Tuan Arogan.

Sudah dua hari Mila demam, mungkin karena terkena hujan malam itu dan shock melihat para mafia yang kejam dan juga pikiran tentang laki laki yang tidak di kenalnya.

Mila berpikir mengapa dia senekat itu dengan laki laki yang tidak di kenalnya, walau Mila bekerja di club malam selama 2th ini tapi dia masih menjaga kesuciannya.

Banyak pria hidung belang yang ingin membeli keprawannya dengan harga fantastis, tapi Mila selalu menolaknya, bahkan pernah dia di hukum oleh pemilik club tempatnya bekerja karena menolak tawaran orang terkaya di negara itu.

Untungnya dia memiliki seorang teman yang sangat baik, Fera selalu membantu dan melindungi dia untuk mempertahankan kesuciannya.

Setelah sembuh dari sakitnya Mila memutuskan malam ini untuk kembali bekerja, setelah merias wajahnya Mila pun berangkat ke club itu.

Sesampainya di club itu betapa kagetnya Mila, tatanan dekorasi di sana berubah.

Mila bergegas menuju ruang pribadi miliknya dan berganti pakaian, setelah merasa cukup dia keluar dan menemui sahabatnya.

"Rindu ... mengapa suasana club ini berubah?" . tanya Mila.

" Kamu kemana saja beberapa hari ini Mila? kejadian besar terjadi di club ini," kata Rindu menjelaskan.

"Kejadian besar apa? Aku sakit Rindu ... jadi aku tidak bisa datang," ucap Mila.

"Kemarin setelah kepergianmu dan pak Sopir menyusulmu di sini terjadi keributan, Tuan besar pemilik club ini meninggal di bantai beberapa mafia bayaran," jelas Rindu.

"Mafia bayaran? Siapa yang membayar mereka ?" tanya Mila.

" Entahlah, aku juga tidak mengerti mungkin saingan bisnisnya," ucap Rindu.

Tidak berapa lama terdengar lonceng tanda mereka semua harus berkumpul di aula besar yang ada di dalam club.

Para pekerja club itu berhamburan menuju aula, diantara para wanita cantik yang ada di sana Mila menangkap keberadaan Fera.

Mila menghampiri Fera dan membisikkan sesuatu.

"Dari mana kamu Kak Fera? Kok baru muncul ?" bisik Mila.

"Aku ada urusan penting jadi aku tidak sempat mengabarimu, yang penting aku sekarang sudah ada di sini," ucap Fera.

Fera malam ini kelihatan sangat cantik, dia memakai gaun merah maroon yang memperlihatkan lekuk Indah tubuhnya.

Tidak berapa lama datang Madam Selena pengelola club ini, wanita itu berjalan dengan angkuhnya.

"Para wanitaku, malam ini kita kedatangan tamu spesial jadi aku mengumpulkan kalian semua yang ku anggap cantik dan spesial untuk di pilih tamu kita, jangan pernah kalian kecewakan tamu kita ini," kata madam Selena.

"Dan kamu Fera malam ini akhirnya kamu datang juga," lanjut Madam Selena sambil memandang Fera.

"Kamu mengancam akan memecatku tidak mungkin aku tidak datang," ujar Fera.

"Bagus malam ini aku memaksamu datang karena kamu yang akan menjadi penetral tamu kita. "

"Siapa sebenarnya tamu kita madam mengapa kita harus di pilih seperti mengikuti audisi artis saja?" tanya Rindu.

"Dia Tuan Jimmy, anak ke empat keluarga William," jelas Madam selena.

Semua yang hadir di sana menegang, raut wajah mereka berubah menjadi pucat kecuali Mila, Mila bingung menatap teman temannya yang raut wajahnya berubah.

"Kak kenapa kalian semua seperti ketakutan? Siapa sebenarnya tamu kita ?" tanya Mila.

"Jimmy adalah anak dari orang terkaya di kota ini tapi dia arogan, banyak maunya, kejam, dan tidak punya belas kasih," bisik Fera menjelaskan pada Mila.

"Kalau bisa menghindarlah dari dia, jangan keluar, jangan pernah tampakkan wajahmu !" ujar Fera.

"Tapi Kak, aku kok penasaran apa iya ada orang sekejam itu," kata Mila dengan nada Penasaran.

"Lebih baik kamu menuruti aku dari pada kamu menyesal," bisik Fera.

Tapi semua sudah terlambat, Madam Selena telah memilih Fera, Mila, Rindu, dan tiga teman lainnya.

