BAB 03. BERANGKAT

Aku ndak  ngerti dengan orang yang sedang balas berbalas email dengan Sumadi, siapa dia dan kenapa dia begitu serius dan misterius.

Aku dan Sumadi sedang mulai mempersiapkan segala sesuatu yang akan kami bawa ke sana, semua yang kami punyai kami bawa ke sana. Apa yang kami punyai……

Cuma alat perekam suara, handycam kuno, camera foto, beberapa alat pencahayaan, dua buah laptop lawas, dan beberapa alat yang tidak begitu penting.

Kadang ada pertanyaan, kenapa kita tidak bawa dupa, kemenyan dan sejenisnya? Jawabanya adalah kami tidak berniat untuk adu nasib dengan ghaib, kami bukan mau menantang dan mau mengusir mereka, kami hanya melakukan dokumentasi dan merasakan sesuatu yang ada disana, sudah hanya itu saja.

Ketika kami sibuk berberes, aku mendengar suara pintu pagar yang diketuk dari luar…

“Di Sumadi….. koyoke ada orang yang ketok ketok pintu pagar, kamu disini aja list apa saja yang akan kita bawa, biar aku yang bukakan pintu rumah”

“Aku gak dengar ada yang ketuk-ketuk pagar No.. ya dah sana, siapa tau dia yang akan kirim kita uang, jadi kamu kan bisa tanya-tanya ke dia”

Aku berjalan keluar, dari dalam rumah… ketika aku buka pintu rumah, ternyata tidak ada siapapun di depan rumah,  tidak ada orang yang ada di depan rumah….

Tapi hanya ada sebuah paket yang dibungkus koran dan tergeletak di halaman rumah.

“Opo iku…..”

“Ojok-ojok itu uang, tapi mosok cuma dilempar gitu aja, apa gak takut hilang hehehe”

Bungkusan koran itu tidak aku ambil, ku perhatikan dengan seksama dulu apa yang ada di halaman rumahku…sekiranya aman dan tidak meledak atau tidak gimana gimana baru aku akan ambil.

Satu dua menit aku perhatikan, ternyata aman…

 Aku ambil paket yang terbungkus koran, kemudian aku timbang-timbang.

“Agak berat…….”

Jelas gak mungkin kalau paket ini isinya uang… berapa banyak uang yang ada di dalam paket ini kalau benar paket ini berisi uang

Kuambil paket yang terbungkus kertas koran, dan kemudian aku bawa ke dalam rumah, sementara iu Sumadi sudah selesai dengan list barang-barang yang akan kita bawa ke tujuan kita.

Sumadi orangnya paling teliti kalau untuk urusan administratif dan sejenisnya, sedangkan aku lebih ke penelitian dan sejenisnya.

“Coba buka ini Di, siapa tau isinya memang uang hehehe, tapi aku kok ragu ya di, mosok sih uang dibungkus koran gitu aja, terus dilempar ke halaman rumah”

“Yah jangan heran No, wong emailnya aja aneh, pasti orangnya juga aneh lah, dan bisa saja cara dia kirim uang juga aneh… bawa sini bungkusan korannya No”

Dengan menggunakan pisau cutter Sumadi membuka bungkusan koran yang tadi aku temukan di halaman rumah.

Sumadi merobek bungkusan  itu dengan hati-hati satu persatu lapisan koran dia lepas hingga di dalamnya ada sebuah kotak kardus kecil yang tentu saja di dalamnya ada sesuatunya.

Kotak kardus itu dibuka Sumadi….

“Masyaallah.. No Paino, isine uang c*k”

“Lho wih.. Satu bendel uang seratus ribuan yang berjumlah sepuluh juta c*k”

“Di, apa gak ada suratnya atau tulisan apa gitu, mosok cuma gini aja ngasih uangnya”

“Sabar No,... tapi memang gak ada apa-apanya, eh lebih baik aku email saja dia, aku katakan kita sudah menerima uangnya”

Aku masih tidak percaya, ada orang yang mau membiayai kami untuk melakukan riset atas sebuah rumah yang kata pemilik akun email lolokcicing rumah yang berhantu, karena letak rumah itu ada di bawah kuburan.

