“NO, BANGUN NO….!”
Beberapa kali aku mendengar suara Sumadi yang sudah mati… dia berteriak kepadaku agar aku bangun.
“NO..AYO BANGUN… ADA APA SAMA KAMU NO!” teriak suara Sumadi…
Kubuka mataku perlahan….
Ternyata aku ada di dalam kamar hotel, sumadi ada di sebelahku dengan botol air mineral ukuran besar yang sudah kosong isinya.
Aku duduk di lantai untuk beberapa saat sambil mengatur nafasku, tadi memang rasanya aku hampir tidak bisa bernafas sama sekali, tapi ternyata sekarang aku bisa bernafas dengan lancar.
“Kamu tidak apa-apa Di?” aku masih duduk di lantai yang basah dengan air mineral yang dituangkan Sumadi ke kepalaku
“Ya nggak papalah, memangnya kamu tadi mimpi apa No… dah nanti aja ceritanya No, sekarang kamu ganti pakaian dulu” kata Sumadi
“Sekarang jam berapa Di?”
“Sudah hampir subuh ini, kamu itu mimpi apa kok gulung gulung di lantai dan teriak teriak sambil memegang lehermu?”
“Aku barusan mimpi buruk Di, kepalaku sakit sekali…”
“Sudah kami ganti pakaian dulu, setelah itu kamu minum obat lagi saja, kepalaku sekarang sudah enakan dari pada tadi waktu kita baru sampai di hotel”
Aku mimpi mengerikan, dan sekarang kepalaku sakit lagi, sakit yang sama ketika aku dan Sumadi pulang dari rumah mengerikan itu.
Hanya saja bedanya untuk saat ini telingaku tidak terasa apa-apa, tidak ada rasa seperti ditekan sama sekali..
Setelah berganti pakaian dan minum obat, aku kembali ke tempat tidur, aku coba untuk mengistirahatkan otakku yang tadi sakit sekali.
“Kamu istirahat saja No, aku mau periksa alat perekam dan video yang semalam itu. Kamu tidur saja , nanti jam tujuhan aku panggi roomboy untuk ngepel lantai kamar yang basah itu” kata Sumadi
“Iya Di, aku istirahat dulu saja, nanti saja ceritanya setelah kepalaku enakan”
Aku nggak tau apa yang dilakukan Sumadi, dia menyalakan satu laptop tua yang tebalnya hampir empat centimeter…
Laptop yang merupakan andalan dia, mungkin dia sedang mengecek satu persatu alat yang kami gunakan tadi malam…
Setelah minum obat untuk yang kedua kalinya, rasanya kepalaku berangsur angsur lebih enak.. Dan lama kelamaan aku jadi ngantuk.
*****
Aku nggak tau berapa jam aku tertidur, yang pasti ketika aku buka mataku, Sumadi masih duduk di kursi sambil menggunakan headset yang tersambung ke laptopnya.
Aku biarkan saja dia dengan keseriusannya, kulihat jam tangan digitalku, ternyata sekarang sudah pukul delapan lewat tiga puluh pagi. Lumayan aku bisa tidur selama tiga jam lebih
Aku masih tiduran di tempat tidurku, karena rasanya masih ngantuk sekali…
Tetapi ketika aku amati….. Sumadi sempat beberapa kali mengucapkan Allahu Akbar dan astagfirullah, aku menjadi tertarik untuk mengetahui apa yang menyebabkan Sumadi mengucap kata-kata itu
Kucoba untuk duduk di tempat tidur, tetapi ketika aku berhasil duduk, sakit di kepalaku muncul lagi… apakah aku harus ada di tempat tidur dan istirahat dulu untuk beberapa waktu?
“Di… Sumadi” panggilku dari tempat tidur
Tapi sayangnya Sumadi sedang menggunakan headset sehingga dia tidak mendengar panggilanku sama sekali. Beberapa kali aku ulang panggilanku kepada Sumadi, tetap sama saja dia tidak mendengar juga.
Aku yang sudah sebegitu penasaran dengan apa yang sedang didengarkan Sumadi, aku coba untuk bangun dari tempat tidur dan berjalan menuju ke meja hotel yang sudah disulap Sumadi menjadi meja kerjanya dia.
