Shock

Daniel sudah tersadar dari pengaruh obat bius yang di berikan dokter, dia memegangi kepalanya dan mencoba untuk bangun.

Kepala Daniel terasa berat dan berdenyut dia bersandar di kepala brankar rumah sakit.

Daniel mencoba mengingat apa yang terjadi, setelah bisa mengingat kembali semua peristiwa yang dia alami, dia berniat mencari keberadaan Sofia tapi kepalanya masih terlalu berat untuk bisa berdiri dan berjalan.

Tidak beberapa lama pintu terbuka dan masuklah William Daddy Daniel.

" Kamu sudah sadar, Nak ," ucap William dan menghampiri putranya.

" Iya Dad, bagaimana keadaan Sofia?" tanya Daniel.

" Beristirahatlah dulu setelah kamu pulih Dad akan menceritakan semuanya," ucap William.

" Tidak Dad, aku mohon ceritakan sekarang! Kalau tidak aku akan bangun dan pergi mencari Sofia," ucap Daniel.

" Apakah kamu sudah yakin untuk mendengar dan menerima semuanya, Nak?" tanya William.

" Aku sudah bisa menerima semuanya Dad, apa Dad meragukan anakmu ini?" tanya Daniel.

Jimmy yang sejak tadi menemani Maya di kamar inapnya dan belum sadar dari komanya pun datang menghampiri Daniel.

" Apa kamu yakin Kak?" tanya Jimmy.

" Cepat katakan saja jangan bertele-tele! " ucap Daniel tidak sabar.

" Baiklah aku akan menceritakan semuanya Nak, dengarkan baik baik dan siapkan semua kekuatanmu," ucap Wiliam.

Setelah menghela nafas panjang William melanjutkan ceritanya.

" Sofia sudah tidak ada di dunia ini," ucap William.

" Tidak ... Daddy bohong, Kan? Katakan kalau ini semua tidak benar," ucap Daniel.

" Tidak Kak ini semua benar, dan satu lagi kenyataan yang harus Kakak ketahui, korban dari kecelakaan itu bukan hanya Sofia tapi juga Mila, Fera dan ibunya. Orang yang Kakak tabrak itu meninggal dunia, Fera dan ibunya Mila meninggal sedangkan Mila masih koma dan mengalami kelumpuhan," ucap Jimmy.

Daniel yang mendengar itu semakin shock, dia tidak bisa menerima kenyataan kalau Sofia sudah pergi untuk selamanya, Daniel sangat membenci Mila, dia menganggap kalau Mila yang menyebabkan Sofia meninggal.

" Tolong tinggalkan aku sendiri!" ucap Daniel datar tanpa emosi.

Jimmy dan William pun keluar dari dalam ruang inap Daniel membiarkan Daniel untuk menenangkan diri.

Jimmy memutuskan untuk kembali keruang inap Mila, Jimmy merasa sangat prihatin terhadap nasib Mila, dia harus kehilangan orang tua juga sahabatnya serta mengalami kelumpuhan.

***************

Tidak terasa sudah hampir satu bulan Mila belum sadarkan diri dari komanya, setiap hari William dan Jimmy datang menjenguk.

Daniel sudah di perbolehkan pulang beberapa minggu yang lalu, dia semakin menjadi orang yang tertutup semakin tidak bisa di kenali lagi, Dia semakin kejam William yang melihat itu semua merasa sangat terpukul.

Hari ini William dan Jimmy menjenguk Mila, setelah berada di ruang inap Mila selama setengah jam tiba tiba tangan Mila bergerak, Jimmy yang melihat itu pun segera memanggil Dokter.

Tidak beberapa lama Dokter datang memeriksa Mila, mata Mila bergerak gerak dan terbuka perlahan lahan.

Mila memperhatikan sekelilingnya, dia pun menyadari kalau saat ini dia berada di rumah sakit, Mila menolehkan kepalanya dan melihat Jimmy ada di samping brankar tempat dia di rawat.

Dokter mengatakan kalau keadaan Mila sudah mulai stabil, Dokter pun meninggalkan mereka.

" Tuan ... mengapa Tuan Jimmy berada di sini?" tanya Maya.

" Aku menemanimu di sini Nona," jawab Jimmy.

Maya pun mencoba mengingat semuanya, setelah dia bisa mengingat semua kejadian yang dia alami akhirnya dia mencari keberadaan ibunya juga Fera.

" Dimana Ibu dan Kak Fera, Tuan? Bagaimana keadaan mereka?" tanya Maya.

" Beristirahatlah Nona! Nanti setelah Anda pulih saya akan menceritakan semuanya," ucap Jimmy.

