Setelah menunggu hingga empat jam lebih, setelah kemacetan semakin panjang dengan datangnya bus bus malam yang menuju ke pulau B, setelah kedatangan polisi dan sebuah mobil derek untuk meminggirkan pick pun yang melintang di tengah jalan, akhirnya kami bisa meneruskan perjalanan.
“Huuuff, pukul enam pagi kita baru sampai di penyeberangan No”
“Yah gimana lagi Di, kan bukan salah kita juga.. Coba kamu kirim email, katakan bahwa kita baru sampai penyeberangan karena semalam ada kecelakaan di hutan B”
Kami hanya bisa komunikasi dengan menggunakan email saja, tau sendiri kan yang namanya email itu nunggu sending, kemudian terima jawaban, yah pokoknya gak secepat menggunakan Wa atau telepon.
“Udah aku email No, tinggal nunggu jawaban saja… eh bentar ada notifikasi email masuk No”
“Orang itu sudah jawab email kita, dia bilang ditunggu oleh teman dia di pintu masuk terminal bus U nanti sekitar jam sepuluhan”
“Memangnya perjalanan kita dari sini ke sana berapa jam sih No?”
“Hmm sekitar tiga hingga empat jam lagi dihitung kalau kita sudah menyeberang Di..”
“Sekarang aja kita sedang nunggu kapal ferry yang sedang bongkar, kemudian lama penyeberangan bisa setengah jam, tapi nunggu dermaga kosong bisa lima belas menitan lebih hehehe”
Perjalanan kamil lanjutkan setelah selama satu jam kami di ombang ambing di dalam kapan, dan kebelutkan saat ini bulan agustus yang berarti ombak kadang kurang bersahabat.
Di sebuah pom bensin yang dekat dengan dermaga penyeberangan kami berhenti sejenak untuk mandi dan melakukan kegiatan rutin setiap pagi.
Setelah itu kami sarpan di sebuah warung jawa yang dekat dengan dermaga penyeberangan.
“Wis Di, yuk kita lanjutkan perjalan karena masih sekitar tiga hingga empat jam perjalanan lagi ini”
Perjalanan pagi ini tidak ada kendala yang berarti hingga sekitar tiga jam lebih sedikit kami sudah masuk ke kota. Sekarang tinggal menuju ke terminal bus U, nanti disana kita akan dipandu oleh suruhan orang yang mempunyai alamat email lolokcicing.
“Di tolong email lagi, kita sudah masuk kota, nanti sekitar dua kilometer kita sudah ada di terminal U”
Sumadi dengan cekatan mengirim email melalui ponselnya, agar mudah berkomunikasi tidak menggunakan laptop Sumadi memasang email kami di ponselnya. Karena si lolokcicing ini hanya mau komunikasi lewat email saja.
“Dah dijawab No, orang dia sedang menunggu di depan pintu keluar terminal bus. Di sebelah tempat pencucian mobil.. Dan kita disuruh berhenti di seberang saja”
“Orang dia menggunakan motor warna merah, berjaket kuning, dan berhelm merah juga. Dia nanti membunyikan klakson kepada kita agar kita mengikuti dia”
Tidak lebih dari sepuluh menit akhirnya kami mendekati terminal bus yang ada di pinggiran kota. Aku pelankan laju mobil hingga berhenti di seberang tempat cuci mobil.
Tidak ada lima menti, ada sebuah motor matic berwarna merah dengan satu orang penumpang yang berhelm merah, dia membunyikan bel satu kali, dan melambaikan tangannya agar kami mengikuti dia.
“Itu orangnya No, ayo kita ikuti dia No”
Motor itu berjalan pelan menuju ke arah tengah kota D, kami terus mengikuti motor itu hingga beberapa perempatan padat yang kami lalui, kemudian dia berbelok ke arah kanan.. Jalan yang di kiri berjajar hotel.
Sepeda motor itu tidak berhenti di salah satu hotel itu, tetapi tetap lurus saja hingga beberapa menit kemudian berbelok ke kiri.. Aku tak tau arah di kota ini.. Tetapi beberapa menit kemudian motor itu berhenti di sebuah hotel yang bernama hotel C.