“No, orangnya ngemail lagi, bia bilang katanya gunakan uang itu sebaik mungkin, nanti setelah semua selesai dan kita sudah menguak informasi tentang rumah yang dia maksud, dia akan kirim uang lagi sebagai ucapan rasa terima kasih”

“Email ini juga dilampirkan pembayaran di hotel atas nama Paino untuk tiga malam, dia bilang kalau penyelidikan kita memerlukan waktu yang lama, maka kita jangan segan-segan untuk extend kamar”

“Ini barusan aku balas bahwa kami sudah menerima uangnya, dan dua hari lagi kita akan berangkat kesana menggunakan mobil kita”

*****

Dua hari kemudian aku dan Sumadi sudah bersiap berangkat, tapi sebelumnya Sumadi kirim email kepada lolokcicing bahwa kami berangkat saat ini jam ini juga.

Perjalanan mungkin memakan waktu sekitar dua belas jam, kami tidak akan ngebut dan ngoyo, karena  kami akan membutuhkan tenaga kami ketika sudah ada disana.

Kami berangkat malam hari setelah sholat maghrib, dengan asumsi bahwa jalan malam akan lebih sepi lalu lintasnya. Aku memegang kemudi, sedangkan Sumadi sibuk dengan laptopnya untuk berkomunikasi email dengan lolokcicing.

Perjalanan setelah maghrib tengah malam berjalan lancar, tidak ada gangguan yang berarti selain gangguan ngantuk dan terpaksa berhenti untuk minum segelas kopi.

Tengah malam mobil kami akan memasuki hutan… sebuah hutan yang katanya mengerikan, sudah banyak orang-orang yang mengadakan adu nyali di hutan itu. Dan katanya mereka banyak mendengar suara-suara mengerikan selain beberapa penampakan.

“No, kita akan masuk hutan B…ini tengah malam c*k, apa gak nunggu kendaraan yang menuju ke sana juga saja, kita bisa iring iringan lah”

“Hehehe di belakang kita gelap, sama sekali tidak ada lampu kendaraan atau sejenisnya, lalu kita harus nunggu apa Di?”

“Gimana Di, kita langsung aja atau tetap menunggu kendaraan yang menuju ke arah yang sama dengan kita?”

“Langsung aja No, bismillah dulu c*k”

Baru saja aku berdoa ketika akan masuk hutan B, tiba-tiba dari arah belakang ada sepasang lampu sorot yang sangat terang, ternyata sebuah bus dengan lampu yang terang dan kecepatan tinggi menyalip mobil kami.

Bus itu aneh, karena lampu di dalam kabin nyala semua, tetapi aku tidak bisa melihat bagian dalamnya, karena bus itu melaju sangat kencang, dan dalam sekejap bus itu hilang di belokan kiri.

“Ayo kejar No, kita jalan bareng bus itu aja…” kata Sumadi

“C*k bus ngawur itu, bus setan itu hahahaha, gendeng, bus itu bisa lari sekencang itu”

Kujalankan mobil dengan kecepatan yang lebih kencang dari pada sebelumnya, lampu jauh selalu kupasang agar aku bisa melihat sesuatu yang jauh di depan.

Tapi tidak nampak bus yang tadi menyalip mobil kami, tidak nampak cahaya lampu bus lagi… aneh kok bisa malam bus itu melaju sekencang itu.

Aku tambah gas mobil belokan dan tikungan aku lalui dengan lumayan cepat, karena saat ini hanya mobil ini saja yang melaju di jalan yang memotong hutan B.

Lampu jauh tetap aku gunakan terus menerus hingga tiba-tiba lampu mobil menyorot sebuah bus yang terparkir di pinggir jalan, seluruh lampu bus  itu dalam keadaan mati……

Kukurangi kecepatan mobil, aku penasaran dengan keadaan bus yang  sekarang beberapa  belas meter di depan mobil kami dan dalam keadaan berhenti, semua lampu bus yang tadinya terang benderang sekarang sudah mati.

