William menemui Daniel yang saat ini duduk melamun di taman belakang rumah, William bermaksud untuk membicarakan tentang perjodohan Daniel dan Maya.
Maya sudah di perbolehkan pulang dari rumah sakit, Maya memilih tinggal di apartemen dekat restoran miliknya selain jarak yang dekat dengan tempat kerjanya, dia juga berusaha merelakan kepergian Ibunya dan Fera, dia ingin berdamai dengan keadaan, agar tidak merasa berat menjalani hidupnya.
Daniel melirik Daddynya yang baru datang dan duduk di kursi sebelahnya.
" Apakah Dad boleh duduk di sini?" tanya William.
" Sejak kapan Dad perlu bertanya kepadaku soal sepele seperti ini," jawab Daniel dengan nada dingin.
William menghela nafasnya dan bersabar menghadapi kelakuan anaknya.
" Dad ingin berbicara sesuatu padamu Daniel, tolong dengarkan Dad dan jangan menyela sebelum Dad selesai!" ucap William.
" Katakan, Dad ... !" ucap Daniel.
" Dad ingin kamu menikah dengan Maya, hitung hitung sebagai rasa tanggung jawabmu terhadap kejadian ini, salah satu CCTV di jalan raya menunjukkan bahwa kejadian itu murni kesalahanmu dan Sofia, maka Dad mohon menikahlah dengan Maya kasihan dia hanya sebatang kara," ucap William.
Setelah melihat William diam dan tidak meneruskan perkataannya Daniel pun membuka mulutnya.
" Sudah selesai Dad berbicara? Sekarang giliranku, aku tidak mau menikah dengan Maya karena aku tidak mencintainya bahkan aku membencinya karena dia aku kehilangan Sofia dan satu lagi Dad, jangan pernah menyalahkan Sofia atas kejadian ini," ucap Daniel datar.
" Sadarlah Nak, ini semua murni kesalahanmu, bukan Maya yang membuat kamu kehilangan Sofia tapi kamu yang membuat Maya kehilangan keluarganya, Pikirkan perkataan Dad ! Dad tidak mau mempunyai anak yang pengecut lari dari tanggung jawab," ucap William dan pergi meninggalkan Daniel.
Setelah kepergian William Daniel melampiaskan kemarahannya pada gelas yang ada di depannya, di lemparkan gelas itu pada dinding pembatas taman. Daniel mengacak rambutnya frustasi.
Sementara itu William memperhatikan kelakuan anaknya dari kejauhan, dia merasa sedih karena anaknya semakin tenggelam dalam rasa sakit yang diakibatkan oleh cinta, setiap kali mencintai seseorang dia selalu mengalami kegagalan, dulu dia pernah mencintai seorang wanita dia pun mengalami penghianatan, rasa sakit itu hingga bertahun-tahun masih di rasakan Daniel hingga Sofia hadir dalam hidupnya, walau awalnya Daniel tidak bisa menerima kehadiran Sofia akhirnya dia pun bisa kembali tersenyum bersama Sofia, tapi maut memisahkan mereka.
William berharap dengan menjodohkan Daniel dengan Maya bisa sedikit menghilangkan rasa sakit di hati mereka berdua, sakit karena kehilangan orang orang yang di cintai.
Sementara itu di lain tempat Maya sedang menjalankan restorannya seperti biasa, dia berusaha tegar walau bayangan Fera selalu mengikuti kemanapun dia pergi di restoran ini, Maya berusaha menahan air matanya agar tidak jatuh, dia tidak mau terlihat lemah di hadapan orang lain.
Maya di bantu oleh salah satu pegawai di restoran itu agar dia bisa menjalankan semua aktivitas seperti biasanya, pegawai itu pun ikut tinggal di apartemen bersama Maya.
" Kak, apakah kamu ingin sesuatu?" tanya Pegawai itu.
Mila melarang Anita memanggil Nona, dia lebih suka di panggil Kakak.
" Tidak untuk saat ini Nit, kamu bisa membantu yang lainnya nanti kalau aku butuh sesuatu aku akan memanggilmu," ucap Maya.
" Baiklah Kak, aku pergi dulu di depan sedang banyak pelanggan," ucap Anita.
Setelah kepergian Anita, Maya memutar kursi rodanya dan mendorong menuju jendela besar yang berada di ruang kerjanya, dia memperhatikan hiruk pikuk kota. Tidak sengaja matanya melirik ke arah gaun pengantin yang ada di sudut ruangan, gaun pengantin pilihan Fera yang belum sempat di gunakan Fera.
