“Jadi ketika kita sedang kesakitan, suasana di sekitar kita hening, bahkan nafasmu dan detak jantungmu juga gak kedengaran Di”
“Ya mungkin itu yang terjadi” jawab Sumadi
“Nggak Di, bukan itu yang terjadi menurutku…..”
“Menurutku ada yang membungkam mic dari alat perekammu, jadi ketika kita dalam keadaan tersiksa, alat perekam itu tetap merekam, tetap ada yang membungkam, entah dengan apa dan bagaimana cara membungkamnya”
“Atau bisa saja alat perekam itu tetap berfungsi dengan baik, tetapi kita bukan ada di alam yang sebenarnya No”
“Ah apa saja bisa terjadi Di, namanya juga ghaib, semua bisa terjadi dengan tanpa bisa dinalar dan tidak bisa dipikir dengan akal sehat”
“Eh gini aja No, biar aku selesaikan dulu ngeditnya, setelah itu aku akan kirim ke lolokcicing@....com” kata sumadi kemudian sibuk dengan alatnya lagi
Kepalaku masih terasa berat, aku rasa aku saat ini memang butuh seorang dokter, karena obat yang aku beli dari rumah sakit kemarin malam itu kurang jozz kasiatnya.
“Oh iya No… kamu belum cerita tentang mimpimu semalam. Ayo cerita dulu, sambil aku edit yang akan kita kirim ke lolok cicing”
Aku masih ingat seluruh mimpiku, kebetulan aku diberi Tuhan daya pikir yang lumayan, sehingga aku masih ingat mimpiku beberapa jam lalu.
Ketika aku cerita bahwa aku juga mimpi tentang Sumadi yang sudah menjadi mayat, dia sempat terdiam beberapa saat, tetapi setelah itu dia meneruskan dengan kesibukannya.
“Sekarang apa pendapatmu dengan mimpiku itu Di?”
“Video yang semalam itu kamu hanya bisa menangkap gambar samar tubuh yang ada di kamar utama kan Di, tetapi di dalam mimpiku aku bisa melihat secara keseluruhan, bahkan wajahnya pun aku bisa lihat”
“Namanya juga mimpi No, semua bisa saja terekam, kamu mimpi seperti itu karena sebelumnya kita kan sempat mengalami kejadian yang mengerikan di dalam rumah itu”
“Dan kejadian itu kemudian kebawa ke dalam mimpimu No…. dahlah kita berdoa saja, semoga tidak terjadi sesuatu dengan kita yang sedang dalam upaya untuk mengetahui apa saja yang ada disana dan kenapa ada disana” kata Sumadi
Apa yang dikatakan Sumadi ada benarnya, mungkin aku kebawa kejadian yang sempat aku dan Sumadi alami di rumah mengerikan itu.
Tapi kembali lagi yang namanya ghaib itu bisa saja terjadi tanpa bisa dinalar dengan akal sehat, bahkan bisa dikatakan tidak masuk akal sama sekali.
Ah sudahlah… pagi ini lebih baik cari sarapan dulu, tadi sih sudah diantar roti dan telur dari pihak hotel. Disini sarapan tidak prasmanan, jadi diantar ke tiap tiap kamar.
Sebenarnya ini sudah bukan jam sarapan, karena sudah jam sembilan lebih.
“Di, ayo cari sarapan dulu, kamu apa gak lapar ta Di?”
“Iyo c*k sik sebentar lagi c*k”
“Husssh… kita bukan ada di daerah jawa, disini kita harus jaga sopan santun rek, ojok mesah mesuh ae Di heheheh”
“Iya No, sampek lupa aku nek kita ada di pulau B…. sik lima menit lagi selesai ngedit, setelah itu kita cari sarapan”
Ternyata benar kata Sumadi, setelah lima menit kemudian dia selesai dengan kesibukannya, sekarang kami akan pergi mencari sarapan di sekitar hotel atau paling tidak agak jauhlah dari hotel.
Di depan hotel sudah panas, lalu lintas ramai sekali, di seberang hotel ada toko swalayan circle K, toko yang adanya hanya di pulau ini saja. Tetapi di kotaku kota S tidak ada toko itu.