“Kok kamu pelankan laju mobil ini No?”

“Iya Di, aku penasaran dengan bus yang ada di depan itu, yang sedang terparkir di pinggir jalan itu”

Kami akhirnya melewati bus yang sedang terparkir di bahu kiri jalan, tapi aku tidak bisa memperhatikan dengan jelas, karena aku harus fokus dengan jalan di hutan ini.

Terpopuler

Comments

nath_e

nath_e

fix mobil hantu itu mah😱

2023-06-05

0

nath_e

nath_e

weeh rejeki 🤭betul orangnya aja aneh ok masa iya caranya nda aneh

2023-06-05

0

Liani Purnapasary

Liani Purnapasary

aneh tuh BUS 😱😱

2023-05-23

3

lihat semua
Episodes
1 BAB 01. PERKENALKAN KAMI ADALAH PAINO DAN SUMADI
2 BAB 02. EMAIL MISTERIUS
3 BAB 03. BERANGKAT
4 BAB 04. KECELAKAAN YANG JANGGAL
5 BAB 05. BERTEMU GUNGDE
6 BAB 06. RUMAH YANG DIMAKSUD
7 BAB 07. SAPAAN DI SIANG HARI
8 BAB 08. PERSIAPAN MALAM INI
9 BAB 09. GANGGUAN ATAU PERKENALAN
10 BAB 10. KAMI MULAI KESAKITAN
11 BAB 11. MENCOBA UNTUK BERINTERAKSI
12 BAB 12. KENAPA AKU?
13 BAB 13. HASIL KAMERA VIDEO
14 BAB 14.WAJAH ORANG TUA DENGAN UDENG
15 BAB 15.HASIL DARI ALAT PEREKAM
16 BAB 16. MENDENGARKAN APA SAJA YANG TEREKAM
17 BAB 17. ANAK KEMBAR PEDAGANG NASI BUNGKUS
18 BAB 18. SEDIKIT INFO DARI LOLOKCICING
19 BAB 19. SIANG HARI DI RUMAH ITU
20 BAB 20. PANTULAN DI CERMIN
21 BAB 21. BERTEMU SI KEMBAR LAGI
22 BAB 22. KAMAR MANDI INI…..
23 BAB 23. WAJAH PUCAT
24 BAB 24. KEJADIAN YANG LUAR BIASA
25 BAB 25. DALAM KEADAAN BAHAYA
26 BAB 26. SUMADI KEMBALI
27 BAB 27. AKHIRNYA ADA YANG MENOLONG
28 BAB 28. PENJELASAN GUSTA DAN GUSTIN
29 BAB 29. YANG TERJADI DENGAN SUMADI
30 BAB 30. AAAAHHHH…GANGGUAN LAGI
31 BAB 31. KASIHAN SUMADI
32 BAB 32. PERUBAHAN DI DIRI SUMADI
33 BAB 33. SAYA HERA, ASAL SAYA DARI MEDAN
34 BAB 34. ENERGI APA MASUK KE TUBUH KAMI?
35 BAB 35. PERUBAHAN GUSTA
36 BAB 36. KEDATANGAN HERA
37 BAB 37. HASIL VIDEO KEMARIN MALAM
38 BAB 38. BU TINA
39 BAB 39. SORE HARI DI RUMAH BELAKANG SETRA
40 BAB 40. RUANG BAWAH TANAH
41 BAB 41. HIPNOTIS RUANG BAWAH TANAH
42 BAB 42. DIJEBAK DAN DIPAKSA UNTUK TIDUR
43 BAB 43. RUANGAN YANG ISINYA SAMA PERSIS
44 BAB 44. JANGAN MASUK KE SANA!
45 BAB 45. TERJEBAK…KITA HARUS PERGI DARI SINI
46 BAB 46. IKUTI SAYA!
47 BAB 47. PANGGIL SAYA PAK WAYAN
48 BAB 48. KALIAN DALAM BAHAYA
49 BAB 49. INFORMASI PETUGAS SPBU
50 BAB 50. LUKA DI TUBUH SUMADI