Maya menghampiri gaun itu dan memperlihatkan setiap bagiannya. Tidak beberapa lama pintu ruang kerja Maya di ketuk, Maya mendorong kursi rodanya menuju ke arah pintu dan membuka pintu, di balik pintu terlihat sosok William berdiri di depan pintu.
" Maaf Maya, apa boleh Om berbicara sebentar denganmu?" tanya William.
" Tentu Om, ayo masuk!" ajak Maya.
Setelah kecelakaan itu William sering mendatangi Maya entah itu di restoran ataupun di apartemennya, Maya pun sudah bisa menerima kehadiran William sebagai sosok pengganti orang tuanya.
" Ada apa, Om?" tanya Maya ketika mereka sudah berada di dalam ruang kerjanya.
" Maafkan Om sebelumnya Maya, tapi Om ingin mengatakan ini semua kepadamu apapun jawabanmu nanti," Ucap William.
"Katakan saja Om, aku akan mendengarkannya!" ucap Maya.
" Aku ingin kamu menikah dengan Daniel May, aku yakin kamu bisa membantuku merubah Daniel menjadi sosok yang hangat seperti dulu lagi," ucap William sambil menyeka sudut matanya yang tiba-tiba berair.
" Tapi Om aku cacat, dan aku bukan sosok idaman Daniel, aku tidak mau Daniel tersiksa mempunyai isteri seperti aku," ucap Maya sambil menundukkan kepalanya.
" Aku yakin kalian akan menjadi pasangan serasi di dunia ini Maya, hanya saja kamu harus ekstra sabar menghadapi sikap Daniel, percayalah sebenarnya Daniel adalah sosok yang baik tapi kekecewaan membuat hatinya membeku, Om mohon bantu Om untuk membuat Daniel kembali seperti dulu," ucap William.
Maya yang berhati lembut pun merasa tersentuh dengan ucapan William, dia tidak tega melihat seorang ayah yang memohon di hadapannya, dengan berat hati Maya pun menerima permintaan William.
" Baiklah Om, aku akan menerima perjodohan ini, tapi sebaiknya Om tanyakan dulu bagaimana pendapat Daniel," ucap Maya.
William pun tersenyum bahagia dan memeluk Maya.
" Terima kasih Nak, Om sangat bahagia mendengar keputusanmu, Om akan berbicara dengan Daniel soal perjodohan ini Om yakin Daniel akan menuruti perkataan Om," ucap William dengan mata yang berbinar-binar.
" Sebaiknya Om bicarakan semuanya, dan jangan memaksa Daniel karena aku tidak mau hubungan Om dan Daniel retak," ucap Maya.
" Tentu Nak, Om akan pulang dan membicarakan ini dengan Daniel, Om permisi dulu Ya!" ucap William dan memeluk Maya.
William pun melangkahkan kakinya meninggalkan Maya, setelah kepergian William Maya kembali menitikkan air mata, dia memikirkan kembali akan keputusan yang diambilnya.
" Entah benar, entah salah jalan yang aku ambil ini aku harap bisa membawa kebaikan untuk semua," ucap Maya.
Sementara itu William kembali membujuk Daniel untuk menerima perjodohan Daniel dan Maya, setelah di bujuk berkali kali oleh Daddynya akhirnya Daniel pun menerima perjodohan itu walau dengan terpaksa.
" Dasar wanita licik! Kamu mengambil hati Daddy agar mau menjodohkan kamu denganku, tunggu saja apa yang akan aku lakukan kepadamu," ucap Daniel dalam hati.
William pun menghubungi orang orang kepercayaan untuk mengatur semua persiapan untuk pernikahan Daniel dan Maya. Dia ingin membuat pesta mewah yang di hadiri beribu-ribu undangan tapi Daniel menolak itu, dia hanya ingin keluarga saja yang menghadiri pernikahan ini.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 45 Episodes
Comments
Sulaiman Efendy
DASAR LAKI2 PENGECUT.... LO YG SALAH, LO YG NYALAHIN ORG LAIN...
2023-06-24
0
IG : Chocollacious
aku beri 20 like dulu ya, cicil dulu pelan" hehehe. Tenang nanti aku mampir lagi😉
Salam dari Good Partner
2020-11-03
2
R Ni
bodoh
2020-08-12
1