Pagi hari di kantor kami yang tidak begitu bagus…..
“Di, coba cek email dan sosmed kita, aku kok semalam sempat ngimpi kita ada di sebuah rumah yang mengerikan ya Di?”
“Itu lak cuma mimpi No, tapi gak cuma kamu aja yang mimpi No, aku semalam juga mimpi sedang di sebuah ruangan yang terbakar dan mengerikan”
“Sik No, aku cek dulu email dan sosmed kita.. Siapa tau hari ini kita dapat ikan besar No hehehe”
Sumadi mengecek email dan sosmed kami, kemudian tiba-tiba Sumadi memukul meja komputer dengan keras.
“C*k Di.. gak usah menggebrak meja c*k… itu meja terakhir kita setelah mbok ajurno hanya gara-gara loading internet yang lambat c*k”
“Hehehe sori No, iki ada email dan ada foto-fotonya juga No, sik sebentar aku print dulu, koyoke belum ada dan belum pernah ada yang memberi info tentang tempat ini.. Tapi tempate agak jauh No hehehe”
“Dimana Di?”
“Di pulau dewata c*k hihihi… sekalian rekreasi nek gini ini rasane hihihihi”
“Ngawur c*k.. Dana kita gak cukup kalau harus ke sana Di, mana royalti dari penerbit belum cair juga”
“Gampang No, aku bisa carikan pinjaman dana… sik aku print dulu email dan foto-fotonya dulu”
Email ini tidak ada nama pengirimnya hanya ada kata-kata singkat…kalau berminat segera balas email ini, disertai dengan kata terima kasih saja, dan hanya ada alamat email saja… alamat emailnya pun agak aneh namanya……. lolokcicing@......
“C*k alamat emalnya Komtol anjeng hahahaha” kata Sumadi sambil tertawa….. Tetapi aku tidak bisa tertawa ketika aku lihat foto-foto itu dengan menggunakan kaca pembesar…
“Di, jangan ketawa dulu, coba kamu perhatikan salah satu foto yang agak jelas itu… pakek kaca pembesar Di”
“Hmm ini patung atau kepala yang putus No… janc*k aku merinding c*k”
Sebuah foto yang diprint oleh Sumadi menggunakan kertas foto khusus, sehingga detail dari foto yang dikirim itu menjadi jelas.
Di foto itu menggambarkan sebuah rumah tinggal permanen, kemudian ada foto kawasan tempat itu juga, kemudian juga foto akses masuk ke tempat itu. Dan ada juga foto di bagian belakang yang agak horor, karena menampakan sungai kecil dan berbagai tanaman dan pohon.
Rumah atau mungkin vila itu tidak aneh… yang aneh adalah letak rumah sewa itu ada di bawah kuburan atau setra.
Jadi posisi setra atau kuburan itu ada di semacam bukit yang letaknya ada diatas rumah atau vila, sedangkan di belakang vila adalah sungai atau sebuah sisi sungai yang penuh dengan pohon dan tanaman menjalar.
Setra sendiri bahasa indonesianya adalah kuburan, hanya saja setahu aku setra itu adalah kuburan sementara sambil menunggu hari yang baik dan dana yang cukup untuk kemudian mayat yang dikubur itu diambil kembali untuk dilakukan ngaben atau pembakaran mayat.
Penjelasan dari foto yang mengirim email…dari pinggir jalan utama kita akan bertemu dengan setra atau kuburan, kemudian ada jalan setapak di samping kuburan itu yang menuju ke rumah sewa yang ada di bawahnya.
Tentu saja rumah itu tidak akan terlihat dari jalan besar, karena tertutup oleh kuburan atau setra itu.
Ketika aku tadi lihat dengan kaca pembesar, diantara tanaman merambat dan pohon-pohon besar yang ada di belakang rumah itu sepintas seperti ada penampakan kepala manusia dengan mata yang melotot.
Dan foto itu diambil pada malam hari dengan menggunakan kamera berlampu blits sehingga apa yang ada di sekitar rumah itu nampak dengan jelas.
“No, gak cuma hanya satu tok, banyak penampakan lainnya, coba kamu lihat itu No”
“Banyak orbs juga lho rek”
Sumadi memberi tanda pada beberapa hal yang ganjil dengan menggunakan spidol, ternyata selain benda yang mirip dengan kepala juga ada beberapa hal yang janggal, dan semua terekam dalam foto ini.
