Fera dan Maya pulang setelah seharian mulai bekerja di restoran, mereka sangat gembira karena restoran sangat ramai hari ini.
Ibu Maya menyambut mereka dengan senyum manis setelah mereka sampai di rumah.
" Anak anak ibu sudah pulang, bagaimana pekerjaan kalian? Apa restoran ramai hari ini?" tanya Ria.
" Iya Bu, restoran hari ini sangat ramai sampai sampai para pekerja di sana kuwalahan," jawab Fera sambil tersenyum sumringah.
" Mandilah Nak, dan ayo kita makan ibu sudah menyiapkan makanan untuk kalian," ucap Ria.
" Iya Bu, kami masuk dan mandi dulu nanti kami segera menyusul Ibu ke meja makan," ucap Maya.
" Ya Nak, mandilah!" ucap Ria sambil mengecup kening Maya.
Maya dan Fera bergegas ke kamar masing masing untuk membersihkan diri, setelah itu mereka menuju meja makan untuk makan malam bersama sang Ibu.
" Ayo makanlah Nak! sebelum makanan ini dingin," ucap Ria.
Mereka pun makan dalam diam, setelah menyelesaikan makan malam Fera dan Maya duduk di sebuah bangku di taman kecil di belakang rumah mereka.
" Apakah kamu masih memikirkannya, May?" tanya Fera.
" Jujur iya Kak, rasa sakit ini masih saja datang saat melihat mereka berdua," ucap Maya sambil memandang jauh kedepan.
" Berusahalah untuk berdamai dengan hatimu May, cobalah melupakan mereka anggap saja mereka datang untuk mengajari bagaimana rasa sakit itu," ucap Fera.
" Ya Kak, aku akan berusaha menerima semuanya," ucap Maya sambil tersenyum manis.
"Bagus, terus bagaimana perasaanmu pada Daniel?" tanya Fera.
" Perasaan apa Kak? Aku tidak memiliki perasaan apapun untuk Daniel, dia hanya orang yang tanpa sengaja bertemu denganku dan menolongku itu saja," ucap Maya.
" Itu lebih baik May, aku rasa Daniel saat ini sudah bersama keluarganya setelah keluar dari rumah sakit, " ucap Fera.
" Mungkin saja Kak, sudahlah ayo kita istirahat besok kita mulai bekerja untuk mengumpulkan bongkahan berlian," ujar Maya sambil tertawa.
" Baiklah Ayo! Aku juga sudah merasa lelah," ucap Fera.
Mereka pun berjalan menuju kamar masing-masing, Maya membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur, pikirannya melayang ke masa lalunya, dia merasa sesak saat mengingat semua yang telah dia lalui.
Maya berusaha memejamkan matanya agar bisa melupakan semua kenangan buruk yang dia rasakan.
Pagi ini Fera dan Maya kembali bekerja di restoran milik Maya, restoran sangat ramai.
Raisya dan teman-temannya datang ke restoran, mereka meminta agar Maya yang melayani pesanan mereka.
Sebenarnya Fera sangat jengkel melihat tingkah Raisya, tapi Maya menenangkan Fera dan meminta Fera untuk tenang.
Ketika Maya menata pesanan Raisya dan teman-temannya di atas meja yang mereka tempati, Raisya sengaja menumpahkan coklat panas pada pakaian Maya.
Maya yang terkejut dengan itu pun segera berdiri dan mengibas ngibaskan pakaiannya.
" Dasar Pelayan ceroboh! Kamu menumpahkan minuman pesananku yang aku yakin kamu tidak bisa menggantinya dengan gajimu," ucap Raisya marah dan menyalahkan Maya saat dia sengaja menumpahkan minuman itu.
Seorang pelayan yang melihat kejadian itu pun mendekati Maya dan menyerahkan sebuah handuk bersih untuk membersihkan pakaian Maya dari tumpahan coklat itu.
" Pelayan, tolong panggilkan pemilik restoran ini! aku ingin mengadukan pekerjanya yang tidak becus dalam bekerja," ucap Raisya.
" Maaf Nona, pemilik restoran saat ini sedang berada di depan Anda," ucap Pelayan itu sambil membantu Maya membersihkan pakaiannya.
" Maksudmu apa?" tanya Raisya.
" Nona Maya adalah pemilik restoran ini Nona, " jawab Pelayan itu.
Raisya yang mendengar itu pun shock dan diam terpaku sambil terus menatap Maya.
"Jangan coba-coba membohongiku Pelayan, jelas jelas restoran ini milik Mila Feranica," ucap Raisya.