51 BAB 51. DUA ANAK ITU MEMPERHATIKAN AKU
52 BAB 52. BU TINA YANG GUGUP LAGI
53 BAB 53. PERMINTAAN TOLONG YANG TIDAK JELAS
54 BAB 54. SUMADI PARAH
55 BAB 55. SUMADI JANGAN MATI DULU
56 BAB 56. SUMADI BERHASIL SIUMAN
57 BAB 57. HASIL VIDEO YANG SANGAT ANEH
58 BAB 58. OMONGAN PAK WAYAN
59 BAB 59. MENUJU RUMAH BU TINA
60 BAB 60. DUA ANAK ITU LAGI!
61 BAB 61. SUMADI SEMBUH?
62 BAB 62. TERNYATA RUMAH PAK WAYAN
63 BAB 63. BANTU SAYA UNTUK MASALAH RUMAH INI
64 BAB 64. ANEH….SUMADI SUDAH SEMBUH TOTAL
65 BAB 65. MENYUSUN RENCANA
66 BAB 66. INFO YANG DIDAPAT HERA DAN GEK AYU
67 BAB 67. DALAM BAHAYA
68 BAB 68. PINDAH KAMAR
69 BAB 69. TERCEKIK
70 BAB 70. LAKI-LAKI YANG MENCURIGAKAN
71 BAB 71. PERGI DARI SINI?
72 BAB 72. DI TEMPAT KELAHIRAN DUA ANAK KEMBAR
73 BAB 73. BU TINA YANG DATANG
74 BAB 74. BU TINA DATANG BERSAMA HERA DAN GEK AYU
75 BAB 75. TENTANG SIAPA MEREKA BERDUA ITU
76 BAB 76. LANJUTAN CERITA BU TINA
77 BAB 77. USUL PAK WAYAN
78 BAB 78. MALAM HARI YANG TEPAT
79 BAB 79. MELEPAS RAGA HALUS
80 BAB 80 . DI DALAM RUMAH BU TINA
81 BAB 81 . SUAMI BU TINA YANG MENGERIKAN
82 BAB 82 . BERTEMU PAK AGUS SUAMI BU TINA
83 BAB 83 . CERITA PAK AGUS
84 BAB 84 . HUB ORANG INI SAJA
85 BAB 85 . WARDIONO
86 BAB 86. SAYA WARDIONO
87 BAB 87. TUJUAN AGUS YANG SEBENARNYA
88 BAB 88. PEMBUKTIAN PAK WAYAN
89 BAB 89. RUANGAN BAWAH TANAH
90 BAB 90. INFORMASI DARI PAK WAR
91 BAB 91. DI MANA KAMI BERADA
92 BAB 92. PURI TENGAH HUTAN
93 BAB 93. I GUSTI WAYAN SUDARMA
94 BAB 94. TUGAS DARI PAK WAYAN
95 BAB 95. GUSTA, GUSTIN, DAN HASTO
96 BAB 96. KAMU TIDAK AKAN KEMBALI
97 BAB 97. BAGAIMANA INI
98 BAB 98. TENTANG DESA DAN PURI INI
99 BAB 99. MEREKA MERENCANAKAN SESUATU
100 BAB 100. KEDATANGAN AGUS
101 BAB 101. MUNGKIN INI YANG DICARI AGUS
102 BAB 102. GUSTIN
103 BAB 103. MENYELAMATKAN BU TINA, HERA, DAN GEK AYU
104 BAB 104. DIA BUKAN SUAMI SAYA
105 BAB 105. SELAMATKAN DIRI!
106 BAB 106. TIPU DAYA AGUS
107 BAB 107. SATU PERSATU
108 BAB 108. KERIS DAN MBAH SUTINAH
109 BAB 109. JADI ANEH GINI
110 BAB 110.MAKIN ANEH
111 BAB 111. ANDA SIAPA?
112 BAB 112. ADA SESUATU DISANA
113 BAB 113. SEBUAH TANDA
114 BAB 114. MAKIN NGGAK MASUK AKAL
115 BAB 115. BELUM WAKTUNYA!
116 BAB 116. BERTEMU BU TINA DAN ANAKNYA
117 BAB 117. SATU PERSATU DISELAMATKAN
118 BAB 118. PAK SUDIRAN
Episodes

