Keributan di restoran

Mila sebenarnya sudah geram melihat tingkah Johan, dia berlagak seakan akan orang paling kaya di dunia ini.

Pria ini memang tampan tapi sorot matanya membuat Mila dan Fera ingin sekali mencolok mata itu.

Daniel yang melihat Johan yang selalu menatap Mila dengan tatapan lapar aura dinginnya pun semakin menguar dan wajahnya terlihat murung menahan amarahnya.

Jimmy yang melihat itu pun tersenyum secara diam-diam, dia tidak ingin kena amukan Kakaknya.

"Johan si hidung belang itu mau apa? Apa dia tidak takut di cabik cabik isterinya yang pencemburu itu," ujar Jimmy.

"Johan tidak akan di cabik cabik oleh istrinya tapi entahlah dengan kedua gadis itu," sahut Daniel dingin.

Fera sebenarnya ingin sekali meninggalkan Johan sendiri di tempat itu tetapi tidak bisa melakukannya karena Johan merupakan salah satu pelanggan Night club. Suka tidak suka Fera harus bersikap ramah.

" Tuan Johan akhir akhir ini sedang sibuk apa?" tanya Fera basa basi.

" Akhir akhir ini aku sibuk dengan beberapa perusahaan dan klien dari luar negeri jadi aku jarang mampir ke Night club," jawab Johan tanpa mengalihkan pandangannya dari Mila.

" Lagi sibuk dengan beberapa perusahaan atau asmamu kambuh," ujar Fera sambil menahan senyumnya, dia sengaja menyindir Johan.

Johan tipe pria yang sangat takut pada isterinya, Fera tahu itu.

" Apa aku terlihat sangat takut pada isteriku? Kamu salah, demi bisa berkencan dengan dua wanita cantik seperti kalian jangankan isteri dunia pun aku sanggup melawannya," ujar Johan menyombongkan diri.

Saat Johan sedang menggombal dari pintu restoran masuk seorang wanita gemuk dengan seorang pengawanlnya.

Pelayan yang melihat kedatangan wanita gemuk itu pun segera mempersilahkan wanita itu masuk.

" Mari Nyonya, sebelah sini," ucap Pelayan itu mengarahkan wanita yang baru datang itu.

Daniel yang sejak tadi memandang ke arah Mila tanpa sengaja matanya melirik ke arah pintu masuk, ketika mengetahui siapa yang baru memasuki restoran ini Daniel pun tersenyum dingin.

"Panjang umur wanita ini, baru di sebut sekarang sudah ada di sini, bakal ada tontonan gratis sebentar lagi," batin Daniel.

Wanita gemuk itu berjalan mengikuti Pelayan restoran. Wanita itu mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru restoran.

Tanpa sengaja mata wanita itu melihat ke arah Mila dan Fera.

Dengan langkah seribu wanita itu berjalan mendekati meja mereka.

"Johan katanya kamu menemui klien penting apa ini klien yang kamu maksud," ucap Wanita gemuk itu yang tiba-tiba sudah berada di samping meja mereka.

Bagai petir menyambar tanah Johan merasa gemetar dan takut. Dia mendongak melihat ke arah suara itu.

"Sayang, mengapa kamu ada di sini?" tanya Johan gemetar.

"Tidak usah kamu hiraukan mengapa aku ada di sini, katanya kamu menemui klien penting tapi mengapa kamu berada di sini dengan kedua wanita murahan ini !" ujar wanita itu.

" Tolong jaga bicara Anda, kalau bicara itu yang sopan," ucap Mila.

" Apa sopan, kalau kalian ingin aku sopan bekerjalah yang baik baik jangan menggoda suami orang, dasar murahan," ucap Wanita itu.

" Cukup Nyonya, kami tidak menggoda suami Anda, suami Anda saja yang ganjen tiba tiba duduk di meja kami," lanjut Mila.

"Sayang ini ... ini ...," ucap Johan kehabisan kata.

Johan yang cerewet berubah menjadi sosok yang kesulitan untuk berkata kata.

" Aku tahu pasti dua wanita itu yang menggodamu sampai kamu bisa berada bersama mereka berdua di sini," ucap Wanita itu sambil memandang Mila dan Fera dengan tatapan sinis.

" Nyonya asal Anda tahu kami tidak pernah menggoda suami Anda, suami Anda saja yang ganjen," ucap Mila santai.

