Daniel meninggalkan Kiran untuk membeli sesuatu dikantin, Daniel meliwati ruang Dokter dan tanpa sengaja mendengar percakapan Dokter yang tadi menangani Mila.
"Dokter apa benar Nona Mila tadi kekurangan darah ?" tanya seorang perawat.
"Ya , Nona Mila memang kehilangan banyak darah, jadi dia membutuhkan transfusi darah," ujar Dokter itu.
"Apa memang Nona Mila gegar otak?" tanya Perawat itu.
"Tidak, Nona Mila tidak gegar otak, Nona Fera dan Nona Mila meminta aku untuk mengatakan semuanya pada Tuan Daniel entah apa alasannya, aku tidak bisa menolak karena aku pernah di tolong oleh mereka," ucap Dokter itu.
Daniel yang mendengar penjelasan Dokter itu sangat geram, ingin rasanya dia menghajar Dokter itu tapi di urungkan niatnya karena dia tidak ingin membuat keributan di rumah sakit.
Daniel berjalan kembali ke ruang inap Mila, dia berniat pergi dari sana, dia pun sudah mengingat siapa sebenarnya Mila itu.
Sebelum meninggalkan Mila, Daniel menghampiri Mila dan mendekatkan wajahnya ke telinga Mila dan membisikkan sesuatu dengan suara yang sangat rendah sehingga hanya Daniel dan Mila yang mendengarnya.
"Kita sudah impas Nona," bisik Daniel.
Daniel tersenyum ke arah Mila yang masih setia memejamkan mata.
Daniel membuka pintu kamar inap itu dan melangkah keluar tanpa sepatah kata pun.
"Selamat jalan Tuan, terima kasih hati hati di jalan," ucap Fera.
Daniel melirik Fera dan berjalan menuju lift yang ada di sana.
Setelah sampai di luar rumah sakit Daniel langsung masuk ke mobilnya dan Jimmy menyusulnya.
"Apa Kakak beneran tertarik dengan gadis itu?" tanya Jimmy.
"Aku manusia normal Jimmy, wajar jika aku tertarik dengan keindahan yang terpampang di depan mata," ucap Daniel santai.
"Tapi biasanya Kakak tidak seperti itu terhadap wanita lain," ucap Jimmy.
"Jangan hanya menilaiku Jimmy kamu juga bersikap lain terhadap gadis itu, aku tahu kamu mendorongnya karena takut aku atau anak buahku mematahkan tangannya," ujar Daniel.
Jimmy tertawa mendengar perkataan Daniel.
"Ternyata aku tidak bisa menyembunyikan sesuatu darimu Kak, tapi jika kamu benar-benar menyukai gadis itu aku tidak keberatan, dia gadis yang beda dengan wanita lain yang ada di sana," ucap Jimmy.
"Aku tahu itu, gadis itu sengaja membenturkan kepalanya ke meja itu hingga berdarah dan pura pura amnesia agar dia bisa bebas dari kita, dia merasa kalau kita akan membayar mahal untuk malam pertamanya makanannya dia rela menyakiti dirinya agar kita tidak memaksanya," ucap Daniel dan tatapan matanya kembali beraura dingin tidak sehangat tadi.
Jimmy yang mendengar penjelasan kakaknya pun menjadi geram.
"Kalau Kakak mengetahui kenyataan seperti itu, mengapa Kakak diam saja dan membiarkan wanita itu selamat bahkan Kakak
membawanya ke rumah sakit," ujar Jimmy.
"Aku hanya ingin membalas kebaikan yang pernah dia berikan padaku," jawab Daniel.
"Maksudmu dia Wanita yang telah menolong Kakak malam itu?" tanya Jimmy.
" Ya, dia Smiley yang selama ini kita cari, " ucap Daniel.
"Dari mana Kakak mengetahui kalau dia Smiley?" tanya Jimmy.
" Aku melihat sesuatu yang mengingatkan aku akan gadis itu," jawab Daniel.
"Apa aku bisa mengetahui apa yang bisa mengingatkanmu dengan gadis itu, Kakak?" tanya Jimmy.
"Sudahlah jangan bahas dia lagi, ayo kita kembali ke markas ada sesuatu yang ingin aku bicarakan denganmu, " kata Daniel mengalihkan pembicaraan.
Jimmy pun mengangguk dan tidak ingin mendebat Kakaknya lagi, dia tidak ingin mendapatkan kemarahan dari Daniel.
