Pelelangan tiga cangkir anggur

Malam ini Daniel dan Jimmy kembali datang ke Night club, seperti biasa Jimmy yang terus merengek mengajak Daniel melihat pertunjukan tari Mila, dan malam ini akan ada acara pelelangan 3 cangkir anggur termahal yang minumnya akan di temani oleh Mila bagi mereka yang berani menawar dengan harga termahal.

Jimmy dan Daniel memasuki ruangan VVIP yang telah hampir penuh kursi yang di sediakan di sana, Jimmy dan Daniel mendapatkan kursi terdepan, Daniel sempat heran kenapa ada dua kursi lagi di sampingnya yang masih kosong. Dia tahu kursi itu pasti sudah di pesan oleh orang orang berkantong tebal dan berpengaruh di kota ini, secara tidak sembarangan orang bisa duduk di deretan terdepan pada ruang VVIP.

Daniel pun tidak ambil pusing dengan siapa yang memesan itu, ketika Daniel sudah fokus melihat Mila yang mulai berlenggak lenggok menari tiba tiba handphonenya berdering membuat Daniel berjalan keluar untuk mengangkat telepon itu.

Ketika sudah sampai di luar Daniel melihat layar handphone dan membaca nama siapa yang tertera disana.

Seulas senyum terukir di bibir Daniel ketika membaca nama itu, Daniel segera mengangkat panggilan itu.

" Halo ... , " sapa Daniel.

" Halo Sayang, lama sekali mengangkat teleponnya!" ucap suara di seberang.

" Maaf aku sedang sedikit sibuk, ada apa tumben kamu menelepon jam segini?" tanya Daniel.

" Aku kangen Sayang, kapan pulang? " tanya Orang di seberang.

" Lusa ... ," jawab Daniel singkat.

" Kenapa lusa Sayang, apa tidak bisa di percepat? Ingat lusa itu hari pertunangan Ardan," ucap Orang itu.

" Iya aku ingat, terus apa ada alasan lain kamu menyuruhku pulang cepat?" tanya Daniel menggoda Orang yang ada di seberang sana.

" Kamu itu senang sekali membuatku kesal Sayang, aku kan sudah bilang kalau aku sangat merindukanmu," ucap Orang itu dengan nada merajuk.

Daniel tersenyum membayangkan bagaimana lucunya wajah Rolina yang sedang merajuk.

Daniel sangat faham dengan tingkah kekasih pilihan orang tuanya itu.

" Ya, aku pulang besok," ucap Daniel.

" Sungguh? Aku senang sekali mendengarnya Sayang," ucap Rolina.

" Beristirahatlah dan sambut aku besok," ucap Daniel.

" Tentu Sayang, aku merindukanmu, emmuuah," ucap Rolina dan menutup teleponnya.

Daniel tersenyum membayangkan bibir tipis Rolina yang sedang mengerucut.

Daniel pun mengantongi handphonenya kembali, di dalam ruang VVIP itu terdengar riuh dengan penawaran, mungkin pertunjukan itu telah berakhir dan kini telah di mulai pelelangan anggur tiga cangkir itu.

Daniel pun mendengar suara suara berisik itu.

" 200 juta, ".

" 300 juta, " .

Suara saling bersaing memperebutkan secangkir anggur, tiga cangkir anggur itu di bagi dalam tiga kali putaran pelelangan.

"500 juta, " teriak seseorang yang suaranya tidak asing di telinga Daniel.

Daniel pun tersadar kalau suara yang baru saja memberikan penawaran tertinggi adalah suara adiknya Jimmy.

" Dasar bodoh, buang buang uang hanya untuk segelas anggur, " ucap Daniel dan berjalan masuk ke ruang VVIP untuk melihat aksi adiknya.

" Apa dia tidak menyadari kalau wanita seperti Mila itu hanya pantas untuk di ajak bersenang senang tidak pantas untuk di perebutkan untuk di bawa pulang? Kenapa aku tiba-tiba menjadi jijik melihat wanita itu, " gerutu Daniel.

Ketika Daniel sudah sampai di dalam ruang VVIP itu matanya saling beradu pandang dengan manik mata Mila, gadis itu sudah berganti pakaian, gaun putih gading yang di kenakanya semakin memancarkan kecantikan gadis itu.

Daniel pun duduk di kursi yang tadi sempat dia duduki sebelum keluar mengangkat teleponnya.

