Malam Minggu pun tiba, Daniel merasa gelisah, dia tidak rela jika Mila pergi berduaan dengan Fernando.
Entah mengapa rasa itu semakin membuat Daniel tidak tenang, dia mondar mandir di kamarnya hingga suara ketukan pintu terdengar olehnya.
" Siapa? Masuk saja pintunya tidak di kunci! " sahut Daniel dari dalam kamar.
Tidak berapa lama pintu kamar Daniel terbuka dan masuklah Jimmy.
" Kak ayo kita pergi ke night club," bujuk Jimmy.
" Untuk apa kita pergi ke sana Jimmy? Seperti anak muda saja malam minggu pergi ke club," ucap Daniel.
Padahal dalam hatinya dia sangat gembira karena tidak harus susah-susah mencari alasan untuk mengajak Jimmy memastikan Mila sedang di club atau sedang berkencan dengan Fernando.
" Ayolah Kak, kita lihat tarian Nona Mila, tariannya sangat memukau, hari ini adalah jadwal dia menari," bujuk Jimmy.
" Tidak aku malas, pergi saja kamu sendiri !" kata Daniel berpura pura.
Jimmy yang sudah kesal dengan penolakan Daniel pun menyeret tangan Daniel dan membawanya menuju mobil.
" Apa apaan kamu, Jimmy !" bentak Daniel.
Jimmy tidak mengindahkan peringatan yang di berikan Daniel melalui tatapan matanya.
Jimmy menjalankan mobilnya menuju night club.
" Maafkan aku Kakak ! Sungguh aku sangat ingin melihat Nona Mila menari malam ini, jadi temani aku walau sekali saja," rengek Jimmy.
" Hmmm, baiklah aku akan menemanimu malam ini tapi jangan ulangi lagi perbuatanmu yang seperti ini," ucap Daniel.
Walau dalam hatinya Daniel merasa senang karena bisa melihat Mila tapi dia tidak memperlihatkan itu agar tidak selalu di goda Jimmy.
Setelah menempuh perjalanan selama 45 menit akhirnya mereka sampai di Night club, Jimmy memarkir mobilnya dan mengajak Daniel turun.
Ketika mereka memasuki club itu suasana di sana sudah sangat ramai, bahkan tempat duduk pun sudah banyak yang terisi.
Dulu sebelum kedatangan Mila, setiap malam Minggu seperti ini pasti ramai orang orang mabuk, menari erotis, berteriak teriak tidak jelas, tapi setelah kedatangan Mila seperti hipnotis yang sedang bekerja semua orang senang menikmati tarian tradisional yang di bawakan Mila, aneh sih sebenarnya club malam sebesar Night club menampilkan tarian tradisional bukan tarian erotis seperti kebiasaan Night club dulu.
Mila pun sudah mulai menari semua mata memandangnya dengan tatapan memuja, tidak ada yang bisa berpaling dari pesona Mila termasuk juga Daniel.
Daniel menikmati tarian Mila dengan serius, setiap gerakan Mila tidak luput dari pengawasannya.
Semua orang yang ada di sana semakin ramai meneriakkan Mila yang kelihatan sangat cantik malam ini.
Banyak pengunjung yang menatap Mila dengan tatapan penuh kagum, ada juga yang menatap Mila dengan tatapan penuh rasa keingintahuannya.
" Kak, malam ini Nona Mila terlihat sangat cantik ya," ujar Jimmy yang sengaja memancing Kakaknya.
" Ya ... ," jawab Daniel singkat tanpa menolehkan wajahnya.
" Apa Kakak menyukai Nona Mila?" tanya Jimmy mulai memancing Kakaknya.
Daniel yang menyadari kemana arah pembicaraan adiknya pun memalingkan wajahnya dan melihat wajah adiknya.
Jimmy yang mendapatkan tatapan tajam dari Daniel pun memilih memalingkan wajahnya menatap Mila kembali.
Daniel menghela nafasnya dan kembali memperhatikan penampilan Mila.
Tidak berapa lama kemudian penampilan Mila pun berakhir, diantara kerumunan orang yang menikmati penampilan Mila, Daniel melihat Fernando yang selalu tersenyum ke arah Mila.
Daniel mendapatkan informasi dari salah satu anak buahnya kalau setelah penampilan Mila, Fernando akan mengajak Mila makan malam romantis.