Motor itu masuk ke halaman hotel yang saat ini ada beberapa mobil yang sedang parkir. Kemudian dengan isyarat tangan dia menyuruh kami untuk memarkir mobil di lahan parkir hotel.
Orang itu menghampiri kami, meskipun masih menggunakan helm di kepalanya
“Selamat siang dan selamat datang pak Paino dan pak Sumadi…. Panggil saja saya Gungde”
“Ini hotel kalian, kalian reservasi dulu dan istirahat disini, besok pagi saya akan kesini untuk mengajak kalian menuju ke tempat yang akan kalian datangi”
“Kami sudah bayar hotel ini untuk tiga hari, tetapi apabila diperlukan nanti akan kami perpanjang jadwal menginap kalian disini” kata orang yang memperkenalkan diri sebagai Gungde
“Eh mas Gungde, apa kami bisa minta nomor hp nya mas Gungde?”
“Komunikasi lewat email seperti biasanya saja pak… akan kita balas email itu meskipun tengah malam sekalipun” kata Gungde dengan ramah
“Ya sudah kalau begitu mas Gungde, eh Bli Gungde”
“Panggil saya Gungde saja tidak usah pakai mas atau bli pak hehehe”
Pemuda tinggi besar yang memakai celana tiga perempat dan jaket kuning itu pergi meninggalkan kami. Agak aneh juga kami tidak diperbolehkan minta nomor teleponnya, dan diharuskan menggunakan Email saja untuk komunikas kami dengan dia.
Nama hotel ini menggunakan nama salah satu kota di jawa barat, aku nggak tau kenapa hotel ini dinamakan dengan nama kota C di jawa barat, apakah pemiliknya berasal dari kota C di jawa barat juga.
Hotel yang cukup nyaman, akhirnya kami bisa istirahat dan mempersiapkan apa yang akan kami lakukan besok harinya.
“Apa yang akan kita lakukan malam ini No?”
“Gak ada DI, paling juga cari makan malam saja, atau kita bisa tanya ke pegawai hotel ini tentang apa yang kita cari, siapa tau mereka tau sedikit tentang tujuan kita”
“Ayo No, sekalian jalan-jalan sekitar sini…. Tapi kita ini kayaknya ada di tengah kota, jadi ya kita mau kemana No”
“Istirahat aja lah Di, aku lumayan capek juga nyetir…. Kamu email dulu si lolokcicing, kabari kita sudah ada di hotel dengan selamat, siapa tau dia mau ke sini dan bertemu dengan kita”
Hotel ini lumayan rame, tapi enak dan nyaman juga, kamar kami ada di bagian belakang, karena lahan parkir di belakang penuh, maka mobil aku parkir di depan, di depan kantor hotel.
Sumadi mencari makanan di luar, sementar aku cek semua peralatan yang akan aku gunakan semacam alat perekam, kamera, video dan sejenisnya.
Sebenarnya aku kepingin siang ini menuju ke tempat penelitian untuk observasi lapangan dan lingkungan disana, tetapi kayaknya si Sumadi nggak email untuk meminta diantar ke lokasi.
“No..Paino…” kata Sumadi yang buru-buru masuk ke kamar dengan membawa dua bungkus makanan”
“Ada apa DI?”
“Iki lho No, Lolokcicing mau antar kita ke lokasi, agar kita bisa lakukan observasi dan kita bisa kesana sendiri tanpa harus diantar mereka” kata Sumadi sambil menunjukan email yang ada di ponselnya
“Wah kebetulan Di, aku juga kepingin kesana….kapan dia mau ke sini Di?”
“Katanya sepuluh menit lagi Gungde akan datang ke sini”
“Waduh kita gak bisa makan DI, ya sudahlah siap siap aja, Makanannya kita bawa saja di mobil, siapa tau nanti kita bisa makan disana”
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 118 Episodes
Comments
Tri Yoga Pratiwi
kapal, kebetulan
2023-09-08
0
Zhilla Senja
sek nerus kok sek an🤣🤣
2023-07-01
1
Amoy0904
ak tau tu hotel'a..
hotel cianjur dkt sm polda Bali..
weehh seru ni novel ak lama di Bali soal'a
2023-05-23
3