Setelah Jimmy mengajukan harga penawaran yang sangat tinggi tidak ada lagi yang berani menawar di atas harga tawaran Jimmy, maka anggur cangkir pertama di menangkan oleh Jimmy.

Jimmy berjalan menghampiri sebuah meja yang ada di tengah tengah ruangan itu, meja itu di lengkapi dua kursi yang saling berhadapan, satu di tempati Mila dan yang satu saat ini di duduki Jimmy.

Ketika Jimmy ingin meminum anggur merah yang di menangkan sebuah suara menghentikannya.

" Maaf Tuan Jimmy bolehkah saya mengikuti penawaran ini ? Karena tadi saya terlambat," ucap seseorang yang baru saja datang dan berjalan masuk ruang VVIP dan duduk tepat di sebelah Daniel.

Daniel melirik kedua orang itu, Daniel tahu kedua orang itu tidak lain adalah Arnold dan Fernando, Daniel pun menjadi geram.

" Tidak bisa Tuan, karena sudah peraturan di permainan ini barang siapa yang memberi penawaran terakhir dengan harga termahal dan tidak ada yang menawarnya lagi berarti dia pemenangnya, kalau Anda ingin mendapatkan minuman itu maka Anda harus menunggu putaran kedua," ucap Daniel dengan aura dinginnya.

Arnold yang mendengar perkataan Daniel pun hanya diam dan tersenyum.

Maka Jimmy pun meminum anggur termahal itu dengan di temani Mila.

Tidak beberapa lama putaran kedua pun berlangsung Daniel yang awalnya tidak ingin terlibat di acara semacam ini pun akhirnya ikut terjun karena rasa kesal yang dia rasakan pada Arnold dan Fernando kemarin belum hilang.

" Aku akan ikut di acara pelelangan ini, tapi aku ada aturan main yang lebih seru," ucap Daniel sambil tersenyum licik.

" Apa itu Tuan?" tanya sang pemilik club.

" Aku ingin cara minum yang berbeda, aku mau minum anggur itu dari bibir ke bibir, " ucap Daniel.

Semua yang hadir di sana pun tercengang dan kaget, termasuk juga Mila yang sejak tadi hanya diam saja.

" Maaf Tuan, tapi itu tidak ada di peraturan pelelangan ini," ucap Mila.

" Siapa kamu? Berani beraninya menolak kemauanku! Aku bisa membeli club ini bahkan aku bisa membakarnya kalau aku mau !" ucap Daniel dengan wajah datarnya.

Mila yang mendengarnya pun mau tidak mau harus menurut, karena dia pun masih memikirkan nasib teman temannya dan pemilik Night club yang baru.

Mila pun pasrah dengan apa yang akan dia alami malam ini, tapi dia pun berdoa semoga ada keajaiban yang bisa menyelamatkan dia dari Pria Pria berpengaruh malam ini.

Harga penawaran pun di mulai dengan harga yang sangat fantastis, satu cangkir anggur di hargai 1milyar untuk harga awal pelelangan.

Mila yang mendengar harga penawaran yang sangat fantastis itu pun hanya bisa terdiam, dia berpikir hanya harga secangkir anggur yang harus dia minumkan dengan tamunya melalui bibir di hargai sebegitu mahalnya, apa lagi kalau untuk bisa tidur dengannya mungkin lebih gila lagi Pria Pria beruang ini melakukan penawaran. Bahkan mungkin harganya bisa untuk membeli sebuah pulau.

Mila yang membayangkan itu pun ngeri sendiri, dia pun terus berdoa dalam hatinya agar malam ini ada keajaiban yang bisa menghentikan aksi gila Daniel dan juga Arnold.

Mila semakin takut dan gelisah, sebenarnya dia ingin melarikan diri dari ruang VVIP malam ini tapi sungguh dia tidak ada kekuatan sama sekali untuk terlepas dari jeratan tempat terkutuk ini, malam ini Fera pun tidak bisa berbuat apa-apa untuk menolongnya, Mila memejamkan matanya dan terus berdoa berharap keajaiban akan terjadi.

Tokoh visual Sofia

Terpopuler

Comments

Sulaiman Efendy

Sulaiman Efendy

KOQ TOKOH SOFIA ISTRI ALEX, MAMINYA REGINA NYASAR DISINI..

2023-06-24

0

HAI ❤️

HAI ❤️

🌺🌺🌺lanjut thor🌺🌺🌺

2020-07-19

0

Asni J Kasim

Asni J Kasim

Semangat

2020-07-19

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!