Gugup

Mila berdiri untuk melakukan tariannya, dia menyalakan alat pemutar musik dan terdengarlah lagu daerah, Daniel dan Jimmy saling pandang, mereka tidak mengira kalau Mila akan menarikan tarian daerah di tempat seperti ini.

Mila memulai tariannya, dia sangat gemulai hingga membuat Jimmy dan Daniel tidak bisa berpaling memandangnya.

Mila menari tanpa menggunakan pakaian adat hanya menggunakan gaun biru off shoulder miliknya, tapi keanggunan dan daya pikatnya membuat Jimmy dan Daniel terpesona.

Beberapa saat kemudian musik sudah tidak terdengar menandakan tarian Mila sudah berakhir, tepuk tangan dari Daniel dan Jimmy menggema di ruangan itu.

Jimmy tersenyum gembira dan terus memuji kepiawaian Mila, sedangkan Daniel hanya menatap Mila tanpa mengucapkan sepatah katapun.

Mila kembali duduk di samping Daniel, dia tertunduk di samping Daniel.

"Tarian kamu sangat bagus, aku menyukainya " Ucap Daniel sambil tersenyum.

Mila yang melihat senyum manis Daniel pun terpesona dan tidak bisa mengalihkan pandangannya dari wajah tampan Daniel.

"Tuangkan anggur itu untukku nona, aku ingin menikmati malam ini," ucap Daniel.

Jimmy yang mendengar perkataan kakaknya pun tersenyum, dia tidak pernah melihat sang kakak yang bersikap seperti itu, Jimmy yakin kalau kakaknya tertarik pada Mila.

Mila menuangkan anggur itu dengan rasa gugup karena sejak tadi senyum manis Daniel tidak pernah lepas dari bibirnya.

Tangan Mila bergetar hebat dan tanpa sengaja Mila menumpahkan anggur yang ada di tangannya ke baju Daniel, Mila yang kebingungan dan merasa gugup pun berinisiatif mengambil tissue untuk membersihkan baju Daniel tapi lagi lagi Mila menjatuhkan botol anggur itu dan isinya membasahi celana Daniel.

Jimmy yang melihat itu pun langsung mendorong tubuh Mila hingga terbentur sudut meja yang ada di ruangan itu.

"Dasar wanita murahan! Ceroboh sekali kamu, baju itu lebih mahal dari dirimu," omel Jimmy. Sedangkan Daniel masih duduk diam tanpa ekspresi di wajahnya.

Fera terlihat panik ketika melihat darah yang terus mengalir dari dahi Mila.

"Tolong bantu bawa dia ke rumah sakit , darahnya terus mengalir," ucap Fera khawatir.

"Untuk apa kita membawanya ke rumah sakit !" ucap Jimmy angkuh.

Fera sudah tidak tahan melihat keadaan Mila, dia berlari menghampiri, sebelum sampai di dekat Mila tangan Fera sudah di tarik seseorang untuk menjauhinya.

"Siapa yang mengijinkan kamu untuk menolongnya," bentak Jimmy.

Daniel berdiri dari kursinya dan berjalan mendekati Mila, Daniel mengulurkan tangannya dan mengangkat Mila dalam gendongannya, dia membawa Mila keluar dari ruangan itu.

"Mau kemana Kakak? Kenapa kamu bawa gadis sialan itu ?" tanya Jimmy.

"Kita bawa dia ke rumah sakit kasihan darahnya terus mengalir, " kata Daniel sambil berlalu meninggalkan Jimmy yang terpaku diam di tempat.

Jimmy berlari mengejar Daniel dan membuka pintu kursi penumpang, setelah Daniel masuk dan duduk di dalam mobil Jimmy bergegas naik dan duduk di sebelah sopirnya.

"Kita ke rumah sakit terdekat, Pak!" perintah Jimmy.

Di dalam perjalanan Jimmy sesekali mencuri pandang pada Daniel yang menutup luka Mila menggunakan sapu tangannya.

"Kenapa kamu melihatku seperti itu?" ucap Daniel yang sudah jengah melihat adiknya yang terus mencuri pandang ke arahnya.

Jimmy tersenyum melihat tingkah kakaknya yang sangat berbeda dari biasanya, Jimmy tidak tanpa alasan tadi mendorong Mila, karena dulu pernah terjadi ketika Daniel sedang makan di sebuah restoran, ada seorang pelayan yang tanpa sengaja menumpahkan segala minuman ke baju Daniel dan seorang pengawal Daniel langsung mematahkan tangan pelayan itu, Jimmy takut Mila mengalami nasib seperti pelayanan itu, maka dari itu Jimmy lebih dulu mendorong Mila agar segera menjauh dari Daniel, bagi Jimmy hukuman itu terlalu berlebihan.

