang senang dan ketenaranmu sudah terdengar sampai pelosok kota maka saranku pilihlah satu dari mereka yang bisa membayar dengan sepadan agar kamu bisa sedikit mendapat imbangan ini sudah resiko kalau kita terjun ke dunia kelam ini," ujar Fera panjang lebar.

"Apa tidak ada jalan lain untuk mundur, Kak?" tanya Mila.

"Sudah terlambat Mila, kita sudah tidak bisa mundur," jawab Fera.

"Kalau kita sudah tidak bisa mundur lebih baik biar begini saja Kak buat apa susah susah berhias biarkan saja begini !" ucap Mila.

"Baiklah ayo kita kembali ke ruang itu jangan biarkan mereka menunggu terlalu lama nanti mereka bisa marah," kata Fera.

Mereka berjalan beriringan menuju ruang VVIP yang tadi sempat membuat mereka bergidik ngeri.

Kini yang terdengar dari ruang itu ketika Mila membuka pintu adalah sebuah lagu yang menenangkan, tidak ada lagi suasana seperti neraka Mila berdiri diambang pintu kakinya ragu untuk melangkah.

Fera yang menyadari keraguan pada diri Mila pun mendorong pelan punggung Mila agar masuk ke ruangan itu.

Disudut ruangan duduk dua orang tampan, Mila menyadari bahwa pria yang menolongnya tadi adalah pria yang sama dengan yang dia jumpai malam itu walau malam itu Mila tidak melihat dengan jelas wajah pria itu tapi dia masih familiar dengan suara serta bau harum khas tubuh pria itu.

Fera mengarahkan Mila untuk duduk di sebelah Daniel sedangkan dia sendiri berjalan ke arah Jimmy, Fera menuangkan anggur merah ke gelas dan mengulurkan kepada Jimmy.

Mila yang belum pernah melayani orang di ruang VVIP pun melirik ke arah Fera dan mengikuti apa yang di lakukan Fera.

Mila menuangkan anggur ke gelas dan menyerahkan kepada Daniel.

"Namaku Daniel William, kamu bisa memanggilku Daniel," bukannya menerima gelas itu Daniel malah menyebut namanya.

Mila pun heran dan melirik ke arah Fera, biasanya para pengunjung di club ini akan enggan menyebutkan nama lengkapnya mereka hanya menyebutkan nama panggilan saja tapi berbeda dengan pria ini.

Fera memberi isyarat agar Mila menyuapi Tuan Daniel dengan cara menempelkan gelas itu di bibir Daniel karena kadang ada pelanggan yang ingin di perlakukan seperti itu.

Mila pun mengangguk dan melakukan seperti intruksi yang di berikan Fera, mata Mila dan Daniel saling menatap, tatapan lembut yang terpancar dari mata indah Daniel membuat Mila tenggelam di sana dan enggan untuk memutuskan tatapan itu.

Daniel pun sama dia sangat terpesona dengan keindahan yang ada di depannya, Daniel jarang sekali tertarik dengan wanita ini pertama kali baginya sikap lembut dan sopan Mila bukan karena kebiasaan tapi dari bawaan, Daniel heran mengapa di tempat seperti ini ada wanita yang memiliki kepribadian seindah ini dan jari tangan lentik serta halus itu tidak biasanya di miliki oleh wanita pekerja club.

Daniel tidak bisa menahan dirinya dia menggenggam tangan putih Mila dan mendorongnya untuk meminum anggur itu.

Jimmy yang melihat itu pun tersenyum jahil sambil terus menatap Daniel.

"Kakak kamu tidak pernah meminum minuman beralkohol kenapa malam ini kamu meminumnya apa kamu sudah terhipnotis dengan kecantikan gadis itu," goda Jimmy.

"Aku ini manusia Jimmy aku pun tidak bisa menahan godaan seperti ini," ucap Daniel dengan masih menatap Mila dan menggenggam tangannya.

Mila yang mendapatkan perlakuan seperti itu pun merasa tidak nyaman dia menarik tangannya dari genggaman tangan Daniel.

Daniel yang tidak pernah tertarik pada wanita , dan baru kali ini merasakannya pun kecewa dengan perlakuan Mila, wajah Daniel berubah murung tapi segera Daniel menyembunyikan kembali kekecewaan itu, dia tidak ingin orang lain bisa membaca apa yang ada di pikirannya.

Fera yang tadi sempat menyadari bahwa Daniel kecewa dengan perlakuan Mila pun berpikir untuk mencari cara agar Daniel dan Jimmy tidak murka.

"Tuan tarian Mila adalah tarian terindah diantara para wanita di club ini apakah kalian ingin melihatnya," ucap Fera mencoba mencairkan suasana.

Jimmy tersenyum senang dan melirik ke arah Daniel.

"Bagaimana Kakak apa kamu ingin melihatnya?" tanya Jimmy.

Daniel pun memandang Jimmy dan Mila bergantian dan akhirnya Daniel bersuara.

"Kurasa itu bukan ide yang buruk," ucap Daniel.

Fera yang mendengar itu pun tersenyum lega dia pun memberi isyarat kepada Mila untuk melakukan tarian, Mila pun mengangguk dan berdiri untuk melakukan tarian itu.

Tokoh visual Daniel

Terpopuler

Comments

Sulaiman Efendy

Sulaiman Efendy

MILA INI SIAPA, APA MAYA....???

2023-06-23

0

Hesli Parsi

Hesli Parsi

cerita nya makin seru nie😉😉

2020-08-22

1

R Ni

R Ni

ganteng

2020-08-12

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!