Dua orang bule baru saja melewati kami, di tangan mereka membawa satu kaleng minuman ringan, yah memang disini udaranya agak panas.
“Kita mau kemana No?”
“Ke arah kiri aja Di, siapa tau ada penjual makanan diantara toko-toko itu”
Ternyata tidak jauh dari hotel ada penjual nasi bungkus, dengan menggunakan sebuah meja yang diatasnya bertumpuk tumpuk nasi yang sudah dalam keadaan bungkusan.
Penjualnya adalah sepasang remaja yang wajahnya sangat mirip identik, mereka berteduh di bawah payung besar yang juga melindungi barang dagangan nasi bungkus mereka.
“Wah ini nasi bungkus apa aja dek?” tanyaku kepada penjualnya yang aku rasa kembar itu
“Macam-macam pak, itu ada namanya kok pak” jawab yang laki-laki
“Hhmmm kalian ini kembar ya?”
“Iya pak… kami bersaudara, eh bapak ini dari Jawa ya? Kok logatnya sama seperti ibu dan bapak saya” tanya yang laki-laki
“Iya dek, kami dari kota S, kami sedang berlibur disini”
“Bapak nginep di hotel C itu?” tanya yang laki-laki sambil menunjuk ke arah hotel C
“Iya kami nginep di hotel C, kalian bukan orang sini emangnya?”
“Kata ibu saya, kami dilahirkan di kota P pak… tapi sejak bayi kami sudah pindah ke sini”
“Oh gitu, tiap hari kalian jualan disini atau gimana?”
“Hanya pagi sampai siang aja pak, biasanya dagangan kami siang hari sudah habis” sekarang yang jawab yang perempuan
“Nama kalian siapa dek?” tanya Sumadi
“Saya Gusta pak, sedangkan adik perempuan saya itu Gustin” jawab anak yang laki-laki
“Okelah dik, tolong dihitung dulu empat bungkus nasinya. Kalau begitu selama kami ada disini, kami akan beli nasi bungkus kalian untuk sarapan ya dek” kata Sumadi
“Kok kalian pagi ini tidak sekolah dek?”
“Nggak pak, kan kami sedang jualan pak”jawab yang laki laki lagi
Kedua anak kembar itu kemungkinan tidak sekolah, karena ketika aku tanya kok nggak sekolah, yang perempuan tertunduk malu, dari tadi yang menjawab kan yang laki-laki saja.
Padahal mereka dari segi wajah sama sekali tidak jelek, yang laki ngganteng, sedangkan yang perempuan juga cantik, pasti ada alasan sehingga mereka tidak sekolah
Di hotel setelah sarapan enak….
Sumadi kembali sibuk dengan laptopnya, dia sedang mengirim email kepada lolokcicing tentang apa yang kami alam, sekalian kami minta tambah menginap disini, karena jatah kami hanya sampai besok hari.
“Sudah aku kirim email beserta video dan suara yang berhasil terekam di alat perekam kita No, sekalian kita minta extend kamar”
“Ya sudah Di, sekarang kita istirahat dulu aja, kalau kita sehat, nanti malam jam sebelas malam kita berangkat lagi ke rumah hantu itu”
“Aku punya rencana Di….”
“Aku punya rencana untuk memvideo aktifitas ghaib yang ada disana, tetapi kita tidak ikut ada disana, kita hanya taruh handycam dan alat perekam disana saja, kemudian kita ambil besok paginya Di”
“Mmm aku tidak setuju No, kita ini punya kualitas No, kualitas kita itu kita selalu ada di tempat yang menjadi tempat eksplorasi kita, kalau macam itu siapa saja bisa lakukan No hehehe”
“Iya sih, benar juga apa yang kamu katakan Di, ooh ya, kamu sudah lihat balasan email dari lolokcicing?”
“Bentar aku lihatnya No”
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 118 Episodes
Comments
Siti Mushlikah
kangen sama mas agus dan mba tina,,
2023-06-08
0
Naida Iko
rumah penggergajian lama tdk baca jd tdk tau kelanjutan tina & agus
2023-05-12
2
@ ubaydah_*😄
weew
2023-05-11
1