Pelelangan itu pun di menangkan oleh Daniel, ketika Daniel ingin membawa Mila ke mejanya untuk meminum anggur itu tiba-tiba keributan terjadi.
Beberapa orang bertopeng dan bersenjata masuk memporak porandakan Night club itu, Daniel dan Jimmy yang datang ke club itu tanpa pengawalan pun kuwalahan melawan orang orang itu.
Mila yang melihat Jimmy dan Daniel terluka pun segera mengambil senjata yang terselip di bawah meja ruang VVIP itu.
Mila melawan para laki-laki bertopeng itu dengan melempar bubuk cabe ke mata mereka untuk memudahkan dia menghabisi musuhnya.
Setelah mengalahkan para penyerang itu Mila pun berjalan ke arah Daniel dan Jimmy yang sudah terluka parah.
Mila berteriak memanggil Fera dan yang lainnya untuk menolong Daniel dan Jimmy.
Fera dan yang lainnya pun keluar dari persembunyiannya untuk menolong Daniel dan Jimmy.
Fera yang sedikit kesal pun mencibir ke arah Daniel.
" Apa Tuan besar ini masih membutuhkan bantuan kita Mil? Setelah dia acuh tak acuh terhadap kita yang kemarin kesusahan," ucap Fera setengah jengkel.
" Jangan begitu Kakak, kalau kita membalas kejahatan dengan kejahatan apa bedanya kita dengan dia," ucap Mila.
Mau tidak mau akhirnya Fera pun membantu Mila untuk menolong Jimmy dan Daniel.
Mereka membawa Daniel dan Jimmy ke rumah sakit.
Tidak beberapa lama mereka tiba di rumah sakit, para perawat dan Dokter sudah mengenal Daniel mereka pun segera membantu menyelamatkan nyawa mereka.
Handphone Mila berbunyi dan di sana tertera nama seseorang yang sudah lama dia rindukan, Mila berjalan menuju sebuah taman dan mengangkat teleponnya di sana.
"Halo Bu, apa kabar?" sapa Mila.
" Ibu di sini baik baik saja Nak, bagaimana kabarmu di sana?" tanya wanita paruh baya yang sangat dia rindukan.
" Aku juga baik baik saja Bu, ada apa tumben ibu menelfonku jam segini?" tanya Mila.
"Pulanglah Nak ! Sudah cukup kamu meninggalkan ibu selama bertahun-tahun, uang yang kamu kirimkan ke Ibu sudah berkembang menjadi restoran dan memiliki 2 cabang Nak, ibu pun sudah menurutimu untuk berpisah dengan Ayah tirimu," ucap Ria pada Maya.
Ya Mila adalah Maya yang beberapa tahun lalu di buang ke laut oleh orang orang suruhan Raisya.
Maya terombang ambing oleh ombak beberapa hari dan akhirnya di tolong oleh seseorang yang baik hati, dia sempat pingsan dan koma selama beberapa bulan, dan ketika dia tersadar Maya sudah berada di luar negeri jauh dari tempat tinggal ibunya.
Maya di bantu oleh Mita orang yang menolongnya mencari pekerjaan dan tempat tinggal di negara itu, sayangnya Mita harus meninggalkan kota itu demi mengejar cita-citanya, tinggallah Maya sendiri di kota asing ini dia bertahan hidup di negara yang keras ini, dia mengubah semua identitasnya, setelah dia berhasil mendapatkan pekerjaan walaupun di tempat yang sangat menjijikkan tapi Mila terus berusaha untuk menjaga dirinya.
" Iya Bu Maya akan pulang, tapi tidak untuk waktu dekat ini," ucap Maya.
" Kalau kamu tidak segera pulang lebih baik ibu tidak melihat dunia ini lagi saja Nak, ibu sangat merindukanmu," ucap Ibunya.
Mila pun menghela nafas, dia pun berfikir lebih baik dia kembali ke negaranya untuk menjaga orang tua satu satunya.
" Iya Bu, Maya akan pulang Minggu ini," ucap Maya.
" Baiklah Ibu tunggu, Ibu sangat merindukanmu, Nak," ucap Ibunya.
" Ya Bu, Maya pun merindukan ibu, aku tutup dulu teleponnya ya, Bu," ucap Maya.
Setelah menyelesaikan panggilan dari ibunya Maya berfikir sejenak mungkin keputusan untuk meninggalkan negara ini tidak terlalu buruk, tapi bayangan masa lalunya masih menghantui pikiran dan hatinya, dan Maya pun tahu kalau dalam Minggu ini Ardan dan Raisya akan bertunangan.
Maya menghela nafasnya, bukanya dia belum bisa melupakan Ardan dan Raisya tapi rasa sakit yang mereka torehkan masih terasa.
Maya ingin memulai kehidupannya dengan identitas baru ketika pulang nanti.
Maya berfikir untuk mengajak Fera bersamanya.
Maya pun berjalan menghampiri Fera yang masih setia berada di depan ruang operasi Daniel dan Jimmy.
" Kak ... ," sapa Mila.
" Dari mana kamu, Mil?" tanya Fera.
"Aku baru saja mengangkat telepon dari ibu, Ibu menyuruhku untuk pulang, apa Kakak mau ikut denganku?" tanya Mila.
Mila tahu kalau Fera sebatang kara, Mila berharap Fera mau ikut bersamanya.
" Apa aku tidak merepotkanmu di sana, Mil?" tanya Fera.
" Kita akan mengurus restoran di sana Kak, uang yang selama ini aku kirim ke ibu di gunakan sebagai modal usaha dan kini usaha itu telah berkembang," jelas Mila.
Fera pun berfikir sebentar dan akhirnya tersenyum ke arah Mila.
" Baiklah kita akan pulang," ucap Fera.
Mila pun tersenyum gembira.
" Apakah Kakak sudah menghubungi keluarga Daniel dan Jimmi?" tanya Mila.
"Ya dan sebentar lagi mereka tiba di sini, " jawab Fera.
" Sebaiknya kita pergi dari sini Kak, biarkan para perawat dan Dokter itu yang mengurus mereka, lebih baik kita siapkan semua keperluan kita untuk pulang besok," ucap Mila.
" Baiklah ... ayo kita pulang," ucap Fera.
Akhirnya Mila dan Fera pun pergi meninggalkan rumah sakit itu.
Hati Mila sebenarnya sangat cemas, dia takut bila pulang nanti dia akan bertemu kembali dengan Raisya dan Ardan.
Fera yang melihat perubahan raut wajah Mila pun mengetahui mengapa Mila menjadi pucat, di genggamannya tangan Mila sambil berkata.
" Tenanglah sekarang kamu tidak sendirian, ada aku bersamamu," ucap Fera.
Mila pun tersenyum pada Fera, Mila telah menceritakan semuanya pada Fera hingga Fera pun mengetahui bagaimana kisah perjalanan cinta Mila.
" Kita akan melewati semua bersama Mil, percayalah kita akan bisa," ucap Fera.
Mila tersenyum dan meyakinkan pada hatinya kalau semua akan baik-baik saja.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 45 Episodes
Comments
Alya Yuni
Makanya cari krja yg lain bkn di club
2022-08-21
0
Listari
ohhh jadi mela itu maya... okelah bru faham thor😁😁
2020-08-21
0
R Ni
kasian maya
2020-08-12
1