Tidak terasa mereka sudah sampai di rumah sakit, Daniel tetap menggendong Mila hingga ke ruang perawatan, dia tidak menghiraukan tatapan semua orang yang memandan kagum karena ketampanannya.

Sesampainya di ruang perawatan Daniel membaringkan tubuh Mila di brankar yang ada di ruang itu.

Daniel ingin berada di samping Mila tapi perkataan seorang dokter yang ada di sana membuatnya harus keluar dari ruangan itu.

"Sebaiknya Tuan keluar dulu, biarkan kami menjalankan tugas kami, " ucap Dokter itu.

"Saya ingin di sini menemani gadis ini, Dok," kata Daniel.

"Maaf Tuan, ini sudah prosedur dari rumah sakit," kata Dokter itu lagi.

Dengan enggan Daniel melangkah keluar meninggalkan ruang rawat itu, ketika keluar dari ruang itu di depan pintu telah berdiri Jimmy yang melihatnya dengan tatapan cemas.

"Pulanglah Kak! Ganti bajumu biarlah Fera yang menjaga Mila," ucap Jimmy pada Daniel.

"Tidak aku akan di sini saja menunggu hingga gadis itu sampai sadar," ucap Daniel.

Jimmy yang mendengar itu semakin yakin kalau Daniel menyukai Mila.

Tidak berapa lama seorang perawat keluar dari dalam ruangan tempat Mila di rawat.

"Apakah diantara kalian ada yang memiliki golongan darah O, pasien banyak kehilangan darah, dan dia membutuhkan transfusi darah golongan O kebetulan stok di rumah sakit ini kosong," ucap perawat itu.

"Saya Sus, golongan darah saya O," ucap Daniel cepat.

"Mari ikut saya Tuan, segera kita lakukan transfusi darah, " ucap perawat itu. Daniel mengangguk dan mengikuti perawat itu.

Jimmy yang melihatnya semakin yakin kakaknya telah jatuh cinta pada gadis itu, senyum tulus Jimmy tersungging di bibirnya, dia bersyukur hati kakaknya yang beku akhirnya dapat di taklukkan oleh Mila.

Setelah melakukan transfusi darah Daniel kembali duduk di depan ruang rawat Mila, setelah 1jam pintu ruang rawat terbuka dan keluar dokter yang tadi menangani Mila.

"Bagaimana keadaan gadis itu, Dok?" tanya Daniel menghampiri dokter itu.

"Gadis itu masih belum sadar karena efek obat yang kami berikan Tuan, tapi ada kabar yang kurang berkenan, " ucap dokter itu.

"Kabar apa itu Dokter?" tanya Daniel.

"Gadis itu mengalami gegar otak, mungkin akibat benturan yang terlalu keras membuatnya mengalami gegar otak dan sedikit memory yang bisa dia ingat, " jelas Dokter itu.

"Apakah tidak ada tindakan lain yang bisa membuatnya sembuh seperti semula, Dok?" tanya Daniel.

"Tidak ada Tuan kami sudah berusaha semaksimal mungkin, tapi hasilnya di luar kuasa kami," ucap Dokter itu.

"Baiklah Dok terima kasih atas bantuannya," ucap Daniel.

"Sama sama Tuan, saya permisi dulu," pamit Dokter itu.

Dokter itu berjalan meninggalkan Daniel dan Jimmy, Daniel melihat gadis malang itu berbaring tidak berdaya di brankar yang di dorong seorang perawat untuk menuju ruang inap.

Daniel menempatkan Mila di ruang VVIP, kini Daniel sedang duduk di samping brankar Mila.

Daniel mengamati wajah pucat Mila, Daniel merasa dia pernah melihat Mila sebelum di club itu, wajah Mila tidak asing baginya tapi Daniel belum bisa mengingat di mana dia pernah bertemu Mila sebelumnya.

Tokoh visual Jimmy

Terpopuler

Comments

Tika Mutiara

Tika Mutiara

berrti cmn mila doang yg inget kejadian mlam it n Daniel blum.pham hadehhh thor ad2 aj

2020-07-26

0

Di hapus

Di hapus

aku mampir lagi thor
masih bingung sekaligus penasaran

2020-07-15

0

Noor Hidayah

Noor Hidayah

tim daniel mila

2020-07-08

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!