Maya yang keras kepala pun tidak mau menunggu lagi, dia berusaha untuk berdiri dan mencari keberadaan Ibunya juga Fera.

Ketika Maya mencoba untuk bangun, dia merasa tubuh bagian bawahnya tidak bisa di gerakkan, berulang kali Maya mencoba tetap saja tidak bisa.

Akhirnya Maya memutuskan bertanya pada Jimmy.

" Apa yang terjadi padaku Tuan? Kenapa tubuhku tidak bisa aku gerakkan?" tanya Maya.

" Kamu harus tabah Nak, kamu mengalami kelumpuhan," ucap William sambil memeluk Maya.

Maya yang merasa shock dan mungkin karena merasa nyaman akan pelukan William dia menangis tersedu sedu di pelukannya.

" Lalu bagaimana dengan Kak Fera dan ibuku, Tuan?" tanya Maya.

" Sabarlah Nak, mungkin Tuhan sangat menyayangimu hingga dia memberikan ujian yang sangat berat untukmu tapi percayalah kamu bisa melewatinya," ucap William.

" Apa maksud Anda, Tuan? Tolong berbicaralah yang jelas!" ucap Maya sambil keluar dari pelukan William.

" Ibu dan Kakakmu meninggal," ucap William sambil menunduk.

Maya yang mendengar itu menangis dan menjerit histeris sambil memukuli tubuh bagian bawahnya. Jimmy yang melihat keadaan Maya yang kacau pun segera memanggil Dokter.

Dokter datang dan memberikan suntikan penenang pada Maya, Maya kembali tertidur.

" Biarkan pasien beristirahat dulu Tuan, mungkin dia merasa terlalu shock dengan kenyataan yang di terimanya," ucap Dokter itu.

" Baik Dokter ... ," ucap William.

" Saya permisi dulu Tuan, kalau ada apa apa dengan Nona Mila, Anda bisa memanggil saya," ucap Dokter itu.

Setelah kepergian Dokter itu William dan Jimmy pun kembali mendekati brankar Mila.

William sangat prihatin dengan kondisi Mila.

" Bagaimana kalau dia sadar nanti kita menikahkan Daniel dengan Mila," ucap William.

" Apa kak Daniel mau, Dad?" tanya Jimmy.

" Entahlah, tapi Dad akan membujuknya agar mau menerima Mila sebagai istrinya, Mila sebatang kara karena ulahnya," ucap William.

" Terserah Dad saja," ucap Jimmy.

Sebenarnya Jimmy ingin mengatakan kalau dia bersedia untuk menikahi Mila seandainya Daniel tidak mau menerima Mila, tapi Jimmy mengurungkan niatnya.

Malam ini Jimmy memutuskan untuk menginap di rumah sakit, dia ingin menemani Mila sampai dia tersadar kembali, William pun mengizinkan anaknya tetap di rumah sakit.

Sementara itu di rumah Daniel semakin uring uringan karena dia tidak bisa menerima kenyataan kalau Sofia telah tiada. Dia melampiaskan kekesalannya pada orang orang yang ada di sekitarnya.

Daniel pun memutuskan untuk pergi ke club malam untuk melupakan Sofia, tetapi bukannya lupa Daniel semakin mengingat Sofia ketika melihat wanita club malam itu.

Pakaian seksi, sepatu hak tinggi, make up yang full di kenakan oleh wanita itu semuanya mengingatkan Daniel pada Sofia.

Akhirnya Daniel menyewa seorang wanita penghibur di club itu dan membawanya ke hotel untuk melampiaskan semua yang dia rasakan. Daniel sangat berubah, Daniel yang dulu tidak pernah menyewa wanita club malam, jangankan menyewa dia tidak pernah mengizinkan wanita wanita itu untuk menyentuh tubuhnya sedikit pun.

Tapi setelah kepergian Sofia, Daniel menjadi suka menyewa wanita wanita penghibur, William pun mengetahui kebiasaan anaknya selama beberapa minggu ini, keadaan seperti ini semakin membuat William yakin untuk menjodohkan Daniel dengan Mila.

Terpopuler

Comments

Sulaiman Efendy

Sulaiman Efendy

ANJING LO DANIEL, UDH LO YG NABRAK MILA, IBUNYA & FERA, MLH LO NYALAHIN MILA/MAYA

2023-06-24

0

R Ni

R Ni

kasihan maya menderita trus

2020-08-12

1

Tika Mutiara

Tika Mutiara

wah thor gila nih klau smpe danil nikah ma mila bklan ad nerka dunia, dah ma jimmy aj thor kan asyik😂ngarep thor

2020-07-27

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!