“Di….” aku tepuk punggung Sumadi yang masih serius mendengarkan sesuatu melalui headsetnya
“Astaghfirullaaaah!... bikin kaget aja kamu No” kata Sumadi kemudian melepas headsetnya
“Hehehe aku penasaran, apa yang kamu dengar itu Di?”
“Kamu memangnya sudah sehat No…. sih sebentar, satu satu saja ya, ini aku tadi sudah selesai dengan video, dan barusan aku sedang mendengarkan perekam yang ada di punggungku”
“Kita lihat yang video dulu saja No, sudah aku pindah ke laptop, jadi mudah untuk melihat dan mengedit”
Sumadi mencari file yang berisi rekaman semalam, kemudian dia putar file yang diberi nama …HARI PERTAMA RUANG TAMU DAN KAMAR UTAMA.
Video dimulai dari ketika kami di pom bensin dan menuju ke area kuburan yang ada di seberang pom bensin..
Ketika kamera menshoot sekitar pom bensin, tidak terlihat apapun semua normal-normal saja, namun ketika kami menyeberang dan menuju ke samping kuburan….
“LIhat itu No, banyak sekali orbs yang berterbangan….jangan bilang orbs itu hanya butiran-butiran debu lho ya No, butiran debu atau kotoran di lensa kamera tidak akan membentuk orbs yang bergerak gerak di satu tempat yang misterius”
“Iya betul Di, tadi di jalan dan di pom bensin tidak ada orbs, hanya ada satu dua benda yang berterbangan saja kan”
“Betul No, sekarang kita ada di jalan setapak pinggir kuburan, coba kamu lihat kumpulan orbs yang ada di sisi kanan kita. Lebih banyak dari pada di sisi kiri kan”
“Sisi kiri kita itu hanya semak belukar Di”
Apa yang dikatakan Sumadi ada benarnya juga, perbedaan orbs yang ada di sisi kuburan lebih banyak dan bentuknya berbeda beda, sedangkan yang ada di sisi kiri lebih sedikit meskipun ada juga disana.
Orbs, sebenarnya hanya berbentuk bola-bola kecil yang berterbangan, dan orbs hanya bisa dilihat dengan menggunakan kamera foto atau bisa juga kamera video yang beresolusi tinggi.
Tetapi hingga kini masih menjadi perdebatan antara beberapa tenaga ahli dan tenaga supranatural. Menurut dari tenaga ahli yang berkecimpung di dunia pendidikan, orbs itu hanya kumpulan debu yang terpantul dari blitz kamera, atau sesuatu yang bisa memantulkan cahaya.
Tetapi berbeda dengan sisi supranatural, mereka berpendapat orbs adalah energi yang dihasilkan dari orang yang sudah mati. Kami disini yang sudah berkecimpung di dunia seperti ini, dan sudah beberapa kali diadakan pembuktiaan, maka kami percaya orbs adalah energi dari orang yang sudah mati.
Nah untuk yang berasal dari kamera video Sumadi ini sudah menjelaskan bahwa di kuburan banyak sekali energi orang mati yang disebut juga orbs, dan ada perbedaan dengan yang ada di pom bensin dan jalan raya.
“Banyak sekali orbsnya Di..”
“Iya, tapi orbs itu hanya permulaan saja No, kita lihat saja dulu video ini”
“Orbs kan sudah sering kita lihat sebelum sebelumnya di tempat yang kita selalu datangi, tapi yang ini lebih istimewa lagi No hehehe”
“Kamu ingat ketika kita lewat jalan setapak, dan kamu bilang kalau ada bayangan putih yang lewat di depan kita No?
“Iya Di, apa bayangan putih itu masuk ke videomu?”
“Sik sabar No.. nanti akan kita lihat apa yang masuk ke dalam video kita”
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 118 Episodes
Comments
SITI WINDASARI
kok makin ngeri sih
2023-05-29
0
Isnaaja
aku tidak sabar apa yang sumadi dan mas no temukan
2023-05-07
1