Sementara itu di rumah sakit.
Fera masuk ke dalam ruang rawat Mila, dia mengedarkan pandangannya dan melihat Mila yang sudah duduk bersandar di brankar tempat rawatnya.
"Ternyata kamu sudah sadar Mil, nekat sekali kamu hingga melukai dirimu sendiri seperti itu," kata Fera.
"Dari mana Kakak tahu kalau aku sengaja membuat kepalaku terluka?" tanya Mila.
"Dokter dan perawat itu memberi tahuku tentang kamu yang meminta mereka mengatakan kalau kamu amnesia, dan lagian meja itu di buat sedemikian rupa sehingga seseorang yang terbentur di sana tidak akan mengalami gegar otak, dan aku lihat Jimmy mendorongmu tidak begitu keras, kenapa kamu bisa gegar otak, satu lagi aku tidak percaya gadis sepertimu melakukan kecerobohan dan menumpahkan minuman ke baju pelanggan kalau itu tidak kamu sengaja," ucap Fera.
Mila tersenyum dan mengangguk setelah mendengar penuturan Fera.
"Ternyata Kakak mengetahui semua yang aku lakukan, ya benar Kak aku sengaja melakukan itu, aku sengaja menumpahkan minuman ke baju Tuan Daniel, dan sudah aku tebak kalau Jimmy akan marah dan memukulku, tapi sayangnya bukan pukulan yang aku dapatkan melainkan di dorong dan itu semakin memudahkan rencanaku," ucap Mila.
"Kamu ini sangat nekad, kalau sampai saat itu Jimmy langsung menembak mu bagaimana !" ujar Fera geram.
"Paling juga mati," ucap Mila santai.
"Dasar bocah nekad, dan satu lagi tadi aku melihat Tuan Daniel membisikkan sesuatu padamu, apa yang sebenarnya dia katakan?" tanya Fera penasaran.
"Entahlah Kak, aku juga tidak paham dia berkata kita impas, entah apa maksudnya," ucap Mila.
"Ya sudahlah tidak usah di pikirkan lebih baik kamu istirahat dan nanti sore kita bisa pulang," ucap Fera.
"Iya Kak, padahal di sini nyaman semua serba mewah," ucap Mila cengengesan.
"Kamu itu Mil, heran aku kalau kamu menyukai kemewahan kenapa kamu tidak menerima permintaan Daniel dan kamu akan mendapatkan semua yang kamu inginkan," ucap Fera.
"Tidak Kak, lebih baik aku mati kelaparan dari pada memberikan apa yang selama ini aku jaga selagi aku masih mampu menjaganya," ucap Mila.
"Aku kagum padamu Mil, tapi ini memang resiko kita kalau kita sudah terjun di dunia hitam, kita harus siap kehilangan apa yang paling berharga bagi kita, maka bersiaplah kalau suatu saat nanti kamu harus kehilangannya," ucap Fera.
"Iya Kak, aku akan mempersiapkan hatiku untuk menerima kalau suatu saat itu semua terjadi," ucap Mila.
"Beristirahatlah! Aku akan keluar sebentar nanti jam 3 kita pulang," ucap Fera dan berjalan keluar meninggalkan Mila sendiri.
Setelah kepergian Fera, Mila berpikir kalau sampai dia tidak bisa menjaga apa yang dia pertahanan selama ini, maka dia harus berusaha memberikan itu semua kepada orang yang benar-benar layak untuk mendapatkannya bukan pria hidung belang seperti kebanyakan orang yang datang ke club itu.
Mila sempat berpikir untuk keluar dari tempat itu, tapi hidup di negara ini tidak semudah membalikkan telapak tangan.
Mila butuh biaya untuk bertahan hidup, dan pekerjaan paling mudah yang bisa dia lakukan hanya di club itu.
Selama ini dia berhasil mempertahankan semua karena bantuan Fera, tapi Mila menyadari kalau Fera tidak selamanya bisa melindunginya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 45 Episodes
Comments
Sulaiman Efendy
JIAHHH,, TYPO LGI, MASAK NAMA PRINCES KIRAN NONGOL DI NOVEL INI
2023-06-23
0
Nur Ain
hello thir
2023-03-31
0
Di hapus
lanjutkan
salam dari Empat cewek absurd
2020-07-15
0