“Di, coba kamu balas emailnya, bilang aja kita mau ke sana dan kapan kita bisa bertemu dengan yang nama emailnya itu lolokcicing”
“Ok No, sekalian apa aku minta bukti foto lagi?”
“Gak usah Di, beberapa lembar bukti foto ini sudah cukup, sementara kamu email, aku coba telusuri di google tentang tempat itu”
Setelah beberapa menit menelusuri Google, ternyata informasi tentang rumah yang ada di bawah kuburan itu tidak ada, artinya kami sebagai pihak pertama yang akan mengeksplorasi dan melakukan penelitian disana.
Aku dan Sumadi bukan team pemburu hantu, kami juga bukan pengusir hantu…tetapi aku dan Sumadi hanya mencari tempat yang mengerikan untuk kami tulis di novel kami.
Jadi tidak ada yang namanya kami ini ingin menantang atau ingin menghancurkan dunia dan rumah mereka.
Kami hanya dua orang yang hobinya menulis novel atas pengalaman kami berdua, dan tentu saja tempat yang sudah kami tuju tidak akan kami tulis nama dan alamat yang sebenarnya, hal ini untuk menghindarkan orang-orang yang iseng di tempat itu.
“No, aneh iki, aku barusan kirim email, tidak ada satu menit email terkirim, sudah ada balasan dari lolokcicing”
“Apa isinya Di?”
“Dia bilang, kita dipersilakan datang dan nanti akan dipandu oleh kawan dia ketika kita sudah ada di kota Dps. anehnya lagi kita sudah dipesankan penginapan juga, sepertinya dia sudah tau bahwa kita akan ke sana”
“Aneh sekali No, dia bisa tau kalau kita pasti akan datang ke sana” kata Sumadi yang masih membaca email yang barusan dia terima”
“Gini aja Sumadi, kamu balas email dia, dan minta nomor Wa nya. Katakan juga kita dua hari lagi berangkat ke sana”
Ini cukup aneh, selama kami melakukan aktivitas penyelidikan dan penulisan Novel, baru kali ini ada pemberi info yang misterius, bahkan dia sudah menyediakan penginapan untuk kami berdua.
Sebenarnya aneh, tapi aku sudah kemecer untuk melihat apa yang ada disana, jadi ya gimana lagi heheheh jelas aku akan terima penawaran dari orang itu.
“Di, di internet apa gak ada informasi tentang yang akan kita datangi itu?”
“Gak ada No, sik No, ini aku sik nulis email dulu”
Kulihat Sumadi menulis email di laptop kuno kami dengan jaringan internet apa adanya, semoga ada jawaban cepat lagi dari yang bernama lolokcicing itu.
“Janc*k No, baru aja aku sent email ini, tiba-tiba sudah ada balasan, dan balasan itu eehhmmm….”
“No, orang ini gak mau kasih nomor Wa, tetapi dia akan kirim kita uang, dan uang itu akan dititipkan orang yang akan datang ke sini”
“Datang ke sini….?, apa dia punya alamat kita, terus itu uang buat apa Di?”
“Waduh ya mbuh No, mungkin dia punya mata-mata disini yang tau alamat kita hehehe”
“Katanya uang itu untuk transportasi dan akomodasi, kemudian dia bilang kalau mau komunikasi dengan dia cukup dengan email saja, dia gak mau kasih nomor telepon atau nomor yang bisa kita hubungi”
“Di.. Sumadi… jadi kita sekarang dapat uang transportasi dan akomodasi plus kita dapat penginapan, gitu ?”
“Iya No….”
“Ya sudah, kasih info dia, kita dua hari lagi berangkat, terus tanyakan juga siapa yang akan kita temui di sana?”
“Udah No hehehe udah aku balas dengan apa yang kamu katakan barusan hehehe”
“Janc*k..email kita langusung dijawab, nanti ada orang yang akan mendatangi kita begitu kita sampai di sana, wah sangar orang ini No, dia bisa reply email kita secepat kita melakukan Wa”
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 118 Episodes
Comments
Ree Prasetya
brr saya bisa bayangin lokasi villanya..
2025-01-11
0
nath_e
🤔🤔aneh jg ya mungkin dia paranormal x
2023-06-04
0
nath_e
oh gt br tau artinya
2023-06-04
0