Fera yang mendengar perkataan Mila pun kaget, dia tidak menyangka kalau Mila akan berkata seperti itu, Fera khawatir apa yang akan terjadi selanjutnya.

" Masih berani membantah, kamu belum tahu seperti apa kekuasaanku disini," ucap Wanita itu sambil menepuk tangannya dua kali.

Tidak beberapa lama datang seorang pengawal menghampiri wanita itu.

" Pengawal, bawa dua wanita ini beri mereka pelajaran agar mereka tahu siapa saya," ucap wanita itu.

Jimmy yang sejak tadi memperhatikan ke arah mereka pun memukul meja dan berdiri ingin menghampiri Wanita itu, tapi sebuah cekalan di tangan menghentikan langkahnya.

" Kamu mau apa?" tanya Daniel dengan santai.

" Wanita itu menyuruh pengawalnya untuk mengmukuli Mila dan Fera Kak, apa kita harus diam saja!" ucap Jimmy menahan amarahnya.

" Itu bukan urusan kita biarkan saja, duduklah," ucap Daniel.

" Tapi Kak, antara Kakak dan Mila ... ," ucap Jimmy.

" Tidak ada hubungan apa-apa di antara kami, duduklah kembali," ucap Daniel dengan tatapan dingin.

Jimmy yang melihat itu mau tidak mau pun duduk kembali.

Fera yang menyadari maksud dari perkataan wanita itu pun menarik tangan Mila untuk berdiri dari duduknya dan membawa Mila berjalan mundur mendekati meja Daniel. berharap Daniel dan Jimmy menolong mereka.

Tapi Daniel tidak menghiraukan mereka, dia tetap memakan makanannya dengan tenang.

Fera yang melihat itu pun putus asa, Mila yang menyadari bahwa Fera sedang kecewa dengan sikap Daniel pun tersenyum sinis ke arah Fera dan berbisik.

" Apa Kakak masih yakin kalau Tuan Daniel menyukaiku," ucap Mila.

" Diam kamu di situasi seperti ini masih saja sempat mendebatku," jawab Fera.

Tangan Mila dan Fera pun di tarik keluar oleh pengawal Isterinya Johan.

Jimmy yang melihat itu geram dan menatap tajam ke arah Daniel.

" Kenapa Kakak tidak menolong mereka, kalau Kakak tidak bersedia biarkan aku yang menolongnya, mereka bisa mati di tangan isteri Johan yang kejam itu," ucap Jimmy.

" Untuk apa kamu menolong mereka? Mereka saja tidak menghargai kita, mereka sudah melihat keberadaan kita di sini tapi tidak menyapa kita biarkan saja mereka merasakan hukuman dari Wanita itu, tidak usah kamu pikirkan," ucap Daniel dengan aura dinginnya yang semakin menguar.

Mila yang sedang diseret oleh pengawal Isterinya Johan pun mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru restoran, dia tidak perduli menjadi bahan tontonan orang orang yang ada di sana.

Mata Mila menangkap keberadaan seseorang yang dia kenal di restoran itu, dia tersenyum dan berteriak memanggil orang itu.

" Tuan Fernando, tolong saya," ucap Mila pada seseorang yang ada di restoran ini.

Orang yang merasa namanya di panggil pun berjalan menghampiri Mila yang tengah di seret oleh pengawal Isterinya Johan.

Daniel yang mendengar teriakkan Mila pun semakin geram. Kenapa dia tidak meminta pertolongan kepada Daniel malah meminta kepada orang asing yang ada di sana.

" Siapa Pria yang di mintai tolong Mila?" tanya Daniel pada Jimmy.

" Dia Fernando tamu penting Arnold pemilik pertambangan emas di sini," jawab Jimmy.

Daniel menatap Pria yang sedang berjalan mendekati Mila itu dengan tatapan datar, Jimmy yang menyadari itu pun menahan senyumnya.

Terpopuler

Comments

R Ni

R Ni

mamam tuh gengsi

2020-08-12

1

Tika Mutiara

Tika Mutiara

🤣🤣🤣🤣ap mgkin cmn aq yg cengar cengir mgebaygin ekspresi daniel saat mila memanggil fernando

2020-07-26

2

Febi

Febi

Next up kak

2020-07-20

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!