Mereka di giring menuju ruang VVIP, disana terlihat banyak Bodyguard yang menunggu di luar ruangan, ketika pintu terbuka yang pertama kali terlihat adalah sosok laki-laki tinggi besar, wajahnya rupawan tapi beraura menyeramkan.

Madam Selena maju ke depan menghampiri laki laki itu .

"Tuan Jimmy ini wanita pilihan di club kami silahkan Anda pilih," ujar Madam Selena.

Fera yang menyadari pandangan orang itu selalu mengarah pada Mila dia pun bisa merasakan bahaya yang akan mengancam Mila.

Dengan mengumpulkan keberaniannya Fera maju menghampiri orang itu dan mencoba merayu dengan sentuhan sentuhan andalan Fera.

Orang itu memejamkan mata menikmati sentuhan Fera, madam Selena yang mengira tuan besar itu telah menerima Fera yang akan melayaninya malam ini pun akhirnya meninggalkan ruangan itu bersama wanita wanita lain yang tadi datang bersamanya.

Sebelum mereka sampai di luar ruangan semuanya sebuah suara menghentikan langkah mereka.

"Aku ingin Mila malam ini yang akan melayaniku," ucap Orang itu.

"Mila hari ini tidak datang Tuan besar dia sedang sakit," ucap Fera mencoba melindungi Mila seperti biasanya.

"Kalau Mila tidak ada disini malam ini aku akan menyuruh anak buahku untuk menyeretnya kesini," ujar Pria itu.

"Tapi Tuan Mila sedang sakit biar aku saja yang menggantikannya," ucap Fera sambil mencoba merayu orang itu.

Bukannya tergoda Pria itu malah mendorong Fera hingga kepalanya terbentur meja dan berdarah.

"Apa kamu merasa layak untuk melayani ku malam ini? kamu terlalu murahan," ujar pria itu sambil meludahi wajah Fera.

Mila yang sebelah kakinya sudah berada di luar pintu ruang itu pun kembali masuk karena tidak tega melihat Fera yang di perlakukan kasar oleh orang itu.

"Saya Mila Tuan, maaf bisakah Anda melepaskan teman saya?" ucap Mila dengan berani.

"Oh jadi kamu yang namanya Mila," ucap Jimmy.

"Kamu cantik sekali malam ini kamu harus melayani saya, kamu harus tidur dengan saya," ucap Jimmy dengan tawa devilnya.

Fera yang melihat raut ketakutan di wajah Mila pun menghampiri kembali pria itu dia tidak menghiraukan rasa sakit yang dia Rasakan.

"Maaf tuan malam ini Mila tidak bisa melayani anda , Mila sedang menstruasi hari ini," ucap Fera masih berusaha untuk melindungi Mila.

"Benarkah Mila sendang menstruasi , baiklah aku akan membuktikannya , kalau sampai kamu bohong aku tidak akan segan segan membunuhmu," ucap pria itu.

"Pengawal lucuti gadis itu, pastikan dia dalam keadaan menstruasi atau tidak malam ini," perintah Jimmy pada anak buahnya.

Para pengawal itu menghampiri Mila dan merobek baju yang di gunakannya, ketika baju itu telah berhasil di robek Mila dengan refleks menutupi tubuhnya dengan kedua tangannya.

Jimmy tertawa bahagia melihat tubuh indah Mila terpampang jelas di depannya, dia berjalan mendekati Mila, Jimmy ingin menjamah setiap inchi tubuh Mila.

Ketika Jimmy hampir menyentuh tubuh Mila sebuah suara menghentikannya.

"Jimmy apa yang sedang kamu lakukan," bentak Suara itu.

Mila merasa familiar dengan suara berat bergetar nan sexy itu, Mila pun memalingkan wajahnya untuk melihat siapa pria itu.

Tokoh visual Fera

Terpopuler

Comments

Joanne March⚘

Joanne March⚘

nyicil baca 5 chapter dulu yaa & sudah ku beri 5 like tersisa+rate 5 untukmu.

jangan lupa beri like di lapakku tiap chapternya yaa😊thank you

2020-08-15

1

Tika Mutiara

Tika Mutiara

aq harap it cwok yg di slmatin ma mila ohhhh no milAaaaaaaaaaa

2020-07-26

0

Di hapus

Di hapus

Thor aku mampir nih, semangat ya 💪 💪 💪

jika berkenan mampirlah di novel pertamaku

salam dari Empat cewek absurd

2020-07-11

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!