Kawan atau Lawan

Maya sedang menunggui ibunya yang belum sadar akibat inseden tadi.

Maya sudah mengganti baju pengantinnya dengan baju yang di berikan ibu paruh baya tadi.

"Air ...," rintih sang Ibu.

Maya segera menghampiri ibunya dan memberikan segelas air minum.

Setelah ibunya meminum habis air itu Maya menaruh kembali gelasnya diatas nangkas.

"Nak, di mana Ardan ?" tanya sang Ibu.

"Aku tidak tahu Bu, setelah meninggalkan tempat pesta itu handphone Ardan tidak bisa di hubungi," jawab Maya.

"Cepat cari dia Nak, jelaskan yang sebenarnya terjadi, karena kejadian di pesta itu tidak akan bisa di terima oleh lelaki manapun, minta maaflah karena kamu telah menyakiti hati Ardan," nasehat Ibunya.

"Kemana aku harus mencarinya, Bu?" tanya Maya yang sebenarnya di tunjukkan pada dirinya sendiri.

Tidak berapa lama terdengar notifikasi dari handphone Maya.

Pesan dari Raisya sahabatnya, Maya membuka pesan tersebut dan betapa kagetnya Maya.

"Maya, Ardan sedang minum dan mabuk berat di villa ujung kota cepatlah kemari aku tidak bisa menenangkan," bunyi pesan dari Raisya.

Maya yang sudah panik tanpa berpikir bagaimana bisa saat ini Raisya sedang berada di villa milik keluarga Wijaya.

Maya langsung pergi menuju villa tersebut sesudah minta ijin pada ibunya.

Maya menancap gas mobilnya dengan kecepatan tinggi, hanya membutuhkan waktu 30 menit untuk tiba di villa itu.

Maya memarkirkan mobilnya dan bergegas masuk ke villa dengan setengah berlari .

Ketika sampai di dalam villa Maya merasa heran kenapa sepi di ruang tamu dan ruang tengah, bukannya tadi Raisya bilang kalau Ardan sedang mabuk dan membuat kekacauan? Tapi kenapa villa ini masih rapi .

Maya berpikir mungkin Ardan ada di kamarnya.

Maya menaiki tangga dan berjalan lurus menuju kamar Ardan di ujung tangga.

Ketika Maya menapaki tangga yang terakhir dia mendengar suara yang tidak asing baginya.

"Uh...Ah... Ardan, aku mencintaimu," suara desahan menjijikkan sampai ke telinga Maya.

Maya yakin itu suara Raisya, amarah Maya memuncak dengan sekuat tenaga dia menendang pintu kamar itu.

Di sana terlihat Ardan dan Raisya yang sedang bertautan, mereka terus bercumbu terhanyut dalam nafsu mereka tanpa menyadari kehadiran Maya di sana.

Hati Maya hancur melihat calon suaminya , orang yang sangat di cintainya berzina di depan matanya.

"Ardaaaaannnn... , Raisyaaaaaaaa... apa apaan ini !" Teriak Maya.

Raisya dan Ardan menghentikan kegiatan mereka dan memandang ke arah Maya.

"Hahaha kita impas May, kamu tidur dengan laki laki lain dan aku pun tidur dengan wanita lain," ucap Ardan.

"Aku tidak melakukannya Mas, pasti aku di jebak," ucap Maya.

"Di jebak ya? Apa penjebak itu bisa membuatmu melucuti pakaian tanpa tersisa dan menidurimu dan yang paling menjijikan kamu menikmati serta merekamnya," ujar Raisya yang sedang berada di bawah Ardan tanpa takut.

"Lebih menjijikkan mana aku denganmu Raisya ? Kamu murahan ! kamu menggoda kekasih sahabatmu sendiri hingga mau di tiduri olehnya !" kata Maya emosi.

"Heee ... kamu yang murahan Maya kamu tidur dengan laki laki lain menjelang pernikahan kita, kamu berjanji padaku akan memberikan malam pertama yang terindah nyatanya kamu malah menabur luka dan mempermalukan aku di hadapan tamu undangan, aku menyesal mencintai wanita murahan sepertimu, aku perlakukan layaknya barang paling berharga nyatanya kamu tidak lebih dari sampah, hubungan kita berakhir di sini dan aku akan menikahi Raisya segera !" ujar Ardan penuh emosi.