Updated 118 Episodes

1
BAB 01. PERKENALKAN KAMI ADALAH PAINO DAN SUMADI
2
BAB 02. EMAIL MISTERIUS
3
BAB 03. BERANGKAT
4
BAB 04. KECELAKAAN YANG JANGGAL
5
BAB 05. BERTEMU GUNGDE
6
BAB 06. RUMAH YANG DIMAKSUD
7
BAB 07. SAPAAN DI SIANG HARI
8
BAB 08. PERSIAPAN MALAM INI
9
BAB 09. GANGGUAN ATAU PERKENALAN
10
BAB 10. KAMI MULAI KESAKITAN
11
BAB 11. MENCOBA UNTUK BERINTERAKSI
12
BAB 12. KENAPA AKU?
13
BAB 13. HASIL KAMERA VIDEO
14
BAB 14.WAJAH ORANG TUA DENGAN UDENG
15
BAB 15.HASIL DARI ALAT PEREKAM
16
BAB 16. MENDENGARKAN APA SAJA YANG TEREKAM
17
BAB 17. ANAK KEMBAR PEDAGANG NASI BUNGKUS
18
BAB 18. SEDIKIT INFO DARI LOLOKCICING
19
BAB 19. SIANG HARI DI RUMAH ITU
20
BAB 20. PANTULAN DI CERMIN
21
BAB 21. BERTEMU SI KEMBAR LAGI
22
BAB 22. KAMAR MANDI INI…..
23
BAB 23. WAJAH PUCAT
24
BAB 24. KEJADIAN YANG LUAR BIASA
25
BAB 25. DALAM KEADAAN BAHAYA
26
BAB 26. SUMADI KEMBALI
27
BAB 27. AKHIRNYA ADA YANG MENOLONG
28
BAB 28. PENJELASAN GUSTA DAN GUSTIN
29
BAB 29. YANG TERJADI DENGAN SUMADI
30
BAB 30. AAAAHHHH…GANGGUAN LAGI
31
BAB 31. KASIHAN SUMADI
32
BAB 32. PERUBAHAN DI DIRI SUMADI
33
BAB 33. SAYA HERA, ASAL SAYA DARI MEDAN
34
BAB 34. ENERGI APA MASUK KE TUBUH KAMI?
35
BAB 35. PERUBAHAN GUSTA
36
BAB 36. KEDATANGAN HERA
37
BAB 37. HASIL VIDEO KEMARIN MALAM
38
BAB 38. BU TINA
39
BAB 39. SORE HARI DI RUMAH BELAKANG SETRA
40
BAB 40. RUANG BAWAH TANAH
41
BAB 41. HIPNOTIS RUANG BAWAH TANAH
42
BAB 42. DIJEBAK DAN DIPAKSA UNTUK TIDUR
43
BAB 43. RUANGAN YANG ISINYA SAMA PERSIS
44
BAB 44. JANGAN MASUK KE SANA!
45
BAB 45. TERJEBAK…KITA HARUS PERGI DARI SINI
46
BAB 46. IKUTI SAYA!
47
BAB 47. PANGGIL SAYA PAK WAYAN
48
BAB 48. KALIAN DALAM BAHAYA
49
BAB 49. INFORMASI PETUGAS SPBU
50
BAB 50. LUKA DI TUBUH SUMADI
51
BAB 51. DUA ANAK ITU MEMPERHATIKAN AKU
52
BAB 52. BU TINA YANG GUGUP LAGI
53
BAB 53. PERMINTAAN TOLONG YANG TIDAK JELAS
54
BAB 54. SUMADI PARAH
55
BAB 55. SUMADI JANGAN MATI DULU
56
BAB 56. SUMADI BERHASIL SIUMAN
57
BAB 57. HASIL VIDEO YANG SANGAT ANEH
58
BAB 58. OMONGAN PAK WAYAN
59