Daniel yang diam diam tidak menyukai rencana itu pun memerintahkan salah satu anak buahnya untuk membuat ban mobil Fernando bocor.
Daniel yang melihat Fernando dan Mila keluar dari club pun mengajak Jimmy pergi dari sana, Daniel bisa memastikan kalau ban mobil itu akan kehabisan angin tidak jauh dari kantornya.
Benar sekali perkiraan Daniel setelah dia mengikuti mobil Fernando tidak beberapa lama Daniel melihat Mila yang berdiri di pinggir jalan.
Daniel diam saja memperhatikan Mila dan Fernando yang sedang sibuk menelepon seseorang.
Jimmy yang melihat itu pun berinisiatif menghampiri Mila.
" Apa yang terjadi Nona?" tanya Jimmy.
" Ban mobil Tuan Fernando tiba tiba bocor Tuan," jawab Mila.
Fernando yang melihat keberadaan Jimmy dan Daniel pun tersenyum ke arah mereka.
" Tuan Jimmy bolehkah saya minta tolong?" tanya Fernando.
" Boleh Tuan, kalau saya mampu pasti saya bantu," ucap Jimmy.
" Tolong antarkan Nona Mila ke apartemennya, karena saya harus memperbaiki mobil ini," ucap Fernando.
" Tidak usah Tuan, saya tidak mau merepotkan Anda," ucap Mila sopan.
" Lebih baik kamu ikut dengannya Nona, aku merasa lebih tenang kalau kamu ikut dengannya," ucap Fernando.
" Aku bisa naik taksi Tuan, atau paling tidak biarkan aku menemanimu sampai anak buahmu datang," ucap Mila.
" Sekali ini saja kamu turuti aku Nona !" ucap Fernando tegas.
Mau tidak mau Mila pun mengangguk dan masuk ke dalam mobil Jimmy. Mila duduk di kursi penumpang, dia duduk di samping Daniel.
Daniel sebisa mungkin bersikap tenang, padahal hatinya saat ini sedang gemuruh seperti benderang di tabuh. Dia tidak ingin Mila sampai mendengar detak jantungnya yang sedang menggila.
Mila pun tidak jauh beda dengan Daniel, dia merasa sangat gugup, jantungnya pun berdetak kencang tidak seperti biasanya.
Jimmy melihat mereka berdua secara diam diam dari kaca spion yang ada di depannya.
Jimmy tersenyum geli melihat ekspresi kedua orang yang ada di belakangnya, wajah tegang Mila dan Daniel sangat jelas terlihat di mata Jimmy.
Jimmy menghentikan mobilnya di depan sebuah restoran yang ada di kota ini. Daniel yang melihat itu pun heran begitu pula dengan Mila.
" Mengapa kita berhenti di sini, Jim?" tanya Daniel.
" Aku lapar Kak, aku ingin makan, kalau kamu mau turun ayo, kalau tidak mau silahkan berduaan dengan Nona Mila," ucap Jimmy dan melangkahkan kakinya meninggalkan Daniel dan Mila.
Daniel yang merasa canggung ketika hanya berduaan dengan Mila pun memutuskan mengajak Mila menyusul Jimmy ke dalam restoran.
" Nona ayo ikut masuk !" ajak Daniel.
Mila yang mendapatkan ajakan Daniel pun mengangguk, kebetulan saat ini perut Mila juga lapar dia belum memakan sesuatu setelah melakukan penampilan tadi.
Mila berjalan tergesa-gesa untuk mengimbangi langkah lebar Daniel.
Ketika memasuki restoran itu Daniel mengedarkan pandangannya mencari keberadaan Jimmy, tidak beberapa lama akhirnya Daniel menemukan keberadaan Jimmy.
Daniel melangkah menuju meja yang di tempati Jimmy, Mila pun mengikuti Daniel tanpa banyak bicara.
"Sini Kak, aku sudah memesan makanan untuk kita bertiga," ucap Jimmy.
Daniel tidak menjawab perkataan Jimmy dia langsung duduk di sebelahnya. Sedangkan Mila pun duduk di depan Daniel Dan Jimmy.
Tidak berapa lama makanan yang di pesan Jimmy datang mereka memakannya tanpa bersuara.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 45 Episodes
Comments
R Ni
dakdikduk
2020-08-12
1
Anggriani
Aku mampir thor
2020-07-17
0
Asni J Kasim
Lanjut kaka
2020-07-17
0