"Apa maksudmu Ardan? Aku benar benar mencintaimu dan tidak pernah melakukan itu

pasti ada orang yang menjebakku," kata Maya membela diri.

" Sudahlah Maya jujur saja kalau kamu menikahi Ardan tanpa dasar rasa cinta kamu menikah dengan Ardan hanya ingin hartanya, kamu dulu selalu membicarakan laki laki lain di belakangnya dan kamu bilang kamu tidak mencintainya, lepaskan Ardan dan biarlah dia bahagia untuk apa kamu menyiksanya dengan cinta bertepuk sebelah tangan sedangkan kamu yang tidak mencintainya bebas mengejar para pengusaha muda di club malam," ucap Raisya mengompori Ardan yang duduk di sampingnya sekarang.

"Diam jaga mulutmu ! Wanita murahan sepertimu tidak berhak mencampuri urusanku dengan Ardan, lagian aku tidak pernah pergi ke club untuk bersenang-senang seperti katamu !" ucap Maya dengan emosi.

"Tidak pernah katamu? Lihat ini apa ini bukan kamu yang sedang duduk di club malam dan di kelilingi para pengusaha muda, dan kamu pun pernah bercerita kalau pengusaha muda itu sangat hot di ranjang," kata Raisya memperkeruh suasana.

"Tutup mulutmu ! kapan aku bercerita seperti itu ? Dan itu bukan fotoku," ucap Maya sambil memegang sebuah foto dari seperkian lembar foto yang di lempar Raisya.

"Bukan kamu? Apa matamu buta? itu jelas jelas kamu, aku kasihan pada Ardan yang mencintaimu tapi kamu tega mengkhianatinya, kamu tidur dengan laki laki lain dan mencoreng muka Ardan di depan keluarga besarnya, aku mencintai Ardan sudah lama tapi aku menyembunyikan rasa itu kalau saja tidak terjadi seperti ini mungkin aku akan tetap mencintainya secara diam diam, tapi keburukanmu sudah merubah keputusanku lepaskan Ardan biarkan dia bahagia bersamaku," kata Raisya.

"Oh sekarang aku mulai mengerti alur semua ini jangan jangan kamu yang menjebakku dan merekam serta menyebarkan video itu karena kamu ingin merebut Ardan dariku, wahh kamu hebat Raisya aku kira kamu sahabatku ternyata kamu musuh dalam selimut," ucap Maya.

Maya bukan wanita bodoh yang tidak bisa memahami sesuatu.

"Jangan mengelak dengan mengkambing hitamkan aku Maya, sudah jelas kamu yang tidur dengan salah satu pengusaha muda itu malah mengatakan aku mejebakmu apa kamu lupa atau pura pura lupa dengan yang terjadi ku lihat kamu menikmati semua itu," ucap Raisya tidak mau kalah.

"Semua sudah jelas Maya pergilah dari sini aku ingin melanjutkan kegiatanku dengan Raisya yang terganggu olehmu," ucap Ardan.

Hati Maya hancur bagai kaca berserakan tak berbentuk.

" Kamu ********, Ardan," ucap Maya sambil memandang tajam kearah Ardan.

"Kamu yang mengajariku berbuat seperti ini Maya, maka terimalah," ucap Ardan.

Maya pergi meninggalkan Ardan dan Raisya,

dia menghapus air matanya yang terus mengalir keluar.

Hati Maya hancur sehancur hancurnya.

Maya mengemudi mobilnya meninggalkan villa itu, Maya menyetir mobilnya tanpa arah dan tujuan yang pasti, dia hanya ingin pergi mencari ketenangan.

Dia tidak habis pikir orang yang sangat di cintainya lebih percaya pada orang lain dari pada darinya.

Dan yang semakin membuatnya sakit hati sahabat yang dianggap saudaranya sendiri menghiyanati.

Maya berhenti di pantai dia memakirkan mobilnya dan berjalan ke arah laut, dia berteriak sekeras mungkin untuk melepaskan semua beban yang di rasakan menyesakan dada Maya menghela nafas dalam seakan ingin melupakan semua yang terjadi.

Tokoh Visual Maya

Terpopuler

Comments

Lhelie

Lhelie

daasar raysa sampah

2020-11-03

1

Lies Rachmadinni

Lies Rachmadinni

sakitnya d sini.... huuffff....

2020-09-05

1

Mia Poei

Mia Poei

Next thor

2020-09-03

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!