" Ya, Mila Feranica adalah nama lain Maya, nama restoran ini adalah gabungan nama kami berdua," ucap seseorang yang baru saja berada di samping Maya.
" Sudahlah Kak, biarkan saja ayo kita pergi dari sini," ucap Maya sebelum Fera mengamuk.
" Tunggu dulu May, sekali sekali Nona sok kaya ini harus di beri tahu bagaimana caranya menghormati orang lain," ucap Fera.
" Apa maksudmu Nona?" ucap Raisya penuh emosi.
" Kamu Nona, orang kaya yang tidak bisa menghormati orang lain, belajarlah menempatkan dirimu di posisi orang lain, apakah saat ada orang lain memperlakukanmu seperti itu hatimu tidak akan terluka, maka kamu tidak akan pernah tega meremehkan orang lain," ucap Fera.
Raisya yang mendengar ucapan Fera pun geram tanpa banyak bicara dia memberikan isyarat pada teman temannya dan pergi meninggalkan restoran itu.
Fera yang melihat tingkah Raisya pun menghela nafas panjang.
" Kamu tidak apa-apa Maya?" tanya Fera.
" Tidak Kak, hanya bajuku saja yang kotor, " ucap Maya menyembunyikan rasa panas di dadanya akibat coklat panas tadi.
" Baiklah kalau begitu cepat bersihkan bajumu dan bergantilah dengan pakaian yang ada di tasku, tadi aku sempat membawa baju ganti, " ucap Fera.
" Terima kasih Kak, kamu memang Kakak terbaik," ucap Maya sambil tersenyum.
" Sudah sana cepat ganti!" ucap Fera sambil meninggalkan Maya. Maya yang menatap punggung Fera pun tersenyum.
" Terima kasih kak, kamu sudah menjadi saudara untukku," ucap Maya sambil menyeka air matanya yang mendesak keluar.
Fera berjalan dengan hati kesal, sebenarnya dia sangat kesal pada tingkah Raisya yang sok kaya, ingin rasanya Fera menjambak rambut Raisya dan menghempaskan tubuhnya ke tembok tapi apa daya itu tidak mungkin bisa dia lakukan selama Maya masih ada di sekitarnya.
Ketika Fera tengah asyik dengan pikirannya tiba tiba matanya tidak sengaja melihat sepasang kekasih masuk ke dalam restoran, Fera merasa tidak asing dengan sosok laki-laki itu. Fera terus mengamati hingga dia tahu siapa orang itu.
" Aduh ... kenapa dunia ini sempit sekali, baru saja cecunguk Raisya keluar sekarang Daniel dan Sofia datang," ucap Fera.
Ketika seorang pelayan ingin menghampiri Daniel untuk menanyakan pesanan, Fera menghentikan Pelayan itu.
" Biarkan aku saja yang melayani pelanggan yang baru datang itu," ucap Fera.
Pelayan itu pun menghentikan langkahnya dan tersenyum ke arah Fera.
"Baiklah Nona ... ," ucap Pelayan itu.
Fera berjalan menghampiri meja yang di tempati Daniel, Daniel tidak menyadari kalau orang yang tengah berada tidak jauh darinya adalah Fera.
" Maaf Tuan, Anda mau memesan apa?" tanya Fera.
Daniel yang merasa tidak asing dengan suara itu pun mengangkat wajahnya dan melihat siapa pemilik suara itu.
Daniel kaget ketika mengetahui kalau pemilik suara itu ada Fera.
" Nona Fera! mengapa Anda ada di sini?" tanya Daniel.
" Kami pindah ke sini Tuan, dan ini restoran teman saya," jawab Fera.
" Kami? Berarti kamu pindah ke sini tidak sendirian? Apakah Mila juga ikut tinggal di sini?" tanya Daniel.
" Betul Tuan, dan restoran ini miliknya," jawab Fera.
Daniel yang mendengar itu semakin shock, dia diam membisu dan mulai mencerna apa yang di katakan Fera.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 45 Episodes
Comments
Sulaiman Efendy
GOBLOK AMAT MAYA MSH MIKIRKN ARDAN, DIA SAJA SPRTI ITU, PIKIRKN HIDUP LO SKRG... JGN PIKIRKN 2 MNUSIA IBLIS ITU
2023-06-24
0
R Ni
danil gak sendiri
2020-08-12
1
Tika Mutiara
surprise danil 😂 dan slmat tggl untukmu raisa dsar sahabt berbulu domba😡
2020-07-27
0