BAB 59. MENUJU RUMAH BU TINA
60
BAB 60. DUA ANAK ITU LAGI!
61
BAB 61. SUMADI SEMBUH?
62
BAB 62. TERNYATA RUMAH PAK WAYAN
63
BAB 63. BANTU SAYA UNTUK MASALAH RUMAH INI
64
BAB 64. ANEH….SUMADI SUDAH SEMBUH TOTAL
65
BAB 65. MENYUSUN RENCANA
66
BAB 66. INFO YANG DIDAPAT HERA DAN GEK AYU
67
BAB 67. DALAM BAHAYA
68
BAB 68. PINDAH KAMAR
69
BAB 69. TERCEKIK
70
BAB 70. LAKI-LAKI YANG MENCURIGAKAN
71
BAB 71. PERGI DARI SINI?
72
BAB 72. DI TEMPAT KELAHIRAN DUA ANAK KEMBAR
73
BAB 73. BU TINA YANG DATANG
74
BAB 74. BU TINA DATANG BERSAMA HERA DAN GEK AYU
75
BAB 75. TENTANG SIAPA MEREKA BERDUA ITU
76
BAB 76. LANJUTAN CERITA BU TINA
77
BAB 77. USUL PAK WAYAN
78
BAB 78. MALAM HARI YANG TEPAT
79
BAB 79. MELEPAS RAGA HALUS
80
BAB 80 . DI DALAM RUMAH BU TINA
81
BAB 81 . SUAMI BU TINA YANG MENGERIKAN
82
BAB 82 . BERTEMU PAK AGUS SUAMI BU TINA
83
BAB 83 . CERITA PAK AGUS
84
BAB 84 . HUB ORANG INI SAJA
85
BAB 85 . WARDIONO
86
BAB 86. SAYA WARDIONO
87
BAB 87. TUJUAN AGUS YANG SEBENARNYA
88
BAB 88. PEMBUKTIAN PAK WAYAN
89
BAB 89. RUANGAN BAWAH TANAH
90
BAB 90. INFORMASI DARI PAK WAR
91
BAB 91. DI MANA KAMI BERADA
92
BAB 92. PURI TENGAH HUTAN
93
BAB 93. I GUSTI WAYAN SUDARMA
94
BAB 94. TUGAS DARI PAK WAYAN
95
BAB 95. GUSTA, GUSTIN, DAN HASTO
96
BAB 96. KAMU TIDAK AKAN KEMBALI
97
BAB 97. BAGAIMANA INI
98
BAB 98. TENTANG DESA DAN PURI INI
99
BAB 99. MEREKA MERENCANAKAN SESUATU
100
BAB 100. KEDATANGAN AGUS
101
BAB 101. MUNGKIN INI YANG DICARI AGUS
102
BAB 102. GUSTIN
103
BAB 103. MENYELAMATKAN BU TINA, HERA, DAN GEK AYU
104
BAB 104. DIA BUKAN SUAMI SAYA
105
BAB 105. SELAMATKAN DIRI!
106
BAB 106. TIPU DAYA AGUS
107
BAB 107. SATU PERSATU
108
BAB 108. KERIS DAN MBAH SUTINAH
109
BAB 109. JADI ANEH GINI
110
BAB 110.MAKIN ANEH
111
BAB 111. ANDA SIAPA?
112
BAB 112. ADA SESUATU DISANA
113
BAB 113. SEBUAH TANDA
114
BAB 114. MAKIN NGGAK MASUK AKAL
115
BAB 115. BELUM WAKTUNYA!
116
BAB 116. BERTEMU BU TINA DAN ANAKNYA
117
BAB 117. SATU PERSATU DISELAMATKAN
118
BAB 118. PAK SUDIRAN

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!